Bisa Berujung

HARI GINJAL SEDUNIA 2017: Mewaspadai Bahaya dan Penyebab Batu Ginjal yang Sering Anda Abaikan

BeritaBintangHARI GINJAL SEDUNIA 2017: Mewaspadai Bahaya dan Penyebab Batu Ginjal yang Sering Anda Abaikan

batu ginjal sering sekali diabaikan oleh orang-oranng dewasa muda. Karena, sebagian orang menganggap penyakit batu ginjal hanya dialami oleh orang dewasa tua.

Karena itu, dalam memperingati Hari Ginjal Sedunia 2017, penting meningkatkan kesadaran akan menjaga kesehatan ginjal. Salah satunya dimulai dengan mewaspadai bahaya dari masalah batu ginjal.

Mr Vivek Wadhwa, konsultan ahli urologi di Rumah Sakit Spire Parkway, menjelaskan, batu ginjal terjadi di semua usia, dari anak-anak hingga orangtua. Tapi usia yang paling banyak menderita batu ginjal di sekira 25-50 tahun.

[ Baca Juga – Tanda-Tanda Perempuan Kekurangan Zat Besi yang Bisa Berujung pada Anemia ]

Menurutnya, berdasarkan NHS, pria sedikit lebih rentan terhadap mereka. Sekira 3 dari 20 orang dan 2 dari 20 perempuan, mengembangkan batu ginjal pada tahap tertentu.

“Dan kita melihat pola pekerjaan tertentu, lokasi geografis dan iklim. Sebagai contoh, supir taksi, koki atau orang yang cenderung pergi berjam-jam tanpa minum. Insiden tertinggi batu ginjal saat ini adalah Dubai, Anda punya cuaca panas, sehingga orang mengalami dehidrasi dan mereka cenderung makan banyak protein hewani,” jelas Wadhwa yang dikutip laman BT, Kamis (9/3/2017).

Tanda-Tanda Perempuan Kekurangan Zat Besi yang Bisa Berujung pada Anemia

BeritaBintangTanda-Tanda Perempuan Kekurangan Zat Besi yang Bisa Berujung pada Anemia

memperingati Hari Perempuan Internasional, tak ada salahnya membahas beberapa masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan adalah kekurangan zat besi.

Perempuan paling berisiko menderita kekurangan zat besi dibanding pria. Salah satunya karena mengalami periode menstruasi yang berat, di mana akan kehilangan sel darah merah.

Kurangnya sel darah merah akan menyebabkan berkurangnya hemoglobin, sehingga tubuh tidak cukup mendapat oksigen. Untuk kembali meningkatkan kembali sel darah merah dan hemoglobin, perempuan perlu asupan zat besi, sehingga terhindar pula dari anemia.

Salah satu penyebab utama dari anemia pada perempuan adalah kekurangan zat besi. Jadi, ketika mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya perempuan cepat mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti bayam, brokoli dan kentang.

Rambut rontok

Apakah Anda kehilangan lebih dari 100 helai rambut sehari? Jika iya, maka itu adalah salah satu gejala Anda kekurangan zat besi. Ketika folikel rambut kekurangan oksigen, itu akan memengaruhi proses normal pembentukan dan pertumbuhan rambut. Hal ini akan mengakibatkan rambut menjadi rontok.

[ Baca Juga – AWAS! Liquid Rokok Elektrik Bisa Memicu Kanker ]

Kuku rapuh

Kuku rapuh dianggap salah satu gejala spesifik kekurangan zat besi. Sebelum pergi ke salin untuk manikur, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab kuku rapuh.

Kulit pucat

Kulit pucar adalah gejala yang paling menojol dari kekurangan zat besi. Dokter dapat mendiagnosa kekurangan zat besi dengan memeriksa kulit, lidah dan mata Anda.

Sering infeksi

Zat besi berperan penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Kekurangan mineral ini akan meningkatkan risiko sering terkena infeksi. Perlu diingat bahwa pasokan oksigen yang cukup ke limpa penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Sakit kepala

Umumnya perempuan yang kekurangan zat besi sering mengalami sakit kepala. Tubuh yang kekurangan zat besi akan mengalami penurunan aliran ke jaringan organ, termasuk otak. Hal ini akan menyebabkan sakit kepala dan pusing.

Restless leg syndrome

Seseorang yang kekurangan zat besi memiliki risiko mengalami restless leg syndrome. Hal ini adalah gangguan di mana seseorang memiliki keinginan tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki mereka, biasanya karena rasa tidak nyaman di kaki. Gangguan ini menyebabkan gelisah sekira 20 persen orang yang mengalami kekurangan zat besi.

Ingin mencoba beberapa makanan tak lazim

Keinginan mengonsumsi beberapa makanan tak lazim, seperti tanah liat, kotoran, es, kapur adalah salah satu dampak dari kekurangan zat besi. Biasanya, hal ini terlihat dalam tahap awal kekurangan zat besi, meskipun jarang terjadi.