Chile

Final Copa America 2016: Satu Langkah Messi Menuju Sejarah

BeritaBintang Lionel Messi sukses mengantarkan Argentina maju ke final Copa America untuk kali kedua secara beruntun. Final Copa America 2016 kontra Chile pun menjadi kesempatan Messi untuk menorehkan sejarah hebat bersama La Albiceleste.

Melihat catatan prestasi Messi bersama Barcelona dan Argentina memang seperti langit dan bumi. Di Barca, Messi adalah tokoh utama di balik puluhan gelar yang masuk lemari trofi mereka. Sangat berbeda dengan kiprahnya bersama Argentina.

Hingga kini, tak satu pun trofi yang sukses disumbangkan Messi buat Argentina. Hal yang bisa dibanggakan Messi adalah saat ia menyumbangkan gelar Piala Dunia U-20 2005 dan medali emas Olimpiade 2008. Tentu, itu bukan gelar yang bergengsi bagi pemain sekaliber Messi.

Sejatinya, sudah beberapa kesempatan emas yang dilewatkan Messi bersama Argentina. Kesempatan pertama datang di final Copa America 2007. Sayang, saat itu Argentina dipermalukan Brasil tiga gol tanpa balas di final.

Kesempatan selanjutnya datang pada Piala Dunia 2014. Sialnya, lagi-lagi hanya status runner up yang dipersembahkan Messi buat Argentina. Di final, Argentina menyerah 0-1 dari Jerman. Dan, Messi memiliki kesempatan ketiga kala mengantarkan Argentina ke final Copa America 2015. Ironisnya, lagi-lagi Messi harus tertunduk lesu setelah Argentina kalah dari Chile lewat adu penalti.

Kini, pemain berusia 29 tahun itu memiliki kesempatan untuk menuntaskan dendam sekaligus menorehkan sejarah bersama Argentina. La Albiceleste akan berlaga pada final Copa America 2016 di MetLife Stadium, Senin (27/6/2016) pagi.

“Saya pikir apa yang telah dilakukan tim ini, mencapai tiga final berturut-turut, itu adalah sesuatu yang mengesankan. Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya dengan kemenangan. Itu karena kami layak mendapatkan hal tersebut,” tutur Messi seperti dikutip Panduan Judi Online.

Messi sendiri baru saja mengukir rekor hebat di Copa America. Satu gol ke gawang Amerika Serikat membuat dirinya berhak menyandang status sebagai Top Scorer Argentina sepanjang masa. Ia melampaui torehan Gabriel Batistuta.

Messi kini telah mencetak 55 gol dalam 112 pertandingan internasional. Sedangkan, Batistuta membuat 54 gol di 77 partai. Torehan gol Messi di timnas Argentina bisa semakin membengkak mengingat La Pulga masih di usia produktif.

Ini 10 kolam renang mewah di dunia, ada di Indonesia juga lho!

BeritaBintang –   Melakukan perjalanan ke seluruh dunia rasanya nggak lengkap kalau belum berkunjung ke tempat-tempat mewah sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan. Apalagi kalau pemandangan itu bisa kita nikmati hanya dengan melakukan kegiatan sederhana seperti berenang. Eits jangan salah, meski hanya berenang tapi kamu renangnya di kolam renang mewah, lho. Duh berasa dunia cuma milik kamu deh.

Udah gitu, dengan berenang tubuh bisa lebih santai sekaligus olahraga. Siapa coba yang nggak mau? Tapi dimana ya kolam renang mewah yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Nih, 10 kolam renang mewah dan terindah di dunia yang udah Panduan Bermain Judi  rangkum dari Likes, Minggu (24/3). Eh, ada di Indonesia juga lho!

1. Aquaria Granda, Mumbai

Aquaria Granda, Mumbai ( By : KamusJudi.com )

2. The Cambrian, Adelboden

The Cambrian, Adelboden ( By : KamusJudi.com )

3. Ubud Hanging Gardens, Bali

Ubud Hanging Gardens, Bali ( By : KamusJudi.com )

4. San Alfonso del Mar, Chile

San Alfonso del Mar, Chile ( By : KamusJudi.com )

5. The Library, Thailand

The Library, Thailand ( By : KamusJudi.com )

6. Marina Bay Sands Skypark, Singapore

Marina Bay Sands Skypark, Singapore ( By : KamusJudi.com )

7. Portillo Ski Resort, Chile

Portillo Ski Resort, Chile ( By : KamusJudi.com )

8. Zodiac Pool, Umaid Bhawan Palace, India

Zodiac Pool, Umaid Bhawan Palace, India ( By : KamusJudi.com )

9. Jade Mountain, St. Lucia, Hindia Barat

Jade Mountain, St. Lucia, Hindia Barat ( By : KamusJudi.com )

10. One & Only Reethi Rah, Maldives

One & Only Reethi Rah, Maldives ( By : KamusJudi.com )

Chelsea v Manchester City: Final Kepagian

BeritaBintang – Manchester City akan bertandang ke markas Chelsea, Stamford Bridge, Minggu (21/2/2016) di babak kelima Piala FA. Selain pertaruhan nama besar, City berambisi memenangkan laga ini untuk menghindari tren negatif menyusul dua kekalahan beruntun yang dialami skuat asuhan Manuel Pellegrini ini.

City tentu tak ingin menelan tiga kekalahan beruntun setelah sebelumnya ditaklukkan Leicester City dan Tottenham.

The Citizens sebenarnya tidak memprioritaskan ajang ini. City lebih mengutamakan Premier League dan Liga Champions. “Kami ingin lolos ke perempat final Liga Champions,” kata Pellegrini.

Pellegrini pantas ingin lebih fokus di liga. Ambisi mereka ingin meraih juara Liga Inggris saat ini mulai menghadapi hambatan. City saat ini tercecer di posisi 4 (47) selisih 6 poin dengan pamuncak klasemen Leicester City.

Pellegrini juga sebelumnya secara terang-terangan mengaku keberatan dengan penempatan jadwal putaran kelima Piala FA. Pasalnya, mereka kini hanya mempunyai jeda waktu tiga hari jelang bertandang ke markas Dynamo Kyiv pada babak 16 besar leg pertama Liga Champions.

Karena itu, Pellegrini menyatakan akan menurunkan pemain mudanya saat menghadapi Chelsea. Namun, pelatih asal Chile ini tetap akan memainkan beberapa pemain seniornya untuk penyeimbang tim.

Salah satunya Pablo Zabaleta. Pemain sarat pengalaman ini akan bertugas mengawal lini belakang City dari gempuran Chelsea, yang tak terkalahkan dalam 12 pertandingan domestik sejak kepergian Jose Mourinho.

“Chelsea salah satu favorit menjuarai Piala FA dan saya dengar Guus Hiddink menganggap laga ini layaknya final, jadi ada ekspektasi tinggi bagi mereka untuk memenangkan laga ini,” ucap Zabaleta di laman resmi City.

City pernah mengalahkan Chelsea di kompetisi yang sama pada tahun 2014, dan kemenangan membanggakan di semifinal 2013.

Kondisi sebaliknya terjadi di tubuh Chelsea. The Blues siap menurunkan formasi terkuatnya setelah kekalahan 1-2 dari Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions.

“Tidak banyak perubahan karena kita memandang semua kompetisi ini sangat serius,” kata pelatih interim Chelsea, Guus Hiddink.

“Saya pikir [City] sedikit beruntung dalam pertandingan terakhir, namun memang tim besar selalu bereaksi,” ujar Hiddink, yang pernah mengangkat trofi Liga Premier bersama Chelsea pada 2009.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Chelsea sudah menunjukkan permainan bagus. Sebelum ditaklukkan PSG, Chelsea sukses melindas Newcastle 5-1, dan imbang melawan Manchester United.