DKI

Demi Kesetaraan Akses, Sandiaga Uno Dorong Gerakan Peduli Autisme

BeritaBintangDemi Kesetaraan Akses, Sandiaga Uno Dorong Gerakan Peduli Autisme

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mendorong adanya sebuah gerakan yang membuat orang lain untuk peduli terhadap nasib para penderita autisme agar diberikan kesetaraan akses di semua bidang.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam memperingati Hari Kesadaran Autisme yang jatuh pada 2 April.

“Di beberapa gerakan peduli autisme yang tentu selama ini kami dorong mereka diberikan kesetaraan akses di semua bidang termasuk dunia usaha dan pendidikan,” kata Sandiaga usai melakukan kegiatan jalan santai bersama keluarga besar Partai Gerindra Jakarta Selatan di GOR Jakagarsa‎, Minggu (2/4/2017).

Sandiaga mengaku telah mengkonsep sebuah program rumah autisme apabila terpilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 19 April 2017 mendatang.

[Baca Juga -“Anak Buah Tak Becus Ungkap Kasus Besar, Pak Kapolres Ngamuk“]

“Kita juga ada program yang sangat membantu, yaitu rumah autisme, kebetulan ada kerjasama dengan autisme memberikan perlindungan dan ada threatmen ternyata perkembangan teknologi bisa mengurangi autisme spektrum disorder,” ucap Sandiaga.

Sandiaga berharap, rumah autisme mampu meningkatkan kepedulian warga DKI terhadap para penderita autisme spektrum disorder yang ada di Ibu Kota.‎ “Jadi ke depan berharap pengidap autisme meningkatkan awardnes kepedulian warga terhadap autisme, kalau tidak hati-hati akan banyak kasus di Jakarta,” tambahnya.

Sandiaga menambahkan, bahwa gagasan rumah autisme tersebut akan ditargetkan berada di setiap kecamatan di Ibu Kota. “Ada yang sudah menggagas rumah autisme di masing-masing wilayah mulai per wilayah, kalau diturunkan bisa di setiap kecamatan,” tandasnya.

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Haji Lulung: KJP dan KJS Akan Lebih Baik!

BeritaBintangAnies-Sandi Jadi Gubernur, Haji Lulung: KJP dan KJS Akan Lebih Baik!

Jelang Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk duet Anies-Sandi.

Ketua DPW PPP, Abraham Lunggana atau Haji Lulung itu menilai jika duet yang diusung koalisi PKS dan Gerindra itu terpilih maka program-program prorakyak akan dilanjutkan.

Beberapa program yang akan dilanjutkan jika Anies-Sandi memimpin DKI adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan program Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

“Kata siapa akan berhenti? Meskipun ganti gubernur, KJP, KJS dan program lainnya akan tetap lanjut, bahkan lebih baik,” ujar Lulung, Senin (13/3/2017).

[Baca Juga -‘Menteri Agama Berikan Mushaf Istiqlal untuk Raja Salman“]

Legislator di DPRD DKI itu menambahkan, penentu kebijakan di pemerintah daerah bukan hanya gubernur. Sebab, ada juga DPRD yang ikut menentukan kebijakan.

Oleh karena itu, Lulung menegaskan, harus ada hubungan yang baik antara gubernur dengan DPRD. Dengan demikian program-program yang baik bisa dijalankan.

“Uangnya (untuk melaksanakan program KJP, KJS dan PPSU,red) juga bukan uang gubernur. Melainkan uang pajak dari semua masyarakat,” tutur Lulung.

Setelah Lulung memberi sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak politik antara tokoh masyarakat, ulama dan duet Anies-Sandi. Salah satu poin dalam kontrak politik itu mengikat Anies-Sandi agar melanjutkan program-program prorakyat di DKI yang sudah berjalan.

Kasus Hukum Ahok Bisa Berdampak ke Daerah Lain

BeritaBintang – Ketua Setara Institute, Hendardi mencermati bahwa proses penegakan hukum terhadap gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama bisa menimbulkan dampak yang meluas ke berbagai daerah.

“Penegakan hukum mesti hati-hati karena yang dilakukan Ahok punya potensi terjadi di daerah, kemudian dengan mudah menuduh penistaan terhadap orang lain juga,” ungkapnya kepada Judi Bola.

Pasalnya, ada indikasi meluasnya kasus yang serupa seperti dilakukan Ahok ketika di Kepulauan Seribu.

“Ada potensi ya, indikasinya di Tasikmalaya, Sukabumi, dan NTT ya kalau enggak salah,” tuturnya.

Namun, menjelang demo 212, Hendardi mewakili Koalisi Masyarakat Sipil sangat mendukung kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsinya penegakan hukum.

‎Demonstrasi, menurut Hendardi juga punya pembatasan tidak bisa seenaknya atas dasar kekuatan massa.

Apabila demo berlangsung ricuh, polisi punya kewenangan melakukan tindakan. “Kalau ada indikasi kriminal polisi bisa tegas. Polisi bisa menentukan tiik-titik di mana boleh berdemonstrasi,” kata Hendardi.

Juru Parkir Liar dan Lapangan Kerja Jadi Masalah Sosial di DKI

BeritaBintang – Parkir liar menjadi salah satu biang kemacetan di Jakarta. Salah satunya juga disebabkan adanya juru parkir liar yang terdapat di beberapa wilayah. Pengamat transportasi Ellen W Tangkudung bahkan menilai juru parkir liar dengan preman tidak ada bedanya.

Ellen menjelaskan, banyaknya masyarakat yang menjadikan juru parkir liar sebagai profesi mereka sebab sempitnya lapangan kerja di ibukota. Selain itu, sifat ingin menguasai dan mendominasi suatu wilayah telah mengakar yang menjadikan juru parkir liar sulit untuk ditertibkan.

“Kadang-kadang mereka itu sudah punya area sendiri. Seperti daerah kekuasaan. Antara juru parkir dan preman seperti tidak ada bedanya, sudah punya area sendiri gitu. Ini menjadi sulit sebab mereka sudah turun temurun membuka lahan itu,” ujar Ellen saat berbincang dengan Agen Judi Bola, Kamis (20/10/2016).

Juru parkir liar berbeda dengan yang resmi. Juru parkir resmi direkrut oleh pemerintah dan digaji.

“Kalau juru parkir di pasar-pasar, misalnya, yang dikelola UPT Perparkiran mereka kan di-hire, digaji oleh Pemda DKI. Jadi mereka enggak dapat penghasilan dari orang yang ngasih duit, tetapi digaji dari Pemda DKI,” sambungnya.

Adanya juru parkir liar di Jakarta, dikatakan Ellen menjadi masalah sosial yang perlu dibenahi. Penindakan hukum dapat dilakukan jika di lokasi atau area parkir telah dipasang rambu lalu lintas.

“Kalau itu memang pelanggaran, memang harus ada rambunya. Rambu dilarang parkir, itu bisa ditindak. Kalau enggak ada rambunya, enggak bisa ditindak. Dinas perhubungan atau kepolisian bisa menindak mereka,” tandasnya.

PDIP Pastikan Tak Usung Ahok di Pilgub DKI Jakarta

BeritaBintang –  Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memastikan partainya tidak akan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta.

“Pak Ahok kan tidak mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan. Sehingga 27 nama ini adalah orang-orang yang sudah mendaftar. Jadi kami harus menghormati proses ini,” ujar Hasto ditemui di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Diketahui, PDIP sudah mengantongi 27 nama Bakal Cal‎on Gubernur (Bacagub) yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilgub DKI. Kemudian, dari 27 nama tersebut akan dikerucutkan menjadi lima nama pada hari ini.

“Kemudian akan kami saring sekitar akan menjadi lima nama dan kemudian dari nama yang tersaring akan kita laporkan ke dalam rapat pleno untuk disampaikan kepada ibu ketua umum,” kata Hasto.

Hasto juga menambahkan, saat ini PDIP masih akan melakukan pemetaan politik kedepan untuk menghadapi kursi panas menuju DKI 1. Nantinya, kata Hasto, akan ada nama yang diajukan untuk diusung maju menjadi calon gubernur

“Kemudian dari pemetaan politik ini kami juga akan mengajukan beberapa nama, nanti nama-nama yang kami ajukan melalui pemetaan politik ini tentu saja akan ditanya apakah bersedia untuk dicalonkan oleh PDI Perjuangan,” tukasnya.

HUT Ke-498 Jakarta, Ahok Luncurkan LRT & Veldrome

BeritaBintang –   Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meluncurkan light rail transit (LRT) dan velodrome atau arena balap sepeda yang akan digunakan di Asian Games 2018 di Rawamangun, Jakarta Timur. Peluncuran itu tepat di Hari Ulang Tahun ke-498 Jakarta.

Ahok mengatakan, moda transportasi LRT merupakan kebutuhan yang mendesak bagi warga Jakarta. Sebab, Ibu Kota tak mungkin terus menambah ‎jalanan.

“Tidak mungkin kita membangun jalan dan rasio jalan tidak mungkin tumbuh lebih banyak.‎ Ada 300 mobil yang terus bertambah tiap harinya, kalau kota besar itu beli baru yang lama dihancurkan,” kata Ahok di lokasi, Rabu (22/6/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, Jakarta harus memiliki standar intenasional dalam setiap pembangunannya. Hal itu, kata Ahok, agar masyarakat DKI mampu bersaing dengan kota maju lainnya di dunia.

“Saya maunya di Olimpiade suatu hari nanti, ada lagu Indonesia Raya dinyanyikan di veldrome ini.

Karena enggak mungkin kita dapat emas kalau kita latihannya beda kelas,” urai Ahok.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan segera menyelesaikan revitalisasi trotoar lantaran Jakarta menjadi kota yang tidak nyaman bagi pejalan kaki. Sehingga, pihaknya akan meminta para pengembang untuk membangun trotoar jalan setiap melakukan pengurusan izinnya.

“‎‎Dan saya mau selesai trotoarnya dan setiap pengusaha minta izin, saya bilang Anda beresin trotoar dulu deh. Dan saya yakin kenapa reklamasi itu kita kasih izin, karena waktu itu kita hitung kasar seluruh tanggul, trotoar dan LRT bisa selesai dari dana pengembang,” tandasnya.

Ini Penampakan Sungai di DKI yang Paling Banyak Sampahnya

BeritaBintang –Berbagai macam jenis sampah memenuhi sungai di depan Season City, Jembatan Besi, Jakarta Barat. Sampah-sampah itu terbawa air sungai yang merupakan aliran Banjir Kanal Barat.

Pantauan Kompas.com, jenis sampah yang memenuhi sungai mulai dari sampah plastik aneka bentuk, styrofoam, tripleks, pelepah dan daun pisang, hingga bambu.

Salah seorang petugas Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Budi Santoso, menuturkan, sampah berupa bambu merupakan sampah kiriman dari Bogor.

“Ini kiriman dari Bogor yang bambu-bambu. Kalau enggak kiriman paling sampah gabus,” ujar Budi kepada Taruhan Bola Online, Senin (23/5/2016).

Menurut Budi, sampah-sampah bambu itu baru tiba sekitar pukul 11.45 WIB di sungai depan Season City.

“Tadi pagi belum ada. Tadi jam 12 kurang seperempat datang nih kiriman, air juga naik,” katanya.

Hingga saat ini, berbagai jenis sampah itu terus terbawa aliran air sungai yang cukup deras dari arah Tomang menuju Jembatan Besi. Akibat banyaknya sampah, bau tak sedap pun tercium. Para petugas UPK Badan Air terus membersihkan sampah-sampah itu di depan Season City.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, sungai di depan Season City merupakan satu dari dua sungai yang paling banyak dipenuhi sampah. Sungai lainnya yang juga dipenuhi banyak sampah ialah sungai di Kampung Melayu.

Bahkan, kata Isnawa, petugas harian lepas (PHL) Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta atau pasukan oranye pernah mengangkut 80 ton sampah dalam waktu lima jam.

Meski demikian, tiap hari petugas oranye selalu ditempatkan di tiap sungai, badan air, pintu air, dan lain-lain.

Para petugas dilengkapi dengan berbagai peralatan. Ada 53 peralatan kebersihan, seperti dredging excavator, amphibious spider, spider (jaring) dan lain-lain.

Tak hanya itu, Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga menempatkan alat berat di pintu air serta saringan sampah.

“Kami tempatkan alat-alat berat di jembatan yang rawan sampah seperti Manggarai, Kanal Banjir Barat, Season City, Hek Jagorawi, Waduk Pluit, Kanal Banjir Timur (KBT), dan lain-lain,” kata Isnawa

Ternyata, Ahok Juga Pakai Raket Nyamuk

BeritaBintang –Bisa mendapatkan kesempatan blusukan ke kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memang kesempatan yang langka.

Ahok membuka pintu kantornya di Balaikota DKI Jakarta di kawasan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016), untuk menerima kedatangan artis peran Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari yang berkunjung untuk mempromosikan film Indowins.

Reza, Bunga, dan rombongan peliput diajak berkeliling dan melihat-lihat bagaimana ruangan kerja sang gubernur.

Mulai dari mencoba kursi kerja DKI 1, berfoto bersama Ahok, melihat ruang tempat dia melepas lelah, dan berkeliling di taman Balaikota.

Saat mengintip kamar mandi sang gubernur, tak ada barang mewah di sana, semua terkesan biasa saja dan begitu sederhana. Tampak sebuah sabun batangan dengan merk lokal.

Ada juga sabun cuci tangan dan sampo yang semuanya merek lokal melengkapi isi kamar mandi.

Namun, ada satu yang menggelitik. Di ruang istirahat Ahok, tampak sebuah raket nyamuk berkekuatan listrik tergeketak di atas meja.

Lalu, apakah Ahok menggunakan raket nyamuk tersebut?

“Ha-ha-ha, oh iya saya pakai. Di sini banyak nyamuk,” ungkap Ahok seraya tertawa.

Ahok mengaku biasa menggunakan ruangan tersebut untuk beristirahat jika terlalu lelah.

“Iya kadang-kadang, di sini,” jawab Ahok saat ditanya oleh Reza.

Ahmad Dhani: Prabowo Subianto Pasti Usung Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Cagub DKI

BeritaBintang –Musisi yang kini ingin maju ke Pilgub DKI 2017, Ahmad Dhani, meyakini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah menentukan pilihan soal siapa yang diusung menjadi cagub DKI. Prabowo dinilainya bakal memilih Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai cagub DKI.

“Yang diusung Pak Prabowo ya pasti Pak Sjafrie Sjamsoeddin,” ujar Dhani kepada detikcom, Rabu (4/5/2016).

Dhani menyatakan kesimpulannya itu berdasarkan penafsiran pribadinya saja. Soalnya Dhani terakhir kali bertemu Prabowo sejak dua pekan lalu di sebuah tempat yang sering dikunjungi Prabowo.

“Saya bukannya membocorkan, tapi saya sebagai orang dekat paham benar kalimat-kalimat Pak Prabowo, sesungguhnya yang dicalonkan adalah Pak Sjafrie,” kata Dhani.

Dhani sendiri kini menunggu pinangan dari siapa pun cagub yang diusung Gerindra. Dhani memasang dirinya sebagai cawagub, dan dia sudah mendaftar ke PKB sebagai cawagub. Meski begitu, Dhani belum bertemu dengan Sjafrie.

“Saya sama Pak Prabowo sudah ketemu, tapi sama Pak Sjafrie belum ketemu,” kata Dhani.

Ada tiga nama kandidat cagub yang mengerucut di kalangan Gerindra, yakni Sjafrie, Sandiaga Uno, dan Yusril Ihza Mahendra. Dihubungi secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni menginformasikan akan ada Rapat Kerja Daerah pada 8 Mei nanti. Bisa saja, akan ada pengerucutan kembali atau bahkan penambahan nama dari tiga kandidat itu.

“Mungin ada nama baru, atau mungkin bisa berkurang nama-nama itu,” kata Ghoni.

Fadli Zon Tak Mau Ridwan Kamil “Loncat-Loncat” seperti Jokowi

BeritaBintang – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengapresiasi putusan yang diambil oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mengurungkan niatnya maju dalam bursa calon gubernur di DKI Jakarta.

Secara halus, Wakil Ketua DPR RI itu tak mau pria yang disapa Kang Emil menyindir jejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak menyelesaikan tugasnya saat memimpin Ibu Kota.

“Dia memang seharusnya fokus saja di Bandung, memang janjinya kepada masyarakat di Bandung kan harus menyelesaikan, saya kira harusnya begitu, sama halnya juga di DKI, janjinya (Jokowi) akan selesai, tapi enggak selesai, kalau orang cuma loncat-loncat begitu bagaimana?,” kata Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Tak ikutnya Kang Emil dalam bursa gubernur DKI tak membuat risau Partai Gerindra karena saat ini, kata Fadli, pihaknya sedang melakukan penjaringan dari bawah.

“Kita di DKI sedang melakukan penjaringan, nanti akan dibawa ke DPP, akan diputuskan siapa akan jadi calon dari Gerindra,” bebernya.

Terkait ucapan Ketua DPP Gerindra bahwa partainya berpeluang mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fadli menganggap hal itu hanya sebatas pendapat pribadi.

“Itu pendapat pribadilah. Kalau partai belum kita putuskan, nunggu dulu dari bawah, dari DKI baru diputuskan, kalau pendapat sah-sah saja, mau mendukung siapapun,” tegasnya.