Copa America Centenario

Maradona Dukung Messi Istirahat dari Timnas Argentina

BeritaBintang BUENOS AIRES Kegagalan Lionel Messi mengantarkan Timnas Argentina menjuarai Copa America Centenario beberapa bulan lalu berdampak besar. Pemilik julukan La Pulga tersebut pun memutuskan untuk menyudahi pengabdian kepada negaranya itu.

Keputusan Messi mundur dari Timnas Argentina pun mendapatkan respons dari berbagai kalangan. Banyak yang meminta Messi untuk mengurungkan niatnya tersebut, tapi ada juga yang mendukung keputusannya.

Salah satu sosok yang mendukung keputusan Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina adalah Diego Maradona. Namun ia hanya ingin bintang Barcelona tersebut untuk istirahat sejenak, bukan benar-benar pensiun membela negaranya di turnamen-turnamen besar.

“Saya masih belum berbicara dengan Leo mengenai keputusannya (mundur dari Timnas Argentina). Saya berharap bisa melakukannya dan memastikan padanya bahwa ia akan kembali ke sana di Piala Dunia 2018,” ucap Maradona, seperti dilansir TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (21/7/2016).

“Akan tetapi di atas semua itu, ia memang pantas mendapatkan istirahat. Terlebih, setelah musim berat bersama Barcelona dan juga kemudian ia masih harus bermain untuk Argentina di Amerika Serikat pada Juni,” tuntas pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ tersebut.

Raul Gonzalez: Ronaldo dan Messi Ada di Planet yang Berbeda

BeritaBintang – Legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, ikut memberikan komentar mengenai dua pemain terbaik di dunia saat ini, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Raul menganggap, kedua pemain tersebut tidak bisa disamakan.

Sebab, baik Ronaldo dan Messi berada di planet yang berbeda. Apa yang mereka capai bersama tim nasional tidak bisa disamakan. Menurut Raul, Ronaldo hanya sedikit lebih baik karena bisa berprestasi bersama tim nasional.

Baru-baru ini, para pencinta sepakbola kembali membanding-bandingkan pencapaian Ronaldo dan Messi bersama negaranya. Ronaldo yang berhasil membawa Portugal juara Piala Eropa 2016 dinilai lebih baik dari Messi.

Sebab, pemain Barcelona itu kembali gagal mempersembahkan gelar bagi Timnas Argentina. Berlaga di Copa America Centenario 2016, La Pulga – julukan Messi – hanya mampu membawa Argentina hingga partai final. Sebab, mereka harus rela dikalahkan Cile pada laga final lewat drama adu penalti.

“Apa yang ia (Ronaldo) dan Messi lakukan tidak pernah bisa ditiru pemain manapun. Saya tidak bisa berbicara mengenai yang terjadi sebelumnya, tapi Cristiano dan Messi ada di planet yang berbeda. Mereka ada di tim nasional dan itu tidak mudah, tapi Cristiano membuat langkah besar dengan memenangkan Piala Eropa,” jelas Raul, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Sabtu (16/7/2016).

Messi Akan Berubah Pikiran soal Keputusan Pensiunnya

BeritaBintang – Mantan pelatih Argentina dan Barcelona, Cesar Luis Menotti, memprediksi Lionel Messi bakal menarik kata-katanya dan kembali bermain untuk Timnas Argentina. Ia yakin Messi bakal come back dari keputusan pensiun yang ia buat bulan lalu.

La Pulga – julukan Messi – memutuskan untuk gantung sepatu dari Tim Tango – julukan Argentina – setelah kembali gagal menjadi juara di ajang Copa America Centenario 2016. Itu merupakan kegagalan ketiga secara beruntun yang dialami oleh Messi di turnamen internasional.

Sebelumnya pada 2014 Messi juga gagal membawa Argentina menjadi juara di ajang Piala Dunia usai tumbang dari Jerman. Lalu pada 2015 pemain Barcelona tersebut juga urung membawa Argentina juara usai tumbang di tangan Cile di ajang Copa America.

“Ini adalah hal yang sulit untuk memberikan pendapat soal apa yang dikatakan oleh Messi. Ada waktunya ketika motivasi di tim nasional itu menghilang, dengan ribuan alasan yang saya tak bisa jelaskan,” ujar Menotti seperti disitat dari Bintangbola.co, Kamis (14/7/2016).

“Anda harus mendiskusikannya dengan Messi. Saya percaya banyak hal yang ia alami, dan saya percaya Messi akan mengubah pemikirannya,” tambahnya.

Sepakbola Tidak Lagi Sama Tanpa Kehadiran Messi

BeritaBintang – Bintang Barcelona, Neymar, berkomentar mengenai keputusan Lionel Messi untuk menggantung sepatunya dari Timnas Argentina. Dirinya menghormati keputusan yang diambil oleh rekan satu timnya tersebut. Namun, menurutnya sepakbola tak lagi sama tanpa sosok Messi.

Messi memutuskan untuk gantung sepatu selepas Tim Tango gagal meraih gelar juara di ajang Copa America Centenario 2016. Pada laga puncak, Messi dan kawan-kawan tumbang dari Cile lewat babak adu penalti.

Kekalahan tersebut memang terasa menyakitkan untuk La Pulga – julukan Messi. Bagaimana tidak? Sang pemain harus merasakan kegagalan pada dua laga final beruntun di ajang Copa America. Pada tahun lalu, Messi juga gagal meraih gelar juara setelah ditumbangkan Cile di laga final.

Selain itu, pada 2014 di ajang Piala Dunia di Brasil, Messi juga gagal mempersembahkan gelar juara setelah takluk di tangan Jerman. Messi mengaku sudah kehabisan cara untuk membawa Tim Tango berjaya.

“Saya menghormati keputusannya, tetapi sepakbola tanpa Messi bukan lah sepakbola. Sangat sulit membayangkannya tanpa sosok Messi,” kata Neymar seperti disadur dari Bintangbola.co, Senin (11/7/2016).

Argentina Selalu Memfokuskan Semua Problemnya pada Messi’

BeritaBintang – Pernyataan pensiun Lionel Messi dinilai bukanlah sebuah hal yang mengejutkan oleh Jorge Valdano. Sebab Messi sudah selalu mengemban semua problem Argentina.

Messi mengumumkan pensiun dari tim nasional Argentina usai kalah di final Copa America Centenario dari Chile. Ini merupakan kekalahan keempatnya di final bersama Albiceleste, yang membuatnya sama sekali belum bisa meraih gelar mayor di level timnas.

Keputusan pemain Barcelona itu dinilai eks penyerang Argentina Jorge Valdano tidaklah mengejutkan. Messi disebutnya sudah mengemban beban terlalu banyak dan tekanan yang terlalu besar dari Argentina.

“Argentina terus memfokuskan semua masalahnya kepada Messi. Kami adalah sebuah negara yang selalu membalikkan nasib mujur sosok-sosok yang ditakdirkan,” kata Valdano kepada El Larguero.

“Di sepakbola pada masanya ada Maradona dan Messi adalah suksesornya. Kami meminta Messi sendirian untuk memberikan apa yang seharusnya diminta dari seluruh tim.”

“Turnamen ini merupakan ajang di mana Messi sudah memainkan kemampuan terbaiknya. Tapi dengan akumulasi rasa frustrasi, dia berakhir kelelahan dengan tanpa apapun yang tersisa.”

“Tidaklah mudah memikul tekanan di sebuah negara seperti Argentina, yang punya hubungan berlebihan terhadap sepakbola. Di setiap turnamen, pemain terbaik (Argentina) adalah Messi. Tidaklah adil semua rasa frustrasi terfokus pada dia,” tandas mantan pemain Real Madrid ini seperti dikutip Panduan Judi Online.

Maradona: Messi Harus Bertahan di Timnas Argentina

BeritaBintangBUENOS AIRES – Timnas Argentina gagal meraih gelar juara Copa America Centenario 2016 usai takluk 2-4 dalam adu penalti dari Cile pada Senin, 27 Juni 2016 pagi WIB. Seusai kekalahan tersebut, kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengungkapkan keputusan mengejutkan.

Messi memutuskan untuk angkat kaki dari Timnas Argentina. Kegagalan Timnas Argentina disinyalir menjadi alasan Messi mundur dari Timnas Argentina. Kegagalan tersebut semakin memilukan bagi Messi, sebab megabintang Barcelona itu gagal mengeksekusi penalti.

Keputusan Messi untuk mundur mendapat penolakan dari legenda Timnas Argentina, Diego Maradona. Maradona meminta Messi untuk tetap membela Argentina.

“Messi harus tetap tinggal di tim nasional. Dia akan pergi ke Rusia untuk mengikuti Piala Dunia. Dia akan membantu para pemain di lini depan,” tutur Maradona, sebagaimana dimuat TaruhanBolaOnline, Selasa (28/6/2016).

“Biarkanlah mereka yang mengatakan setuju dengan keputusan itu. Kami tidak ingin melihat bencana di tubuh sepakbola Argentina,” pungkasnya.

Messi Sangat Terpukul dengan Kekalahan Timnas Argentina di Final Copa America Centenario 2016

BeritaBintangNEW JERSEY – Timnas Argentina menelan kekalahan dari Cile di final Copa America Centenario 2016. Lionel Messi dkk takluk 2-4 melalui adu penalti dari Cile pada Senin (27/6/2016) pagi WIB.

Kekalahan dari Cile tersebut tampaknya sangat mengecewakan Messi. Sebab, Messi yang kala itu melaju sebagai eksekutor penalti pertama Timnas Argentina gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Penyerang Timnas Argentina, Sergio Aguero, menyatakan bahwa Messi sangat merasa kecewa. Ia menilai kekalahan tersebut merupakan salah satu kekalahan paling mengecewakan bagi Messi.

“Kami mencoba untuk tidak mengingatnya. Kami tidak ingin memikirkan hal itu lagi, sekali lagi kami tidak beruntung,” tutur Aguero, seperti dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepakbol Argentina, Senin (27/6/2016).

“Sayangnya kekalahan ini sangat berbekas bagi Leo (Messi). Saya melihat keadaannya saat berada di ruang ganti dan menurut saya, ini adalah momen terburuk baginya,” tuntasnya.

Luis Suarez Gagal Bawa Uruguay Lolos ke Perdelapanfinal Copa America Centenario 2016

BeritaBintang –GRUP C Copa America Centenario baru saja merampungkan pertandingan terakhir mereka. Empat negara yakni Meksiko, Venezuela, Uruguay, serta Jamaika bersaing untuk memerebutkan dua posisi teratas. Namun, sepertinya tidak dengan Uruguay dan Jamaika.

Timnas Uruguay dan Timnas Jamaika tersingkir dari Copa America kali ini. Sebab, kedua negara tersebut sudah menelan dua kekalahan dari lawan-lawannya pada pertandingan sebelumnya.

Bertemu Jamaika di partai pamungkas, Uruguay sempat membuka asa melalui gol Abel Hernandez di menit 21. Unggul satu angka, La Celeste – julukan Timnas Uruguay – menggila di interval kedua.

Uruguay berhasil menambah dua gol lagi melalui bunuh diri Je Watson di menit 66 serta Mathias Corujo (88). Meski menang telak, nyatanya hal tersebut tidak mampu menyelamatkan muka Luis Suarez dan kawan-kawan karena gagal lolos ke babak perdelapanfinal Copa America Centenario 2016.

Sebab pada partai lain yang mempertemukan Meksiko dan Venezuela, kedua tim saling berbagi angka setelah bermain imbang 1-1. Alhasil, Meksiko dan Venezuela berhak atas tiket perdelapanfinal Copa America Centenario 2016.

Brasil Optimis Lolos ke Babak Perempatfinal Copa America Centenario

BeritaBintang  – Gelandang Timnas Brasil, Casemiro, yakin negaranya akan melaju ke babak perempatfinal besar Copa America Centenario 2016. Namun ia mengaku bahwa lawan Peru di partai terakhir penyisihan grup bukan hal yang mudah.

Brasil memulai perjalannya di Copa America Centenario dengan kurang mengesankan. Tampil tanpa sang kapten, Neymar, mereka dipaksa bermain imbang 0-0 oleh Ekuador.

Baru pada partai kedua, melawan Haiti, Philippe Coutinho dan kawan-kawan mengamuk. Dengan bermaterikan pemain yang unggul jauh, Selecao – julukan Timnas Brasil – mampu melumat Haiti dengan skor 7-1.

Namun pada partai ketiga, mereka akan bertemu Peru yang jelas akan menjadi batu sandungan tersendiri. Meski kedua tim memiliki poin yang sama yakni empat, peluang Ekuador (saat ini menempati posisi tiga) untuk lolos ke perempatfinal besar masih terbuka lebar asal mampu mengalahkan Haiti di partai puncak.

“Pertandingan melawan Peru akan menjadi ujian berat. Kami akan bergantung pada diri kami sendiri,” kata Casemiro,” seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Jumat (10/6/2016).

Legenda Timnas Brasil Tak Menyukai Copa America

BeritaBintang – Pemain legenda Timnas Brasil, Roberto Carlos, mengaku tak senang jika harus turun di turnamen yang mempertemukan antarnegara Amerika Selatan yakni Copa America. Carlos menilai, Copa America merupakan ajang yang melelahkan sehingga dapat menyebabkan pemain terkena cedera.

Karena itu, Carlos mendukung sang kompatriot, Neymar da Silva, yang tidak membela Timnas Brasil di ajang Copa America Centenario 2016 yang dilangsungkan di Amerika Serikat pada 4-27 Juni. Ketimbang Copa America, Neymar ternyata lebih memilih membela Timnas Brasil U-23 di ajang Olimpiade yang berlangsung pada 5-21 Agustus 2016.

Ajang Copa America biasanya dilaksanakan empat tahun sekali. Namun, karena memperingati 100 tahun berdirinya ajang tersebut, Copa America kembali diadakan tahun ini. Padahal pada 2015, ajang tersebut juga diselenggarakan dan Cile berhasil menjadi kampiun.

Namun, terlepas dari ketakutan cedera karena tampil di Copa America, Carlos ternyata dua kali membawa Brasil menjuarai ajang tersebut. Pada 1997, Brasil mengalahkan Bolivia di partai puncak dengan skor 3-1. Sementara dua tahun berselang, Selecao mengempaskan Uruguay dengan skor 3-0 di partai final.

“Saya tidak menyukai Copa America. Pemain kelelahan dan mereka dapat terkena cedera,” jelas Carlos mengutip dari Bintangbola.co, Senin (6/6/2016).