Crisis Center

Tujuh WNI Disandera di Filipina, Pemerintah Bentuk Crisis Centre

BeritaBintang –  Kapal pengangkut tujuh WNI yang disandera kelompok bersenjata di Perairan Filipina Selatan, tiba di Pelabuhan Balikpapan tadi pagi.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus penyanderaan itu. “Kami masih melakukan pendalaman untuk upaya selanjutnya,” ujarnya di Indramayu, Sabtu (25/6/2016).

Luhut juga mengatakan, pemerintah akan membentuk Crisis Center dalam penanganan kasus ini. Informasi yang dikumpulkan lewat Crisis Centre.

“Crisis Center ini bertugas untuk mencari informasi, data, dan melakukan penanganan,” ucapnya saat melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren Ass- Syafiiyah, Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu.

Sementara itu, enam korban selamat dari penyanderaan tiba di Balikpapan tadi pagi. Mereka akan menjalin pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya polisi akan meminta keterangan terkait penyandareaan tujuh WNI yang merupakan rekan mereka sesama awak Kapal TB Charles.

Jadi Sasaran Serangan Teroris, Polisi Prancis dan Belgia Siaga Satu

BeritaBintang –Polisi Prancis dan penyelidik anti terorisme memperingatkan kemungkinan serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok kecil ekstrimis. Mereka disebut telah meninggalkan Suriah menuju Prancis dan Belgia.

“Intelijen Belgia mengirimkan catatan kepada rekan-rekannya di Prancis tentang kelompok kecil tersebut, dan itu dikirim ke polisi di Prancis pada hari Selasa kemarin. Otoritas Prancis tetap sangat berhati-hati tentang informasi itu, karena mereka menerima catatan tersebut secara rutin,” ujar seorang pejabat keamanan Prancis, sebagaimana dilansir dari TaruhanBolaOnline, Jumat(17/6/2016).

Pejabat yang berbicara dengan kondisi anonim itu mengatakan, informasi itu tidak mengubah pemahaman ancaman secara keseluruhan di tubuh Pemerintah Prancis. Prancis telah menetapkan berada di bawah siaga satu karena serangan ekstrimis ISIS pada tahun lalu dan ancaman kekerasan selama Piala Eropa.

Sementara tabloid Belgia, Derniere Heure melaporkan, Dinas Anti Teror Belgia telah memperingatkan pihak kepolisian, bahwa teroris yang memiliki akses kepemilikan senjata telah meninggalkan Suriah 10 hari lalu. Para teroris ini bepergian tanpa paspor dan diyakini berusaha mencapai Eropa menggunakan perahu melaui Turki dan Yunani. Pusat perbelanjaan, restoran cepat saji AS, dan pos polisi bisa jadi target mereka.

Pusat analisis ancaman keamanan Belgia mengatakan akan tetap menjaga status siaga keamanan negara pada tingkat saat ini. “Kami masih di tingkat tiga, tingkat ancaman yang cukup tinggi ancaman,” kata Benoit Ramacker, juru bicara Crisis Center.