Carlos Sainz

Pemilihan Ban Rio Haryanto di GP Spanyol

BeritaBintang –Formula One (F1) memasuki seri kelima musim 2016 di Barcelona, Spanyol. Pada seri tersebut, pembalap Manor Racing, Rio Haryanto, lebih banyak menyediakan ban bertipe soft ketimbang ban medium dan hard.

Sebagaimana dimuat akun Twitter resmi Indowins, Sabtu (14/5/2016), Rio memilih untuk menyediakan dua ban bertipe hard, lima ban bertipe medium, dan enam ban bertipe soft. Pemilihan ban pembalap berusia 23 tahun itu sama dengan yang dipilih oleh rekan setimnya Pascal Wehrlein.

Bukan hanya pembalap Manor yang memilih komposisi ban seperti itu. Selain Rio dan Wehrlein, pembalap lain yang memilih komposisi ban yang sama adalah Carlos Sainz, Nico Hulkenberg, dan Sergio Perez.

Sejatinya, secara keseluruhan para pembalap F1 kali ini memang lebih banyak menyiapkan ban bertipe soft ketimbang medium dan hard. Hanya beberapa driver saja yang lebih banyak menggunakan medium.

Berikut daftar lengkap komposisi ban yang dipilih para pembalap F1 untuk GP Spanyol:

1. Lewis Hamilton: 1 hard, 5 medium, 7 soft

2. Nico Rosberg: 1 hard, 5 medium, 7 soft

3. Sebastian Vettel: 1 hard, 4 medium, 8 soft

4. Kimi Raikkonen: 1 hard, 4 medium, 8 soft

5. Felipe Massa: 1 hard, 5 medium, 7 soft

6. Valtteri Bottas: 1 hard, 5 medium, 7 soft

7. Daniel Ricciardo: 2 hard, 4 medium, 7 soft

8. Max Verstappen: 2 hard, 4 medium, 7 soft

9. Nico Hulkenberg: 2 hard, 5 medium, 6 soft

10. Sergio Perez: 2 hard, 5 medium, 6 soft

11. Kevin Magnussen: 2 hard, 4 medium, 7 soft

12. Jolyon Palmer: 1 hard, 5 medium, 7 soft

13. Danil Kvyat: 1 hard, 6 medium, 6 soft

14. Carlos Sainz: 2 hard, 5 medium, 6 soft

15. Marcus Ericsson: 2 hard, 6 medium, 5 soft

16. Felipe Nasr: 2 hard, 6 medium, 5 soft

17. Fernando Alonso: 1 hard, 5 medium, 7 soft

18. Jenson Button: 1 hard, 5 medium, 7 soft

19. Pascal Wehrlein: 2 hard, 5 medium, 6 soft

20. Rio Haryanto: 2 hard, 5 medium, 6 soft

21. Romain Grosjean: 2 hard, 3 medium, 8 soft

22. Esteban Gutierrez: 1 hard, 4 medium, 8 soft

Rio Haryanto Kalahkan Nico Rosberg di Tes Hari Keempat

BeritaBintang – Pembalap Manor Racing, Rio Haryanto, hanya mampu finis di posisi 12 di hari keempat tes pramusim Formula 1 (F1) kedua yang berlangsung di Barcelona pada Jumat 4 Maret 2016. Meskipun demikian, pembalap Indonesia ini mampu mengungguli pembalap senior, Nico Rosberg.

Seperti dilansir Crash, Rio mampu meraup 21 lap di Sirkuit Catalunya. Catatan waktu terbaiknya adalah 1 menit 26,060 detik.

Sementara itu, Rosberg harus puas menempati posisi 12 atau buncit. Pembalap asal Jerman ini menempuh 24 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 28,165 detik.

Pembalap tercepat di sesi ini adalah Sebastian Vettel. Pembalap Ferrari ini menempuh 97 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 22,852 detik.

Vettel mampu mengalahkan pembalap Toro Rosso, Carlos Sainz yang harus puas menempati posisi 2. Sainz melakoni 82 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 23,134 detik.

Berikut hasil tes F1 di hari keempat Sirkuit Catalunya

1. Sebastian Vettel Germany Ferrari-Ferrari    97 laps 1m 22.852s
2. Carlos Sainz Spain Toro Rosso-Ferrari 82 laps 1m 23.134s
3. Felipe Massa Brazil Williams-Mercedes    94 laps 1m 23.644s
4. Sergio Perez Mexico Force India-Mercedes    60 laps 1m 23.721s
5. Lewis Hamilton Britain Mercedes-Mercedes 69 laps 1m 24.133s*
6. Daniel Ricciardo Australia Red Bull-TAG-Heuer 90 laps 1m 24.422s
7. Jenson Button Great Britain McLaren-Honda    88 laps 1m 24.714s
8. Jolyon Palmer Britain Renault-Renault    54 laps 1m 24.859s
9. Marcus Ericsson Sweden Sauber-Ferrari    73 laps 1m 25.031s
10. Romain Grosjean France Haas-Ferrari 66 laps 1m 25.255s*
11. Rio Haryanto Indonesia MRT-Mercedes    21 laps 1m 26.060s
12. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 24 laps 1m 28.165s**

Pembalap Toro Rosso Pesimis Hadapi Musim Baru

BeritaBintang –   Pembalap Toro Rosso, Carlos Sainz berhasil meraih hasil positif pada uji coba hari kedua Formula One (F1) musim 2016 di Barcelona. Pada kesempatan tersebut Sainz berhasil menempati posisi empat dengan catatan satu menit 23 detik. Ia berhasil mengungguli Lewish Hamilton yang berada di posisi sembilan.

Meski mencatatkan hasil baik, namun Sainz mengaku tidak memiliki target besar pada musim 2016. Sainz juga menegaskan bahwa dirinya akan sulit untuk mendapatkan podium pada balapan mendatang jika tidak ada kejadian khusus.

“Saya rasa, kesempatan untuk meraih podium musim depan sangat kecil. Dalam keadaan tertentu saya tidak percaya itu akan benar-benar terjadi,” ujar Sainz seperti diberitakan BintangBoLa, Rabu (9/3/2016).

Menurut pembalap asal Spanyol ini, kesempatannya menipis karena ada tim lain yang lebih kuat dari dirinya. Ia menyebut Ferrari dan Mercedes adalah lawan yang tidak mungkin dilawan. Sementara itu Williams dan Red Bull akan membuntuti Ferrari dan Mercedes.

Optimisme Toro Rosso di Musim 2016

BeritaBintang –   Kepala Tim Toro Rosso, Franz Tost, optimis timnya bisa berbicara banyak di ajang balap Formula One (F1) 2016. Bahkan tim yang bermarkas di Faenza, Italia, ini mengusung target besar di musim ini.

Melalui dua pembalapnya, yakni Max Verstappen dan Carlos Sainz, Tost berharap timnya dapat berdiri di podium. Selain itu, dengan kemampuan STR11, pria asal Austria ini menargetkan Toro Rosso dapat finis di urutan kelima klasemen akhir pembalap.

“Saya berharap kami dapat meraih podium di musim ini setelah hampir meraihnya musim lalu di Budapest dan Austin karena Max finis keempat,” ujar Tost, seperti dikutip dari BintangBoLa, Rabu (2/3/2016).

“Saya harap mobil baru dapat bekerja dengan baik selain itu tim dan pembalap juga melakukan pekerjaannya dengan baik. Target utama kami musim ini adalah untuk dapat finis di urutan lima klasemen konstruktor,” jelasnya.

Verstappen dan Sainz mampu membawa Toro Rosso finis di tempat ketujuh klasemen akhir pembalap untuk musim lalu. Kedua pembalap tersebut masing-masing ada di urutan 12 dan 13 klasemen akhir pembalap dengan raihan 49 dan 27 poin.

Pembalap Muda Juga Bisa “Berbicara” di F1

BeritaBintang –   Pembalap junior Red Bull, Pierre Gasly, percaya penampilan impresif Max Verstappen membuktikan bahwa driver belia bisa unjuk gigi dalam Formula One (F1). Gasly menyatakan Verstappen memang memiliki bakat alami luar bisa yang mengantarnya berjaya.

Verstappen menjadi bahan pembicaraan publik lantaran performanya sangat bagus di F1 musim 2015. Meski berstatus rookie, pembalap berkebangsaan Belanda ini mengakhiri musim di peringkat 12 dengan 49 poin, dan pencapaian terbaiknya adalah dua kali finis keempat dalam GP Hungaria dan GP Amerika Serikat.

Masih muda dan tak berpengalaman sempat membuat Verstappen dalam tekanan, tapi skill-nya kala melakukan overtake membuat publik angkat topi. Pembalap berusia 17 tahun ini pun masuk tiga kategori dalam penghargaan akhir musim FIA.

“Menyenangkan bisa melihat pembalap muda bisa melaju cepat di F1. Saya pernah balapan dengan Vertappen dan Carlos Sainz beberapa tahun yang lalu, jadi saya tahu apa dan bagaimana mereka bertualang di F1. Saya pikir mereka tampil bagus di F1,” kata Gasly kepada Bioskop168 , Selasa (8/12/2015).

“Verstappen memiliki bakat yang bagus. Tapi agar bisa menembus F1, Anda membutuhkan semuanya seperti dukungan dari sponsor, keberuntungan, dan kesempatan untuk mendapatkan tim. Semuanya datang di waktu sempurna buat Verstappen,” jelasnya.