Dinasti Qing

Main Film Korea, Joe Taslim: Anyeong

BeritaBintangMain Film Korea, Joe Taslim: Anyeong

Joe Taslim diketahui sudah terbang ke Korea untuk syuting film terbarunya, Swordsman. Beberapa minggu di Negeri Ginseng, Joe sekarang sudah mulai menggunakan bahasa Korea untuk menyapa penggemarnya di media sosial.

Setidaknya itulah yang terlihat dalam postingan Instagram terbarunya. Joe mengunggah foto ujung atap sebuah bangunan tradisional Korea dengan caption yang diakhiri sapaan dalam bahasa Korea.

[ Baca Juga : ” Komentari Kinerja Pelatih Pengganti Steve Kerr, Thompson: Brown Melakukannya dengan Bai ” ]

“It’s like a dream. Cita-cita dari kecil main pilem silat tercapai gara-gara banyakan baca Kho Ping Hoo… Anak rantau. Anyeong,” tulis AGEN BOLA

Tentu saja, komentar berisi ucapan selamat dan rasa bangga atas capaian Joe itu ramai membanjiri Instagramnya. Banyak pula yang mencoba menitipkan salam untuk artis-artis Korea yang menjadi lawan main Joe di Swordsman.

Sementara itu, Joe akan beradu akting dengan Janghyuk dan Minhyuk di debut film Koreanya ini. Joe berperan sebagai Gurutai, komandan ahli pedang dari kerajaan Dinasti Qing yang dikenal kejam.

Candi Paling Spektakuler di Asia

BeritaBintang –    BAGI yang ingin menyusuri tempat wisata dengan kondisi yang mudah diakes itu biasa. Tapi bagaimana bila lokasinya berada di tengah bukit curam?

Dikutip Dailymail, Sabtu (23/1/2016) di Tiongkok, tepatnya wilayah Hunyuan terdapat kuil batu indah yang berdiri di tengah bukit batu tepatnya di Candi Heng, Tiongkok. Candi ini merupakan kawasan kuil yang terletak diantara bukit batu yang memiliki pemandangan indah.

Candi Heng ini terdapat di area Hanging yang ada di propinsi Shaanxi, Hunyuan, Tiongkok. Candi ini ini berdiri diatas kaki Gunung Hengshan yang memilki ketinggian sekitar 246 kaki atau 75 meter dan masuk diantara kuil paling berbahaya di dunia. Wow..!

Candi ini dibangun oleh biarawan, pada 1.500 tahun lalu dan diprediksi bangunannya merupakan kombinasi dari agama tradisional Tiongkok yaitu Buddhisme, Taoisme, dan Konghucu. 

Dulunya candi ini dibangun guna menghindari banjir, dan berlindung dari ancaman cuaca badai. Kuil ini dulunya merupakan kuil peninggalan dari Dinasti Ming dan Dinasti Qing yang dibangun sebagai dasar pengabdiannya kepada sang Buddha. Di dalam kuil terdapat 80 patung perunggu, yang terbuat dari besi dan tanah liat.

Karena letaknya yang tinggi yaitu diatas kaki gunung bukit ini, maka kuil atau candi ini dianggap bukit yang memilki yang memilki keajaiban karena tahan dan kuat untuk bertahan di di atas tekanan angin.

Banyak para ilmuan yang mengira bahwa hal ini merupakan keahlian dari aplikasi arsitektur yang diterapkan. Hal ini dilihat dari dimana terdapat lintasan balok kayu yang dijadikan sebagai dasar dan batu gunung yang besar sebagai penghadang yang mendukung dibelakangnya menjadikan kuil tahan dan kuat bediri kokoh diatas bukit.

Walaupun berbahaya, candi Hanging masih dianggap sebagai kuil suci dan digunakan sebagai rumah ibadah utama oleh umat Buddha.