BMKG

Alasan BMKG Batalkan Peringatan Tsunami di Mentawai

BeritaBintang – Dalam bencana gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR), di Samudera Hindia yang terletak 682 km sisi barat daya Kepulauan Mentawai, yang terjadi kemarin malam Rabu 3 Maret 2016, BMKG sempat menyiarkan pesan darurat siaga bencana tsunami, hingga akhirnya dibatalkan.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hal tersebut disebabkan karena sistem deteksi tsunami yang dinamakan Buoy milik Indonesia seharga Rp4-8 miliar rusak. Hingga akhirnya pihak BMKG menduga ancaman tsunami secara manual.

“Indonesia punya 22 Buoy. Tapi rusak semua. Tidak ada anggaran untuk melakukan perawatan,” ungkap Kepala Pusat Data Informsi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (3/3/2016).

Pembatalan ancaman tsunami oleh BMKG sendiri, dilakukan setelah mendapatkan bantuan dari Buoy milik Australia yang berada di selatan Kepulauan Mentawai.

“Di sisi selatan Mentawai ada Pulau Kokos, Australia. Di situ ada satu Bouy milik Australia,” tambahnya.

Rusaknya 22 Buoy milik Indonesia dikarenakan banyak tangan-tangan jahil yang sengaja merusak Buoy. Selain itu pemerintah juga dinilai tidak pernah memberikan anggaran untuk merawat Buoy.

“Banyak tangan-tangan vandalisme yang merusak Bouy di lautan.‎ Contohnya yang di Laut Banda. Warga banyak mengambil sensor, lampu, dan alat-alat pada Buoy,” jelas Sutopo.

Oleh karena itu, Sutopo berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan hal tersebut mengingat hanya Buoy yang dapat mendeteksi apakah suatu gempa berpeluang tsunami atau tidak.

Jakarta Diselimuti Asap Tipis dari Kalimantan

BeritaBintang – Jakarta kembali tertutup asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, Senin (26/10/2015).

Pantauan satelit Himawari dari analisis BMKG pada pukul 12.30 Wib, menunjukkan bahwa asap tipis menutup Jakarta, bahkan daerah Banten, Jawa Barat, ‎dan Jateng bagian barat.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan asap tipis ini berada pada ketinggian sekitar 3.000 meter. Sebagian besar asap berasal dari Kalimantan yang terbawa angin ke arah Barat daya dan sebagian ada yang ke selatan.

“Asap yang menyelimuti Jakarta dan sekitarnya tipis. Konsentrasi dan ukuran partikel‎ sangat kecil sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2015).

Sifatnya yang sesaat tidak akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Jadi tidak berbahaya. Masyarakat tidak perlu resah. Asap kendaraan bermotor dan polusi udara di Jakarta yang lebih berbahaya.

BMKG memprediksikan pada 28-30 Oktober 2015 peluang hujan di Sumatera dan Kalimantan akan mulai banyak. Hujan buatan akan diintensifikan pada saat tersedia awan-awan potensial di atmosfer.

Garut Diguncang Gempa 5,6 SR, Getaran Terasa Hingga Jakarta

BeritaBintang – Guncangan gempa bumi kembali terjadi, kali ini di Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG gempa denga kekuatan 5,6 skala richter terjadi sekitar pukul 03.08 WIB.

Gempa berpusat di 109 kilometer barat daya Garut, Jawa Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa juga terasa di Jakarta.

Salah seorang warga Jakarta bernama Zen. Ia merasakan getaran gempa halus.

“Sedang nonton bola ada getaran halus, ternyata gempa, kabarnya pusat ada di Garut. Cukup membuat panik,” katanya, Sabtu(5/9/2015).

Belum diketahui apakah ada korban jiwa dan kerusakan akibat gempa tersebut.

Menurut BMKG gempa tidak berpotensi tsunami.