Cal Crutchlow

Iannone Gagal Mentereng Bersama Suzuki, Crutchlow: Dia Masih Butuh Penyesuaian

BeritaBintang Iannone Gagal Mentereng Bersama Suzuki, Crutchlow: Dia Masih Butuh Penyesuaian

Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, angkat bicara soal penampilan yang kurang mentereng dari rider Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone. Di musim ini, Manic joe –julukan Iannone– berada dalam posisi yang kurang baik di tabel klasemen.

Hingga sembilan seri MotoGP 2017 berlangsung, Iannone berada di posisi 16 dengan koleksi 28 poin. Namun, pembalap asal Inggris itu memaklumi performa Iannone yang menurun di musim ini.

Sebab Crutchlow menilai bahwa Iannone butuh waktu untuk bisa memiliki kenyamanan saat menunggangi GSX-RR –nama motor Suzuki. Maklum saja, pembalap asal Italia itu telah merasa nyaman dengan mengendarai motor Ducati selama empat musim.

[ Baca Juga : ” Nuansa Lebih Asyik, Kingsman: The Golden Circle Rilis Trailer Baru ” ]

“Saya tahu cara dia membalap, karena kami berada di Ducati dalam periode yang sama. Dia bisa melakukan beberapa hal menakjubkan seperti cara Anda menggunakan gas dan rem di saat yang bersamaan,” ujar Crutchlow, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (22/7/2017).

“Dan penampilan buruknya itu membuang bakat alaminya. Tapi tidak ada yang peduli dengan hal itu. Jadi Iannone tidak akan mudah untuk melalui empat tahun bersama Ducati ke Suzuki. Anda harus mengubah kebiasaan Anda karena jelas motor sangat berbeda. Semoga kami dapat menunjukkan kemampuan kami,” tambahnya.

Berbeda dengan Iannone, Crutchlow justru bisa tampil dengan cukup baik musim ini. Hingga sembilan seri MotoGP 2017 berlangsung, Crutchlow berada di posisi 10 dengan 64 angka.

Redding Merasa seperti Dirampok Setelah Gagal Naik Podium di Sachsenring

BeritaBintang – Scott Redding masih belum bisa menyingkirkan pengalaman tak mengenakkan ketika mengikuti balapan GP Jerman pada 17 Juli 2016. Rider Tim Pramac Ducati ini disalip dua pembalap saat lap pamungkas di Sirkuit Sachsenring.

Redding menjadi salah satu pembalap yang tampil apik di Sirkuit Sachsenring lantaran membuat keputusan yang tepat dalam mengganti motor. Pembalap berkebangsaan Inggris ini pun langsung berada pada urutan kedua di belakang Marc Marquez ketika lomba menyisakan enam putaran.

Sayangnya, ban yang digunakan Redding –bertipe intermediate pada ban belakang dan depan– justru seperti bumerang. Meskipun sudah berusaha keras untuk menjaga posisi keduanya, dia tetap tersalip oleh Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso.

“Saya dan Cal ada pada posisi yang sama ketika di area pengereman. Saya menggunakan ban intermediate, sementara dia slick. Tentu dia yang menang. Saya tidak menyangka Dovi akan menyalip saya. Saya tidak mengira dia bakal kembali dekat,” kata Redding, seperti dimuat Bintangbola.co, Selasa (19/7/2016).

“Saya merasa seperti dirampok, tapi inilah bagian dari balapan. Hanya, hal ini terasa tidak enak buat saya,” lanjutnya.

Andrea Iannone Puji Strategi Ducati di Seri Sachsenring

BeritaBintang – Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Iannone, cukup puas dengan hasil balapan di Sirkuit Sachsenring, Jerman pada Minggu 17 Juli 2016 malam WIB. Meski tidak meraih podium, Iannone berhasil menutup balapan di posisi kelima.

Hasil tersebut terasa lebih manis bagi Iannone karena dengan tambahan 11 poin, The Maniac Joe -julukan Iannone- berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kedelapan klasemen sementara MotoGP 2016.

Iannone memuji strategi yang digunakan timnya di seri kesembilan tersebut. Di tengah-tengah balapan, pembalap berpaspor Italia itu memang diminta untuk mengganti motornya oleh Ducati.

“Menurut saya, strategi kami terbukti berhasil baik pada akhirnya. Saat saya mengganti motor, saya adalah pembalap pertama yang melakukannya. Kondisi lintasan kala itu sangatlah basah dan sulit untuk dilalui,” jelas Iannone, seperti dilansir Bintangbola.co, Senin (18/7/2016).

Seri kesembilan di Sirkuit Sachsenring itu sendiri dimenangkan oleh pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez. Sementara posisi kedua dan ketiga ditempati oleh pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow dan rekan setim Iannone, Andrea Dovizioso.

–Sport of the Week: Pedrosa Calon Potensial Sebagai Duet Rossi

BeritaBintang –Rumor mengenai pergantian tim yang bakal dialami pembalap musim depan terus berlangsung. Rider milik Repsol Honda, Dani Pedrosa, juga merupakan salah satu yang masuk dalam bahan perbincangan.

Pedrosa belakangan santer terdengar akan didepak manajemen Honda dan memilih Cal Crutchlow sebagai penggantinya. Sementara itu Pedrosa dikabarkan musim depan akan membela panji tim Yamaha.

Jika memang benar Pedrosa akan didepak pada akhir musim nanti, kabar yang beredar menyebutkan Cal Crutchlow lah yang kemungkinan akan menjadi tandem Marquez. Selain Crutchlow, Maverick Vinales juga dikabarkan menarik perhatian Repsol Honda.

Sebagaimana diberitakan Indowins, Minggu (8/5/2016), Sebenarnya target pertama Yamaha adalah memboyong pembalap muda Suzuki Ecstar, Maverick Vinales. Namun kabarnya ia masih bingung memikirkan untuk segera pindah atau tetap bergabung dengan tim Suzuki.

Pembalap Ini Tiru Cara Marquez Taklukan Motor

BeritaBintang  –  Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow tak ingin berlarut dalam kekecewaan. Sebab, pada seri terakhir di Jerez, pria 30 tahun itu gagal tampil impresif dan harus rela menyelesaikan balapan di posisi ke-11.

Namun tampaknya, Crutchlow tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan. Crutchlow dijadwalkan untuk mencoba perangkat baru Honda usai seri keempat tersebut. Pria asal Inggris tersebut mencoba RC213V dengan pengaturan yang sama dengan Marc Marquez.

Crutchlow mengaku dirinya merasa kesulitan saat mencoba RC213V. Menurutnya motor tersebut kurang cocok dengan gaya balapannya.

“Saya kira pengaturannya kurang cocok dengan saya. Namun ada beberapa kemajuan di beberapa area. Kami mencoba beberapa pengujian dengan perangkat Honda. Kami juga mencoba pengaturan seperti Marc Marquez,” ujar Crutchlow seperti dimuat dari laman Panduan Judi Online, Rabu (27/4/2016).

“Namun mencari pengaturan yang sesuai dengan saya adalah hal yang lebih baik. Dia memiliki gaya balapannya sendiri,” lanjutnya.

Crutchlow Gusar dengan Hasil di Amerika Serikat

BeritaBintang –Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku masih belum bisa melupakan hasil balapan seri ketiga gelaran MotoGP musim 2016. Terlebih di seri tersebut, ia percaya sebenarnya mampu meraih hasil yang lebih hebat.

Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Austin beberapa waktu lalu, Crutchlow memang tampil dengan performa kurang mengesankan. Bahkan ia hanya mampu menempati urutan ke- 16 ketika bendera finis berkibar.

“Saya marah jika harus mengingat hasil balapan kemarin (di Amerika Serikat). Sebab saya rasa itu adalah balapan terburuk saya sejauh ini, dan saya ingin sesegara mungkin melupakannya,” jelas Crutchlow, seperti disadur dari Indowins, Jumat (22/4/2016).

“Saya sebenarnya memiliki keyakinan akan melalui akhir pekan yang luar biasa di Austin. Terlebih dua balapan sebelumnya saya gagal (menyentuh garis finis). Namun hasilnya justru kurang memuaskan kami semua,” sambung pembalap berpaspor Inggris tersebut.

Hingga memasuki seri keempat MotoGP, Ia masih berkutat di posisi 21 pada tabel klasemen sementara pembalap. Hal itu dikarenakan pembalap berusia 30 tahun tersebut belum meraih satu pun poin dari tiga seri yang berlalu.

Betapa Sialnya Dovizioso

BeritaBintang  –  Kandas lagi harapan Andrea Dovizioso untuk naik podium. Seperti di seri Argentina, di MotoGP Austin kali ini dia kembali ‘dijatuhkan’ pebalap lain.

Dalam balapan di Circuit of The Americas, Senin (11/4/2016) dinihari WIB, Dovizioso yang memulai dari posisi tujuh punya kans bagus untuk finis di podium. Selepas start dia mampu menyodok ke posisi depan dan kemudian menempati urutan tiga di belakang Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Dari posisi itu, rider Ducati ini sedang menguntit Lorenzo dan punya kans bagus untuk melewati rivalnya di Movistar Yamaha tersebut di trek lurus. Sementara di belakang Dovizioso, Pedrosa yang membesut Repsol Honda juga punya laju cukup bagus.

Sampai kemudian kesialan Dovizioso terjadi. Di tikungan pertama saat balapan memasuki putaran ketujuh, Dovi yang sedikit melebar akhirnya terjatuh. Bukan karena kehilangan kontrol motor, melainkan terhantam motor Pedrosa.

Pedrosa saat itu tampaknya memasuki tikungan terlalu kencang, lantas kehilangan kendali motornya saat tengah berusaha mengerem dan terjatuh. Nahas bagi Dovizioso, motor Pedrosa meluncur ke arahnya dan akhirnya menabraknya sampai ikut terseret ke gravel.

“Unluckiest man in the MotoGP,” demikian sahut komentator balapan.

Ya, Dovizoso bisa dibilang pebalap paling tak beruntung di MotoGP saat ini. Sebelumnya di Argentina dia juga gagal naik podium dua yang sudah di depan mata karena terjatuh karena tertabrak rekan setimnya, Andrea Iannone.

Padahal pebalap 30 tahun itu memulai musim dengan cemerlang, saat finis runner-up pada seri pembuka di MotoGP Qatar. Sial di daratan Amerika, Dovizioso tentu berharap peruntungannya berubah di Eropa. Mulai seri berikutnya balapan memang akan beralih ke daratan Eropa, dengan MotoGP Spanyol di sirkuit Jerez menjadi pembuka.

Di MotoGP Austin sendiri, tak cuma Dovizioso dan Pedrosa yang akhirnya gagal menuntaskan balapan. Valentino Rossi juga mengakhiri balapannya lebih cepat karena kehilangan grip ban depan. Sejumlah pebalap lain juga mengalami insiden, yakni Loris Baz, Cal Crutchlow, dan Bradley Smith, meski akhirnya bisa melanjutkan balapan.

Berkuasa di Argentina, Pembalap Honda Semringah

BeritaBintang –Tim Honda memang meraih hasil yang sangat memuaskan dalam gelaran seri kedua MotoGP musim 2016. Bagaimana tidak mereka mampu menghadirkan dua pembalapnya, yakni Marc Marquez dan Daniel Pedrosa, yang berada di podium kemenangan.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow. Pembalap berkebangsaan Inggris itu merasa sangat puas dengan apa yang diraih oleh timnya pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Tormes Rio Hondo tersebut.

“Tentu saja kami semua merasa puas dengan hasil balapan kemarin. Meski saya gagal menyudahi balapan, namun Dani dan Marquez bisa berada di podium. Itu merupakan pemandangan yang menyenangkan untuk kami,” jelas Crutchlow, seperti disadur dari Autosport, Rabu (6/4/2016).

Dengan hasil positif tersebut, membuat Crutchlow pun kian termotivasi untuk tampil lebih baik di seri-seri berikutnya dalam gelaran MotoGP 2016. Terlebih saat sesi latihan bebas, ia meraih catatan waktu lebih ketimbang Pedrosa yang notabene meraih podium ketiga pada balapan akhir pekan lalu.

“Saya percaya bahwa akan tampil lebih baik lagi. Sebab dalam latihan bebas saya mampu lebih cepat dari Dani, yang mana ia sukses menutup balapan dengan berada di podium (peringkat ketiga),” tutup pembalap berusia 30 tahun tersebut.

PR Besar Honda di MotoGP 2016

BeritaBintang –   Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, menilai ada banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dilakukan Honda menjelang MotoGP 2016. Hal ini disebabkan oleh buruknya performa motor pabrikan asal Jepang tersebut di MotoGP 2015.

Crutchlow menyatakan Honda gagal memberikan kualitas motor terbaik selama kompetisi musim lalu. Sebab menurutnya, bukan hanya ia yang merasakan hal tersebut, melainkan juga pembalap-pembalap tim lain yang menggunakan motor Honda.

“Musim 2015 bukan musim yang mudah bagi Honda. Musim lalu benar-benar sangat sulit. Kita bisa lihat Marc (Marquez) dan Dani (Pedrosa) yang yang tidak bisa mendapat hasil memuaskan musim lalu,” tutur Crutchlow, seperti dimuat Crash, SAbtu (30/1/2016).

“Jadi, hal itu menunjukkan betapa sulitnya membalap dengan baik bersama Honda musim lalu. Saya pikir, mereka (Honda) berusaha memperbaikinya untuk 2016,” sambungnya.

Meski kecewa dengan performa kuda besinya musim lalu, pembalap 30 tahun itu percaya Honda bisa menemukan solusi masalah untuk tampil lebih baik musim ini. Ia yakin, hasil berbeda akan diraihnya kali ini.

“Saya pikir, mereka sudah melakukan hal yang benar sejauh ini. Saya percaya diri dengan rencana yang mereka miliki untuk para pembalap mereka. Marc dan Dani juga sudah mengetes program ini,” jelas mantan pembalap Ducati itu.

Jagoan Yamaha Akan Jauh Lebih Hebat Lagi di 2016

BeritaBintang –   Seperti banyak kalangan, Team Principal Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal juga ternyata terkejut melihat peningkatan drastis performa rider andalannya, Bradley Smith di MotoGP 2015. Poncharal pun mengaku sangat senang rider Inggris itu bertahan di timnya setidaknya sampai akhir musim 2016.

Setelah lima musim merasakan persaingan di kelas 125cc dan dua musim di Moto2, Smith akhirnya mengaspal di MotoGP pada 2013 bersama Tech 3. Setelah kalah dari Cal Crutchlow dan Pol Espargaro di dua tahun pertama, Smith akhirnya sukses menjadi rider terbaik tim pada musim lalu.

Hebatnya, dia sukses mengakhiri musim di peringkat enam. Rider berusia 25 tahun itu sukses menjadi rider tim satelit terbaik, bahkan mengungguli Andrea Dovizioso yang notabene merupakan rider pabrikan (Ducati) di papan klasemen.

“Musim lalu, Bradley (Smith) melakukan hal-hal yang tak diduga-duga banyak orang. Ia tampil jauh lebih baik dari ekspektasinya sendiri. Jelas kami menaruh kepercayaan besar padanya dan ia melebihi harapan kami. Dia berhasil tampil jauh lebih baik dari dugaan Yamaha dan media massa,” celoteh Poncharal, dari Bioskopsemi , Minggu (10/1/2016).

Poncharal pun takjub pada konsistensi Smith dalam mengalahkan Espargaro, begitu pula ketika ia hanya sekali finis diluar delapan besar pada MotoGP 2015.

“Musim 2015 kita telah melihat “The New Bradley”. Meski demikian, ini belum berakhir. Saya yakin ia bisa jauh lebih hebat lagi. Ini karena Bradley sangat terlibat dalam kerja tim, sangat termotivasi dan selalu ingin bekerja keras,” puji pria asal Prancis itu lagi.