Di Le Mans

Michelin Penyebab Para Rider Tampil Buruk di GP Prancis

BeritaBintang  –  Manajer Ducati, Paolo Ciabatti, merasa performa buruk yang ditampilkan para pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, di GP Prancis akhir pekan lalu disebabkan oleh kinerja ban Michelin. Ciabatti menilai, ban depan Michelin bekerja tidak maksimal.

Dovi dan Iannone merupakan dua dari beberapa pembalap yang gagal finis di Sirkuit Le Mans. Ciabatti mengaku sangat kecewa dan menyayangkan hal tersebut, mengingat di sesi free practice kedua pembalapnya tampil dengan baik dan meyakinkan.

“Saya pikir masalah utama (di GP Prancis) adalah pada ban depan karena para pembalap jatuh tanpa peringatan apa pun. Kami butuh keseimbangan yang berbeda,” kata Ciabatti, sebagaimana diberitakan Kamusjudi.com, Jumat (13/5/2016).

“Di Le Mans, hampir setengah dari semua pembalap terjatuh. Mungkin itu terjadi karena mereka menggunakan ban belakang yang lebih banyak memiliki cengkeraman, sehingga memberikan masalah kepada ban depan,” sambungnya.

Selain Dovi dan Iannone, pembalap-pembalap yang gagal finis di GP Prancis adalah Bradley Smtih, Jack Miller, Esteve Rabat, Cal Crutchlow, Yonny Hernandez, dan Scott Redding. Hanya Redding yang finis prematur lantaran masalah mesin, sedangkan sisanya terjatuh.

Michelin Penyebab Para Rider Tampil Buruk di GP Prancis

BeritaBintang –Manajer Ducati, Paolo Ciabatti, merasa performa buruk yang ditampilkan para pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, di GP Prancis akhir pekan lalu disebabkan oleh kinerja ban Michelin. Ciabatti menilai, ban depan Michelin bekerja tidak maksimal.

Dovi dan Iannone merupakan dua dari beberapa pembalap yang gagal finis di Sirkuit Le Mans. Ciabatti mengaku sangat kecewa dan menyayangkan hal tersebut, mengingat di sesi free practice kedua pembalapnya tampil dengan baik dan meyakinkan.

“Saya pikir masalah utama (di GP Prancis) adalah pada ban depan karena para pembalap jatuh tanpa peringatan apa pun. Kami butuh keseimbangan yang berbeda,” kata Ciabatti, sebagaimana diberitakan Indowins, Sabtu  (14/5/2016).

“Di Le Mans, hampir setengah dari semua pembalap terjatuh. Mungkin itu terjadi karena mereka menggunakan ban belakang yang lebih banyak memiliki cengkeraman, sehingga memberikan masalah kepada ban depan,” sambungnya.

Selain Dovi dan Iannone, pembalap-pembalap yang gagal finis di GP Prancis adalah Bradley Smtih, Jack Miller, Esteve Rabat, Cal Crutchlow, Yonny Hernandez, dan Scott Redding. Hanya Redding yang finis prematur lantaran masalah mesin, sedangkan sisanya terjatuh.

Ada yang Salah dengan Motor Ducati di GP Prancis

BeritaBintang –Pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone, memiliki masalah dengan motornya ketika bertarung di GP Prancis akhir pekan lalu. Masalah pada motor Ducati ternyata tak hanya dialami Iannone, melainkan juga dialami oleh rider Tim Aspar, Eugene Laverty.

Laverty finis di posisi 10 pada GP Prancis. Pembalap berusia 29 tahun itu mengungkapkan ada yang salah dengan motor Ducati yang ditungganginya di Sirkuit Le Mans. Alhasil, ia pun tidak bisa tampil dengan maksimal.

“Di Le Mans, saya membuat permulaan yang baik. Saya mampu menjaga jarak dengan Petrucci dan Barbera. Tapi, kemudian saya merasa ada yang salah dengan motor saya,” ungkap Laverty, seperti dimuat Indowins, Kamis (12/5/2016).

Setelah merasa ada yang salah dengan motornya, pembalap berkebangsaan Irlandia itu memutuskan untuk tidak terlalu memaksakan diri. Ia memilih untuk berhati-hati agar bisa menyelesaikan balapan hingga garis finis.

“Saat itu yang paling penting hanyalah finis. Jika melihat ketidakberuntungan yang dialami beberapa pembalap lain, saya beruntung karena bisa menyelesaikan balapan dan meraih lima poin,” papar Laverty.