Divisi Championship

Masa Nganggur Bakal Usai, Robson-Kanu Segera Gelar Pembicaraan Transfer dengan Atletico Madrid

BeritaBintang – Hal Robson-Kanu masih menganggur setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Reading pada akhir musim lalu. Akan tetapi, penyerang internasional Wales tersebut diprediksi tidak akan lama menjadi “pengangguran”.

Pasalnya, Robson-Kanu segera menggelar pembicaraan transfer dengan Atletico Madrid, seperti diberitakan Bintangbola.co, Jumat (29/7/2016). Los Colchoneros terpesona dengan penampilan pemain berusia 27 tahun tersebut ketika tampil di Piala Eropa 2016.

Perwakilan Atletico akan terbang ke Inggris Raya untuk berbicara dengan agen Robson-Kanu soal transfer. Sang penyerang pun diprediksi tidak akan menolak pinangan dari Los Rojiblancos.

Usaha Atletico untuk mendatangkan Robson-Kanu menemui sedikit jalan terjal karena Sevilla juga masuk perburuan. Sevilla juga membutuhkan penyerang berdarah dingin karena Kevin Gameiro dikabarkan bakal merapat ke Barcelona.

Robson-Kanyu telah sembilan musim membela Reading. Sayangnya, pada musim lalu dia hanya berhasil mencetak lima gol dari 35 penampilan bersama The Royals –julukan Reading– di Divisi Championship.

Liverpool Selangkah Lagi Boyong Georginio Wijnaldum

BeritaBintang – Liverpool belum berhenti berbelanja di bursa transfer musim panas 2016 meski sudah mendatangkan Sadio Mane, Loris Karius dan Joel Matip. Seperti diberitakan Panduan Judi Online , Selasa (19/7/2016) The Reds selangkah lagi bakal mendatangkan gelandang Newcastle United, Georginio Wijnaldum.

Untuk mendapatkan Wijnaldum, Liverpool bersedia menebus mahar 25 juta pounds atau sekira Rp432 miliar. Harga tersebut berpotensi diterima, mengingat The Magpies –julukan Newcastle– membanderol Wijnaldum dengan harga tersebut.

Wijnaldum bermain gemilang bareng Newcastle di musim 2015-2016. Dari 40 penampilan di semua ajang, pemain yang juga dapat beroperasi di posisi winger itu mampu mengemas 11 gol dan lima assist.

Namun sayang, performa impresif pemain berpaspor Belanda itu gagal menyelamatkan Newcastle dari jerat degradasi. Karena itu, ketimbang bertahan di Newcastle yang bermain di Divisi Championship –kasta kedua di sepakbola Inggris, Wijnaldum lebih memilih hengkang ke Liverpool.

Nantinya dalam pola 4-4-2 racikan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mantan pemain PSV Eindhoven itu dapat beroperasi di banyak posisi. Mulai dari winger kanan, kiri, gelandang hingga penyerang.

Kapten Leicester Beberkan Kisah Pilu Masa Lalu

BeritaBintang  –  Perjalanan Leicester City menaklukkan Liga Premier Inggris mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa. Usai menjuarai Divisi Championship dua musim lalu, Leicester terus mengancam tim-tim elit hingga sampai di posisi puncak klasemen sementara saat ini.

Seorang produser film di Inggris bahkan berniat untuk membuat film kebangkitan The Foxes. Tak tanggung-tanggung, aktor Hollywood Robert de Niro dibidik sebagai calon pemeran manajer Claudio Ranieri.

Di luar kisah tim secara keseluruhan, ada cerita pilu dari kapten Leicester Wes Morgan. Bek 32 tahun asal Kota Nottingham ini rupanya harus melalui kehidupan keras di masa kecil sebelum bisa setenar seperti sekarang.

Seperti yang diberitakan Daily Mail pada Sabtu (16/4/2016) malam, dia menghabiskan sebagian besar kariernya di Divisi Championship, baik bersama Nottingham Forest maupun Leicester sampai 2014 lalu.

“Musim lalu adalah penampilan pertama saya di Liga Premier dan kami hanya menghindari degradasi, tentu saja, semua ini tak pernah terlintas di benak saya,” kata Morgan.

Morga bermain untuk Nottingham sejak 2002 hingga 2012. Namun, klub juara Piala Champions dua kali itu sempat meminjamkannya ke Kidderminster Harriers FC yang kini bermain di Divisi Lima Liga Inggris.

Tumbuh dan besar di Nottingham, Nottinghamshire, Morgan tak serta merta diterima masuk klub kebanggaan warga kota itu. Dia ditolak akademi Nottingham Forest pada usia 15 tahun lalu memilih Notts County sebagai pelabuhan pertamanya.

“Pada saat itu, Anda tidak tahu tentang uang atau kemewahan dalam hidup. Anda sangat senang dengan apa yang Anda miliki, dan saya jadi anak bahagia dengan apa yang saya miliki,” tutur Morgan.

Dari gaji orang tua yang bekerja di panti jompo, Morgan dapat mensyukuri apapun yang diterimanya. Dia selalu punya sebuah bola untuk selalu dimainkan, benda yang juga menghindarinya dari lingkungan penuh kriminalitas.

“Jika Anda dari Nottingham, semua orang telah mendengar tentang The Meadows. Ini adalah daerah yang keras, dikenal karena obat-obatan, kejahatan, bahkan senjata.”

“Teman-teman saya kedapatan terlibat dengan hal-hal semacam itu, dan masuk penjara, tapi saya selalu punya bola. Kami bermain di depan kebun orang, garasi mobil, taman umum, benar-benar di mana saja. Kami bermain di setiap kesempatan yang kami punya,” Morgan mengakhiri.

Kekalahan Hull City Sangat Kejam

BeritaBintang –Pelatih Hull City, Steve Bruce, menyatakan sangat kaget dengan kakalahan mengerikan yang dialami timnya. Ia tak kuasa menyembunyikan kekecewaan usai kalah dengan skor 1-0 melawan Middlesbrough pada Sabtu 19 Maret dini hari tadi WIB.

Penyerang Middlesbrough, David Nugent, membawa kemenangan lewat gol yang diceploskannya pada menit 91. Kekalahan tersebut sekaligus mencatatkan rekornya dengan lima kali pertandingan tanpa kemenangan dalam Divisi Championship.

“Ini merupakan suatu hal yang sangat kejam. Kami sempat memiliki dua peluang yang luar biasa dalam permainan namun tidak mampu mengalahkan mereka,” ucap Bruce, seperti dilansir Sportsmole, Sabtu (19/3/2016).

“Kami harus mengambil seluruh peluang selama satu bulan terakhir. Hal yang jelas saat ini kami semua kecewa dengan pertandingan kali ini. Kami harus segera bangkit dari keterpurukan ini,

Mantan Manajer Liverpool dan Chelsea Menuju Premier League

BeritaBintang –    Prestasi Newcastle United jauh di bawah harapan fans pada Premier League 2015-2016. Hingga memasuki pekan 19, The Magpies –julukan Newcastle– berada di posisi 19 dengan 24 poin.

Padahal di bursa transfer musim panas 2015, sang manajer yakni Steve McClaren sudah diberikan dana berlimpah untuk berbelanja pemain. Karena itu, performa buruk musim ini pun dilimpahkan kepada mantan manajer Timnas Inggris tersebut.

Kabar terbaru, posisi McClaren tidak akan aman. Seperti dilaporkan BintangBoLa, Senin (7/3/2016), posisi pria berusia 54 tahun tersebut akan digantikan Rafael Benitez. Mantan manajer Liverpool dan Chelsea itu berpengalaman di kompetisi teratas Negeri Ratu Elizabeth.

Benitez pernah membawa The Reds –julukan Liverpool– finis di posisi dua Premier League 2008-2009 dan modal itu dinilai cukup mengangkat Newcastle dari zona degradasi. Masih ada 10 pertandingan yang harus dijalani Newcastle di Premier League.

Karena itu, pergerakan cepat harus dilakukan manajemen Newcastle. Jika tidak, klub yang pada awal 2000-an merupakan penghuni tetap Liga Champions dapat tampil di Divisi Championship atau kasta kedua sepakbola Inggris musim depan.