Danilo Petrucci

Rayakan Kemenangan, Ini Cuplikan Selebrasi Rossi di Podium Bersama Petrucci dan Marquez

BeritaBintangRayakan Kemenangan, Ini Cuplikan Selebrasi Rossi di Podium Bersama Petrucci dan Marquez

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, sukses menjuarai Grand Prix (GP) Belanda 2017. Rider berjuluk The Doctor itu tampil tercepat di Sirkuit Assen dengan catatan waktu terbaik 41 menit 41,149 detik di seri kedelapan MotoGP 2017 tersebut.

Posisi kedua diraih pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci. Sementara pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez berada di urutan ketiga.

[ Baca Juga : ” Mengejutkan! Biaya Syuting Ulang Justice League Tembus Rp332,5 Miliar ” ]

Seperti dilansir oleh AGEN SBOBET, Rossi mampu menampilkan performa gemilang saat melintas di Assen. Pembalap berkebangsaan Italia itu mampu merangkak naik ke posisi tiga selepas lap pertama.

Persaingan pun semakin ketat hingga akhirnya Rossi merebut posisi pertama balapan dari Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3) di lap 12. Ia pun sukses mempertahankan posisi terdepan hingga menyentuh garis finis.

Sebelum menyentuh garis finis, Rossi sempat mendapat perlawanan dari Petrucci. Namun, ia mampu mengatasi tekanan dari rekan senegaranya itu dan mempertahankan posisi pertama hingga akhir balapan.

Kecele di Race GP Jerman, Petrucci: Saya Telah Merasa Ada yang Salah sejak Sesi Pemanasan

BeritaBintangKecele di Race GP Jerman, Petrucci: Saya Telah Merasa Ada yang Salah sejak Sesi Pemanasan

Pembalap andalan Tim Octo Pramac, Danilo Petrucci, gagal merebut poin tertinggi dalam balapan MotoGP Grand Prix (GP) Jerman 2017. Mengaspal di Sirkuit Sachsenring, Petrucci hanya puas menyelesaikan race di urutan ke-12.

Petrux –begitu sang rider disapa– mengaku memang memiliki feeling yang buruk sejak sesi pemanasan digelar beberapa jam sebelum balapan berlangsung. Pembalap berusia 26 tahun itu pun mengatakan dirinya kesulitan mengendalikan motor kala melaju di Sachsenring.

[ Baca Juga : ” Scarlett Johansson Beri Bocoran Reuninya dengan Hulk dalam Avengers: Infinity War ” ]

“Jika saya boleh jujur, saya memang telah merasakan perasaan yang aneh ketika sesi warm up. Ketika balapan pun, saya tidak bisa mengontrol motor di setiap tikungan,” tegas Petrucci, seperti dikutip dari laman resmi AGEN BOLA, Kamis (6/7/2017).

“Para pembalap lainnya menyalip saya di lintasan yang lurus, dan hal itu tidak pernah terjadi pada saya sebelumnya. Sayangnya, ban depan saya pun tidak menunjang balapan,” tambah rider asal Italia itu.

Petrucci sendiri memang menorehkan catatan yang terbilang cukup buruk pada gelaran GP Jerman. Terlebih, pada seri sebelumnya di Assen, rider yang menggeber Desmosedici GP17 bernomor 9 itu sukses menyabet podium di urutan kedua. Ia pun hanya puas membawa empat poin dari race Jerman.

Petrucci: Sirkuit Red Bull Ring Penuh dengan Tantangan

BeritaBintang – Pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci menilai bahwa Sirkuit Red Bull Ring penuh dengan tantangan. Kendati demikian, ia tetap menyukai lintasan di sirkuit dengan daya tampung 40.000 penonton tersebut.

Para pembalap MotoGP 2016 akan bersaing di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Jerman pada Minggu 14 Agustus malam WIB. Sebelum bersaing, para pembalap MotoGP 2016 akan terlebih dahulu menjalani sesi uji coba paruh waktu di Spielberg.

Pada hari pertama sesi uji coba di Spielberg, Petrucci tampil cukup impresif. Ia berhasil finis di urutan kedelapan, di atas duo pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

“Ini adalah pertama kalinya saya berada di sini, saya menyukai lintasan di sini. Jika melihat di atas peta, lintasan di sini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya lintasan di sini cukup sulit,” ujar Petrucci, sebagaimana diwartakan Panduan Judi Online , Rabu (20/7/2016).

“Ada banyak tanjakan dan turunan di sini. Oleh sebab itu, ada banyak titik yang tidak dapat dilihat jelas. Secara keseluruhan ini adalah lintasan yang rumit. Namun saya menyukainya,” tandasnya.

Seluruh Pembalap MotoGP Sudah Menantikan Rossi dan Marquez Berdamai

BeritaBintang – Rider Pramac Ducati, Danilo Petrucci, menyatakan kalau seluruh pembalap motoGP sudah sejak lama menantikan Valentino Rossi dan Marc Marquez berbaikan. Seperti diketahui, hubungan Rossi dan Marquez akhirnya mencair usai MotoGP Catalunya akhir pekan lalu, meski sebenarnya bersaing sangat ketat di sepanjang balapan.

Rossi yang akhirnya meraih kemenangan, secara mengejutkan menghampiri Marquez di parc ferm setelah balapan rampung. The Doctor pun bersalaman dengan The Baby Alien, yang segera disambut tepuk tangan meriah dari seantero sirkuit.

“Semua rider di MotoGP ingin Vale dan Marc berbaikan. Alasan mereka berselisih begitu buruk, begitu juga jika mengingat semua teriakan cemoohan yang diterima Marc dan Jorge (Lorenzo) di seri Mugello. Kita semua harus ingat bahwa MotoGP sangat berbahaya,” kata Petrucci, disadur dari Panduan Judi Online , Sabtu (11/6/2016).

Petrucci pun mengaku ingin para fans belajar menghormati rider yang tidak diidolainya dan tak peduli status kebangsaannya. Menurutnya, pencinta MotoGP dari Italia harus mencontoh para penggemar Spanyol, di mana Petrucci dan para pebalap lain merasa dihormati.

“Seperti yang dikatakan Vale, terus-terusan berselisih tidaklah baik, dan semua ketegangan yang ada tidak bagus dilihat publik. Saya orang Italia dan di Italia memang begitu banyak kehebohan. Tapi, saya ingin kehebohan itu hanya untuk mendukung para rider Italia, bukan untuk menyerang rider lain. Orang-orang Spanyol mencintai rider mereka, tapi mereka juga menghormati para rider Italia dan ini menyenangkan,” celoteh pembalap yang dijuluki Petrux itu.

Iannone Asapi Lorenzo pada Free Practice Dua di Sirkuit Mugello

BeritaBintang – Tidak seperti free practice (FP1) pertama yang berlangsung basah, FP2 kali ini berlangsung kering. Sehingga 22 pembalap memutuskan untuk keluar menjajal motornya kali ini. Pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 46,796 detik.

Di tempat kedua menjadi miliki sang juara dunia musim lalu, Jorge Lorenzo. Melahap 15 lap, X-Fuera hanya terpaut 0,461 detik dari The Maniac Joe – julukan Iannone.

Tempat ketiga juga menjadi milik Tim Ducati. Namun kali ini tim asal Bologna tersebut menurunkan pembalap cadangannya yakni Michele Pirro. Rider asal Italia tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menitb 48,245 detik.

Aleix Espargaro menyusul di belakang Pirro dengan selisih 0,025 detik. Sementara itu Marc Marquez dan Valentino Rossi ada di urutan lima dan enam. Marquez mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 48,290 dan Rossi 1 menit 48,340 detik.

Berikut hasil lengkap FP2, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Jumat (20/5/2016):

1. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 47.696s [Lap 16/17] 345km/h (Top Speed)
2. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 48.157s +0.461s [13/15] 335km/h
3. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 48.245s +0.549s [14/16] 343km/h
4. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 48.270s +0.574s [15/17] 337km/h
5. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 48.290s +0.594s [19/19] 340km/h
6. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 48.340s +0.644s [19/20] 336km/h
7. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 48.345s +0.649s [18/19] 337km/h
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.406s +0.710s [14/18] 339km/h
9. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 48.458s +0.762s [18/19] 334km/h
10. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 48.470s +0.774s [16/18] 333km/h
11. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 48.713s +1.017s [17/19] 335km/h
12. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.752s +1.056s [17/18] 339km/h
13. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 48.816s +1.120s [14/17] 342km/h
14. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 48.832s +1.136s [14/17] 337km/h
15. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 49.199s +1.503s [17/18] 336km/h
16. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 49.234s +1.538s [9/10] 339km/h
17. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 49.648s +1.952s [11/19] 331km/h
18. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 49.698s +2.002s [14/15] 333km/h
19. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 49.852s +2.156s [5/15] 337km/h
20. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 49.913s +2.217s [12/18] 328km/h
21. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 50.368s +2.672s [5/17] 326km/h
22. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 51.055s +3.359s [16/16] 327km/h

Rider Pramac Ducati Tak Sabar Balapan di Le Mans

BeritaBintang –Pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci, segera kembali mengaspal dalam seri kelima MotoGP 2016 yakni GP Prancis. Dia pun mengaku sudah tidak sabar membalap di Sirkuit Le Mans Bugatti.

Gara-gara cedera yang dialami saat tes pramusim di Phillip Island, dan kembali sial saat latihan bebas dalam seri pembuka GP Qatar, Petrucci harus naik meja operasi sebanyak dua kali. Dia mematahkan tiga metacarpal yang membuat tangannya dipasang 12 sekrup dan dua plat.

Cedera parah tersebut membuat Petrucci harus rela menyaksikan dari layar kaca saat para pembalap lain mengikuti empat seri pembuka. Pembalap berkebangsaan Italia tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama beberapa minggu terakhir.

“Saya sering berlatih dalam beberapa pekan terakhir. Kali ini saya melakukan segalanya dengan lebih kalem, menunggu tubuh ini memberikan ijin untuk berlatih. Saya senang bisa kembali dan saya merasa enak,” kata Petrucci, seperti diberitakan Indowins, Selasa (3/5/2016).

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya, pelatih Marco Baglioni, Tommaso, Filippo, dan saudara saya Francesco yang telah berlatih bersama. Saya juga ingin berterima kasih kepada tim medis di Terni yang menyediakan alat-alat untuk fisioterapi,” jelasnya.

Pembalap Satelit Ducati Diharapkan Saingi Rider Pabrikan

BeritaBintang ~  Team Manager Ducati Corse, Davide Tardozzi, menyatakan pihaknya tak akan keberatan apabila rider anyar Pramac – yang merupakan tim satelit Ducati, Scott Redding, sukses menyaingi duo rider utama, yakni Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso di MotoGP 2016. Pernyataan Tardozzi ini dimuat BintangBoLa, Selasa (15/3/2016).

Redding yang ‘hanya’ mengendarai motor Desmosedici GP15, sukses menarik perhatian selama rangkaian uji coba pramusim dengan performanya yang lebih konsisten ketimbang Iannone dan Dovi di atas motor GP16. Redding pun digadang-gadang akan membuat gebrakan di MotoGP 2016. Tardozzi sendiri menegaskan pihaknya tak akan berkecil hati andai hal tersebut benar-benar kejadian.

“Kami akan menyambut dengan senang hati. Kami akan senang tim satelit bisa bertarung ketat dengan tim kami. Andrea dan Dovi rider top, tapi jika rider tim satelit mampu bertarung dengan mereka, Ducati akan sangat senang karena ini berarti kami benar-benar membantu. Jika rider non-pabrikan seperti Scott membuat Ducati kompetitif, kami tentunya akan tetap senang,” celoteh Tardozzi.

Mantan manajer tim pabrikan Ducati di ajang World Superbike ini pun menegaskan target pabrikan asal Italia itu masih sama di MotoGP musim ini, yakni memenangkan balapan. Tahun lalu, Ducati sukses mengumpulkan sembilan podium dari Iannone, Dovizioso dan Danilo Petrucci – rider Pramac lainnya. Tardozzi sendiri menargetkan jumlah podium yang lebih banyak tahun ini.

“Tentu kami ingin menang. Seperti musim lalu, kami ingin kompetitif demi podium. Bukannya kami menargetkan podium setiap saat, tapi kami ingin selalu dekat dengan podium atau bahkan kemenangan. Ini target kami dan semoga pembalap muda di tim satelit, terutama Pramac dapat tampil lebih baik dari apa yang mereka tunjukkan selama pramusim,” pungkas pria asal Italia tersebut.

The Baby “Patwal” akan Bertarung di Balap Motocross

BeritaBintang –   Kemampuan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, di ajang MotoGP tentu sudah tidak perlu diragukan lagi. Seakan tak puas hanya bertarung di balap motor kelas premier tersebut, kini Marquez juga akan unjuk kemampuan di ajang motocross.

Marquez dipastikan akan ikut bertarung dalam pertarungan motocross dalam kompetisi Superprestigio Dirt Track 2015. Ini bukan pertama kalinya pembalap 22 tahun tersebut ikut dalam kompetisi ini.

Sebagaimana diberitakan Speedweek, Selasa (1/12/2015), ini akan menjadi keikutsertaan kedua Marquez di Superprestigio Dirt Track. Tahun lalu, The Baby “Patwal”sukses mengalahkan pembalap motocross Amerika Serikat, Jared Mees.

Marquez memang tampil memukau di Superprestigio tahun lalu. Ia tampil mendominasi pada final Superprestigio, memimpin dari pembalap-pembalap seperti Kenny Noyes, Gerald Bailo, Dani Ribalta, Oliver Brindley, dan Bradley Smith.

Tahun ini, Marquez bukan satu-satunya pembalap MotoGP yang akan bertarung di Superprestigio. Danilo Petrucci dan Toni Elias, serta pembalap-pembalap Moto2 dan Moto3 seperti Alex Marquez, Lorenzo Baldassarri, Marcel Schrötter, Alex Rins, dan Mika Kallio juga akan ikut unjuk gigi di ajang perlombaan motocross ini.

Lomba Superprestigio Dirt Track 2015 akan digelar di Barcelona pada Sabtu 12 Desember 2015. Sebelumnya akan digelar sesi latihan bebas yang dilakukan pada pukul 11.00 hingga 12.45 waktu setempat, baru kemudian perlombaan yang akan dimulai sejak pukul 18.30 hingga 21.00 waktu setempat.

Rossi Tak Mau Rileks Lagi Saat Balapan

BeritaBintang – Valentino Rossi mengakui telah membuat kesalahan saat balapan di Silverstone. Beruntung dia masih bisa menang meski melakukan kesalahan itu. Yang dia maksud adalah bersikap rileks setelah tahu Marc Marquez terjatuh dan Jorge Lorenzo tertinggal jauh.

“Saya telah membuat awal yang bagus dan mencoba untuk melesat, tapi Marc datang dekat dengan saya. Aku bisa mendengarnya, mencoba maksimum dan mengatur waktu putaran yang sangat baik, tapi itu sangat sulit untuk mengambil keuntungan,” katanya.

“Jadi saya pikir akan sampai pada lap terakhir dengan Marc lagi, yang selalu sangat sulit!”

Marquez terjatuh pada saat balapan menyisakan delapan lap lagi.

“Saya melihat dia di kerikil di layar lebar dan aku tidak bisa mendengar dia di belakang saya, jadi saya santai. Juga karena hujan lagi, “kata Rossi.
Tapi setelah itu muncul pebalap lain yang juga mengancamnya yaitu Danilo Petrucci.

Jarak kedua kedua pebalap yang sama-sama berasal dari Italia tersebut sempat terpaut 1,5 detik.

“Kesalahan saya adalah terlalu santai selama satu putaran karena saya pikir saya unggul jauh. Namun, ini MotoGP, kita tidak pernah bisa bersantai pada setiap situasi, setiap latihan. Orang ingin mengalahkanmu,” kata Rossi.

Pramac Ducati Luncurkan Corak Baru GP14

BeritaBintangCHIANTI – Jelang digelarnya lomba balap MotoGP 2015, Pramac Ducati meluncurkan corak motor atau Livery Ducati Desmosedici GP 14 di Chianti, Italia. Motor didominasi warna putih dikombinasikan dengan merah dan hijau.

Peluncuran ini disambut suka cita, baik pembalap maupun Direktur tim asal Italia tersebut, Paulo Campinoti. Menurut pria asal Italia, hal yang luar biasa tim yang dipimpimnya bisa eksis di ajang balap motor paling prestisius dalam jangka waktu yang lama. Sekadar informasi, musim ini merupakan tahun ke-14 tim satelit Ducati itu berlaga di ajang MotoGP.

“Dengan bangga dan antusiasme yang luar biasa kami dapat berkompetisi 14 kali secara beruntun. Tahun lalu, jadi momen emosional bagi kami karena telah menampilkan performa yang luar biasa. Itu terbukti dengan direkrutnya Andrea Iannone ke tim pabrikan Ducati,” jelasnya seperti mengutip situs resmi MotoGP, Kamis (12/3/2015).

“Ini menjadi penting bagi kami, karena kami ingin mendukung tim pabrikan Ducati dan menyediakan tempat bagi pembalap muda bertalenta. Kami juga senang bisa kembali memakai warna hijau di corak motor kami, yang mana warna itu sangat penting bagi Pramac,” urainya.

Menarik disimak kiprah Pramac Ducati musim ini, lewat dua pembalapnya, Yonny Hernandez dan Danilo Petrucci. Usaha keduanya bisa dimulai saat balapan perdana MotoGP digelar di sirkuit Losail, Qatar, 26-29 Maret 2015.