CBU

Mercedes Benz Indonesia Pelajari Kemungkinan Rakit Lokal Plug In Hybrid

BeritaBintangMercedes Benz Indonesia Pelajari Kemungkinan Rakit Lokal Plug In Hybrid

Mobil plug in hybrid Mercedes Benz E 350 e bakal diperkenalkan pada 10 Agustus bersamaan dengan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Namun, Mercedes Benz Indonesia (MBINA) belum berencana langsung menjual mobil ramah lingkungan ini di Tanah Air, melainkan baru sebatas memberikan edukasi sekaligus melihat bagaimana respons dari konsumen. Bila direspons positif, tidak menutup kemungkinan Mercedes Benz akan memasarkannya.

“Kami masih mempelajari kondisi saat ini di pasar. Bila antusiasnya tinggi pasti kami akan mempelajari juga dan akan menyesuaikan dengan startegi kendaraan penumpang Mercedes Benz di Indonesia,” ujar Dennis Kadaruskan, department manager public relations MBINA, di Bandung, Kamis 20 Juli 2017.

Jika hasil evaluasi ternyata E 350 e direspons baik oleh konsumen pihaknya akan memboyong atau memasarkan mobil ini bisa dalam bentuk completely built up (CBU) atau completely knocked down (CKD).

{ Baca Juga, ” 7 Jembatan Terindah di Indonesia, Suramadu Salah Satunya ” }

“Kami akan melihat kondisi apa yang terbaik dan sesuai dengan kondisi yang berlaku untuk Indonesia, apakah itu CBU atau CKD, itu nanti yang akan diputuskan. Kami tidak pernah menutup kemungkinan untuk merakit lokal,” terang Dennis.

Seperti diketahui Mercedes Benz memiliki fasilitas perakitan kendaraan di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Beberapa model kendaraan Mercedes Benz sudah dirakit di sana, di antaranya C Class dan E Class.

Mercedes Benz E 350 e menggunakan mesin bensin tipe M274 DE 20 AL berkapasita 2 liter sama seperti yang digunakan oleh C 350 e. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekuat 208 hp dan torsi puncak 350 nm. Mesin dihubungkan ke motor listrik yang diklaim memiliki tenaga sebesar 87 hp dengan torsi 440 nm. Bila keduanya dikombinasikan maka tenaga yang dihasilkan E 350 e bisa mencapai 281 hp dan torsi 550 nm.

Sedan yang berada di keluarga E-Class ini sudah lebih dulu diperkenalkan di Malaysia pada April 2017. Mobil ini sudah dirakit secara lokal atau completely knocked down (CKD).

Selain memperkenalkan E 350 e, Mercedes Benz Indonesia juga bakal meluncurkan tiga model baru lainnya di GIIAS 2017, yakni new E 300 Coupe yang mendapat gelar World Luxury Car 2017 oleh World Car Award dan dua kendaraan performa tinggi, yakni model AMG E 43 dan AMG GT R.

Tiga Alasan Orang Indonesia Tak Tertarik dengan Keicar

BeritaBintang –PT Astra Daihatsu Motor (ADM) agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia pernah memamerkan tiga keicar di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun lalu. Ketiganya adalah Move, Wake, dan Cocoa. Meski sudah dipamerkan Daihatsu tidak berniat menjualnya di pasar Indonesia.

Menurut Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra, keicar banyak yang suka tapi tidak dijual. “Karena harganya enggak cocok dengan harapan konsumen,” paparnya.

Lebih lanjut, Amel mengungkap tiga alasan mengapa orang Indonesia tidak tertarik untuk mempunyai keicar, “Di Indonesia kalau mobil bentuk kotak agak kurang disukai, ada yang suka tapi terbatas. Kedua, kapasitas mesin (cc), mobil keicar yang 660 cc itu buat mereka bertanya-tanya peformanya. Ketiga harganya dari Jepang ke Indonesia dengan kondisi utuh atau (CBU) pajak itu menjadikan mobil akan mahal harganya,” terang Amel.

Berbeda dari Indonesia, Keicar Daihatsu sangat laku di Jepang, bahkan selalu unggul dalam hal penjualan.

Market share Keicar Daihatsu di Jepang nomor satu, itu tahun lalu. Tahun ini sampai Mei 2016 juga nomor satu,” pungkas Amel.

Di Jepang, Daihatsu memiliki beragam varian keicar. Dalam satu tahun total keicar yang berhasil dijual oleh Daihatsu sebanyak 800 unit.

Sepanjang 2015, Total Eskpor Toyota Indonesia Tembus 169.000 Unit

BeritaBintang –   PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat total penjualan ekspor kendaraan merek Toyota dalam bentuk utuh (Completely Built-up Unit/CBU) sepanjang 2015 (Januari-November) menembus angka 169.000 unit.

Angka ini telah melebihi total ekspor TMMIN pada 2014 periode Januari-Desember sebanyak 160.000 unit.

“Dengan segala dukungan dari seluruh rantai pasok Toyota di Indonesia, kami optimis bahwa target penjualan ekspor tahun 2015 akan dapat tercapai dengan baik. Di sisa satu bulan terakhir, kami berharap selisih 6.000 unit CBU dapat dikejar sesuai dengan yang direncanakan,” kata I Made Dana Tangkas, direktur korporasi dan hubungan eksternal TMMIN, dalam keterangan resminya.

Penyumbang terbesar eskpor sepanjang tahun ini datang dari Vios dengan jumlah 48.000 unit, Fortuner 42.000 unit, Kijang Innova 14.000 unit, serta 65.000 unit model ekspor lainnya yaitu Yaris, Avanza, Rush, Agya, dan Town Lite/Town Ace.

Performa ekspor TMMIN telah mencapai 97 persen dari target yang ditetapkan Toyota untuk tahun ini berjumlah 175.000 unit.

Masa Depan Chevrolet Spin di Indonesia Masih Teka-teki

BeritaBintang – General Motors Indonesia belum memutuskan nasib Chevrolet Spin di pasar domestik. Masih belum jelas apakah kendaraan MPV itu dihadirkan dalam status completely built up (CBU) alias diimpor utuh dari negara lain.

Maklumlah, pabrik Chevrolet Spin di Bekasi, Jawa Barat, resmi dihentikan. Meski begitu, GM Indonesia menjamin stoknya tetap aman sampai akhir tahun ini. Sayang, tak dijelaskan yang dimaksud dengan ‘stok aman’ itu berapa banyak.

Masa depan Chevrolet Spin pelan-pelan mulai ada titik terang. Presiden Direktur GM Indonesia baru, Gaurav Gupta mengaku sedang dalam proses riset untuk memindahkan produksi Spin ke India.

Hanya, dia tak memberi ketegasan apakah GM Indonesia tetap mempertahankan Spin sebagai line up untuk pasar Indonesia. ”Masa depannya masih dibicarakan,” katanya Gaurav di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

GM Indonesia sendiri sudah bergeser statusnya dari manufaktur menjadi distributor setelah penutupan pabrik.

Pajak Impor Naik, Maserati Bakal Umumkan Harga Baru Pekan Depan

BeritaBintang – Satu per satu merek-merek premium yang selama ini mengandalkan suplai dari impor kendaraan utuh (completely built up/CBU) mulai mengeluh.

Keputusan pemerintah menaikan pajak bea masuk (BM) impor CBU dari 40 persen menjadi 50 persen dipastikan akan mengganggu bisnis mereka.

Setelah Garansindo Inter Global (pemasar merek Fiat-Chrysler), BMW Group Indonesia, dan Ferrari Jakarta, kini Maserati Indonesia juga mengungkap hal serupa.

“Jujur saja berat karena itu (kenaikan BM impor) setelah kita resmi masuk pada akhir tahun lalu. Kita sudah melakukan adjusment harga mulai dari perubahan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah – berlaku sejak Maret 2014), kami tetap mau memberikan harga terbaik,” kata Ismail Ashlan, Public Relation Manager Masertati Indonesia kepadaKompasOtomotif, Kamis (30/7/2015).

Ismail mengatakan, kondisi perekonomian kini sedang sulit karena pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup mengagetkan menembus Rp 13.000. Proses peresmian peraturan baru pemerintah tentang bea masuk dianggap mendadak dan minimnya sosialisasi yang dilakukan menjelang pelaksanaan pada 23 Juli, juga disesalkan.

“Sekarang kita harus sekali lagi melakukan adjusment harga karena adanya peraturan pemerintah. Kalau dipersulit sih enggak, yang menghadapi ini kita semua. Semua main di lapangan yang rata. Kami merasa tidak dipersulit tapi pilihan waktunya tidak tepat, karena penjualan turun terus,” ujar Ismail.

Kini Maserati Indonesia akan melakukan yang terbaik untuk bertahan. Harga baru sudah ditetapkan tapi baru bisa diumumkan dua pekan lagi.