ECU

Diobok-obok Luar-Dalam, Lamborghini Wanita Cantik Ini Jadi Sangar

BeritaBintangDiobok-obok Luar-Dalam, Lamborghini Wanita Cantik Ini Jadi Sangar

Supercar tidak hanya diminati kalangan pria. Setidaknya ini dibuktikan oleh seorang perempuan cantik asal Dubai, Uni Emirat Arab, pemiliki Lamborghini Huracan.

Tak cukup puas dengan kondisi standar mobilnya, perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu memodifikasi mobil ‘banteng mengamuknya’ luar-dalam.

Dikutip dari INDOWINS.CO, ia memberi kepercayaan kepada modifikasi RevoZport untuk meracik supercar-nya. Konsepnya, perpaduan antara tenaga yang buas di dalam serta kecantikan luar lewat permainan warna di bodi. Ada beberapa perubahan yang dilakukan di bagian luar seperti penggantian beberapa bagian kendaraan menggunakan bahan serat karbon yang membuat bobotnya menjadi lebih ringan.

{ Baca Juga, ” COOKING GADGET: Pertama di Dunia! Mesin Printer Ini Bisa Cetak Pancake 3D ” }

Kap depan, pintu, fender, spoiller depan, dan sayap belakang, diganti menggunakan bahan serat karbon. Tak sia-sia, bobot Huracan pun bisa diet hingga 100 kilogram.

Hasilnya, jadilah Lamborghini Hucaran berkelir ungu dengan tenaga lebih gahar dibandingkan model standarnya.

Sementara itu mesin standar 5,2 liter, V10, naturally aspirated, di-tuning. Air intake diperbesar, ECU ikut di-tuning, dan penambahan knalpot Inconel. Hasilnya, tenaga Huracan meningkat dari 89 hp menjadi 690 hp.

Sementara itu warna ungu berasal dari stiker serta penambahan stripe hitam ganda di kap depan. Sebagai sentuhan akhir, pembungkus ungu juga disematkan pada kunci mobil.

Stoner Puas Tes, Calon Rival Rossi Bakal Kompetitif

BeritaBintang Casey Stoner mengungkapkan kepuasannya setelah menjalani tes bersama Ducati di Sirkuit Misano. Tentu saja, Jorge Lorenzo yang akan menjadi rival Valentino Rossi saat hijrah ke Ducati itu sangat diuntungkan dengan tes yang dijalani Stoner.

Seusai melakoni MotoGP Belanda 2016 di Sirkuit Assen, 26 Juni 2016, Ducati tak langsung bersantai. Sebab, mereka disibukkan dengan agenda tes pribadi yang mereka jalani bersama Stoner. Kebetulan, Stoner memang sudah ditunjuk sebagai tes driver Ducati sejak sebelum musim bergulir.

Alasan Ducati memilih Stoner tentu berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Sebab, hanya Stoner yang mampu membawa Ducati merebut gelar juara dunia. Sukses itu direngkuh pada musim 2007. Total, Stoner memperkuat Ducati pada 2007-2011.

Stoner sendiri sudah menjalani tes bersama Ducati seusai MotoGP Qatar 2016. Untuk tes kali ini, pria Australia ini mengaku sangat puas dengan kinerja Ducati Desmosedici GP16. Ia juga senang karena kembali ke lintasan Eropa untuk kali pertama sejak 2012.

“Kami memiliki tes yang positif. Terlebih, ini menjadi momen pertama saya di lintasan Eropa sejak 2012 dan pertama kali di Misano sejak 2011. Segala sesuatu yang sudah kami kerjakan berjalan positif. Kami mendapatkan 95% dari tes kami selama dua hari. Kami beradaptasi dengan Michelin, sasis, dan ECU,” tutur Stoner seperti dikutip Panduan Judi Online.

Selain untuk membuat motor musim ini agar lebih kompetitif, Ducati tentu juga menjadikan tes tersebut sebagai ajang persiapan untuk menatap MotoGP 2017. Kepuasan yang dirasakan Stoner tentu memberikan keuntungan besar bagi Lorenzo. Artinya, Lorenzo akan memiliki motor yang kompetitif bersama Ducati.

Setelah musim 2016 berakhir, Ducati akan melakoni MotoGP 2017 dengan komposisi pembalap baru. Yang paling ditunggu tentu kehadiran Lorenzo dari Movistar Yamaha. Lorenzo sudah memutuskan untuk meninggalkan Yamaha demi bergabung Ducati begitu musim ini berakhir.

Sebelumnya, ada kabar yang menyebutkan bahwa Lorenzo juga sudah menunjuk Stoner sebagai pelatihnya di Ducati. Maklum, dia tak bisa memboyong staf pelatihnya di Yamaha. Mau tak mau, dia harus mencari pelatih yang setara dengan Wilco Zeelenberg yang sudah lama bekerja sama dengannya di Yamaha.

Alasan Valentino Rossi Sering Ganti Gaya saat Balapan di MotoGP

BeritaBintang –Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dikenal sebagai pembalap yang suka berganti gaya balap. Keharusan memahami apa yang dibutuhkan rupanya menjadi alasan mengapa Rossi sering mengganti gaya ketika balapan di MotoGP.

Rossi mengakui dirinya suka sekali mengganti gaya balap. Menurut pembalap berusia 37 tahun tersebut, hal tersebut dilakukannya karena memang itulah yang dia butuhkan. Ia menilai, pembalap tidak bisa terus-menerus menerapkan gaya yang sama di setiap tahunnya.

“Ya, saya sangat sering (mengganti gaya balap). Seperti yang pernah saya katakan, akan selalu ada insting yang bekerja saat balapan dan hal itu akan terus datang,” kata Rossi, sebagaimana dimuat Taruhan Bola Online, Minggu (29/5/2016).

“Anda harus pintar untuk bisa memahami apa yang Anda butuhkan agar bisa berubah. Itulah perubahan yang saya lakukan ketika dari kelas 500 cc dua tak ke empat tak, juga saat perubahan dari Michelin ke Bridgestone pada 2008,” sambungnya.

Pembalap berjuluk The Doctor itu menyatakan perubahan juga kembali dilakukannya musim ini. Hal ini dilakukan agar ia bisa menunjukkan yang terbaik, sehubungan dengan adanya penambahan perangkat elektronik (ECU) dan kembalinya ban Michelin.

Marquez Peringatkan Honda

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memperingatkan timnya bahwa motor RC213V masih memiliki sedikit masalah pada akselerasi dan rem. Alhasil ia menilai ada yang harus diperbaiki pada kuda besi tunggangannya untuk di seri balapan selanjutnya.

Sejauh ini Honda berjuang penuh mengembangkan motor karena adanya perubahan baru dari  MotoGP yakni unit kontrol perangkat lunak (ECU) dan ban. Kendati finis di urutan tiga di Sirkuit Losail, hasil tersebut ternyata tak membuat Marquez puas dan menuntut pabrikan asal Jepang itu segera menambah akselerasi pada motornya.

Kurangnya daya pacu dan akselerasi motor menjadi faktor utama sulitnya Marquez finis di depan Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso. Hasil di GP Qatar pun menjadi bahan evaluasi yang pemilik gelar juara MotoGP 2013 dan 2014 tersebut.

“Kami bekerja sangat keras sepanjang akhir pekan mencoba untuk menemukan sasis terbaik, paket terbaik untuk balapan. Benar-benar sulit untuk menyalip Dovi, tapi tetap saya sangat senang dengan pekerjaan Honda,” kata Marquez mengutip Autosport, Minggu (27/3/2016).

“Jadi alasan itu dua minggu yang lalu kami berada satu detik lebih lambat per lap dari dua orang ini (Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso), meskipun kami baru saja selesai dua detik di belakangnya,” pungkas sosok berusia 23 tahun tersebut

Aturan Baru MotoGP Buat Honda Mengalami Kemunduran

BeritaBintang –    Kepala Tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengaku cukup terganggu dengan adanya penerapan perangkat pengontrol elektronik yang baru (ECU) dalam aturan MotoGP 2016. Cecchinello menilai, aturan tersebut secara langsung membuat Honda mengalami kemunduran.

Menurut Cecchinello, tidak mudah bagi para tim di MotoGP berurusan dengan ECU, khususnya bagi Honda. Honda harus belajar dari awal untuk memahami suatu hal yang sebelumnya tidak pernah digunakan.

“Kesuksesan penggunaan ECU akan sukses di masa depan. Tapi, saat ini adalah suatu perjalanan yang sulit, khususnya bagi Honda. Saat ini kami memiliki ECU yang harus segera kami pahami,” ujar Cecchinello, seperti diberitakan BintangBola, Senin (22/2/2016).

“Saya banyak tahu tentang elektronik. Tapi bagi Honda, ini adalah suatu langkah mundur. Anda harus bisa belajar untuk berurusan dengan pengontrol motor saat ini,” sambungnya.

Mantan pembalap berkebangsaan Italia itu menilai, keberadaan ECU lebih membantu tim-tim yang masih membangun dan berkembang di MotoGP. Maka dari itu, ia tidak heran apabila di musim 2016 kompetisi akan berjalan lebih sengit.

“Manfaat terbesar dari standar ECU ini akan dimiliki para pendatang baru di MotoGP. Karena itu, ini akan membuat persaingan para pabrikan menjadi lebih dekat. Saya berharap, ECU akan membuat Honda, Yamaha, Ducati, Aprilia, Suzuki, dan KTM semakin dekat,” tuntasnya.

Tim Honda Begadang demi ECU Baru

BeritaBintang –     Regulasi baru MotoGP mengharuskan seluruh tim menggunakan Electronic Control Unit (ECU) anyar Magneti Marelli pada balapan musim 2016. Hal tersebut membuat Honda kewalahan hingga mekanik mereka terpaksa begadang untuk menemukan solusi yang tepat bagi pembalapnya.

Perangkat baru Magneti Marelli menjadi masalah besar Marc Marquez dan Dani Pedrosa selama pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Mereka mengaku makin sulit menunggang kuda besinya saat berada di lintasan.

Masalah yang sama juga dikeluhkan tim satelit LCR Honda melalui bos besarnya Lucio Cecchinello. Ia menilai sulit menemukan solusi masalah itu, ditambah kehadiran pembalap baru pada diri Cal Crutchlow.

“Cal butuh waktu sampai ia terbiasa dengan Honda, sama seperti di Yamaha dan Ducati,” ungkap Cecchinello dikutip Speedweek, Rabu (10/2/2016).

“Para teknisi HRC belum sangat terganggu. Anda tak perlu banyak perhatian pada ECU ini untuk beberapa alasan. Tim kami tahu bahwa perangkat lunak 2016 akan di-upgrade dari 2015 software Kelas Terbuka. Sekarang mereka sedang mempelajarinya,” tambahnya.

“Kami sedang melakukan beberapa pemetaan untuk dikembangkan. Para mekanik bekerja tanpa kenal lelah, saya beritahu Anda bahwa saya meninggalkan box di Sepang dua kali pada pukul 4:00 dan 1:30 pagi. Di bengkel HRC saat ini selalu ramai hiruk pikuk,” pungkas pria berusia 46 tahun tersebut.

Empat Seri Awal Jadi Kesempatan Smith Unjuk Gigi

BeritaBintang –   Andalan Monster Yamaha Tech 3, Bradley Smith, menyatakan kalau empat seri awal MotoGP 2016 akan menjadi kesempatan besar baginya untuk membuat gebrakan. Menurut Smith, ini akan jadi kesempatan baginya diantara peta persaingan yang buta akibat adanya aturan penyeragaman elektronik (ECU) dan peralihan ban dari Bridgestone ke Michelin.

Smith meyakini kalau seri Qatar, Austin, Argentina dan Spanyol merupakan tempat di mana ia bisa tampil kompetitif melawan para joki pabrikan. Pasalnya, masa-masa tersebut merupakan masa transisi pengembangan motor.

Tentunya bagi tim satelit seperti Tech 3, ini bisa menjadi momentum menguntungkan meski motor yang Smith terima berusia setahun lebih lama dari motor duo Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

“Soal paket motor yang kami terima, kami harus bersyukur atas apa yang kami punya. Yamaha telah memberikan paket motor yang bagus, dan saya rasa kami bisa tampil baik di empat seri pertama karena pada masa-masa itu belum ada lompatan pengembangan yang terlalu jauh,” tutur Smith kepada MCN, Minggu (31/1/2016).

Rider Inggris berusia 25 tahun ini pun yakin, margin antara tim pabrikan dan tim satelit akan mulai terlihat dalam uji coba tengah musim di Sirkuit Jerez, Spanyol, yakni tepat setelah seri keempat digelar di tempat yang sama.

“Ketika kami tiba di Jerez dan menjalani uji coba tengah musim, di sana lah saya yakin akan mulai ada margin karena tim pabrikan akan mendapat perangkat baru. Jadi empat seri pertama merupakan peluang besar untuk melakukan gebrakan dan tampil sebaik-baiknya,” tukas Smith.

Kena Recall, 19 Ribu Honda Mobilio di Indonesia Diminta ke Bengkel

BeritaBintang – PT Honda Prospect Motor (HPM) menggulirkan kampanye perbaikan massal (recall) terhadap sekitar 20.000-an Mobilio, Jazz, dan City di Indonesia.

Agen tunggal pemegang merek (ATPM) akan melakukan pembaruan program (Program Update) pada Electronic Control Unit (ECU) pada ketiga model andalan Honda itu.

Kampanye ini merupakan bagian dari program global yang dijalankan oleh Honda Motor untuk memastikan standar keselamatan pada seluruh produknya.

Perbaikan dilakukan sebagai tindakan pencegahan kerusakan Drive Pulley Shaft (poros penggerak) pada komponen CVT.

Penyebabnya, tekanan hidrolik dari oli CVT yang berlebihan saat pengemudi menekan dan melepas pedal gas secara berulang-ulang pada kecepatan tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan daya. Pembaruan program dilakukan pada ECU untuk mengontrol tekanan hidrolik dari oli CVT.

Model yang teridentifikasi di dalam program ini meliputi 19.881 unit Mobilio tipe CVT produksi tahun 2014 & 2015, 745 unit Jazz (CVT, 2014), dan 17 unit City (CVT,2014). Sampai saat ini tidak ada kecelakaan maupun cedera yang dilaporkan berhubungan dengan hal ini di Indonesia.

Tomoki Uchida, Presiden Direktur HPM mengatakan, program ini merupakan upaya pencegahan untuk memastikan semua produk yang dipasarkan punya standar terbaik, dalam hal keamanan dan kualitas. Meski unit sudah berada di tangan konsumen, komitmen menjaga kualitas tetap dijaga pihak perusahaan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, Honda selalu melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap seluruh produk demi mencapai kepuasan pelanggan yang tertinggi,” kata Uchida, dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2015).

Konsumen yang merasa memiliki Mobilio, Jazz, atau City dengan transmisi CVT bisa segera melapor ke bengkel resmi Honda terdekat. Program ulang ECU dilakukan secara cuma-cuma, alias gratis di seluruh bengkel resmi Honda di seluruh Indonesia.

Honda juga akan mengirimkan surat pemberitahuan pada masing-masing konsumen yang mobilnya teridentifikasi masuk dalam dugaan. Perbaikan bisa dilakukan mulai 2 November, memakan waktu sekitar 30 menit.

Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat menghubungi Honda Customer Care di toll free 0-800-11-22-789 dari Senin – Jumat, pukul 09.00-17.00 WIB atau hubungi dealer resmi Honda terdekat.