BW

Shinkansen Jepang E-7 Buat Indonesia Memang Cantik dan Populer

BeritaBintang – Seandainya Shinkansen Jepang diputuskan dipakai untuk kontrak pembangunan kereta api jalur super cepat di Indonesia (Shinkansen), maka bukan hanya persiapan infrastruktur dan teknologi serta ahlinya, barangnya ternyata telah diputuskan Jepang yaitu Shinkansen tipe E-7 yang akan masuk ke Indonesia.

Cantik dan populer sekali kereta api ini kata artis Jepang ini.

“Kereta api Shinkansen tipe E-7 ini memang cantik dan populer. Saya suka sekali desainnya karena menang anggun cantik dan warna warni, sehingga tampak ramping tetapi juga gagah,” ujar Ayako Suzukawa (24) artis terkenal Jepang yang juga komedian dan penggemar berat kereta api, khusus kepada Tribunnews.com kemarin (14/8/2015).

Ayako melihat kecantikan desain tersebut dan kepopulernyannya di masyarakat Jepang wajar saja karena perancangnya juga perancing mobil sport terkenal di dunia yaitu perancang yang sama untuk mobil sport Ferrari, Okuyama Hiroyuki.

Keahlian dan pengetahuannya mengenai kereta api Jepang memang menarik. Ayako menceritakan ada stasiun di Jepang yang berada di dalam terowongan dan saat kereta api cepat melintasi terowongan tersebut, penumpang diminta keluar dulu demi keamanan. Setelah lewat, masuk lagi ke dalam kereta api lokal yang stasiun kereta nya ada di dalam terowongan.

Demikian pula kereta api baru jalur Yamanote yang mengitari kota Tokyo akan diganti dengan seri No.235.

“Kereta api yang baru ini seperti kotak tablet. Yang hebat adalah semua gerbong memiliki lokasi khusus untuk kursi roda dan untuk baby-car (kereta bayi). Ini sangat penting bagi wanita dan jadi nyaman rasanya. Kalau sekarang hanya ada di beberapa gerbong saja tidak semuanya,” ceritanya lagi.

Belum diketahui kapan seri 235 itu akan dikeluarkan oleh pihak Japan Railways. Namun yang pasti Ayo sangat menantinya dengan sangat karena dianggap sangat membantu para wanita terutama yang memiliki bayi dan kereta bayinya.

Kabareskrim Klaim Tuntaskan 1085 Kasus se-Indonesia

BeritaBintang – Bareskrim Polri mengklaim sudah bisa menyelesaikan hutang-hutang lama serta menuntaskan kasus ‎yang diterima Polri dari berbagai laporan masyarakat.

“Itu respon dikala saya sebagai Kabareskrim bekerja cepat. Bukan hanya kasus korupsi yang diselesaikan tapi kasus-kasus lalu juga kami selesaikan,” terang Ka‎bareskrim Komjen Budi Waseso, Minggu (16/8/2015).

Menurutnya penyelesaian kasus yang ditangani Polri seluruh Indonesia sudah melebihi 200 persen. Sejak Budi Waseso menjabat sebagai Kabareskrim hingga awal Juni 2015 ia mengaku sudah menyelesaikan 1085 kasus.

“Kami bisa selesaikan 1085 kasus seluruh Indonesia yang berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, ini baru sejak saya menjabat sampai 4 Juni 2015,” tambahnya.

Untuk diketahui, jenderal kelahiran Pati ini dilantik menjadi Kabareskrim pada 19 Januari 2015. Lalu mendapat kenaikkan ‎pangkat menjadi jenderal bintang tiga (Komjen) pada 5 Februari 2015.

Sejak dilantik hingga saat ini, nama Budi Waseso kian melambung karena baru empat hari dilantik ia sudah menetapkan pimpinan KPK nonaktif, BW sebagai tersangka. Menyusul AS juga menjadi tersangka. Dan kasus penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh penyidik KPK, Novel Baswedan sewaktu menjadi anggota Polri kembali diusut.

Tidak hanya itu, untuk kasus korupsi baik Denny Indrayana, hingga kepala daerah setingkat Bupati bahkan Gubernur pun ada yang sudah berstatus tersangka ‎di Bareskrim.