BOLOGNA

Fokus Ducati Mengudeta Posisi The Doctor

BeritaBintangBOLOGNA – Meski MotoGP serie Le Mans, Prancis sudah di depan mata, Ducati mengaku lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi serie Mugello di Italia yang bakal digelar pada 31 Mei 2015. Hal inilah yang membuat Ducati memutuskan untuk menjalani uji coba di sirkuit tersebut pekan ini.

Melalui sang General Manager, Luigi “Gigi” Dall’Igna, Ducati menyatakan bahwa dua pilarnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone akan menjalani uji coba pada Senin (11/5/2015) dan Selasa 12 Mei 2015. Sementara itu, sang test rider, Michele Pirro akan melanjutkan tugas duo Andrea pada Rabu 13 Mei 2015.

“Kami tak punya perangkat yang baru. Kami hanya bersiap menjalani balapan di Mugello, yang nilainya sangat penting bagi kami. Kami lebih fokus ke Mugello karena kami akan balapan di rumah. Itu akan spesial, tapi bukan berarti kami menyepelekan Le Mans,” ujar Gigi.

“Kami sudah mendapat berbagai pilihan set up, jadi kami ingin mengonfirmasinya. Saya yakin kami akan kembali kompetitif dan siap bertempur lagi dengan Yamaha dan Honda,” imbuhnya.

Mantan Direktur Teknik Aprilia ini pun menganggap Mugello memang bagus untuk pengembangan motor Desmosedici GP15. “Saya pikir Mugello merupakan sirkuit yang baik untuk uji coba. Ada lintasan lurus yang panjang, chicane dan tikungan cepat. Mugello punya segalanya,” tandasnya.

MotoGP Prancis di sirkuit Le Mans akan berlangsung pada Minggu 17 Mei 2015. Rider Ducati, Andrea Dovizioso masih bertengger di posisi runner up, terpaut 15 poin dari sang pemuncak, Valentino Rossi di klasemen sementara pembalap. Sementara itu, Iannone ada di peringkat lima, tertinggal 32 poin dari The Doctor.

Iannone Kecewa Dan Memuji Dovizioso

BeritaBintangBOLOGNA – Rider Ducati, Andrea Iannone mengaku terkesan dengan performa rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang konsisten meraih podium pada tiga serie MotoGP 2015. Ketika beradu kecepatan di Qatar, Amerika, dan Argentina, Dovizioso selalu finis sebagai runner-up.

Di sisi lain, Iannone mengaku kecewa hanya mampu finis keempat di Sirkuit Termas de Rio Hondo. “Dovi luar biasa. Pencapaiannya di tiga serie sungguh hebat. Dia bisa jadi juara musim ini, kenapa tidak? Saya kira dia ada di usia keemasannya saat ini,” puji pembalap Italia.

“Namun, saya kurang puas dengan performa saya pribadi. Saya gagal mengeluarkan seluruh potensi motor Desmosedici GP-15 kami. Saya terlalu lama menunggu untuk agresif, padahal ritme saya mirip dengan Dovi dan Vale (Rossi). Saya juga sempat melebar saat melawan Cal (Crutchlow), yang membuat saya kesulitan seterusnya,” imbuh Iannone.

The Crazy Joe – julukan Iannone yang memulai balapan dari posisi ketiga memang menjalani start yang buruk di Argentina. Selain itu, motornya pun sempat mengalami masalah di sektor elektronik.

“Balapan yang mengecewakan, namun saya senang Dovi naik podium. Ini berarti Ducati kembali kompetitif. Sekarang waktunya saya bersiap menghadapi balapan selanjutnya. Saya ingin lebih berkontribusi lagi pada Ducati,” pungkas rider yang ditarik Ducati musim ini dari tim satelitnya, Pramac Racing.