Bisa Jadi

Ini Fakta & Bahaya “Skip Challenge” yang Tengah Tren

BeritaBintangIni Fakta & Bahaya “Skip Challenge” yang Tengah Tren

Dunia sosial media mulai ramai dengan sebuah video yang bertajuk ‘Skip Challenge’. Video viral ini mengundang banyak remaja untuk mencoba aksi yang terbilang menggugah adrenalin.

Tak semua yang tengah hits mesti diikuti. Sekiranya itulah modal utama menghadapi beragam tren tantangan yang sering kali muncul, terutama di media sosial. Belakangan, masyarakat dunia maya tengah dihadapkan dengan tren skip challenge atau #PassoutChallenge.

Tantangan ini dilakukan dengan menekan bagian dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu untuk membuat seseorang kekurangan oksigen sehingga kehilangan kesadaran alias pingsan. Tren ini, mirisnya, diikuti banyak remaja karena dianggap memberi pengalaman menyenangkan sekaligus menegangkan.

Skip challenge nyatanya sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hipoksia, kejang, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Itu menghentikan otot dada bergerak, sehingga oksigen minim di otak.

Meski kesadaran bisa kembali, namun ada risiko lain dari skip challenge, yakni terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Di samping itu, jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit maka bisa mengakibatkan kerusakan, bila lebih dari 5 menit akibatnya jauh lebih fatal.

[ Baca Juga – Suami Selalu Gagal Ereksi? Bisa Jadi 4 Hal Ini Penyebabnya ]

Cukup menahan napas dengan dada dipukul oleh orang lain, orang tersebut merasakan pingsan sesaat. Melihat fenomena yang beredar, dr Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, angkat bicara mengenai soal ini.

“Ini isu baru dan anak-anak kadang-kadang punya inovasi yang aneh-aneh. Padahal otak kita dalam waktu 8 detik tidak mendapatkan oksigen, bisa terjadi kerusakan pada sel-sel otaknya,” jelas dr Eni di Gedung Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, ketika dada ditekan, maka tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen. Hal ini bisa berakibat kematian pada sel-sel otak dan berpengaruh pada kemampuan berpikirnya.

“Ketika dada ditekan, otak tidak mendapatkan oksigen. Ada berapa banyak sel-sel otaknya yang mati. Bisa jadi intelegensinya berkurang, daya pikirnya juga berkurang,” jelasnya.

Anak perlu mendapatkan pengertian baik dari pihak sekolah maupun orangtuanya. Meskipun anak menghabiskan waktunya di sekolah, Eni menegaskan bukan berarti orangtua menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Harus tetap ada komunikasi antara anak dan orangtua.

Suami Selalu Gagal Ereksi? Bisa Jadi 4 Hal Ini Penyebabnya

BeritaBintangSuami Selalu Gagal Ereksi? Bisa Jadi 4 Hal Ini Penyebabnya

PRIA selalu menginginkan ereksi yang mantap dan keras. Tapi jika tidak selalu berhasil untuk membangkitkan awal kenikmatan tersebut, bisa jadi si dia sedang stres.

Dilansir Thehealthsite, Jumat (10/3/2017), berikut adalah empat masalah kesehatan yang sangat berdampak pada kesehatan Mr P pria terutama di saat ereksi. Cari tahu yuk!

Stres

Saat mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon stres berlebihan. Hormon-hormon ini meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Tak pelak jika menjadi faktor risiko disfungsi ereksi.

Obesitas

Masalah obesitas menghambat fungsi hormon seperti testosteron dan menempatkan tekanan jantung, sehingga membuat Anda mudah lelah. jangan heran jika pria punya perut buncit selalu mengeluh gagal ereksi sebelum bercinta.

[ Baca Juga – HARI GINJAL SEDUNIA 2017: Mewaspadai Bahaya dan Penyebab Batu Ginjal yang Sering Anda Abaikan ]

Sindrom metabolik

Jika tubuh Anda mengalami tingkat metabolisme yang tidak bagus, terjadilah penambahkan berat badan. Bahkan, kasusnya juga mengarakan pada gangguan kadar gula darah. Ini juga sangat memengaruhi stabilitas ereksi yang paling dibenci seorang laki-laki.

Kadar kolesterol tinggi

Jika suami selalu sulit untuk mempertahankan ereksi, coba tes kadar kolesterol. Karena tingginya tingkat kolesterol juga berpengaruh pada kinerja jantung Anda.

Di duga stres, bule wanita ini siram Tugu Yogya pakai cat merah

Berita Online

BeritaBintang –  Satu Orang bule menyiram cat berwarna merah ke Tugu Yogyakarta, siang tadi. Di duga bule yg belum didapati identitasnya tersebut stres akibat ditinggal satu orang yg bernama Ugo Untoro.

Menurut Ruwik Isti Sulistiawan, pemilik warung makan di dekat Tugu Yogyakarta, kejadian tersebut berjalan bersama serentak. Ia menonton bule wanita tersebut terjadi dari arah selatan ke Tugu. Demikian hingga di Tugu dirinya segera menyiramkan Tugu yg adalah simbol Yogya tersebut cat warna merah yg disimpannya di botol Aqua.

“Tadi aku tonton bule perempuannya jalan serta-merta ke arah Tugu. Tadinya kita ngobrol, ada bule seksi melalui. Tetapi demikian hingga Tugu, kok malah semprot cat merah,” jelasnya terhadap merdeka.com, minggu(5/7).

Sesudah menonton perbuatan bule tersebut, jumlahnya penduduk yg menyaksikan cepat mendatangi bule tersebut & mencegah aksinya. Tetapi bule tersebut justru diam saja & duduk di tepi Tugu.

“Pas kita datangi, malah hanya duduk diam. Ditanya beliau diam saja, konsisten ada yg lapor ke polisi,” ujarnya.

Sesudah polisi datang, bule tersebut setelah itu diboyong ke Polresta Kota Yogyakarta buat dimintai keterangan.

“Tadi dipindah polisi, nampaknya stres itu, dirinya bilang ingin cari yg namanya Ugo Untoro. Bisa Jadi pacarnya,” terangnya.

Diwaktu ini bule itu tengah diperiksa di Polresta Kota Yogyakarta. Sementara itu Pegawai Satpol PP sekarang tengah membersihkan cat warna merah di Tugu.

Tetapi sebab sulit hilang bersama air, Pegawai Satpol PP bakal mengecat Tugu bersama cat putih terhadap sektor yg disiram oleh bule tersebut.