Copa America

Ini Prediksi Messi Soal Juara Copa America

BeritaBintang – Kapten timnas Argentina Lionel Messi memprediksi Amerika Serikat dan Meksiko adalah pesaing untuk memenangkan Copa America. Messi menilai kedua tim itu memiliki kualitas untuk memenangkan kejuaraan ini.

Argentina, yang sudah meraih gelar sebanyak 14 kali di kejuaraan ini, kembali difavoritkan memenangkan Copa America edisi ke-100 yang digelar di Amerika Serikat.

Selain Argentina, juara bertahan Chile, Uruguay, dan Brazil, juga banyak dijagokan akan meraih trofi Copa America di tahun ini. Namun, peraih lima kali penghargaan Ballon d’Or  itu, merasa AS dan Meksiko adalah tim yang memiliki potensi besar.

“Favorit untuk memenangkan Piala? Amerika Serikat dan Meksiko dekat dengan gelar itu,” kata Messi. “Mereka akan menjadi kandidat dengan kualitas yang mereka miliki.”

Meski begitu, Messi tetap bertekad mempersembahkan gelar juara Copa America 2016 kepada publik Argentina. Keyakinannya begitu besar karena Argentina memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi juara.

“Kami akan mencoba yang terbaik untuk memenangi Copa karena bagi kami itu sangat penting. Lebih dari itu, Argentina sudah cukup lama tak memenangi gelar. Tim ini sudah begitu dekat dengan gelar Piala Dunia, lalu Copa America tahun lalu,” ungkap Messi silansir oleh Panduan Judi Online

Sensasi, Guru Cantik di Madrid Mengajar Tanpa Busana

BeritaBintang –   Pelbagai metode pembelajaran dilakukan oleh guru untuk bisa memahamkan para siswa tentang materi pembelajarannya. Tapi apa jadinya jika ada guru yang mengajar tanpa mengenakan sehelai kain pun? Akankah metode tersebut efektif memotivasi minat belajar siswa?

Dikutip BintangBola.co dari Panduan Bermain Judi Online, Kamis (21/4/2016), satu channel televisi di Spanyol menayangkan program kursus bahasa Inggris online, berjudul Naked Language.

Selain tayang di channel televisi di Spanyol, cuplikan kursus bahasa Inggris bermetode pengajaran “tak berbusana” ini juga muncul di laman Youtube, dengan judul Stripping News. Dalam rekaman video itu, muncul seorang wanita yang seolah-olah menjadi presenter, menyiarkan berita tanpa mengenakan pakaian.

Program Naked Language ini disebut sebagai metode pembelajaran bahasa Inggris yang lebih baik daripada metode pengajaran tradisional.

Pada rekaman video kursus bahasa “tanpa busana” itu, tertera tulisan “Program ini memiliki perbedaan dengan yang diajarkan oleh guru yang benar-benar mengena. Selain itu, tentu saja program ini menjanjikan konten teoritis yang akan ditampilkan dengan cara sederhana dan menyenangkan melalui video seksi beserta konten lainnya.”

Program pembelajaran bahasa Inggris ini juga menjanjikan sertifikat kursus yang diakui secara internasional. Metode pembelajaran “tak berbusana” ini memang sedang populer di kalangan presenter sepak bola Venezuela. Hal itu kali pertama dimunculkan pihak penanyangan program sport, ketika tim sepak bola dari daerah mereka tersingkir dari Copa America.

Neymar: Dari Pahlawan Barca ke Pesakitan Brasil

BeritaBintang – Hanya dalam waktu dua pekan Neymar berubah dari pahlawan Barcelona menjadi pesakitan timnas Brasil setelah mendapatkan hukuman empat pertandingan di ajang Copa America 2015 dari CONMEBOL, Jumat (19/6).

Hukuman empat pertandingan membuat Neymar tidak bisa memperkuat Brasil di sisa pertandingan Copa America 2015, bahkan jika Selecao melangkah ke babak final sekalipun.

Absennya Neymar membuat timnas Brasil harus bekerja lebih keras untuk bisa merebut gelar Copa America untuk kali pertama sejak 2007.

Ini adalah kali kedua timnas Brasil kehilangan Neymar di momen-momen penting. Tahun lalu, di Piala Dunia 2014, Tim Samba kehilangan penyerang 23 tahun itu di babak semifinal.

Ketika itu Neymar absen karena mengalami cedera retak tulang punggung setelah dilanggar bek Kolombia, Juan Zuniga, di babak perempat final.

Menariknya, Kolombia kembali menjadi penyebab Neymar absen di pertandingan turnamen besar. Namun, kali ini Neymar sendiri yang membuatnya dirinya absen.

Tindakan Neymar yang memicu kericuhan usai pertandingan melawan Kolombia di Stadion Monumental David Arellano, Santiago, Rabu (17/6), membuat mantan pemain Santos itu mendapat kartu merah.

Bukan Sikap Kapten

Neymar sebenarnya memasuki ajang Copa America 2015 dengan kepercayaan diri tinggi setelah membawa Barcelona meraih treble: La Liga, Liga Champions, dan La Liga.

Neymar menjadi salah satu kunci sukses Blaugrana musim lalu dengan torehan 39 gol dari 51 pertandingan, termasuk satu gol ke gawang Juventus di final Liga Champions.

Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo, mengaku kecewa dengan sikap Neymar yang agresif dan memicu kericuhan saat menghadapi Kolombia.

Jika melihat pertandingan Brasil dikalahkan Kolombia, Neymar gagal menunjukkan sikap layaknya seorang kapten tim.

Neymar bahkan seharusnya sudah mendapatkan kartu merah saat pertandingan berlangsung karena sejumlah pelanggaran yang didapatnya, termasuk handball di babak pertama.

Beruntung bagi Brasil, pelatih Carlos Dunga masih punya sejumlah pemain yang bisa menggantikan peran Neymar. Masih ada sejumlah nama seperti Robinho dan Philippe Coutinho.

Brasil selanjutnya akan menghadapi Venezuela pada pertandingan terakhir Grup C di Stadion Monumental David Arellano, Santiago, Minggu (21/6) malam waktu setempat.