Dewan Pers

Atasi Asap, 200 Ribu Ton Garam Ditabur Agar Turun Hujan

BeritaBintang – Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kemarau berkepanjangan. Salah satu caranya dengan menabur garam agar menjadi musim hujan.

Kepala Pusat Humas Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Eka W. Soegiri memaparkan pemerintah sudah mengirimkan 27 pesawat yang di dalamnya terdapat 89 ribu liter air dan 200 ribu ton garam.

“Dalam konteks pemadaman api ada 27 pesawat, penaburan garam untuk modifikasi cuaca,” ujar Eka di diskusi Energi Kita, di gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Pemerintah kata Eka juga menurunkan 22 ribu personil untuk menutup kanal yang telah dibuka pada lahan gambut diisi air.

Karena selama ini kanal dibuka oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menghilangkan jejak pelaku kebakaran, sehingga abunya masuk ke dalam kanal tersebut.

“Kalau kawasan gambut basah otomatis dia padam. Asap muncul ada pemantik manusia, oksigen, dan gambut,” ungkap Eka.

Eka pun menghimbau kepada masyarakat di sekitar lingkungan kawasan hutan lindung agar berhati-hati tidak membuang puntung rokok dan menyalakan api sembarangan.

Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup meminta tanggung jawab dimiliki tak hanya pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

“Di kawasan pemerintah kawasan lindung kita berikan tanggung jawab penuh sarana dan prasarana, kerjasama dengan pemda,” papar Eka.

57 Persen Peserta Pilkada Pilih Facebook sebagai Media Kampanye

BeritaBintang – Sejumlah pasangan calon kepala daerah memanfaatkan keberadaan media sosial sebagai media kampanye yang efektif. Menurut data Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), mayoritas pasangan calon kepala daerah 2015 menggunakan media sosial Facebook sebagai media kampanye.

Sebesar 57 persen pasangan calon menggunakan Facebook sebagai media kampanye. Selain Facebook, pasangan calon juga menggunakan media sosial Twitter, yaitu sebanyak 26 persen. Sebanyak 12 persen pasangan calon menggunakan blog dan situs khusus dan 6 persen menggunakan menggunakan media sosial lain.

Data tersebut merupakan hasil pengawasan Divisi Pengawasan Bawaslu RI mulai Juni hingga 4 September 2015.

Terkait penggunaan media, Tim Asistensi Divisi Pengawasan Bawaslu Siti Khofifah mengatakan, ada sejumlah temuan panitia pengawas di kabupaten/kota tentang banyaknya radio-radio lokal dan komunitas daerah yang dijadikan sebagai media kampanye.

“Mereka membuat program-program khusus di radio tersebut dan menjadikan pasangan calon sebagai narasumbernya,” kata Siti pada expert meeting Temuan Pengawasan Tahapan Kampanye pada Pilkada 2015 di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Siti menambahkan, dalam hal penggunaan media penyiaran tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) menjadi mitra penting bagi pengawas pemilu, khususnya terkait pengawasan terhadap lembaga-lembaga penyiaran. Meski begitu, Bawaslu tidak lepas tangan dalam pengawasan aktivitas kampanye di media tersebut dan tetap berkoordinasi dengan KPID dan Dewan Pers.

Namun, Siti mengungkapkan, Bawaslu menghadapi kesulitan dalam mengawasi aktivitas kampanye lewat media tersebut di level kabupaten/kota. Ini disebabkan tidak semua daerah memiliki KPID.

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu, hanya 12 kabupaten/kota atau 17 persen yang memiliki KPID. Sedangkan 52 kabupaten/kota atau 72 pesen tidak memiliki KPID.