Claudio Ranieri

Mahrez Dirumorkan ke Arsenal, Ranieri: Dia Bertahan di Leicester!

BeritaBintang  –  Nama salah satu gelandang Leicester City, Riyad Mahrez, memang menjadi komoditi panas di bursa transfer kali ini. Terlebih ia memang melalui musim 2015-2016 dengan penampilan yang luar biasa.

Mahrez mampu membawa Leicester meraih titel perdana di Premier League sepanjang sejarah. Tidak hanya itu, gelandang berpaspor Aljazair tersebut juga mampu mencetak 18 gol dari 39 pertandingan bersama Leicester sepanjang musim lalu.

Dengan kesuksesan Mahrez tersebut, wajar jika dirinya diincar banyak klub, salah satunya adalah Arsenal. Bahkan The Gunners diklaim sudah bersedia membayarkan klausul pelepasan Mahrez yang mencapai 50 juta euro atau sekira Rp720 miliar.

Akan tetapi rumor tersebut langsung dibantah sang juru taktik Leicester, yakni Claudio Ranieri. Pria berjuluk The Tinkerman tersebut menegaskan bahwa Mahrez bakal tetap menjadi bagian dari skuad Leicester di musim 2016-2017.

“Saya rasa negosiasi mengenai Mahrez sudah berakhir saat ini. Dia akan bertahan bersama kami di musim depan. Jadi saya harap kalian (seluruh media) mengakhiri pertunjukan sirkus ini,” ucap Ranieri, seperti disadur dari Bintangbola.co , Minggu (24/7/2016).

Leicester Resmi Rampungkan Transfer Perdananya di Musim Panas 2016

BeritaBintang – Keberhasilan Leicester City menjuarai Premier League musim 2015-2016, membuat jadwal tanding mereka untuk musim depan semakin padat. Selain harus konsisten tampil di kompetisi domestik, The Foxes juga bakal mentas di Liga Champions 2016-2017.

Kondisi tersebut pun memaksa manajemen Leicester harus menambah amunisi guna menguatkan skuadnya mereka di musim baru nanti. Satu nama yang sukses didatangkan tim arahan Claudio Ranieri tersebut ialah kiper Hannover 96, Ron-Robert Zieler.

Kebenaran kabar keberhasilan Leicester tersebut memboyong Zieler diungkapkan langsung oleh situs resmi mereka beberapa saat lalu. Namun tidak jelas berapa klausul yang harus dibayarkan Leicester untuk memboyong kiper berusia 27 tahun tersebut pada musim panas 2016.

“Leicester City telah resmi mendapatkan Ron-Robert Zieler dari Hannover 96 dengan kesepakatan yang tertutup,” tulis pernyataan resmi Leicester, seperti dilaporkan oleh Bintangbola.co, Jumat (3/6/2016).

Kehadiran Zieler ke skuad Leicester pun semakin menguatkan rumor kepergian Kasper Schmeichel pada musim panas 2016. Seperti diketahui, kiper Timnas Denmark itu masuk dalam radar klub raksasa La Liga, yakni Barcelona.

Bergabung dengan Leicester Adalah Mimpi Top Skor Serie B

BeritaBintang  – PUBLIK pencinta sepakbola Inggris pasti menunggu-nunggu kejutan yang akan disuguhkan oleh Leicester City musim depan. Sang pelatih, Claudio Ranieri menegaskan bahwa dia akan berusaha mempertahankan skuadnya.

Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa dirinya akan memasukkan beberapa nama baru ke dalam susunan pemain The Foxes–julukan Leicester. Nama top skor Serie B, Gianluca Lapadula dikabarkan telah semakin dekat dengan Leicester.

Meski sempat dikaitkan dengan Juventus, Lapadula menegaskan bahwa ia ingin merapat ke Leicester, musim panas ini. Sosok Jamie Vardy dan Ranieri ternyata menjadi alasan utama Lapadula.

Pria 26 tahun itu menyatakan, sangat mengidolakan sosok Vardy. Ia juga mengaku tidak sabar berduet dengan pesepakbola asal Inggris tersebut. Menurut Lapadula, dirinya dan Vardy memiliki tipe permainan yang mirip. Ia menilai dirinya dan Vardy dapat menjadi duet mengejutkan di Premier League 2016-2017.

Sementara sosok Ranieri menjadi alasan lain Lapadula memilih Leicester. Ia menilai Ranieri pantas menyandang gelar legenda sepakbola. Sebab, pelatih berkacamata tersebut telah sukses melakukan gebrakan dengan pengantarkan Leicester meraih gelar juara Premier League pertamanya musim ini.

Wenger Puji Habis Kante

BeritaBintang  – Performa apik yang ditunjukkan gelandang Leicester City, N’Golo Kante, menghadirkan decak kagum dari manajer Arsenal, Arsene Wenger. Bahkan saking kagumnya, Wenger tak segan memuji habis pesepakbola berusia 25 tahun tersebut.

Menurut Wenger, Kante adalah salah satu pemain yang tampil luar biasa bersama Leicester musim ini. Pelatih berkebangsaan Prancis itu pun menilai Kante bisa melanjutkan performa apiknya musim depan.

“Saya pikir dia akan dimainkan di Kejuaraan Eropa (Liga Champions). Bagi saya, dia adalah salah satu pemain terbaik di Premier League musim ini,” puji Wenger, sebagaimana diwartakan BeritaBintang, Sabtu (7/5/2016).

Kante memang salah satu sosok yang berkontribusi besar dalam membawa Leicester juara Premier League 2015-2016. Sejak awal musim ini, pesepakbola berkebangsaan Prancis itu selalu menjadi andalan pelatih Claudio Ranieri di lini tengah The Foxes.

Fakta tersebut tentu membuktikan betapa percayanya Ranieri terhadap Kante. Padahal pemain berpostur mungil itu baru didatangkan ke Leicester di bursa transfer musim panas 20`5-2016, setelah sebelumnya bermain di Ligue 1 bersama Caen.

Hebat! Ranieri Lewati Catatan Mourinho, Ancelotti dan Wenger

BeritaBintang – DONGENG yang dibintangi Leicester City di Premier League turut dihiasi rekor-rekor manis. Kini, giliran aktor dari keberhasilan The Foxes, Claudio Ranieri, yang mengukir catatan apik bahkan melewati sederet pelatih-pelatih bernama besar.

Leicester mengunci titel juara Premier League setelah Tottenham Hotspur bermain 2-2 melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Selasa 3 Mei 2016. Keunggulan tujuh angka yang dimiliki Leicester atas Spurs tidak akan bisa terkejar mengingat musim menyisakan dua pekan.

Ini menjadi titel juara pertama Ranieri dalam tiga dekade kariernya sebagai pelatih. Dan sebagaimana catatan BeritaBintang, (4/5/2016), pelatih berkebangsaan Italia tersebut memecahkan rekor Jose Mourinho soal hari tersedikit sejak ditunjuk menjadi pelatih hingga mengantarkan tim menjadi juara.

Ranieri ditunjuk menjadi pelatih Leicester pada 13 Juli 2015 dan mengklaim mahkota juara Premier League pada 2 Mei 2016. Itu berarti dia hanya membutuhkan 294 hari atau unggul 38 hari dari Mourinho.

Adapun rekor Mourinho yang dipecahkan Ranieri adalah kala 2005 atau kali pertama The Special One berada di Chelsea. Pelatih berpaspor Portugal tersebut menjadi pelatih The Blues pada 2 Juni 2004 dan menjadi juara pada 30 April 2005. Tak hanya Mourinho, Ranieri juga menyalip catatan Carlo Ancelotti dan Arsene Wenger.

Pochettino Ucapakan Selamat untuk Leicester City

BeritaBintang –Hasil imbang dengan skor 2-2 dalam laga Chelsea kontra Tottenham Hotspur di Stamford Bridge, mengukir sejarah baru bagi klub Leicester City. Hasil seri itu membaut The Foxes dipastikan menyabet gelar juara Premier League musim 2015-2016.

Untuk pertama kalinya, klub yang berbasis di pusat kota Leicester tersebut, membawa pulang trofi gelar juara Premier League. Atas hasil menakjubkan yang diperoleh Leicester, pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino langsung mengucapkan selamat.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Leicester dan Claudio Ranieri dan seluruh pemain maupun penggemar. Kami sebenarnya kecewa, namun kami telah berusaha hingga akhir. Meski saya kecewa, namun saya sangat bangga dengan kinerja pemain saya,” tulis Pochettino, mengutip dari Indowins, Selasa (4/5/2016).

“Kami berjuang melawan Chelsea dan mereka menunjukkan rasa hormat yang besar kepada kami. Ini merupakan pertandingan sepakbola dan kami semua laki-laki dan harus menunjukkan kekuatan. Kami memiliki kesempatan di masa depan, namun kami harus realistis dangn mengucapkan selamat kepada pemain kami. Musim depan kami harus lebih kuat dari musim ini dan mencoba jadi pemenang dalam lomba,” tambahnya.

Leicester Ukir Sejarah Baru

BeritaBintang – Leicester City menjadi kejutan paling besar dalam persepakbolaan Eropa musim ini. Usai mengalahkan Sunderland dengan skor 0-2 pada Minggu 10 April 2016, pasukan Claudio Ranieri tersebut bahkan mengukir rekor baru.

Bermain di hadapan publik lawan yakni Stadium of Light sama sekali tidak membuat Leicester gentar. Akan tetapi, The Foxes baru bisa mencetak gol pada menit 66 melalui Jamie Vardy. Pemain yang sama kembali mencetak gol pada menit krusial babak kedua.

Kemenangan ini sekaligus memperkokoh posisi puncak Leicester di klasemen sementara Premier League dengan 72 angka. Banyak yang meramal bahwa Riyad Mahrez dan kawan-kawan akan menjadi juara lantaran kompetisi tinggal menyisakan lima partai.

Adapun usai membekuk Sunderland, Leicester mencatatkan rekor. Sebagaimana catatan Opta, Leicester memiliki lima clean sheet secara beruntun di Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Clean sheet Leicester tersebut dicatatkan saat melawan Watford, Newcastle United, Crystal Palace, Southampton, dan Sunderland. Adapun lima pertandingan sisa Leicester adalah kontra West Ham United, Swansea City, Manchester United, Everton, dan Chelsea.

Leicester Juara, Bandar Judi Tekor Rp184 M

BeritaBintang – Kejutan Leicester City di Liga Primer musim ini membuat rumah taruhan Inggris bersiap merogoh kocek besar untuk membayar petaruh yang menginvestasikan dananya untuk The Foxes. Jika pasukan Claudio Ranieri itu juara, rumah taruhan sedikitnya akan kehilangan USD14 juta atau Rp184 miliar.

Leicester melanjutkan dongengnya setelah menang 1-0 atas Southampton dalam lanjutan Liga Primer Inggris di King Power Stadium, Minggu (4/3/2016). Gol tunggal The Foxes dikemas Wes Morgan pada menit ke-38. Leicester kokoh di puncak klasemen dengan 69 poin dalam sisa enam laga. Unggul tujuh angka atas Tottenham Hotspur (peringkat 2) yang mengemas 62 poin setelah ditahan Liverpool 1-1.

Situasi itu menjadikan pemilik rumah taruhan menjadi ketar-ketir karena mereka harus menyiapkan banyak uang untuk membayar pertaruh jika Leicester juara. Hal itu lantaran rumah taruhan tidak mengunggulkan Leicetser di awal musim dan berani memasang 5000/1 (pasang satu dapat 5000) apabila Leicester juara.

Menurut juru bicara William Hill Graeme Sharpe, kini Leicester menjadi mimpi buruk bagi rumah judi. “Dongeng indah masih hidup dalam angan para petaruh. Tapi, bagi rumah taruhan, mimpi buruk akan menjadi kenyataan,” katanya dilansir ESPN.

Sharpe mengungkapkan, ada 25 pertaruh yang memasang Leicester di awal musim dengan perbandingan 5000/1. Pihaknya sudah merayu para penjudi untuk melepas taruhannya setelah Leicester menang atas Southampton.

Sebelumnya, pada sesi Jumat (1/4/2016), William Hill menawarkan USD4.019 (Rp53 juta) untuk setiap USD1,42 yang ditaruhkan pada Leicester City. William Hill berusaha membuat kesepakatan dengan memikat orang-orang yang telah bertaruh pada The Foxes di angka 5000/1. Pada Sabtu, tawaran itu naik menjadi USD4.121. Dan setelah menang Minggu, menjadi USD4.659 untuk masing-masing uang taruhan senilai USD1,42.

William Hill mengungkapkan, mereka pun sudah membuat penawaran dengan beberapa penjudi untuk mencairkan uangnya. Seorang pria bernama Leigh Herbert, yang tinggal di Leicester, menguangkan USD2,84 dari taruhan USD7,10. Leigh mendapat USD8.028,74 (Rp105,7 juta) untuk mengambil 40% dari taruhannya.

Leicester Adalah Tim “Rock’n’Rol”

BeritaBintang –    Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri, menyebut bahwa The Fox adalah tim rock’n’rol. Sebab, dengan kedalam skuad yang tidak diunggulkan, klub yang bermarkas di King Power tersebut mampu membuat kejutan di musim ini.

Memulai tahun kedua sejak promosi musim 2014 lalu, Leicester mampu membuat kejutan dengan menguasai tangga klasemen hingga pekan ke-26 Premier League. Bahkan Jamie Vardy dan kawan-kawan baru merasakan tiga kali kekalahan di musim ini.

Selain itu, Ranieri juga memuji kerja sama tim yang diperlihatkan para pemainnya. Para pemain dari setiap lini selalu bahu membahu untuk membawa pulang tiga angka bagi para pendukungnya.

“Saat saya pertama kali tiba di sini, saya bilang kepada para pemain, kami tidak memiliki pemain hebat, tapi kami memiliki 11 pria seperti tim lainnya dan kami tidak butuh banyak perhatian untuk menunjukan siapa kami. Cukup berikan saya penampilan yang terbaik, dan menang atau kalah tidak masalah,’’  ucap Ranieri, seperti dikutip dari BintangBola , Kamis (18/2/2016).

“Ya, kami adalah tim yang rock’n’rol, Anda bisa katakan seperti itu. Sebenarnya, kami memiliki kerja sama tim yang baik di mana setiap orang saling membantu untuk mencapai hasil positif, dan saya tidak pernah melihat yang seperti ini,” pungkas pelatih asal Italia itu.