Choi Soon-sil

Presiden Korsel Tolak Diperiksa Jaksa soal Korupsi

BeritaBintang – Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menolak untuk diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi. Pemeriksaan semula direncanakan akan dilakukan pekan ini.

“Sayang sekali, Presiden tidak dapat memenuhi permintaan pemeriksaan oleh jaksa, 29 November ini,” kata pengacara Park, Yoo Yeoung-ha dalam pernyataan pers yang dilansir Agen Bola Online, Selasa (29/11).

Dia mengatakan kliennya mesti berurusan dengan “situasi yang berkembang cepat” sehingga tidak sempat meladeni permohonan jaksa untuk memeriksanya.

Sang pengacara sebelumnya juga sempat menyebut kliennya akan mempersiapkan diri untuk menjalani penyelidikan oleh jaksa khusus yang akan dilaksanakan bulan depan, alih-alih meladeni permintaan ini.

Park menolak pemeriksaan meski sebelumnya sempat menyatakan siap menghadapi penyelidikan apapun dan akan menanggung hukuman jika terbukti bersalah.

Dalam kasus ini, Park diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana sumbangan yang melibatkan sahabatnya, Choi Soon-sil. Saat ini,Linkalternatif.info Choi sudah mendekam di penjara.

Karena kasus ini, Park mendapatkan berbagai tekanan publik untuk mengundurkan diri dari kekuasaan. Upaya pemakzulannya pun sudah bergulir di parlemen.

Jaksa menduga ada keterlibatan Park dalam kasus yang menjerat Choi karena ada indikasi dia menekan sejumlah perusahaan besar untuk menyalurkan uang dan mendukung berbagai kebijakannya.

Tuduhan tersebut ditampik oleh Park dan pengacaranya.

Selama lima pekan terakhir, warga terus-menerus turun ke jalan stiap akhir pekan di ibu kota Seoul. Unjuk rasa ini disebut sebagai demonstrasi terbesar semenjak gerakan demokrasi 1987 silam.

Kantor Lotte Digeledah Terkait Korupsi Teman Presiden Korsel

BeritaBintang – Setelah memeriksa Samsung, kini penyelidik Korea Selatan menggeledah kantor Lotte Group dan SK Group dalam rangkaian pengusutan skandal penyalahgunaan dana sumbangan oleh Choi Soon-sil, sahabat dan orang kepercayaan Presiden Park Geun-hye.

Juru bicara Agen Bola Online Group mengonfirmasi kepada Yonhap bahwa kantor mereka digeledah pada Jumat (25/11), tapi tak memberikan keterangan lebih lanjut. Sementara itu, juru bicara SK Group belum dapat memberikan informasi terkait kabar penggeledahan ini.

Park dan Choi kini tengah diselidiki atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan untuk menekan sejumlah perusahaan besar Korsel agar menyumbangkan jutaan dolar pada yayasan penggalangan dana yang mendukung kebijakan Park mempromosikan komunitas budaya dan olahraga.

Serupa dengan Samsung, kedua perusahaan ini diduga memberikan uang kepada organisasi milik Choi dengan imbalan yang berkaitan dengan lisensi bebas pajak dari pemerintah.

Masih berkaitan dengan skandal ini, penyelidik juga dilaporkan menggeledah Kementerian Keuangan dan Badan Bea Cukai Korsel.

Dalam penyelidikan sejauh ini, otoritas Korsel sudah menangkap Choi dan seorang mantan ajudan Park, An Chong-bum, atas tuduhan melakukan kolusi dalam upaya menekan perusahaan agar memberikan dana kepada yayasan yang menjadi pusat skandal ini.

Dakwaan yang dijatuhkan kepada Choi dan An pada Minggu (20/11) menjadi tantangan besar bagi Park untuk mempertahankan posisinya di kancah perpolitikan Korsel. Jaksa juga menetapkan Park terlibat sebagai kaki tangan dalam skandal korupsi dan pembocoran dokumen negara.

Berdasarkan konstitusi Korsel, seorang presiden tidak dapat didakwa atas tindakan kriminal oleh jaksa selama masih menjabat.Linkalternatif.info Namun, keputusan jaksa ini jelas semakin melemahkan otoritas Park sebagai presiden dan menyebabkan beberapa partai di parlemen mulai membicarakan upaya pemakzulan Park.

Partai Rakyat yang beroposisi dengan pemerintah Korsel pun mulai mengumpulkan tanda tangan di kalangan anggota parlemen untuk gerakan pemakzulan terhadap Park dari Gedung Biru, kantor kepresidenan Korsel.

Jika mosi pemakzulan itu lolos dari parlemen, selanjutnya akan ditinjau kembali oleh Mahkamah Konstitusi Korsel. Mosi tersebut dapat lolos di tingkat MK jika setidaknya enam dari sembilan hakim setuju.

Desakan pemakzulan Park semakin kuat karena warga terus menggelar aksi unjuk rasa mendesak sang presiden untuk lengser. Pada Sabtu (12/11), massa berjumlah ratusan ribu orang mengikuti aksi demonstrasi di Seoul. Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan dalam pekan itu, menyebabkan reputasi dan popularitas politik Park menurun drastis.