Daniel Ricciardo

Tak Sadari Drama, Rosberg Senang Menang Tiga Kali Beruntun

BeritaBintang   –   Pebalap Mercedes AMG Petronas, Nico Rosberg menyatakan bahwa dirinya tak menyadari banyaknya drama yang terjadi di belakang dan mengaku hanya fokus memimpin jalannya balap hingga meraih kemenangannya yang ketiga musim ini di Formula 1 GP Tiongkok yang digelar di Sirkuit Shanghai Park, Minggu (17/4).

Rosberg yang start dari pole, sempat kehilangan posisi terdepan dari pebalap Red Bull Racing, Daniel Ricciardo sampai pebalap Australia itu mengalami pecah ban belakang kiri. Rosberg mendominasi, sementara Sebastian Vettel, Ricciardo, Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton harus susah payah comeback usai mengalami kontak.

“Daniel melakukan start dengan baik, namun mobil saya menakjubkan hari ini, saya langsung menyerangnya dan membuat jarak di depannya. Saya tak tahu apa yang terjadi di belakang saya, saya hanya berusaha mempertahankan jarak dan bahkan memperlebar sesegera mungkin. Saya bersyukur bisa melakukannya,” ujarnya di atas podium.

Pebalap asal Jerman dan runner up di dua musim terakhir inipun mengaku tak punya rencana istimewa untuk merayakan kemenangannya, meski ia sukses memimpin klasemen pebalap dengan 75 poin, unggul 36 poin dari Hamilton.

“Kami hanya akan merayakan kemenangan di garasi. Pasti menyenangkan karena anggota tim kami berhak mendapatkannya. Meski begitu, setelahnya saya akan langsung pulang ke rumah. Saya tak sabar bertemu dengan keluarga saya,” tutup Rosberg.

Sensasi Balapan Malam di Bahrain Bikin Pembalap F1 Ketagihan

BeritaBintang – Grand Prix Bahrain yang berlangsung akhir pekan ini merupakan salah satu balapan malam yang terdapat dalam kalender balap Formula 1 musim 2016. Karena balapan digelar malam hari, sensasi menggerus aspal di GP Bahrain dianggap punya keunikan sendiri.

Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo mengatakan bahwa balapan malam selalu punya sensasi berbeda. Secara teknis, menurut dia, ban balap lebih awet karena suhu lintasan yang tak sepanas pada balapan siang hari.

Tak hanya kondisi suhu lintasan, balapan malam hari juga disebut eksotis lantaran sirkuit dipenuhi lampu sorot. Tentunya bagi pembalap, suasana balapan malam di Bahrain punya kelebihan sekaligus kekurangan.

“Balapan malam selalu sangat menarik. Ban bertahan lebih lama di lintasan yang tak terbakar sinar matahari. Anda dapat memacu mobil lebih cepat dari biasanya,” kata Ricciardo, dikutip Formulaspy, Selasa (28/3/2016).

“Karena mobil melaju lebih cepat dibanding di lintasan lain, balapan malam ini selalu punya tantangan tersendiri. Balapan di sana selalu menghasilkan suasana yang berbeda, sangat menarik.” lanjutnya.

Balapan di Bahrain akan digelar 1-3 April 2016 mendatang. Tak hanya Ricciardo, pembalap Indonesia Rio Haryanto tentunya juga tak sabar merasakan sensasi balapan malam di GP Bahrain.

Red Bull Mampu Bersaing dengan Ferrari

BeritaBintang –Ketua Tim Red Bull, Christian Horner, yakin timnya mampu bersaing dengan tim seperti Ferrari. Sebab pilot andalannya yakni Daniel Ricciardo meraih hasil positif pada seri perdana GP Australia.

Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, persaingan ketat terjadi antara Ricciardo dengan Sebastian Vettel yang mengendarai Ferrari. Kendati tak mampu menembus posisi ketiga, jet darat yang berbasis di Inggris tersebut memiliki selisih waktu sekira 15,3 detik dengan tim kuda jingkrak tersebut.

Atas fakta tersebut, Horner yakin mesin RB12 yang digunakan Red Bull mampu berbicara banyak dalam persaingan di lintasan. Syaratnya, Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat wajib menghilangkan keraguan dalam dirinya.

“Ferrari tak terlalu jauh di depan. Jadi, kalau kami bisa terus berusaha, bukan tak mungkin kami bisa mendekati mereka,” ungkap Horner mengutip AutoSport, Rabu (23/3/2016).

“Sasis bekerja dengan baik dan kinerja ban juga sangat bagus. Saat Ricciardo menghilangkan keraguannya, ia bisa mencatat waktu yang sama seperti Vettel. Jadi ada beberapa fakta yang mengembirakan,

Pembalap Red Bull Realistis di Australia

BeritaBintang – Pembalap Tim Red Bull, Daniel Ricciardo, tidak muluk-muluk mengenai targetnya di seri perdana ajang balap Formula One (F1) musim 2016. Ia hanya ingin realistis di seri perdana mengingat kemampuan mobil yang masih sulit untuk bersaing.

“Jujur untuk gelar juara, tidak realistis. Saya tidak ingin membuat dunia berharap di saat kami tidak memiliki kemampuan untuk meraih gelar juara,” ujar Ricciardo, seperti dikutip dari ESPN, Kamis (17/3/2016).

Ricciardo menambahkan, Mercedes masih menjadi tim yang akan mendominasi ajang balap F1 musim ini. Bahkan pilot ajang jet darat berusia 26 tahun itu yakin, tim yang bermarkas di Brackley tersebut akan memenangkan sebagian besar balapan.

“Mercedes tampaknya masih menjadi tim yang mendominasi dan faktanya, mereka berpeluang memenangkan sebagian besar race musim ini,” lanjutnya.

Seri pertama ajang balap F1 tinggal menghitung hari. Sirkuit Albert Park di Melbourne akan menjadi tempat berlangsungnya seri pembuka pada 20 Maret 2016 siang WIB.

Target Pembalap Red Bull di Seri Pembuka F1 2016

BeritaBintang –   Pembalap Tim Red Bull-Renault, Daniel Ricciardo, membeberkan target yang ingin dicapainya ketika melakoni seri pembuka gelaran Formula One (F1) musim 2016 yang bakal berlangsung di Sirkuit Melbourne.

Ricciardo mengaku tidak memasang target yang muluk-muluk di seri pembuka tersebut. Terlebih dari beberapa hasil sesi latihan pramusim yang dilalui pembalap berpaspor Australia itu memang jauh dari ekspektasi yang diharapkan.

“Apa target saya di seri pembuka? Saya rasa kami tidak memasang target yang besar. Kami hanya ingin menikmati akhir pekan serta fokus mengikuti seperti apa jalannya balapan nanti,” ucap Ricciardo, seperti dilaporkan BintangBoLa, Juma’T (4/3/2016).

“Memang itu sedikit aneh didengar, terlebih saya merupakan pembalap asal Australia. Akan tetapi jika dilihat dari pesiapan kami di pramusim, saya sedikit ragu kami mampu meraih hasil positif di sana,” sambungnya.

Meski begitu, Ricciardo mengklaim kondisi timnya saat ini jauh lebih baik dibandingkan musim lalu. Maka dari itu, ia mengaku masih menyimpan sedikit harapan untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dunia tahun ini.

“Situasi di paddock jauh lebih kondusif ketimbang tahun lalu. Itu karena kita semua mencoba untuk memiliki satu pemikiran dalam hal memperbaiki kecepatan mobil. Memang untuk beberapa waktu terakhir hasil belum sempurna, tapi saya yakin kami masih memiliki kesempatan (untuk bersaing) tahun ini,” tuntas pembalap berusia 26 tahun tersebut.

Pembalap Muda Red Bull Optimistis Hadapi F1 2016

BeritaBintang –    Pembalap Red Bull, Daniil Kvyat, menyatakan memiliki pemahaman yang baik memasuki musim keduanya di ajang Formula One (F1). Dasarnya, jelang musim baru ia mempersiapkan dirinya dengan baik.

Pada musim lalu, pembalap asal Rusia tersebut mencatatkan hasil yang kurang memuaskan dengan berada di posisi ketujuh dengan memperoleh 95 poin di klasemen akhir F1. Kendati demikian, ia optimistis menyambut musim baru bersama Red Bull, dengan mencoba fokus dan melupakan insiden buruk yang terjadi.

“Hal itu adalah musim naik dan turun.  Ketika Anda menemukan diri Anda dalam sebuah kelompok, sangat sulit untuk konsisten,” kata Kvyat dilansir F1i , Senin (25/1/2016).

“Saya harus melupakan posisi akhir dan hanya fokus pada balapan adalah cara yang paling efisien,” tambahnya. “Kadang ada kesalahan hingga terjadi kecelakaan seperti di Jepang dan Austria. Anda tak harus berpikir banyak tentang itu,” tuntas pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Tim Red Bull menyelesaikan kompetisi musim lalu di posisi empat klasemen konstruktor. Dua pembalapnya, Daniil Kvyat dan Daniel Ricciardo, gagal memberikan hasil yang memuaskan lantaran hanya mampu finis di posisi tujuh dan delapan.

Ferrari tetap pasang Kimi Raikkonen musim depan

BeritaBintang – Ferrari akhirnya memutuskan untuk mempertahankan Kimi Raikkonen sebagai pasangan Sebastian Vettel dalam musim balap Formula 1 2016.

Tim ini sempat mempertimbangkan untuk melepaskan juara dunia 2007 ini menyusul kekhawatiran seputar kebugarannya dan mereka mempertimbangkan merekrut pembalap baru.

Ini berarti Valtteri Bottas, yang selama ini dikabarkan akan diambil oleh Ferrari akan tetap dengan tim Williams.

Pembalap tim Red Bull, Daniel Ricciardo dan pembalap tim Force India Nico Hulkenberg juga sempat dipertimbangkan oleh Ferrari.

Kimi Raikkonen pernah di Ferrari antara tahun 2007 dan 2009, dan menjadi juara pada tahun pertamanya.

Ia sempat beristirahat dari Formula 1, untuk kembali lagi di tahun 2012 dan bergabung di tim Lotus.

Pada tahun 2014, ia bergabung lagi di Ferrari dan hanya sekali menduduki tempat pertama di GP Bahrain di bulan April 2014.

Presiden Ferrari Sergio Marchionne sempat mengatakan bahwa masa depan Raikkonen berada di tangannya, sebuah pesan kepada pembalap usia 35 tahun itu untuk pensiun.

Keputusan ini dipengaruhi, antara lain, Ricciardo menandatangani kontrak baru dengan Red Bull, dan Bottas juga mempertimbangkan tetap di Williams.