Di Phillip Island

Nets Depak Bintang Anyarnya

BeritaBintang – Musim ini penampilan Brooklyn Nets jauh dari kata impresif. Salah satu yang menjadi sorotan akan menurunnya performa tim adalah sang center, Andrea Bargnani. Bahkan Nets memutuskan untuk menyudahi kerjasama dengan sang pemain.

Seperti diberitakan oleh ESPN, Minggu (21/2/2016), pemain yang merupakan pilihan pertama dalam Draft NBA 2006 tersebut sempat melakukan negosiasi terkait masa depannya di tim. Namun, kesepakatan gagal dicapai.

Bargnani gagal membuktikan diri bersama Nets setelah direkrut pada awal musim ini dari New York Knicks. Hal itu terbukti dari catatan buruk Nets yang tertinggal sebanyak 191 poin selama 634 menit kehadirannya di dalam lapangan.

Bargnani bergabung dengan tim yang identik dengan warna hitam tersebut dengan kontrak selama dua tahun. Dirinya hanya mencetak rata-rata 6,6 poin dari 46 pertandingan dan 45,5 persen akurasi tembakan.

Dengan hengkangnya pemain berusia 30 tahun tersebut, Nets kini memiliki satu slot kosong dalam tim. Nets akan menjamu Charlotte Hornets pada laga selanjutnya, Senin 22 februari 2016 pagi WIB. Sejauh ini Nets sudah mengepak 15 kemenangan dan mengalami 40 kekalahan

Soal Stoner, Dovi Sependapat dengan Iannone

BeritaBintang – Tidak adanya kekhawatiran akibat kembalinya Casey Stoner ke Ducati rupanya tidak hanya dirasakan Andrea Iannone, melainkan juga oleh Andrea Dovizioso. Sama seperti Iannone, Dovi –sapaan akrab Dovizioso– tidak ingin memusingkan situasi Stoner di Tim Ducati.

Kembalinya Stoner sebagai test rider disebut-sebut sebagai langkah awal manajemen untuk mengajaknya sekali lagi membela Ducati di MotoGP musim mendatang. Akan tetapi, rumor itu ternyata sama sekali tidak menggangu Dovi yang mengaku percaya penuh dengan timnya.

“Mengenai Stoner, situasinya sudah jelas, tugasnya sudah jelas. Dalam hal ini, tidak akan ada apa pun yang terjadi,” ujar Dovi, sebagaimana diberitakan Speedweek, Rabu (24/2/2016).

Menurut pembalap 29 tahun itu, Stoner juga tidak pernah meminta dan menuntut macam-macam dari Ducati. Ia mengungkapkan, Stoner tahu dan tidak pernah melewati batas dari apa yang harus menjadi tugasnya.

“Saya kenal Ducati dan Casey (Stoner). Di Phillip Island (uji coba pramusim kedua), dia tidak pernah mengatakan apa yang harus kami lakukan,” urainya.

“Dia hanya membuat kontribusi dengan memahami situasi pada motor, mengekspresikan perasaannya, dan mengatakan apa yang dilihatnya,” tuntas mantan pembalap Repsol Honda tersebut.