Daniel Pedrosa

Start di Posisi Ketiga MotoGP Jerman, Pedrosa Girang

BeritaBintangStart di Posisi Ketiga MotoGP Jerman, Pedrosa Girang

Sesi kualifikasi MotoGP Jerman memang menjadi ajang Tim Repsol Honda untuk unjuk gigi. Bagaimana tidak kedua pembalap Tim Honda, yakni Marc Marquez dan Daniel Pedrosa, bakal memulai balapan di MotoGP Jerman dari grid terdepan.

Hal tersebut usai Marquez mampu mencatatkan waktu terbaik pada sesi kualifikasi MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring. Sementara Pedrosa berada dua baris di belakang Marquez atau tepatnya di urutan ketiga usai mencatatkan waktu 1 menit 27.949 detik.

[ Baca Juga : ” Pembunuhan Berantai Chucky Kembali Dimulai ” ]

Mengetahui kondisi tersebut membuat Pedrosa pun memberikan komentarnya seusai menjalani sesi kualifikasi MotoGP Jerman. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu mengaku puas bakal memulai balapan di MotoGP Jerman dari posisi ketiga, mengingat lintasan ini memang cukup sulit untuk Tim Honda.

“Itu merupakan kualifikasi yang sangat, sangat luar biasa untuk kami. Saya memang sudah memiliki keyakinan bahwa kami akan meraih hasil baik di sesi kualifikasi, jika melihat apa yang kami raih sejak latihan bebas pertama,” ucap Pedrosa, seperti disadur dari AGEN BOLA, Minggu (2/7/2017).

“Jujur saja, saya merasa sedikit beruntung dengan hasil yang kami dapatkan hari ini. Itu karena lintasan sangat cepat mengering, yang mana membuat suhu ban meningkat drastis. Sungguh saya merasa puas dengan hasil ini, mengingat sangat penting memulai balapan di garis terdepan di sini,” tuntasnya.

Raih Hasil Impresif dengan Ban Lunak di MotoGP Qatar, Espargaro Girang

BeritaBintangRaih Hasil Impresif dengan Ban Lunak di MotoGP Qatar, Espargaro Girang

Sejumlah pembalap macam Marc Marquez, Daniel Pedrosa, dan Cal Crutchlow  menerapkan strategi  yang salah ketika tampil di seri perdana MotoGP musim 2017. Mereka kompak gagal meraih podium lantaran mengganti motornya dengan menggunakan ban lunak pada balapan di Sirkuit Losail itu.

Jika Marquez dan Pedrosa mampu finis di urutan lima dan enam pada akhir balapan. Kondisi berbeda justru dialami oleh Crutchlow. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut harus menyudahi balapan tanpa meraih poin lantaran mengalami crash.

[ Baca Juga : ” Jon Snow, Daenerys, Cersei Raih Takhta di Teaser Game of Thrones 7 ]

Akan tetapi hal berbeda justru dialami oleh pembalap Tim Aprilia, Aleix Espargaro. Meski menggunakan ban lunak, pembalap asal Spanyol tersebut justru mampu tampil impresif sebelum akhirnya finis di peringkat keenam.

Espargaro pun membeberkan perasaannya usai meraih hasil positif ketika para pesaing justru memperoleh hasil buruk dengan menggunakan ban lunak. Ia merasa sedikit beruntung bisa menyudahi balapan di tempat keenam.

“Tentu bakal sulit mengulang hasil ini. Tapi jujur saja motor kami sungguh hebat saat balapan. Ketika traksi turun, Aprilia fantastis. Ini berarti di sirkuit mana pun, ketika lintasannya panas dan tak ada yang bisa pakai ban lunak, saya justru bisa pakai ban lunak. Jadi kami punya beberapa keuntungan,” ucap Espargaro, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Jumat (31/3/2017).

Berkuasa di Argentina, Pembalap Honda Semringah

BeritaBintang –Tim Honda memang meraih hasil yang sangat memuaskan dalam gelaran seri kedua MotoGP musim 2016. Bagaimana tidak mereka mampu menghadirkan dua pembalapnya, yakni Marc Marquez dan Daniel Pedrosa, yang berada di podium kemenangan.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow. Pembalap berkebangsaan Inggris itu merasa sangat puas dengan apa yang diraih oleh timnya pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Tormes Rio Hondo tersebut.

“Tentu saja kami semua merasa puas dengan hasil balapan kemarin. Meski saya gagal menyudahi balapan, namun Dani dan Marquez bisa berada di podium. Itu merupakan pemandangan yang menyenangkan untuk kami,” jelas Crutchlow, seperti disadur dari Autosport, Rabu (6/4/2016).

Dengan hasil positif tersebut, membuat Crutchlow pun kian termotivasi untuk tampil lebih baik di seri-seri berikutnya dalam gelaran MotoGP 2016. Terlebih saat sesi latihan bebas, ia meraih catatan waktu lebih ketimbang Pedrosa yang notabene meraih podium ketiga pada balapan akhir pekan lalu.

“Saya percaya bahwa akan tampil lebih baik lagi. Sebab dalam latihan bebas saya mampu lebih cepat dari Dani, yang mana ia sukses menutup balapan dengan berada di podium (peringkat ketiga),” tutup pembalap berusia 30 tahun tersebut.

Hubungan Harmonis Lorenzo-Rossi di MotoGP 2016

BeritaBintang –Bos Tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis coba membeberkan situasi hubungan kedua pembalapnya, yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Pria asal Inggris itu yakin bahwa hubungan dua pembalap papan atas itu bakal kembali harmonis di gelaran MotoGP 2016.

Seperti diketahui, hubungan antara Lorenzo dan Rossi memang sempat memanas di akhir musim MotoGP 2015. Sebab baik X-Fuera dan The Doctor memang terlibat persaingan sengit untuk jadi juara dunia ajang balap Kuda Besi tersebut.

Bahkan Rossi sempat menuduh Lorenzo terlibat konspirasi dengan duo rider Repsol Honda, Marc Marquez dan Daniel Pedrosa. Pembalap asal Italia itu menilai Lorenzo mendapatkan bantuan dari Pedrosa dan Marquez untuk jadi juara dunia MotoGP 2015.

Kondisi itu pun sempat menimbulkan tanda tanya terkait kiprah dua pembalap andalan Tim Movistar Yamaha tersebut di MotoGP 2016. Maka dari itu Jarvis pun menyatakan bahwa hubungan rekan setim Lorenzo dengan Rossi sudah semakin membaik saat ini.

“Saya selalu menaruh kepercayaan yang besar baik kepada Lorenzo mau pun Vale. Saya percaya bahwa insiden tahun lalu takkan mempengaruhi hubungan mereka di musim ini,” ucap Jarvis, seperti dilansir GP One, Selasa (8/3/2016).

“Saya sudah berkerja sama dengan mereka dalam kurun waktu yang sangat lama. Saya juga percaya bahwa Lorenzo dan Vale akan menemukan solusi terkait hubungan mereka. Jadi kami yakin hubungan mereka akan membaik sebelum musim baru dimulai,”

Top Gun Siap Berikan Perlawanan di MotoGP 2016

BeritaBintang –   Gelaran MotoGP musim 2016 tinggal menyisahkan waktu kurang dari sebulan lagi, hal itu membuat beberapa pembalap kian melontarkan psywar kepada rivalnya. Salah satunya yang melakukan hal itu adalah pembalap Tim Ecstar Suzuki, Maverick Vinales.

Pria berpaspor Spanyol itu mengaku saat ini sudah mengalami perkembangan pesat dalam hal kualitas membalapnya. Bahkan Vinales sangat yakin bisa memberikan perlawanan sengit kepada pembalap papan atas macam Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Marc Marquez dan Daniel Pedrosa di musim ini.

“Saya telah melalui musim yang luar biasa di MotoGP 2015, dan saya bertekad untuk mempertahankan segala hal positif yang saya dapatkan tahun lalu untuk musim baru nanti,” ucap Vinales, seperti dilansir BintangBoLa , Jumat (26/2/2016).

“Selain itu, kami juga mengalami situasi yang positif selama menjalani sesi latihan pramusim di (Sirkuit) Philip Island. Namun kami masih memiliki sejumlah pekerjaan yang belum selesai, saya harap kami dapat menyelesaikannya sebelum seri pertama dimulai nanti,” imbuh pemilik julukan Top Gun itu.

Vinales sendiri melalui MotoGP 2015 dengan sejumlah catatan positif. Bahkan di akhir musim MotoGP 2015, pembalap berusia 21 tahun tersebut dinobatkan sebagai peraih gelar Rookie of the Year.

Bukan Rossi & Marquez, Ini Kandidat Terkuat Kampiun MotoGP 2016

BeritaBintang –    Pembalap tim LCR Honda, Cal Crutchlow, coba memberikan prediksinya perihal siapa rider yang paling berpeluang meraih gelar juara dunia MotoGP musim 2016. Ia dengan tegas menunjuk nama salah satu pembalap Repsol Honda, yakni Daniel Pedrosa.

Seperti diketahui sejak mentas di kelas MotoGP, Pedrosa memang belum pernah merasakan perasaan menjadi juara dunia. Sebab, pemilik julukan The Little Spaniard itu hanya mampu meraih status runner up yang hadir di musim 2008, 2009 dan 2013.

Meski begitu tak lantas mengubah kekaguman Crutchlow kepada sosok Pedrosa. Pembalap asal Inggris itu tetap yakin bahwa Pedrosa memiliki kans besar untuk meraih titel juara dunia MotoGP pertamanya di tahun ini.

“Apabila saya harus memilih seseorang, Dani Pedrosa adalah juaranya pilihan saya. Sebab, dia tidak menekan ban depan. Sesederhana itu saja. Dan Dani sangat mengenal karakter Michelin dengan baik,” ucap Crutchlow, seperti dilansir Speedweek, Kamis (28/1/2016).

“Dia tidak mengambil risiko yang begitu besar. Jadi, saya akan menjagokan Dani untuk menjuarai olahraga ini, jika saja dia punya segalanya untuk bisa lebih kompetitif. Tapi jelas ada banyak pembalap yang mampu bersaing,” sambung pembalap berusia 30 tahun tersebut.

“Kupikir (Andrea) Iannone juga bisa bersaing untuk gelar juara. Jorge (Lorenzo), Marc (Marquez), Vale (Rossi), dan Dani takkan sama seperti tahun lalu. Itu prediksi saya. Saya tidak tahu yang mana, tapi kupikir dengan adanya perubahan di tahun ini, satu pembalap baru akan menggebrak empat besar di antara nama-nama itu,” tuntasnya.