BPK

Haji Lulung: Ahok Level Bodohnya di Bawah Saya

BeritaBintang –  Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Haji Lulung) memastikan akan mengusut pemberian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap penggunaan keuangan Pemprov DKI tahun 2015. Pasalnya ditemukan kejanggalan 50 temuan senilai Rp30,15 triliun.

“Pasti kita usut dong. DPRD nanti bikin Pansus (panitia kasus), kenapa ada temuan Rp30 triliun lebih. Pasti nanti KPK minta audit investigasi. Lihat aja, ramai lagi nih, kalau dia (Ahok) tidak mau memperbaiki (LHP BPK). Kan, permintaan BPK itu diperbaiki. Kalau tidak, bisa seperti kasus Sumber Waras,” jelas Lulung dikutip Selasa (7/6/2016).

Lulung pun mengharapkan agar Ahok tidak berdalih dan menunjukkan sikap membela diri atas temuan BPK terhadap penggunaan keuangan Pemprov DKI ini.

“Ahok jangan ngotot, sok melawan dan sok berkuasa. Dia banyak tidak mengerti permasalahan, banyak tidak mengerti Undang-undang. Dia bilang saya yang paling bodoh padahal dia di bawah saya bodohnya. Tidak mengerti diskresi, tidak mengerti WTP dan WDP sampai tidak mengerti persoalan reklamasi,” tandasnya.
 

Data Ini Membuktikan Imam Penantang Ahok Seorang Auditor

BeritaBintang –   Juru Bicara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Yudi Ramdan telah mengklarifikasi bahwa Imam Supriyadi, sang penantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukanlah seorang auditor di jajarannya.

Namun, saat dilakukan penelusuran di situs resmi BPK, ditemukan data atas nama Imam Supriyadi dengan NIP 195901071980031004 berada di unit kerja Auditorat V.B. Data tersebut terdapat dalam nota dinas nomor 614/ND/XII4/2011 terkait pemanggilan peserta diklat pemeriksaan kinerja anggota tim.

Nama Imam Supriyadi berada di urutan ke 21 dari 80 peserta yang ada. Pelaksanaan diklat itu sendiri memang sudah berlangsung pada 20 sampai 24 Juni 2011 di Pusdiklat BPK.

Ketika dikonfirmasi terkait data tersebut, Yudi mengakui bahwa Imam pernah ditempatkan di unit pemeriksaan atau auditorat.

“Yang bersangkutan pernah ditempatkan di unit pemeriksaan tetapi tidak ditugaskan memeriksa sebagai auditor karena kinerja kurang bagus,” ujar Yudi dalam pesan singkatnya, Sabtu (16/4/2016).

Karena itu, jajarannya menempatkan sang penantang Ahok itu di unit kerja lain. “Dan sekarang (Imam) ditempatkan sebagai staf di biro SDM,” tandasnya.

Imam Supriyadi memang sempat membuat heboh karena menantang duel Ahok melalui video yang diunggah ke Youtube. Dalam videonya, dia mengaku sebagai auditor di BPK. Dalam video berdurasi 5:51 menit yang diunggah di Youtube, Imam juga membeberkan sejumlah kasus yang membelit Ahok. Salah satunya saat masih menjabat Bupati Belitung Timur.

“Tantanglah saya Ahok. Anda (Ahok) membuat rancangan program yang tidak ada dalam APBD,” kata Imam dalam video tersebut.

Dia juga meminta Ahok untuk menghadapi dirinya dengan jantan. Bahkan Imam mengaku sudah memeriksa Ahok sejak tahun 2005. ” Hadapi saya Ahok, enggak usah menggunakan massa, tantang saya,” tegasnya.

Auditor BPK Ajak Ahok Duel di Bundaran HI

BeritaBintang –  Imam Supriadi, seorang pria yang mengaku auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk berkelahi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pasalnya, Imam merasa kesal dengan sikap Ahok di media yang begitu kasar dengan pimpinan BPK yang tidak takut terhadap lembaga negara tersebut.

Dalam video berdurasi 5:51 menit yang diunggah di Youtube, Imam juga membeberkan sejumlah kasus yang membelit Ahok. Salah satunya saat masih menjabat Bupati Belitung Timur.

“Tantanglah saya Ahok. Anda (Ahok) membuat rancangan program yang tidak ada dalam APBD,” kata Imam seperti dikutip BintangBola, Jumat (15/4/2016).

Dia juga meminta Ahok untuk menghadapi dirinya dengan jantan. Bahkan Imam mengaku sudah memeriksa Ahok sejak tahun 2005.  ” Hadapi saya Ahok, ga usah menggunakan massa, tantang saya,” tegasnya. 

Video yang berjudul “Imam Supriadi (Auditor BPK) Menantang Ahok Berduel Sampai Mampus” langsung menjadi viral di dunia maya. Video tersebut sudah dilihat 4.796 viewer. Berikut video auditor BPK yang menantang Ahok.

PDIP: Ahok Ngaco!

BeritaBintang –  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ngaco. Pasalnya, hasil audit mengindikasikan adanya kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno justu menuding Ahok yang ngaco.

“Ngaco Ahok itu. Kan biasa dalam audit, BPK sampaikan temuan awal, minta tanggapan dari yang diaudit (Pemda DKI Jakarta), ada ketidaksamaan yang diaudit,” ujar Hendrawan kepada awak media, Rabu (13/4/2016).

Saat ini, lanjut Hendrawan, laporan BPK sudah final dan tinggal meneliti Ahok. Terlebih dalam hasil audit tersebut juga ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum.

“Ini sudah final laporan BPK, enggak bisa lagi, sekarang Ahok lagi diteliti, BPK bilang rugikan negara, perkaya orang lain, ada indikasi langgar hukum, Ahok sepertinya langgar hukum,” sambungnya.

Adapun tudingan Ahok BPK ngaco, dinilai sebagai pemanfaatan sentimen publik terhadap krisis kepercayaan lembaga negara. Anggota Komisi XI itu menyebut, mantan Bupati Belitung Timur itu ingin mengesankan seolah-olah lembaga negara dihuni orang-orang bermasalah.

“Motif Ahok hanya perkuat pandangannya, manfaatkan sentimen publik terhadap krisis kepercayaan kepada lembaga-lembaga, seolah-olah lembaga negara ini diisi oleh orang yang bermasalah, parasitik,” sambungnya.

Sebab itu, Hendrawan meminta agar KPK bersikap independen dan tidak terpengaruh opini. Ia juga mengimbau agar publik mendorong agar lembaga antirasuah mempercepat pemeriksaan kasus RS Sumber Waras.

“KPK harus independen dan keputusanya tidak diombang-ambing dengan opini publik yang sedang dibangun Ahok. Kita dorong KPK untuk mempercepat pemeriksaan kasus Sumber Waras,” tukasnya.