CLS

CLS Knights Indonesia Kalah 3 Kali Beruntun dari Singapura Slingers

BeritaBintangCLS Knights Indonesia Kalah 3 Kali Beruntun dari Singapura Slingers

CLS Knights Indonesia kembali mengalami tiga kali kekalahan beruntun atas Singapura Slingers. Meski bermain di GOR Kertajaya, CLS harus mengakui keunggulan tamunya 92-81.

Laga yang berlangsung panas ini sempat di warnai dengan bersitegangnya dua pemain asing dari masing-masing kubu, Brian Williams (CLS Knights) dan Chris Charles (Slingers). Keduanya pun akhirnya harus keluar lebih awal sebelum pertandingan usai, karena telah lima kali mendapatkan hukuman pelanggaran sejak kuarter awal.

CLS Knights Indonesia menurunkan komposisi lima pemain terbaiknya yakni Mario Wuysang, Frederick Lee Jones Lish, Decorey Aaron Jones, Brian Michael Williams dan kapten tim, Sandy Febiasnyakh Kurniawan. Sementara Singapura Slingers yang diarsiteki oleh Neo Beng Siang bertumpu pada pemain World Impor andalannya yakni Xavier Alexander dan center baru mereka Chris Charles.

Tujuh menit pertandingan bergulir, Mario Wuysang dan rekan-rekannya sempat mengimbangi dengan saling silih berganti angka. Tapi di sisa tiga menit berikutnya, tim lawan tampil lepas dan berhasil unggul 35-21. Keunggulan mereka di kuarter ini tidak lepas dari penampilan gemilang Han Bing Ng dan Chris Charles. Masing-masing tampil produktif dengan mencetak 14 dan 12 angka.

Kuarter kedua Slingers kembali unggul (45-42). Walau demikian, justru CLS Knights lah yang kali ini lebih menggigit berkat energi dari para suporternya. Sempat tertinggal 20 poin (kedudukan 21-41), secara perlahan para Ksatria Indonesia tersebut akhirnya menipiskan kedudukan menjadi tiga angka saja. Brian Williams yang pada kuarter pertama hanya mencetak lima angka, membuktikan kebolehannya. Center jebolan Universitas Tennessee itu memberikan sumbangsih tambahan sembilan poin dibabak pertama.

Babak kedua berlanjut, Mario Wuysang melepaskan tembakan tiga angka, disusul lay up Sandy Febiansyakh beberapa detik kemudian hasil umpan matang Brian Williams. Situasi ini membuat CLS berbalik unggul 47-45. Sandy kembali memberi asa keunggulan timnya, lewat tembakan khas tiga angkas yang bersarang telak menembus jala ring Slingers. Kedudukan menjadi 50-45 dan memaksa kubu Slingers meminta time out. Situasi ini terbukti ampuh bagi Slingers untuk mengatur ulang permainan mereka.  Hasilnya Slingerspun dapat kembali unggul di akhir kuarter ketiga (68-62).

[ Baca Juga – Cavaliers Kalah Telak Lagi ]

Perlawanan gigih CLS Knights untuk mengejar ketertinggalanya akhirnya kandas pada kuarter keempat. Slingers dengan nyaman kembali memperbesar keunggulannya dan sekaligus menghukum CLS Knights dengan tiga kali kekalahan beruntun saat melawan mereka.

Dua pemain Slingers Han Bin Ng dan Alexander Xavier sama-sama mencetak 22 angka. Sementara Jenderal permainan CLS Knights Indonesia Mario Wuysang menjadi topskor untuk timnya dengan raihan 20 poin.

“Seperti biasa CLS Knights memberikan ancaman kepada kami khususnya pada kuarter kedua. Mereka bermain dengan gigih dan tidak menyerah. Tapi kami kembali ke trek permainan kami sesungguhnya, “komentar pelatih Slingers, Neo Beng Siang.

“Saya sependapat dengan coach, mereka tidak pernah menyerah meski kami sudah unggul dua puluh poin. Di kuarter kedua mereka juga tampil baik sekali,” kata kapten tim Slingers, Han Bing Ng.

Managing Partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja dalam konfernsi pers mengatakan ia kecewa dengan kekalahan ini dan akan mempertimbangkan untuk mengganti beberapa pemain.

“Kita disini bukan untuk kalah. Saya capek kalah terus. Pengganti pemain yang ada belum siap. Saya kira bukan karena faktor pelatih, gameplan yang dijalankan Koko cukup baik. Di liga ini fungsi pemain asing berperan sangat besar. Hal lainnya yang saya ingin sampaikan, saya berterima kasih untuk kesabaran fans CLS yang merupakan fans basket terbaik di Indonesia, “ papar Poker Online.

“Mereka bukan tim sembarangan dan punya pelatih bagus. Saya cuma ingin bilang kepada rekan media dan juga fans ibaratnya kami ini seperti bayi yang baru merangkak. Lawan-lawan kami lainnya sebagian sudah malang melintang diliga ini. Untuk itu saya harap semuanya bersabar dan butuh proses. Saya juga tidak ingin kalah, Tapi liga ini baru bagi kami dan peran pemain asing sangat besar juga untuk membantu kinerja tim,” ujar Koko kepada awak media.

Selanjutnya CLS Knights Indonesia akan menjamu tim asal Filipina Tanduay Alab Pilipinas, pada hari Sabtu 20 Januari 2018.

Hadapi Partai Hidup Mati di Semifinal IBL 2017, CLS Knight Ingin Raih Kemenangan atas Satria Muda

BeritaBintangHadapi Partai Hidup Mati di Semifinal IBL 2017, CLS Knight Ingin Raih Kemenangan atas Satria Muda

CLS Knights Surabaya ingin menutup semifinal Divisi Merah Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 dengan kemenangan dan melaju ke final pada 4-7 Mei 2017.

“Tidak ada jalan lain kami harus menang di gim ketiga,” kata pelatih CLS Wahyu Widayat Jati usai mendampingi timnya berlaga di pertandingan kedua “final four” IBL melawan Satria Muda (SM) Pertamina di Britama Arena, Jakarta.

CLS sendiri kalah dari SM pada laga tersebut dengan skor 71-66. Hasil itu membuat kedudukan semifinal “best of three” menjadi 1-1 karena pada laga pertama di GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu 198 April 2017, CLS menang dengan skor 80-60.

Menurut Cacing, sapaan Wahyu, agar dapat menundukkan SM, CLS harus bermain disiplin dan mengurangi kesalahan atau “turnover” sepanjang laga.

Kemudian, dia juga meminta anak-anak asuhnya tidak ragu untuk mengambil keputusan menembak tiga angka jika sudah dalam posisi terbuka.

[ Baca Juga – Lolos ke Final IBL 2017, Satria Muda Dedikasikan untuk sang Kapten  ]

Oleh karena itu, Cacing pun berharap para pemain CLS dapat menampilkan kemampuan terbaiknya. Dia mencontohkan seperti Mario Wuysang, yang pada laga kedua semifinal di Jakarta cuma membuat dua poin.

“Biasanya Mario bisa mencetak setidaknya tujuh poin. Namun saya yakin besok hal seperti ini akan semakin baik,” ujar dia.

Adapun satu-satunya ganjalan bagi CLS dalam usaha menggapai final adalah cederanya small forward Kaleb Ramot. Menurut Cacing, pemain berusia 25 tahun itu tidak bisa dimainkan karena bermasalah di lututnya.

Pertandingan ketiga yang menjadi penentu tim mana berhak menuju final IBL Pertalite 2017 pada 4-7 Mei 2017 dari Divisi Merah, digelar pada Minggu (23/4) pukul 19.00 WIB, masih di Britama Arena, Jakarta.

Taklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017

BeritaBintangTaklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017 

Tim Satria Muda Jakarta memastikan diri menjadi juara grup divisi merah Indonesia Basketball League (IBL) 2017 setelah mengalahkan Garuda Bandung di seri kedelapan. Pada pertandingan yang berlangsung di C’Tra Arena Bandung itu, Satria Muda sukses menaklukkan Garuda Bandung dengan skor 68-62.

Dengan kemenangan tersebut, anak asuh Youbel Sondakh itu sukses memuncaki klasemen divisi merah dengan raihan 27 angka. Hasil tersebut juga memastikan Satria Muda lolos ke babak empat besar di IBL 2017.

[ Baca Juga – Saling Duel di Playoff Divisi Merah IBL 2017, CLS dan Garuda Bandung Sudah Siap Bertarung ]

“Kami finis dengan bagus. Usaha anak-anak di babak reguler luar biasa,” ungkap Youbel, mengutip dari laman resmi IBL.

Sementara  kekalahan yang dialami Garuda Bandung membuat mereka harus puas menempati posisi ketiga dengan raihan poin 21. Kekalahan tersebut juga membuat Garuda Bandung menjalani playoff divisi merah melawan CLS Knight.

CLS Knight Surabaya menempati posisi kedua klasemen divisi merah setelah mengalahkan Hangtuah Sumsel dengan skor telak 82-65. Kemenangan tersebut membawa CLS Knight menapaki posisi kedua dengan mengumpulkan 25 poin.

CLS Knights Surabaya Kampiun IBL 2016

BeritaBintang –CLS Knights Surabaya akhirnya dipastikan keluar sebagai kampiun Indonesian Basketball League (IBL) 2016. Kepastian ini didapat setelah pasukan Wahyu Widayat Jati menumbangkan Pelita Jaya Jakarta 67-61 pada game ketiga laga final di Britama Arena, Rabu (01/5/2016) malam.

Musim ini CLS memang tampil luar biasa.  Dengan kombinasi pemain-pemain senior macam Mario Wuysang dengan pemain-pemain muda, CLS tercatat hanya menelan tiga kali kekalahan sepanjang musim, yakni dari Aspac (dua kali) dan Pelita Jaya (final game pertama).

Ini merupakan kali pertama CLS jadi juara sejak kompetisi bola basket paling elit di Tanah Air dimulai pada 2003 lalu.

Game final final ini sebenarnya terlihat akan berlangsung antiklimaks ketika CLS mampu mendominasi Pelita i dua kuarter awal. Setelah memimpin 17-8 di kuarter pertama, CLS sukses mengakhiri paruh pertama laga dengan keunggulan 40-22 atas.

Pelita sendiri sempat menunjukkan sinyal kebangkitan saat merebut tujuh poin beruntun di awal kuarter ketiga, namun anak-anak CLS mencoba tetap tenang dan menjaga keunggulan.

Meski demikian, setidaknya Pelita mampu memangkas selisih lima poin di kuarter ketiga yang berakhir dengan skor 54-41 untuk CLS.

Game ketiga ini akhirnya benar-benar berjalan sesuai ekspektasi seperti harapan banyak orang seiring kebangkitan Pelita di kuarter keempat. Di lima menit awal, Kelly Purwanto dan kolega secara luar biasa mampu memangkas selisih angka hingga hanya tertinggal satu bola, 54-56.

Selisih dua angka terus dijaga CLS hingga memasuki dua menit terakhir. Namun, tembakan dua angka pemain CLS, Rachmad Febri Utomo dari posisi sulit membuat CLS unggul 62-58. Momen ini membuat mental anak-anak Pelita jatuh.

CLS pun sukses menjaga keunggulan mereka di satu menit terakhir. Strategi foul game yang coba dijalankan Pelita tak berjalan baik. CLS mampu menambah lima angka, sementara Pelita hanya tiga. Lagapun berakhir dengan skor 67-61 untuk keunggulan CLS.

Sekadar informasi, pada game pertama CLS sebenarnya takluk dengan skor 70-77 atas Pelita. Namun, mereka mampu bangkit di game kedua dan menang 59-54. Tren positif berlanjut di game ketiga dan mereka akhirnya jadi juara IBL. Tak ketinggalan, andalan CLS, Jamaar Johnson pun terpilih sebagai MVP untuk musim 2016.

CLS Knights Surabaya Kampiun IBL 2016

BeritaBintang –CLS Knights Surabaya akhirnya dipastikan keluar sebagai kampiun Indonesian Basketball League (IBL) 2016. Kepastian ini didapat setelah pasukan Wahyu Widayat Jati menumbangkan Pelita Jaya Jakarta 67-61 pada game ketiga laga final di Britama Arena, Selasa (31/5/2016) malam.

Musim ini CLS memang tampil luar biasa.  Dengan kombinasi pemain-pemain senior macam Mario Wuysang dengan pemain-pemain muda, CLS tercatat hanya menelan tiga kali kekalahan sepanjang musim, yakni dari Aspac (dua kali) dan Pelita Jaya (final game pertama).

Ini merupakan kali pertama CLS jadi juara sejak kompetisi bola basket paling elit di Tanah Air dimulai pada 2003 lalu.

Game final final ini sebenarnya terlihat akan berlangsung antiklimaks ketika CLS mampu mendominasi Pelita i dua kuarter awal. Setelah memimpin 17-8 di kuarter pertama, CLS sukses mengakhiri paruh pertama laga dengan keunggulan 40-22 atas.

Pelita sendiri sempat menunjukkan sinyal kebangkitan saat merebut tujuh poin beruntun di awal kuarter ketiga, namun anak-anak CLS mencoba tetap tenang dan menjaga keunggulan.

Meski demikian, setidaknya Pelita mampu memangkas selisih lima poin di kuarter ketiga yang berakhir dengan skor 54-41 untuk CLS.

Game ketiga ini akhirnya benar-benar berjalan sesuai ekspektasi seperti harapan banyak orang seiring kebangkitan Pelita di kuarter keempat. Di lima menit awal, Kelly Purwanto dan kolega secara luar biasa mampu memangkas selisih angka hingga hanya tertinggal satu bola, 54-56.

Selisih dua angka terus dijaga CLS hingga memasuki dua menit terakhir. Namun, tembakan dua angka pemain CLS, Rachmad Febri Utomo dari posisi sulit membuat CLS unggul 62-58. Momen ini membuat mental anak-anak Pelita jatuh.

CLS pun sukses menjaga keunggulan mereka di satu menit terakhir. Strategi foul game yang coba dijalankan Pelita tak berjalan baik. CLS mampu menambah lima angka, sementara Pelita hanya tiga. Lagapun berakhir dengan skor 67-61 untuk keunggulan CLS.

Sekadar informasi, pada game pertama CLS sebenarnya takluk dengan skor 70-77 atas Pelita. Namun, mereka mampu bangkit di game kedua dan menang 59-54. Tren positif berlanjut di game ketiga dan mereka akhirnya jadi juara IBL. Tak ketinggalan, andalan CLS, Jamaar Johnson pun terpilih sebagai MVP untuk musim 2016.

CLS Tak Anggap Remeh Satya Wacana

BeritaBintang –Indonesia Basketball League (IBL) musim 2015-2016 siap memasuki babak Playoff. Rencananya babak post season ini akan berlangsung di Britama Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading dari 15 hingga 29 Mei 2016.

Ada delapan klub yang akan tampil dalam acara ini seperti, CLS Knights Surabaya, Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, M88 Aspac Jakarta, Garuda Bandung, Satria Muda Pertamina Jakarta, Stadium Happy 8 Jakarta, Hangtuah Sumsel, dan Satya Wacana Salatiga.

CLS Knight Surabaya sebagai pemuncak klasemen di regular season musim ini akan ditantang oleh Satya Wacana Salatiga (peringkat 8), tim yang untuk pertama kalinya mencatatkan sejarah lolos ke zona Playoffs di musim ini.

Menghadapi lawannya di babak pertama, Wahyu Hidayat Jati, selaku arsitek tim CLS Knight Surabaya, memperingatkan seluruh anak asuhnya untuk respek kepada lawan dan meminta para pemainnya bekerja keras mewujudkan mimpi CLS menjadi juara musim ini.

“Pasti saya tidak akan meremehkan Satya Wacana dan juga semua lawan lainnya. Jika para pemain CLS sudah cukup puas hanya dengan menjadi juara regular season, bagi saya itu sangat tidak adil. Sebab kami semua sudah bertekad di awal musim untuk menjadi juara,” tutur Taruhan Bola Online, Jumat (13/5/2016).

“Kami sudah bekerja keras sebelum IBL bergulir dan sekarang tinggal bagaimana kami semua mewujudkan mimpi tersebut jadi kenyataan,” tambahnya.

CLS dan Pelita Jaya Memburu Sejarah Baru

BeritaBintang –Kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia bakal memiliki juara baru di tahun ini. CLS Knights Surabaya dan Pelita Jaya Jakarta berhasil mematahkan dominasi M88 Aspac dan Satria Muda Pertamina. CLS dan Pelita akan bertarung di final Indonesian Basketball League (IBL) 2016.

Partai final IBL mengusung format best of three. Artinya tim yang berhasil menang dua kali akan menjadi juara. Laga pertama final dihelat Kamis (26/5/2016). Final kedua dilaksanakan Sabtu (28/5/2016). Jika diperlukan partai ketiga digelar hari Minggu (29/5/2016). Seluruh laga final digelar di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta.

Baik CLS maupun Pelita sama-sama optimistis akan menjadi juara baru. CLS tak mau jumawa meski di musim reguler selalu mampu mengalahkan Pelita dalam tiga kali pertemuan.

“Babak playoffs dan final tentunya beda dengan babak regular season. Semuanya pasti mau menang. Meski kami tiga kali mengalahkan mereka, buktinya di semifinal kemarin kami menang dengan susah payah melawan Satria Muda. Yang pasti target kita adalah juara. Terserah mereka akan meladeni kami dengan bermain cepat atau lambat, kami siap tabrak dan fight di lapangan. CLS harus “believe” musim ini menjadi juara,” komentar Wahyu Widayat Jati, pelatih CLS Knights Surabaya.

“Kekuataan mereka terletak di posisi bigman dan mereka dihuni oleh kumpulan para pemain Nasional. Ibarat supermarket mereka itu kelas Premium (semuanya lengkap dan ada). Tapi mereka juga punya kelemahan yakni rata-rata mereka berada di usia emas, sedangkan di tim saya hanya 4 pemain senior (Mario Wuysang, Febri, Sandy, Thoyib), sisanya adalah pemain muda,” imbuhnya lagi.

Sementara pelatih Pelita, Benjamin Alvarezsipin III, ingin membalas tiga kekalahan di musim reguler. Coach Benji akan memanfaatkan momentum main di Jakarta.

“Saya katakan kepada para pemain jika kita kalah di final mungkin rekor pertemuan kami menghadapi CLS menjadi lima kali kalah selama musim ini. Tapi mengapa kita tidak membalas kekalahan tersebut dengan mengalahkan mereka di babak final di dua pertemuan saja dan saya yakin hal ini bisa saja terjadi. Pelita Jaya sudah bekerja keras menjadi juara pre season kemarin dan kini melangkah ke final, kami harus ambil kesempatan itu,” kata coach Benji.

Bersamaan dengan final IBL, promotor Starting5 juga akan menggelar final Women’s Basketball League (WIBL) 2016 yang memeprtemukan Surabaya Fever dengan Tomang Sakti Merpati Bali. Final WIBL juga memakai format best of three.

 

Aksi Heroik Super Mario Kembali Gagalkan Kejutan Stadium

BeritaBintang –Ambisi Stadium Happy 8 Jakarta mencuri satu kemenangan atas CLS kembali harus menemui kegagalan. Kali ini dalam pertemuannya yang ketiga di seri V Bandung, Stadium kalah lewat dua kali babak overtime dengan skor akhir 67-72 dari CLS Knights Surabaya.

Pada pertandingan yang dilangsungkan di C-Tra Arena, Bandung, Selasa (05/04/2016) malam itu, Jamarr Andre Johnson mencetak double-double (18 poin dan 21 rebounds) untuk CLS. Sementara itu, Abraham Damar Grahita menjadi yang paling produktif di kubu Stadium dengan 14 point serta tambahan delapan rebounds.

Selain Jamarr, Mario Wuysang juga patut dikatakan sebagai aktor kemenangan CLS di laga ini. Tiga kali three point shootnya di babak tambahan sukses membuyarkan kemenangan Stadium.

Pertandingan berlangsung alot pada kuarter pertama. Defense ketat yang ditampilkan oleh kedua tim, membuat perolehan angka mereka tidak begitu tinggi di kuarter pembuka ini. Stadium membuka angka terlebih dulu melalui tembakan tiga angka Raymond Shariputra. Sementara itu, kebuntuan CLS baru berakhir di menit keempat, setelah Bima Riski sukses melesakkan tembakan tiga angka. Tembakan tiga angka Wijaya Saputra memastikan Stadium unggul 10-9 pada akhir kuarter pertama.

Stadium mulai kesulitan membendung kecepatan para pemain lawan di kuarter kedua. Alhasil, CLS pun bisa berbalik unggul dalam perolehan angka. Untuk membendung kekuatan lawan, coach Andre Yuwadi menurunkan Hardian Wicaksono. Pemain Stadium itu mampu tampil garang di bawah ring lawan. Dari tertinggal enam angka, Stadium berhasil mendekat di kedudukan 22-23. Akan tetapi, lengahnya defense Stadium, membuat tim asal Surabaya kembali menjauh. Tambahan delapan poin beruntun membawa CLS menutup kuarter kedua dengan keunggulan 31-22.

Ketajaman CLS mengalami penurunan di kuarter ketiga. Strategi defense yang dijalankan Stadium berjalan efektif untuk menahan gempuran lawan. Di sisi lain, pola serangan balik cepat yang dibangun oleh Stadium kerap menghasilkan angka. Saat buzzer berbunyi, Stadium sukses memperkecil kedudukan menjadi 33-39.

Pertandingan berjalan semakin menegangkan di kuarter keempat. Kemenangan seperti sudah berada di genggaman CLS saat mereka unggul 51-41 di sisa lima menit pertandingan. Namun, perjuangan Stadium tak lantas berhenti. Memanfaatkan kesalahan-kesalahan sendiri yang dibuat oleh lawan, Stadium perlahan mendekat. Mereka akhirnya bisa menyamakan skor di posisi 51-51. Nyaris kalah, sumbangan dua angka Bayu Anggara di penghujung kuarter keempat akhirnya memperpanjang nafas Stadium. Skor sama kuat 53-53 membuat pertandingan dilanjutkan ke babak over time.

Stadium mampu tampil tenang di babak over time, sehingga bisa unggul dengan margin lima angka. Akan tetapi, “Super” Mario Wuysang muncul sebagai pahlawan CLS. Dua free throw akuratnya, serta tembakan tiga angkanya membawa CLS mendekat 58-59. Stadium hampir saja memenangkan pertandingan saat mereka unggul 61-58 di satu menit terakhir. Namun, lagi-lagi Mario muuncul dari tempat yang terduga. Pada detik terakhir, Mario sukses melesakkan tembakan tiga angka akurat. CLS kembali menyamakan kedudukan 61-61, yang membuat pertandingan dilanjutkan ke babak over time kedua.

Di babak over time kedua, Mario kembali membunuh Stadium. Three point shootnya di kedudukan 61-65 membangkitkan semangat CLS, sekaligus meruntuhkan momentum Stadium. Setelah itu, tim asal Surabaya terus mendulang poin, hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 72-67.

“Kami memulai laga dengan slow start. Kami hanya membuat 17 possession. Tapi, sisi positifnya adalah kami sudah siap menghadapi babak play off dengan situasi seperti ini. Dan buat saya pribadi, game ini juga bagus untuk pelatih baru seperti saya, yang sedang terus mencari pengalaman,” ujar pelatih CLS, Wahyu Widayat Jati.

“Di babak overtime, saya bilang ke Jamarr untuk lebih banyak bermain di dalam karena akan memancing lawan keluar dan memberikan ruang tembak untuk para shooter CLS. Selain itu, saya sangat butuh rebound dari dia,” lanjut dia.

“Meski kami hanya membawa 11 pemain saja, serta sudah pasti lolos ke babak play off, saya tetap menginstruksikan kepada para pemain untuk tetap fight di tiap game. Tidak peduli apakah itu tim besar maupun tim kecil, CLS harus tetap menunjukkan permainan terbaiknya. Saya harus selalu memberikan pesan kepada semua tim bahwa CLS akan selalu tampil all out,” Wahyu menimpali.

“Saya sangat kecewa dengan permainan CLS tadi. Fighting spirit mereka sangat kurang di pertandingan ini. Sementara itu, Stadium tampil sangat baik dan mau berjuang hingga akhir. Kita harus terus mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dibuat karena ke depannya persaingan akan semakin keras,” ungkap pemain CLS, Mario Wuysang.

“Lagi-lagi dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Tapi, saya tetap memberikan kredit kepada para pemain untuk fighting spirit dan defense mereka. Sayangnya, anak-anak tadi tampil kurang yakin, khususnya di akhir-akhir pertadingan. Kekalahan kami hari ini salah satunya disebabkan dengan rebound. Selain itu, kami kurang bisa mengeksusi second chance dengan baik,” kata pelatih Stadium, Andre Yuwadi mengomentari kekalahan timnya.

Dengan hasil ini, CLS menyapu bersih kemenangan dari Stadium. Sebelumnya, CLS juga meraih kemenangan di seri I dan seri IV lalu. Bagi CLS, ini juga merupakan overtime kedua bagi mereka. Sementara itu, secara keseluruhan ini menjadi overtime yang kesembilan di kompetisi IBL 2016.

Pada pertandingan ini, CLS unggul dalam segi rebound dan second chance. Sandy Febiansyakh dan kawan membukukan 62 rebounds dan 20 second chance points.

Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta akan menjadi lawan CLS pada pertandingan berikutnya, hari Kamis (07/04/2016). Di hari yang sama, Stadium berhadapan dengan Satria Muda Pertamina Jakarta.

Duel Sengit Warnai Hari Kedua IBL Seri Malang

BeritaBintang – Indonesia Basketball League Seri Malang sudah memasuki hari kedua pada Sabtu 30 Januari 2016. Dan ada duel sengit yang bakal tersaji di GOR Bimasakti pada hari kedua ini.

Seri II bakal diawali oleh duel antara Satya Wacana Salatiga kontra Hang Tuah Sumatera Selatan. Pertandingan akan dihelat pada pukul 13.00 WIB.
Selanjutnya, tuan rumah Bimasakti Nikko Steel akan menghadapi NSH Jakarta. Laga ini juga diprediksi berlangsung sengit mengingat keduanya berhasil meraih kemenangan di partai pembuka Seri II kemarin.
Pertandingan ketiga tak kalah menarik. Pelita Jaya Energi Mega Persada akan ditantang oleh Stadium Happy 8.
Dan sebagai penutup, juara kompetisi bola basket tertinggi Tanah Air musim lalu, Satria Muda Pertamina, akan beradu kuat dengan CLS Knights.
Kemarin, CLS menampilkan permainan luar biasa. Sempat tertinggal di kuarter pertama dari Garuda Bandung, CLS bangkit dan mencatatkan kemenangan 71-60.
Berikut jadwal lengkap IBL Seri Malang, Sabtu 30 Januari 2016:
Pukul 13.00 Satya wacana Salatiga versus Hang Tuah Sumatera Selatan
Pukul 15.00 NSH Jakarta versus Bimasakti Nikko Steel Malang
Pukul 17.00 Pelita Jaya Energi Mega Persada versus Stadium Happy 8
Pukul 19.00 Satria Muda Pertamina versus CLS Knights.

Pelita Jaya dan CLS Berbagi Tahta

BeritaBintang –Kompetisi Indonesia Basketball League Seri II, sudah memasuki hari kedua pada Sabtu 30 Januari 2016 kemarin. Bagaimana peta klasemen hingga kemarin?

Ternyata, Pelita Jaya Energi Mega Persada dan CLS Knights Surabaya menjadi raja di klasemen sementara IBL. Keduanya sama-sama mengoleksi 13 poin. Rekor mereka juga mirip, 6 kali menang dan sekali kalah.
Pelita Jaya dan CLS merajai klasemen sementara IBL usai mengalahkan lawannya masing-masing di hari kedua.
Pelita Jaya sukses menumpaskan perlawanan Stadium Happy 8 Jakarta. Skor akhir di laga tersebut adalah 65-50 untuk keunggulan Pelita Jaya.
Sementara, CLS yang menghadapi juara kompetisi bola basket tertinggi tanah air musim lalu, Satria Muda, berhasil menang dengan skor cukup mencolok 66-80.
Awalnya, pertandingan ini berlangsung tak seimbang. CLS berhasil mengungguli Satria Muda dengan skor 21-12 di kuarter pertama.
Kuarter kedua, Satria Muda mencoba bangkit. Mereka memperkecil ketertinggalan hingga 31-37.
Laga berlangsung lebih menarik di kuarter ketiga. Hujan three points terjadi di masa ini. CLS unggul 63-53.
Pada kuarter pamungkas, permainan Satria Muda mulai menurun. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh CLS dan mengakhiri pertandingan dengan skor 80-66.
Masih banyak drama yang bisa terjadi di IBL musim ini. Pada hari ketiga Seri II, Minggu 31 Januari 2016, berbagai pertandingan seru pun masih tersaji.
Berikut ini jadwal pertandingan hari ketiga IBL Seri II:
Pukul 13.00 Stadium Happy 8 versus Pacific Caesar Surabaya
Pukul 15.00 Hangtuah Sumatera Selatan versus Garuda Bandung
Pukul 17.00 JNE Bandung Utama versus Satria Muda Pertamina
Pukul 19.00 M88 Aspac versus Pelita Jaya Pertamina