Ducati Corse

Sempat Meraih Podim, Marquez Nilai Lorenzo Kurang Konsisten

BeritaBintangSempat Meraih Podim, Marquez Nilai Lorenzo Kurang Konsisten

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, memberikan komentarnya mengenai penampilan rider Ducati Corse, Jorge Lorezno. The Baby Alien –julukan Marquez– menjelaskan, kalau mantan pembalap Movistar Yamaha itu kurang konsisten di musim ini.

Lorenzo memang masih kesulitan untuk bisa bersaing dengan pembalap-pembalap terdepan di musim ini. Meski begitu, bukan berarti rider berkebangsaan Spanyol tersebut sama sekali gagal bersama Ducati.

Buktinya, Lorenzo sukses menunjukkan performa terbaiknya bersama Ducati pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, beberapa waktu lalu. Tampil di depan publik sendiri, X-Fuera –julukan Lorenzo– sukses meraih podium ketiga.

[ Baca Juga : ” RESMI! Wonder Woman 2 Bakal Hadir, Kembali Disutradarai Patty Jenkins? ” ]

“Untuk bisa berjuang meraih titel (juara dunia), Anda harus mengetahui kondisi motor dan perangkat lain, dan semuanya harus 100%. Dari segi konsistensi, ia (Lorenzo) sangat kurang,” ungkap Marquez, seperti disadur dari AGEN MAXBET TERPERCAYA, Selasa (25/7/2017).

Meski begitu, Marquez percaya kalau Lorenzo masih bisa memenangkan beberapa balapan di musim ini. Pasalnya, rider 24 tahun itu merasa kalau pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut sudah berusaha dengan keras.

“Tapi ia sudah membuat usaha yang luar biasa, dan saya yakin kemenangan akan segera datang,” jelas Marquez.

Komentari Selebrasi di Catalunya, Marquez: Saya Orang yang Ekspresif

BeritaBintangKomentari Selebrasi di Catalunya, Marquez: Saya Orang yang Ekspresif

Rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengomentari selebrasinya pada balapan di Sirkuit Catalunya, Barcelona, beberapa waktu lalu. Pembalap 24 tahun itu menjelaskan kalau dirinya merupakan sosok yang sangat ekspresif.

Balapan di Catalunya mungkin menjadi salah satu yang paling spesial bagi Marquez musim ini. Bagaimana tidak, pembalap asal Spanyol tersebut empat kali terjatuh sepanjang sesi latihan bebas dan kualifikasi di Catalunya.

[ Baca Juga : ” Main Film Korea, Joe Taslim: Anyeong ” ]

Meski begitu, nyatanya Marquez mampu memberikan penampilan terbaik saat balapan berlangsung. Memulai race dari tempat keempat, rider 24 tahun tersebut mampu meraih podium dua di belakang pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso.

Marquez pun tidak bisa menyembunyikan kesengannya bisa naik podium. Rekan setim Dani Pedrosa itu pun bercanda dengan berpura-pura terjatuh.

“Saya sangat eskpresif, sangat cerita. Saya selalu mengatakan filosofi hidup terbaik adalah selalu mengambil sisi positif, dan saat Anda membaut kesalah, Anda boleh marah saat itu, tapi kemudian Anda harus melupakannya, dan cara terbaik untuk melupakannya adalah mentertawakan diri sendiri,” jelas Marquez, seperti disadur dari AGEN BOLA, Sabtu (15/7/2017).

Adaptasi Lambat Iannone Buat Bos Suzuki Heran

BeritaBintangAdaptasi Lambat Iannone Buat Bos Suzuki Heran

Davide Brivio selaku Team Principal Suzuki Ecstar mengaku heran kalau proses adaptasi mereka dengan sang pembalap, Andrea Iannone, berjalan lambat. Performa The Maniac bersama Suzuki di awal musim ini usai diboyong dari Ducati Corse memang kurang meyakinkan.

Brivio mengaku heran, pasalnya penampilan Suzuki dengan motor GSX-RR terbilang cukup impresif musim lalu. Diperkuat Maverick Vinales dan Aleix Espargaro, pabrikan Jepang itu mengoleksi empat podium, di mana diantaranya adalah satu podium kemenangan lewat Vinales -yang musim ini hijrah ke Yamaha.

[ Baca Juga : ” Film Bumblebee Bakal Ambil Setting Tahun 80-an ” ]

Tujuh seri MotoGP 2017 telah berlalu, Iannone dan Suzuki justru tampil melempem, meski pada uji coba pascamusim di Valencia akhir tahun lalu dan di uji coba pramusim awal tahun ini, Iannone sebenarnya tampil cukup impresif.

“Jujur saja, kami tak menyangka proses adaptasi Andrea berjalan lambat. Apalagi kami memulai musim 2017 dengan sangat baik. Usai uji coba Valencia, Andrea sangat puas atas motor kami. Menurutnya, GSX-RR  fantastis. Ia hanya menyatakan bahwa elektronik adalah area yang harus diperbaiki. Namun, sisanya ia cukup puas,” ucap Brivio, seperti dilansir AGEN BOLA.

“Kami juga kaget masalah lain justru bermunculan justru saat musim balap telah dimulai. Andrea merasa masalahnya tetap elektronik. Soal ini, mungkin karena Andrea datang dari Ducati, yang memiliki elektronik yang lebih canggih. Well, memang benar bahwa kami belum mencapai level itu,” urainya.

Ini Dia Penyesalan Jorge Lorenzo Pindah ke Ducati

BeritaBintang Ini Dia Penyesalan Jorge Lorenzo Pindah ke Ducati

Bergabung ke Ducati Corse merupakan pilihan dari Jorge Lorenzo. Jawara tiga kali MotoGP itu menginginkan tantangan setelah sembilan tahun menggeber Yamaha.

Namun, pilihan Lorenzo itu sedikit menuai kritik pada gelaran seri perdana MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar. Bagaimana tidak, ia menjadi pembalap paling sukses dalam menaklukkan lintasan 5.4 km itu, tercatat sudah enam kali menang.

[ Baca Juga : ” Trailer War for The Planet of The Apes Suguhkan Aksi Heroik Caesar Melawan Manusia  ” ]

Finis di urutan ke-11 tentu bukan kapasitas Lorenzo selama ini. Lantas pembalap berusia 29 tahun itu mengharapkan Casey Stoner bisa menjadi mentornya. Alasannya karena Stoner merupakan rider yang pernah membawa Ducati juara dunia pada musim 2007.

“Tentu akan lebih baik jika Stoner memberikan saya saran soal teknik balapan, karena dia satu-satunya yang mampu memenangi gelar juara dunia dengan motor ini,”kata Lorenzo seperti dinukil dari AGEN BOLA, Minggu (2/4/2017).

“Ia masih pembalap yang fenomenal. Sangat mengecewakan tak mampu menyakinkan dia untuk mengikuti saya di seluruh seri musim ini,” pungkasnya.

Marquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

BeritaBintangMarquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tak yakin bisa berpeluang kembali mempertahankan gelar juara di MotoGP 2017. Pasalnya, ia tak yakin dengan strategi yang diterapkan pada musim lalu bisa berjalan lancar.

Memang peta persaingan MotoGP 2017 sangat ketat. Bagaimana tidak, beberapa pembalap melakukan pergantian tim, seperti Jorge Lorenzo ke Ducati Corse, Maverick Vinales ke Movistar Yamaha, dan Andrea Iannone ke Suzuki Ecstar. Bahkan persaingan tidak hanya berkutat sekadar Valentino Rossi dan Marquez saja.

Baca Juga : ” CATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

Melihat persaingan tersebut, Marquez mengaku sangat sulit memprediksi siapa calon juara dunia. Bahkan ia akan kesulitan di gelaran perdana MotoGP yang terjadi di Sirkuit Losail, Qatar pada 26 Maret 2017.

“Kejuaraan masih sangat panjang. Tentu kami tak tampil kompetitif setiap pekan. Di Malaysia kami merasa kompetitif, dan di Phillip Island kami sangat kuat. Losail mungkin menjadi sirkuit yang kami rasa sangat sulit,”ujar Marquez seperti dikutip Crash, Rabu (15/3/2017).

“Jadi kami akan melihat sepanjang balapan dan ketika kami tiba di Eropa. Tes kali ini bukan yang terbaik untuk saya dan tim. Namun kami akan berusaha untuk mengatasinya dengan cara yang benar untuk balapan,”pungkasnya.

 

Lorenzo Ogah Terlena dengan Status Juara Bertahan

BeritaBintang – Sebagai rider di premier class, Jorge Lorenzo bisa dibilang sedang berada di usia keemasan dan tentunya sedang di puncak karier. Rider Movistar Yamaha yang tahun depan akan hijrah ke Ducati Corse tersebut kini berstatus juara dunia bertahan MotoGP.

Keberhasilan Por Fuera mengecundangi rekan setimnya, Valentino Rossi di musim lalu, membuatnya kini mengoleksi tiga gelar juara dunia di premier class. Jika ditotal, rider Spanyol berusia 29 tahun itu sudah mengoleksi lima gelar, dengan dua titel lainnya dari kelas 250 cc.

Meski demikian, Lorenzo mengaku tak menikmati statusnya ini. Dalam sebuah wawancara dengan Bintangbola.co, Selasa (5/7/2016), Por Fuera mengaku tak bisa menikmati kesuksesannya. Ambisi untuk terus menambah catatan prestasinya jadi alasan utama.

“Saya punya kesempatan untuk menikmati hidup dan pencapaian saya sejauh ini, tapi ambisi dan sifat perfeksionis di dalam diri saya tidak menyetujuinya. Ya, sebab saya selalu menginginkan sesuatu yang maksimal untuk diri sendiri dan juga karier saya,” kata Lorenzo seperti dimuat Panduan Judi Online, Selasa (4/7/2016).

“Saya tidak menikmati status saya sebagai juara bertahan MotoGP. Oke, saya memenangi titel musim lalu, tapi musim adalah cerita baru. Jika saya terlena, maka titel akan lepas dari genggaman saya,” terangnya.

Alasan Valentino Rossi Pilih Sasis Standar di Assen

BeritaBintangASSEN – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi menyatakan dirinya tak akan memakai sasis baru motor YZR-M1 terhitung sejak hari ini dalam pekan balap MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. The Doctor menyatakan hal ini, meski ia berhasil menduduki posisi kedua pada sesi Free Practice kedua (FP2) awal yang digelar Jumat 24 Juni 2016 malam WIB saat memakai sasis baru tersebut.

Seperti diketahui, sasis ini telah dijajal Rossi dan sang tandem, Jorge Lorenzo, di sesi uji coba setelah MotoGP Catalunya beberapa waktu lalu. Meski begitu, Rossi yakin dengan sasis baru ini, performanya sebenarnya tak jauh berbeda dengan saat memakai sasis standar.

“Kami menjajal beberapa sasis di Catalunya, tapi saya tak yakin soal peningkatannya. Jadi kini (di FP1 dan FP2 MotoGP Belanda) kami menjajalnya lagi di lintasan berbeda. Pada akhirnya saya memilih yang standar saja, karena bagian depan motor terasa lebih baik. Terhitung hari ini, sejak FP3, FP4, sesi kualifikas, dan race, saya akan pakai sasis standar. Tak ada perbedaan besar. Hanya modifikasi kecil,” terang Rossi, seperti dimuat TaruhanBolaOnline, Sabtu (25/6/2016).

Di sesi FP2 sendiri, Rossi hanya tertinggal 0,004 detik dari jagoan Ducati Corse, Andrea Iannone yang mencetak waktu tercepat. The Doctor pun mengaku puas atas modifikasi yang dilakukan timnya di sesi ini, setelah dirinya kesulitan di FP1 dimana rider kebanggaan Italia itu tercecer di posisi tujuh.

“Ini hari yang baik, karena saya sedikit kesulitan di FP1. Kami punya banyak masalah, namun di fp2 kami memodifikasi motor dan keseimbangannya hingga mendapatkan peningkatan performa. Saya merasa nyaman dan cukup kompetitif dari awal sampai akhir sesi. Memang disayangkan Andrea mengalahkan saya, tapi saya kompetitif!” jelasnya.

Valentino Rossi dan Marc Marquez Akan Panas Lagi di Assen

BeritaBintang –  Pandit MotoGP ynag bekerja untuk Sky Italia, Mauro Sanchini, sangat yakin pertarungan antara jagoan gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan andalan Repsol Honda, Marc Marquez akan kembali panas di MotoGP Belanda yang akan dihelat di Sirkuit Assen pada 26 Juni 2016.

Seperti diketahui, Rossi dan Marquez bertarung sengit di Assen tahun lalu, di mana keduanya menjalani aksi saling salip sejak awal dan mengalami senggolan tepat di tikungan terakhir. Rossi yang sempat melebar dan melaju di atas gravel akhirnya berhasil meraih kemenangan, dan Marquez harus puas finis sebagai runner-up.

“Biasanya Vale menjadi favorit di Assen, tapi tahun ini sangat sulit membuat prediksi. MotoGP kini begitu tak terduga berkat ban dan elektronik anyar. Tapi saya yakin akan ada pertarungan sengit seperti tahun lalu. Pertarungan mereka akan penuh rasa hormat, bukannya ugal-ugalan. APalagi setelah peristiwa damai di Catalunya lalu,” kata Sanchini, seperti dimuat BintangBola.Co , Minggu (19/6/2016).

Meski begitu, Sanchini juga yakin Rossi tak hanya akan bertarung ketat dengan The Baby Alien, namun juga dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Por Fuera yang merupakan jawara MotoGP tahun lalu,  diprediksi memang akan tampil kuat di Assen setelah gagal finis di Catalunya akibat ditubruk rider Ducati Corse, Andrea Iannone.

“Menurut saya, Vale harus lebih kuat ketimbang tahun lalu. Level tiga rider ini, Vale, Jorge dan Marc sangatlah tinggi. Vale kini telah menemukan set-up yang mampu membantunya tampil maksimal. Ia menyukainya dan mampu memanfaatkan situasi. Inilah yang membuat perbedaan. Selain dengan Marc, Vale juga akan bertarung ketat dengan Jorge,” jelasnya.

Casey Stoner Ingin Bentuk Tim Balap Sendiri di Motocross, Bukan di MotoGP

BeritaBintang –Dua kali juara dunia MotoGP yang kini menjadi pembalap penguji Ducati Corse, Casey Stoner, mengaku tengah mempertimbangkan memiliki tim balap sendiri suatu saat nanti. Meski demikian, Kurri-Kurri Boy tak mau timnya itu berkompetisi di MotoGP, melainkan di kejuaraan motocross.

Stoner pensiun dini dari MotoGP pada akhir musim 2012 dalam usia yang sebenarnya masih sangat muda untuk ukuran rider, yakni 27 tahun. Pria Australia tersebut kala itu berdalih regulasi MotoGP tak merepresentasikan balapan yang real, serta meyakini adanya permainan politik dalam tubuh Dorna Sports, yakni selaku sponsor utama MotoGP.

“Tentu saya ingin punya tim balap sendiri suatu saat nanti. Saya serius! Tapi, jelas tidak di MotoGP. Saya mempertimbangkan kejuaraan lain seperti motocross,” kata Stoner, seperti dilansir TaruhanBolaOnline, Jumat (17/6/2016).

Meski begitu, Stoner mengaku tak akan lepas tangan meninggalkan 100 persen dunia MotoGP. Ia bahkan menyatakan siap membantu rider muda asal negaranya yang ingin mencapai kejuaraan balap motor paling akbar di dunia tersebut.

“Saya tetap memperhatikan para rider muda. Jika rider yang tepat muncul, saya akan senang membimbingnya ke MotoGP. Demi mengembangkan attitude yang benar di dunia balap, kita membutuhkan lebih dari sekadar cepat di atas motor,

Stoner Sarankan Rossi Hentikan Mind Games dengan Lorenzo

BeritaBintang –Eks rider MotoGP yang kini menjabat sebagai test rider Ducati Corse, Casey Stoner, menyarankan agar rider gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi berhenti melancarkan mind games atau psywar kepada sang tandem, Jorge Lorenzo.

Rossi dan Lorenzo memang bersaing sengit sejak musim lalu. The Doctor pun harus rela titel juara dunia direbut Por Fuera di seri terakhir, yakni Valencia. Nah, rivalitas itu pun berlanjut sampai beberapa seri awal musim ini, dan tentunya bakal terus terjadi hingga akhir musim nanti.

“Melalui Jorge, Vale punya tandem sekaligus salah satu rival paling tangguh yang pernah ia hadapi. Vale pikir ia bisa masuk ke pikiran Jorge, tapi sudah terbukti selalu gagal. Jorge selalu bisa mengatasinya. Mungkin lebih baik bila Vale tak lagi bermain mental dengannya,” kata Stoner, disadur dari Taruhan Bola Online, Senin (30/5/2016).

Stoner yang merupakan jawara MotoGP 2007 dan 2011, juga mengomentari performa Rossi yang kini telah berusia 37 tahun. Seperti diketahui, The Doctor mengalami gagal finis menyakitkan di Mugello, Italia beberapa waktu lalu, dimana ia start dari pole namun harus out di lap kedelapan akibat gagal mesin.

“Vale bekerja dengan sangat baik, tapi apakah Vale yang sekarang lebih baik dari tahun lalu? Saya tidak yakin. Tahun lalu di titik ini, ia sudah meraih dua kemenangan dan selalu naik podium. Menurut saya ia yang sekarang tidak lebih kuat,” ujar Kurri-Kurri Boy.

Seperti diketahui, Lorenzo akan hijrah ke Ducati musim depan setelah membela panji Yamaha sejak 2008. Well, tentu masuk akal jika Stoner kini membuat penyataan bernada pembelaan pada Lorenzo, sementara disisi lain juga mencoba menjatuhkan mental Rossi.