CIA

Adik Fidel Castro Enggan Datangi Pemakaman

BeritaBintang – Juanita Castro, adik perempuan dari mendiang mantan Presiden Kuba, Fidel Castro, yang telah tinggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, selama beberapa dekade, dikabarkan tidak akan datang dalam acara pemakaman, seperti yang dilansir Bandar Bola Terbaik pada Senin(28/11).

“Saya ingin mengklarifikasi isu yang beredar, kalau saya akan datang ke Kuba untuk pemakaman. Saya ingin menyatakan kalau tidak akan kembali ke sana dan tidak akan berencana untuk datang ke pemakamannya,” kata Juanito, seperti yang dikutip dari El Nuevo.

“Saya tidak merayakan kematian seseorang, meskipun ia berbagi nama keluarga dengan saya. Sebagai adik Fidel, saya akan melalui semua itu,” lanjutnya.

Presiden Kuba Raul Castro, adik laki-laki dari Castro, telah mengumumkan kabar kematian kakaknya melalui siaran televisi nasional pada Sabtu dini hari.

Castro dan Raul adalah kakak beradik dari tujuh bersaudara.

Juanita, yang lahir pada 1933, Linkalternatif.info menjadi anggota keluarga pertama yang berani menentang kebijakan komunis kakaknya.

Ia telah tinggal di Miami sejak 1964, dan dikabarkan juga bekerjasama dengan CIA untuk menggulingkan kekuasaannya.

Ternyata ini Alasan Amerika Beri Pesawat Hercules Bekas yang Jatuh di Medan

BeritaBintang – Bicara berkaitan pesawat Hercules C-130B yg jatuh di Medan, Selasa (30/6/2015), dapat mengambil kita terhadap zaman kedigdayaan Indonesia di masa-masa awal kemerdekaan.

Lebih-lebih, ada kaitan erat antara Hercules C-130B bersama Soekarno, John F Kennedy, & CIA.

Indonesia ialah negeri mula-mula di luar Amerika Serikat yg dikasih wewenang utk memanfaatkan pesawat yg dikenal mempunyai rancangan keselamatan & kemanan yg tinggi tersebut.

Kedatangan pesawat yg mahir utk jalankan pengiriman logistik ke bermacam wilayah terpencil ini, baik kepentingan militer ataupun kemanusiaan, tak bakal dilepaskan dari sosok Presiden mula-mula Indonesia, Soekarno.

Berkat kepiawaiannya bernegosiasi, Soekarno sukses menciptakan Presiden AS disaat itu, John F Kennedy, menyetujui permintaan Soekarno buat dikasih 10 pesawat Hercules C-130B.

Pasti saja Soekarno tak asal meminta, kesuksesan penangkapan Allen Pope, penerbang CIA jadi alasannya.

Berita Online

Pope yg ikut beri dukungan pemberontakan Permesta di penghujung dasawarsa 1950-an dijadikan “alat tukar” oleh Soekarno.

Bersama kata lain, Allen Pope dapat dikembalikan ke AS kalau Kennedy bersedia mengirimkan 10 pesawat Hercules ke Indonesia.

Pengirimannya juga tak sembarangan.

Bersama jarak mencapai 13.000 mil, pengiriman Hercules dari pabriknya di AS yaitu pengiriman pesawat terbang memanfaatkan kapal feri terjauh di dunia, sampai sekarang ini.

Kala itu, Indonesia sedikit “kewalahan” meneyediakan ruangan “parkir” Hercules dikarenakan ukurannya yg gede tak sebanding bersama ukuran landasan hawa – landasan hawa di Indonesia ketika itu.

Kebanggan lain bersama mempunyai Hercules disaat itu yaitu tehnologi Hercules diwaktu itu yg sanggup dibilang teramat maju di zamannya.

Tonton saja, pesawat angkut berat jarak jauh ini di desain husus oleh Clarence “kelly” Johnson.

Sosok enjinir bertangan dingin ini dikenal yang merupakan pendiri Skunk Works, divisi kusus dibawah pabrik Lockheed, AS, yg menspesialisasikan diri menciptakan terbang bersama rancangan tidak umum.

Dirinya contohnya sempat sukses membuat desain F-117A Nighthawk yg sangat fenomenal, dikarenakan dikenal teramat susah diterbangkan bersama system kemudi konvensional.

Sbg perancang mutlak Hercules, Kelly Johnson dipuji sebab sanggup membuat rancangan pesawat ini mendarat & lepas landas di & dari landasan pendek yg tidak beraspal, bersama tonase tinggi.

Inilah Daftar 40 Negara Asal Anggota ISIS

BeritaBintang – Berdasarkan datanya, tampaknya cukup banyak juga yang datang dari negara Barat.

Beberapa hari ini, Indonesia ribut soal belasan WNI yang hilang di Turki dan diduga bergabung dengan kelompok ISIS atau Islamic State. Sebelumnya, belum lama ini, Menko Polhukam sendiri bahkan pernah mengaku bahwa ada banyak WNI yang diduga bergabung dengan ISIS.

Benarkah demikian? Berdasarkan catatan sejumlah organisasi maupun pemberitaan media internasional, sebenarnya belum ada data pasti (resmi) yang menunjukkan adanya warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS, khususnya di kawasan Irak dan Suriah sana. Apalagi terkait jumlahnya, yang sama sekali tidak bisa dipastikan.

Sementara terkait jumlah anggota atau tentara ISIS sendiri, pada September 2014 lalu misalnya, sebagaimana diberitakan CNN, lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) CIA hanya bisa memprediksi jumlahnya mencapai 20.000 sampai 31.500 orang. Di antara jumlah tersebut, menurut sumber CIA, sebanyak lebih dari 15.000 diperkirakan adalah warga asing, termasuk di dalamnya sekitar 2.000 warga negara-negara Barat. Total, sumber CIA memperkirakan mereka berasal dari tak kurang 80 negara.

Sedangkan pada November 2014 lalu, seorang pejabat pemerintahan Kurdi di Irak, menyebutkan angka perkiraan yang jauh lebih besar. Seperti diberitakan Independent, Fuad Hussein, nama Kepala Staf Presiden Massoud Barzani, itu memperkirakan jumlah anggota ISIS setidaknya mencapai 200.000 orang. Dia memperhitungkan itu antara lain dengan melihat kawasan yang dikuasai ISIS, yang menurutnya mencapai masing-masing sepertiga daerah di Irak maupun di Suriah, serta kenyataan aktifnya ISIS melakukan aksi militer di berbagai tempat.

Akan halnya terkait data negara-negara asal anggota ISIS dari luar Irak dan Suriah, sejauh ini memang belum ada angka resmi yang dimunculkan. Namun data dari International Centre for the Study of Radicalisation and Political Violence (ICSR) yang dirilis akhir Januari 2015 ini, setidaknya bisa menjadi ukuran. Untuk diketahui, lembaga yang berbasis di London ini sudah dikenal antara lain sebagai salah satu konsultan pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Berikut data negara-negara asal anggota ISIS –yang hanya disebut sebagai kelompok militan di Irak dan Suriah– versi ICSR, yang dibagi menjadi kelompok negara-negara Eropa Barat serta negara-negara lainnya:

Eropa Barat
-Austria (100-150 orang yang diperkirakan sudah bergabung)
-Belgia (440)
-Denmark (100-150)
-Finlandia (50-70)
-Prancis (1.200)
-Jerman (500-600)
-Irlandia (30)
-Italia (80)
-Belanda (200-250)
-Norwegia (60)
-Spanyol (50-100)
-Swedia (150-180)
-Swiss (40)
-Inggris/UK (500-600)

Negara-negara atau bangsa (kawasan) lainnya:
-Afghanistan (50)
-Albania (90)
-Aljazair (200)
-Australia (100-250)
-Bahrain (12)
-Bosnia (330)
-Kanada (100)
-Cina (300)
-Mesir (360)
-Israel/Palestina (120)
-Yordania (1.500)
-Kazakhstan (250)
-Kosovo (100-150)
-Kuwait (70)
-Kyrgyzstan (100)
-Lebanon (900)
-Libya (600)
-Makedonia (12)
-Maroko (1.500)
-Selandia Baru (6)
-Pakistan (500)
-Qatar (15)
-Rusia (800-1.500)
-Arab Saudi (1.500-2.500)
-Serbia (50-70)
-Somalia (70)
-Sudan (100)
-Tajikistan (190)
-Turki (600)
-Turkmenistan (360)
-Tunisia (1.500-3.000)
-Ukraina (50)
-Uni Emirat Arab (15)
-Amerika Serikat (100)
-Uzbekistan (500)
-Yaman (110)

*Catatan: ICSR menggarisbawahi bahwa angka-angka itu hanya perkiraan, meski berdasarkan apa yang coba mereka kumpulkan dari data resmi pemerintah masing-masing. Selain itu, disebutkan bahwa sekitar 5-10 persen dari angka itu mungkin sudah berkurang, baik karena tewas dalam peperangan, maupun pulang (keluar dari ISIS).