BARCELONA

Williams Puas dengan Kinerja Pembalapnya

BeritaBintangBARCELONA – Chief Performance Williams, Rob Smedley, puas dengan hasil yang diraih pembalapnya, Valtteri Bottas, di Grand Prix (GP ) Spanyol pada akhir pekan lalu. Bottas finis di urutan empat dengan meraih 12 poin.

Hasil positif yang diraih Bottas juga berpengaruh baik dalam klasemen pembalap dan konstruktor. Di klasemen pembalap sementara, Bottas sukses berada di urutan lima dengan mengantongi 42 poin.

Sedangkan di klasemen konstruktor sementara, Tim Williams berada di urutan tiga dengan meraih 81 poin di bawah dua tim kuat Mercedes dan Ferrari. Williams sukses memperlebar jarak dengan Red Bulls dengan selisih 50 poin.

“Hasil di akhir pekan lalu sangat penting bagi kami. Kami bisa mempertahankan kecepatan seperti pembalap lainnya. Kami harus menjaga mengejar jarak dengan Mercedes dan mendekatkan jarak dengan Ferrari, setidaknya dalam balapan ini. Kami juga bisa unggul jauh dari Red Bull,” tutur Smedley, www.bintangbola.com.

“Sirkuit ini bukan yang kami harapkan. Tapi dengan hasil yang kami raih, semuanya sangat memuaskan,” tegasnya.

Uang Bukan Masalah Besar untuk Hamilton

BeritaBintangBARCELONA – Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton membantah uang menjadi alasan dia menunda tanda tangan kontrak baru bersama timnya. Dia menegaskan semua berita itu hanya omong kosong.

Kontrak baru Hamilton yang akan dia tandatangani usai GP Monaco pada 17 Mei 2015 membuat isu ini mencuat. Pembalap berusia 30 tahu itu dikabarkan akan menerima kontrak senilai 27 juta pounds (sekira 545 miliar rupiah) berdurasi tiga tahun.

Masa depan pembalap asal Inggris itu di Mercedes memang sempat mengalami ketidakjelasan. Hal ini lantaran Hamilton menunda kontrak baru dan tim lain, yaitu Ferrari diisukan ingin menggunakan jasanya.

“Uang bukan menjadi masalah utama. Yang mengatakan hal itu hanya omong kosong,” kata Hamilton, www.bintangbola.com.

“Semua berita yang mengatakan semua karena uang hanya sebuah omong kosong,” terangnya.

Ferrari Tak Butuh Hamilton

BeritaBintangBARCELONA – Kepala tim Ferrari, Maurizio Arrivabene, mengomentari isu kepindahan pembalap Mercedes Lewis Hamilton yang belakangan santer terdengar. Menurutnya, Ferrari tidak membutuhkan pembalap seperti Hamilton melainkan pembalap muda berbakat.

Rumor kepindahan pembalap asal Inggris ke tim Kuda Jingkrak memang menjadi topik hangat belakangan ini. Penyebabnya tak ayal karena belum ditandatanganinya perpanjangan kontrak yang telah disodorkan pihak Mercedes kepada Hamilton.

“Kenapa kami butuh Lewis Hamilton ketika kami punya pembalap sekelas Vettel? Saya lebih memilih pembalap muda berbakat untuk menjadi tandem Sebastian,” jelas Arrivabene.

Pembalap muda dan berbakat yang dimaksud Arrivabene adalah pembalap Williams, Valteri Bottas. Bahkan rumor yang beredar menyebutkan Bottas telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan tim Kuda Jingkrak pada 2017 mendatang.

“Saya memberikan bukti kepada anda. Pramusim tidak akan berbohong kepada anda para media. Untuk pertanyaan itu (soal Bottas), masih terlalu dini memberikan jawaban yang pasti,” ujar pria 58 tahun.

Ketidakpastian masa depan Raikkonen memang menjadi bahan spekulasi siapa yang akan menemani Vettel pada musim depan. Apalagi performa The Ice Man memang sudah jauh menurun. Musim lalu bahkan dirinya tidak dapat finis di zona podium sama sekali.

Tiga Pemain United Dalam Radar Barcelona

BeritaBintangBARCELONA – Meski tengah dilarang melakukan pembeli pemain hingga Januari 2016, bukan berarti Barcelona berdiam diri dalam usaha mendatangkan pemain baru. Bahkan, Blaugrana dikabarkan tengah memantau tiga pemain Manchester United sekaligus.

Barcelona mengincar Wayne Rooney, Juan Mata, dan Ander Herrera untuk didatangkan secara bersamaan pada musim dingin 2016. Tentu berita itu cukup mengagetkan, mengingat dibutuhkan uang yang tidak sedikit untuk mendatangkan ketiganya.

Namun, belum diketahui berapa besaran uang yang diajukan kubu El Barca guna mendatangkan Rooney dan Mata. Tidak demikian bagi Herrera, kabarnya manajemen Barca bakal mengajukan uang sebesar 25 juta pounds untuk mendatangkan pemain kelahiran Basque tersebut.

Tentu bisa dibayangkan keganasan lini tengah dan depan Barca jika ketiganya jadi bergabung ke Camp Nou. Sebagaimana diketahui, saat ini saja mereka sudah dihuni nama-nama wahid seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar da Silva, dan Andres Iniesta.

Sekarang tinggal ditunggu saat hukuman Barca yang diberikan FIFA usai pada Januari 2016. Ketika itu bisa dilihat apakah tim asuhan Luis Enrique berhasil mengamankan ketiga pemain andalan Setan Merah atau tidak.

Mercedes-Ferrari Memiliki Skandal

BeritaBintangBARCELONA – Peningkatan performa Scuderia Ferrari dalam ajang Formula One (F1) musim 2015 menghadirkan kecurigaan dari dewan penasehat Red Bull, Dr Helmut Marko. Marko menduga Mercedes dan Ferrari memiliki skandal dalam kompetisi musim ini.

Marko tidak melihat peningkatan performa yang ditampilkan Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen sebagai buah dari perbaikan mesin yang dilakukan Ferrari. Menurutnya, peningkatan Vettel dan Raikkonen tidak terlepas dari bantuan tim rival, Mercedes.

“Ini sulit untuk dibuktikan, tapi saya yakin Mercedes sudah membantu Ferrari,” kata Marko kepada Bild.

Mantan pembalap itu meyakini adanya motif dan permainan politik yang terjadi di antara Mercedes dan Ferrari. Mencegah kembalinya dominasi Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di F1 diprediksi sebagai alasan utama dari skandal tersebut.

Marko juga menyorot kerja sama Ferrari dengan Mercedes di balik adanya mesin turbo V6 era saat ini. Hal itu menjadi alasan tambahan untuk memperkuat kecurigaannya.

Sebelumnya, Bild pernah menduga Mercedes memang memperlambat program pengembangan yang direncanakan selama musim dingin. Tidak hanya itu, Mercedes juga dilaporkan pernah merekomendasikan salah satu teknisi spesialis mereka untuk bergabung dengan Ferrari.

Mercedes Tak Ingin Buru-Buru Gunakan Mesin Baru

BeritaBintangBARCELONA – Melihat persaingan di arena balap Formula One (F1) yang semakin ketat tidak membuat Mercedes buru-buru menggunakan mesin terbarunya agar tidak terkejar oleh lawan. Mercedes masih ingin menggunakan mesin yang lama hingga paruh pertama musim selesai.

Dalam GP Formula One (F1) 2015 diakui Mercedes persaingan berjalan semakin ketat, terlebih dengan persaingan dari Ferrari yang semakin mengejar Mercedes di setiap seri balapan.

Lauda tetap menilai kesempatan masih terbuka bagi timnya dengan baru menjalani empat seri balapan di awal musim ini. Mercedes sukses memijaki podium pertama dalam tiga seri balapan.

“Tidak (kami belum menggunakan mesin turbo V6). Kami masih berada di seri balapan ke empat,” kata Lauda.

“Apa yang merugikan saat ini akan menjadi kesempatan saat semua menjadi penting pada paruh kedua musim,” sambungnya.