Crystal Palace

Blind: Jangan Ganti Van Gaal dengan Mourinho!

BeritaBintang – Nama Jose Mourinho belakangan kembali disebut sebagai pengganti Louis van Gaal di musim depan. Namun nada tak setuju dilontarkan oleh Daley Blind. Menurutnya, United tidak seharusnya mengganti Van Gaal dengan Mourinho.

Blind bahkan mengaku sudah tidak setuju sejak awal ketika mendengar isu mengenai bergabungnya Mou ke United. Van Gaal dinilainya layak untuk mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri musim depan.

Apalagi musim ini eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut sukses membawa United menggondol gelar FA Cup setelah mengalahkan Crystal Palace. Itu merupakan perdanannya sebagai manajer Manchester Merah.

“Ya Van Gaal memang harus bertahan. Manajer saat ini sangat senang dengan apa yang terjadi, seperti halnya pemain lainnya,” ujar Blind seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Senin (23/5/2016).

“Ini merupakan pertama kalinya saya mendengar Jose Mourinho akan mengambil alih. Saya berharap Van Gaal bertahan,” tutupnya.

Manchester United Juara FA Cup

BeritaBintang – Final FA Cup musim ini mempertemukan Crystal Palace dengan Manchester United, Sabtu 21 Mei 2016 malam WIB. Pertandingan kedua tim berlangsung panas. Skor sama kuat 1-1 di 90 menit waktu normal. Namun United sukses mengunci kemenangan 2-1 berkat gol Jesse Lingard di babak kedua extra time.

Gelar juara FA Cup kali ini merupakan yang pertama kali untuk United sejak terakhir mendapatkannya pada musim 2003-2004. Gelar tahun ini juga menggenapkan total gelar FA Cup Setan Merah menjadi 12 buah, menyamai capaian Arsenal.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Manchester United langsung menekan sejak menit awal babak pertama dimulai. Namun, serangan yang digawangi oleh Wayne Rooney dan Anthony Martial belum mampu menemui sasaran. Crystal Palace masih mencoba untuk mendapatkan ritme bermain yang diharapkan.

Tusukan dilakukan oleh Marcus Rashford melalui sisi kanan pertahanan Palace. Namun, Damien Delaney dengan sigap mengawal pemain muda jebolan akademi United tersebut. Bola sukses dihalau keluar lapangan.

Memasuki menit 10 permainan Palace mulai terbuka. Beberapa kali pergerakan Wilfried Zaha sukses menusuk dari sisi kanan serangan Palace. Namun United pun memiliki tempo serangan yang terjaga sejak awal pertandingan.

Peluang emas untuk Palace! Pada menit 18 memanfaatkan umpan dari sepakan bebas, Yanick Bolasie menyundul bola dnegan keras dan terarah ke gawang United. Beruntung David de Gea bisa menepis bola keluar lapangan.

Tekanan bertubi-tubi dilakukan oleh United pada menit 21. Peluang pun didapat melalui kaki Juan Mata memanfaatkan kesalahan para pemain belakang Palace. Sayangnya sepakan eks pemain Chelsea masih bisa ditepis oleh Hennessey.

Memasuki menit 40 permainan kedua tim sama-sama bertempo cepat. Namun tidak satu pun gol bersarang di gawang. Hingga babak pertama berakhir skor masih tetap 0-0.

Babak Kedua

Crystal Palace memulai babak kedua dengan baik. Tekanan langsung diberikan oleh Connor Wickham dan kawan-kawan ke lini pertahanan United. Namun, usaha anak asuh Alan Pardew belum membuahkan hasil.

Peluang emas untuk United! Pada menit 51 umpan dari sisi kanan lolos dari halauan para pemain bertahan Palace. Bola lalu digiring oleh Marouane Fellaini masuk ke kotak penalti. Sayang, tembakan Fellaini masih membentur mistar gawang.

Lagi peluang emas untuk United. Pada menit 50 giliran Anthony Martial yang hampir saja mencatatkan namanya di papan skor. Sundulan pemain asal Prancis tersebut masih membentur tiang sebelah kanan gawang Hennessey.

Manchester United tetap menekan lini pertahanan Palace ketika memasuki menit 70 ke atas. Meski tertekan, Palace tetap konsisten melakukan pertahanan, plus beberapa kali mengandalkan serangan balik.

Gol untuk Palace! Pemain yang baru masuk di babak kedua, Jason Puncheon, mencetak gol untuk Palace pada menit 78. Pergerakan dari sisi kiri lapangan tidak mendapatkan pengawalan berarti dari para pemain bertahan United. Satu sepakan keras menghujam gawang United. Skor 1-0.

Tidak berselang lama dari gol Puncheon, United sukses mencetak gol penyama kedudukan. Berawal dari pergerakan Rooney, umpan matang diberikan oleh pemain bertubuh gempal tersebut. Bola langsung dihantam oleh Juan Mata. Skor 1-1 berthan hingga akhir babak.

Extra Time

Babak pertama extra time dimulai dengan peluang emas yang didapatkan oleh Palace. United tetap bermain rapih, memanfaatkan alur bola dari lini tengah yang dihuni oleh Michael Carrick serta Rooney yang digeser ke depan.

Nahas untuk United yang harus kehilangan Smalling karena menerima kartu kuning kedua di penghujung babak pertama perpanjangan waktu. Hingga babak pertama extratime berakhir, skor tetap sama kuat 1-1.

Babak kedua perpanjangan waktu Palace langsung mendapatkan peluang emas dari Dwight Gayle. Tendangan Gayle masih bisa ditahan oleh De Gea menggunakan kakinya. Bermain dengan 10 orang membuat United tampak kesulitan.

Gol untuk United! Meski bermain dengan 10 orang United sukses mencuri gol pada babak kedua extra time. Berawal dari Valencia, umpannya tidak dihalau dengan sempurna oleh pemain belakang Palace. Bola liar langsung disambar oleh Jesse Lingard dan masuk ke gawang Palace. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

CRYSTAL PALACE: Hennessey; Ward, Dann (Mariappa 90’), Delaney, Souare; Zaha, Cabaye (Puuncheon 72’), McArthur, Jedinak, Bolasie; Wickham (Gayle 87’).

MANCHESTER UNITED: De Gea; Valencia, Smalling, Blind, Rojo (Darmian 66’); Carrick, Fellaini, Mata (Lingard 90’); Rooney (c), Martial, Rashford (Young 73’).

Mourinho Baru Latih United pada 2017

BeritaBintang  – Berbagai spekulasi mengenai masa depan Louis van Gaal di Manchester United terus bergulir. Kabar terbaru menyebutkan, Jose Mourinho baru akan menukangi United pada musim 2017-2018.

Sebelumnya Mourinho memang disebut-sebut bakal menukangi United pada akhir musim ini. Hal itu didasari pada performa United yang hingga pertengahan musim ini anjlok baik di kancah Eropa maupun di liga.

Seperti yang disitat dari Bintangbola.co, Jumat (6/5/2016), manajemen United berubah pikiran dan memilih untuk mempertahankan Van Gaal musim depan. Hal itu menyusul penampilan impresif United menjelang akhir musim ini.

Namun, pihak Setan Merah tidak serta merta membatalkan negosiasi dengan Mou. Mereka tetap mempertahankan kesepakatan dengan waktu yang diubah menjadi akhir musim depan. Dengan kata lain, Van Gaal diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tahun terakhir masa kontraknya.

Jelang akhir musim ini penampilan Marcus Rashford dan kawan-kawan memang begitu menjanjikan. United bahkan memiliki kesempatan untuk meraih trofi yakni melalui ajang FA Cup. United bakal bersua Crystal Palace di laga final 21 Mei 2016.

Leicester Ukir Sejarah Baru

BeritaBintang – Leicester City menjadi kejutan paling besar dalam persepakbolaan Eropa musim ini. Usai mengalahkan Sunderland dengan skor 0-2 pada Minggu 10 April 2016, pasukan Claudio Ranieri tersebut bahkan mengukir rekor baru.

Bermain di hadapan publik lawan yakni Stadium of Light sama sekali tidak membuat Leicester gentar. Akan tetapi, The Foxes baru bisa mencetak gol pada menit 66 melalui Jamie Vardy. Pemain yang sama kembali mencetak gol pada menit krusial babak kedua.

Kemenangan ini sekaligus memperkokoh posisi puncak Leicester di klasemen sementara Premier League dengan 72 angka. Banyak yang meramal bahwa Riyad Mahrez dan kawan-kawan akan menjadi juara lantaran kompetisi tinggal menyisakan lima partai.

Adapun usai membekuk Sunderland, Leicester mencatatkan rekor. Sebagaimana catatan Opta, Leicester memiliki lima clean sheet secara beruntun di Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Clean sheet Leicester tersebut dicatatkan saat melawan Watford, Newcastle United, Crystal Palace, Southampton, dan Sunderland. Adapun lima pertandingan sisa Leicester adalah kontra West Ham United, Swansea City, Manchester United, Everton, dan Chelsea.

Hasil Undian Semifinal Piala FA

BeritaBintang –   Tiga tim sudah memastikan lolos ke semifinal Piala FA, yaitu Watford, Crystal Palace, dan Everton. Tim keempat, menunggu hasil pertandingan ulang antara Manchester United dan West Ham.

Dilansir dari BintangBoLa, undian sudah dikocok pada Selasa dini hari, 15 Maret 2016. Hasilnya, Crystal Palace akan menghadapi Watford, sementara Everton akan menghadapi pemenang laga ulang MU vs West Ham.

Watford maju ke semifinal, setelah menyingkirkan Arsenal dengan skor 2-1 pada Senin, 14 Maret lalu. Crystal Palace mengalahkan Reading dengan skor 2-0 di perempatfinal, dan Everton menyingkirkan Chelsea dengan skor 2-0.

West Ham sebenarnya hampir lolos, setelah unggul lebih dulu dalam pertandingan di Old Trafford. Namun Anthony Martial dapat menyamakan kedudukan pada menit 83, sehingga laga berakhir imbang 1-1.

Manajer West Ham Slaven Bilic, mengatakan percaya timnya bisa mengalahkan Setan Merah pada pertandingan ulang di Upton Park. “Itu akan menjadi laga yang berat, tapi kami akan lebih percaya diri,” kata Bilic.

“Manchester United adalah tim yang berbeda, saat mereka bermain jauh dari kandang, dan tidak memiliki percaya diri yang sama (seperti jika bermain di Old Trafford),” ujarnya.

Semifinal Piala FA akan digelar pada 23 atau 24 April mendatang di Wembley, stadion nasional Inggris berkapasitas 90.000 penonton, yang terletak di London.

Top Score: 10 Pemain Muda Premier League yang Layak Ditonton di 2016

BeritaBintang –  Premier League diklaim sebagai liga paling kompetitif di Eropa. Persaingan tak hanya tersaji dalam hal perebutan bola, melainkan juga dalam bentuk pertunjukan pemain-pemain muda bertalenta yang dimiliki tiap klub.

Sepanjang 2015, tak sedikit nama-nama baru bermunculan dari tiap klub. Sebut saja bek muda Everton, John Stones, yang menjadi properti panas di bursa transfer musim panas 2015-2016 usai tampil impresif pada musim 2014-2015.

Stones hanya satu dari sederet pemain muda yang diprediksi akan melanjutkan performa impresifnya di 2016. Diberitakan Bioskopsemi , Juma’t  (8/1/2016), setidaknya masih ada sembilan nama lainnya yang akan bersinar di paruh kedua musim ini.

1. Hector Bellerin (Arsenal)

Nama Bellerin mendadak terdengar setelah pada beberapa waktu lalu ia melewati rekor sprint 40 meter rekan setimnya Theo Walcott. Bellerin diyakini akan jadi bek masa depan The Gunners. Ia dinilai sebagai bek bertipe modern yang selalu membantu penyerangan tapi juga solid saat bertahan. Sejauh ini, ia selalu dipercaya mengisi starting line up Meriam London.

2. Jordon Ibe (Liverpool)

Ibe memang sudah beberapa kali bermain di tim utama Liverpool. Pemain 19 tahun itu tampil begitu impresif pada beberapa pertandingan musim ini. Kecepatan dan kelincahannya membawa bola adalah dua hal yang menjadi kekuatannya. Penampilan memuaskan saat dipinjamkan ke Derby County musim lalu, membuat The Reds menariknya kembali musim ini.

3. Romelu Lukaku (Everton)

Lukaku dinilai sebagai pemain yang sangat bersinar sepanjang 2015. Betapa tidak, pesepakbola 22 tahun itu mampu tampil konsisten sejak dua musim lalu. Total sudah 57 gol yang dicetak Lukaku sepanjang berkarier di Premier League. Di antara pemain muda lain yang bermain di lima liga top Eropa, hanya pemain berpaspor Belgia itu yang mampu mencetak di atas 50 gol.

4. Delle Alli (Tottenham Hotspur)

Alli baru memperkuat Spurs pada awal musim 2015-2016, meski pembelian terjadi di bursa transfer musim dingin 2014-2015. Beberapa pandit sepakbola mendefinisikan Alli sebagai gelandang dengan teknik yang baik. Selain itu, tubuhnya yang tinggi dinilai menjadi keunggulan dirinya. Manajer baru Spurs, Mauricio Pochettino, tak ragu menyebutnya sebagai gelandang dengan kualitas terbaik.

5. Jack Butland (Stoke City)

Butland satu-satunya kiper muda yang dinilai tampil luar biasa musim ini. Penjaga gawang 22 tahun itu menunjukkan perkembangan yang siginifikan. Salah satu performanya yang mengesankan adalah saat Stoke imbang 1-1 kontra Norwich City beberapa waktu lalu, padahal saat itu ia sedang mengalami cedera. Butland pun diprediksi akan menjadi pesaingan Joe Hart untuk tempat utama di line up Inggris pada Euro 2016.

6. John Stones (Everton)

Tak usah diragukan lagi bahwa Stones adalah salah satu pemain muda terbaik di Premier League. Pemain 21 tahun itu dinilai kuat dan memiliki teknik yang baik dalam. Permainannya yang “bersih” dan “cerdas” pun sukses mencuri minat Chelsea. Chelsea pun berusaha keras mendatangkan Stones ke Stamford Bridge. Hanya saja transfer tidak terjadi lantaran Everton dengan tegas menolaknya.

7. Nathan Redmond (Norwich City)

Redmond, yang saat itu masih berusia 19 tahun, menjalani debutnya di Premier League dengan buruk. Meski demikian, saat itu ia sudah dikenal sebagai pemain yang memiliki tingkat kesuksesan dribble yang baik. Tak heran, saat kini usianya 21 tahun, ia telah jauh berkembang dan menjadi salah satu gelandang muda terbaik. Bahkan, beberapa pandit menilainya sebagai salah satu gelandang masa depan Inggris.

8. Joe Gomez (Liverpool)

Gomez sudah menunjukkan potensinya sejak musim 2014-2015 hingga mendapat gelar Charlton’s Young Player of the Season. Tak heran, Liverpool pun tertarik untuk memboyongnya ke Anfield. Mantan pelatih The Reds, Brendan Rodgers, tak ragu menyebut Gomez sebagai pemain luar biasa. Ia dinilai kuat dalam hal stamina dan sering kali melakukan tekel-tekel bersih.

9. Patrick Bamford (Chelsea)

Bamford, yang saat ini tengah dipinjamkan ke Crystal Palace, diyakini akan menjadi penyerang masa depan Inggris. Penilaian tersebut menyorot performa impresif pemain 22 tahun itu saat dipinjamkan ke Middlesbrough musim lalu. Ia menjadi andalan The Boro dengan mencetak 17 gol dari 38 penampilan di Championship. Ia pun disebut sebagai penyerang muda yang memiliki insting predator di depan gawang.

10. Jordan Amavi (Aston Villa)

Amavi memang belum banyak tampil bersama Aston Villa musim ini. Akan tetapi, pemain 21 tahun sudah menunjukkan potensinya saat bermain di Ligue 1, membela Nice selama dua musim. Ia dikenal sebagai bek yang suka membantu serangan dan memiliki kecepatan, keberanian, dan andal menggunakan kedua kakinya. Tak heran, pemain Timnas Prancis U-21 itu disebut-sebut sebagai bintang masa depan di Premier League.

Striker Muda Inggris Siap Kembali Merumput

BeritaBintang –   Keberadaan striker utama di sebuah tim papan tengah begitu krusial. Hal itu juga dirasakan oleh West Bromwich Albion (WBA) yang lama tak memainkan Saido Berahino karena sebuah insiden. Tony Pulis sebagai pelatih berencana memasukan striker andalannya itu lagi di starting line up.

Berahino terakhir kali merumput pada 31 Oktober 2015 melawan Crystal Palace. Sebuah insiden terjadi ketika Berahino tak dimainkan di babak kedua oleh Pulis. Pemain berusia 22 tahun disebut mengalami perselisihan paham dengan Pulis.

Kondisi The Baggies yang saat ini tengah krisis striker membuat Pulis memutuskan untuk kembali memainkan Berahino. Apalagi striker andalan West Brom lainnya, Salomon Rondon, mendapatkan larangan bermain.

“Berahino telah berlatih di beberapa hari belakangan ini, itu adalah kesempatan untuknya,” ujar Pulis mengutip Bioskop168 , Kamis (24/12/2015).

“Saya berharap dia bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dan menunjukkan apa yang ia bisa lakukan,” tuntas Pulis.

Son Heung min Bawa Tottenham Menang 1-0 atas Crystal Palace

BeritaBintang – Tuan rumah Tottenham Hotspur hanya menang 1-0 atas tamunya Crystal Palace pada laga Liga Primer Inggris di Stadion White Hart Lane, Minggu (20/9/2015).

Gol semata wayang Spurs dicetak oleh legiun asing asal Korea Selatan Son Heung Min pada menit 68. Son berhasil memanfaatkan umpan Christian Eriksen dari sisi kiri

Dia sempat melewati bek Crystal Palace dan akhirnya melesakan tendangan yang tidak bisa diantisipasi oleh McCahrty.

Tottenham sebenarnya menguasai pertandingan dari babak pertama. Spurs menguasai bola sebesar 57 persen.

Pada sisi serangan total Spurs melakukan 22 tendangan dan enam yang tepat ke sasaran. Namun serangan Spurs yang dimotori Harry Kane tidak ada yang berhasil menjadi gol.

Tampil Pandai, Kunci Chelsea Juarai Premier League

BeritaBintangLONDON – Thibaut Courtois mengomentari perjalanan timnya hingga sampai ke posisi puncak dan mengklaim gelar juara Premier League musim 2014-2015. Untuk mencapai itu semua, Courtois mengatakan timnya tampil pandai, baik saat menyerang maupun bertahan.

Kemenangan tipis atas Crystal Palace di Stamford Bridge mengukuhkan London Biru sebagai penguasa daratan Inggris musim ini. Perjalanan Chelsea juga terbilang impresif, dengan catatan 17 clean sheet dan 27 kebobolan. Chelsea sendiri hanya menelan dua kekalahan dari 38 pertandingan.

Akan tetapi, penampilan Chelsea sempat mengundang pro dan kontra. Di awal kompetisi, John Terry dan kawan-kawan menunjukkan permainan menyerang yang luar biasa, akan tetapi menjelang musim berakhir, mereka justru tampil bertahan.

Salah satunya di laga kontra Arsenal di Emirates Stadium. Permainan sang juara baru terlihat begitu monoton dan membosankan. Tak ayal, kritik dan kecaman pun menghampiri pasukan Jose Mourinho itu.

“Saya pikir di awal musim ini, kami sungguh ofensif, dan terkadang kami rentan pada counter-attack. Kemudian pada tiga bulan pertama, kami kemasukan terlalu banyak gol. Apabila Anda ingin menjadi juara, maka penting untuk Anda mempertahankan penampilan dengan baik,” kata Courtois.

“Anda juga juga harus memenangkan banyak pertandingan, tetapi Anda perlu tahu kapan bertahan dan menyerang. Anda harus menyerang sebagai tim besar dan bertahan layaknya tim kecil yang berjuang dari zona degradasi,” sambung kiper yang tiga musim dipinjamkan ke Atletico Madrid itu.

“Beberapa pertandingan terakhir, melawan Arsenal, Crystal Palace, dan QPR, ketika kami sulit menemukan celah untuk mencetak gol, kami masih bisa menang,” tuntas andalan di bawah mistar gawang Timnas Belgia itu.

Tak Adil Kritisi Strategi Mourinho

BeritaBintangLONDON – Banyak yang bilang permainan Chelsea membosankan. Tapi anggapan itu disanggah oleh Alan Pardew, manajer Crystal Palace.

Chelsea memang tampil dengan strategi yang dinilai kurang memuaskan. Bahkan saat melawan Arsenal di Emirates Stadium, The Blues lebih memilih bermain aman dan jarang tampil menyerang. Sehingga fans dari The Gunners menganggap permainan Chelsea membosankan.

Bagi Pardew, wajar saja untuk melihat Mourinho sukses memenangi gelar demi gelar dengan caranya. Sebab begitulah cara Mourinho mendapatkan kesuksesan. Termasuk hanya menang tipis atas Crystal Palace untuk membuat The Blues angkat trofi Premier League di Stamford Bridge.

“Itu sebabnya dia mendapatkan uang dari apa yang dia lakukan, Dia menang piala dan dia akan memenangkan yang dia latih dengan cara apa pun yang dia pikir benar dalam kesempatan tertentu,” ucap Pardew.

“Chelsea harus menjadi tim yang sangat bagus pada musim depan dan saya yakin Jose Mourinho akan menambah kedalaman skuadnya pada jendela transfer musim panas 2015,” terangnya.