Bank Dunia

Gadis Berusia 11 Tahun Ini Akan Jadi Ibu Termuda

BeritaBintangGadis Berusia 11 Tahun Ini Akan Jadi Ibu Termuda

SEBUAH kabar mengejutkan datang dari tanah Inggris. Seorang gadis yang masih berusia 11 tahun akan melahirkan seorang anak dan menjadi ibu termua di Inggris.

Menurut polisi setempat yang dikutip Zeenews, usia ayah dari bayi juga diyakini tidak jauh dari ibunya. Sayangnya, tidak bisa dijelaskan lebih jauh mengenai kehamilan gadis ini karena alasan hukum.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama di Inggris. Sebelumnya tercatat, seorang gadis juga pernah melahirkan pada tahun 2004 di usia 12 tahun dan suaminya berusia 13 tahun.

[ Baca Juga – Siapkan Menu Sarapan Sehat Bantu Turunkan Berat Badan ]

Balita mereka dikabarkan dirawat oleh neneknya yang berusia 28 tahun. Sedangkan ibu remaja tersebut tetap melanjutkan sekolahnya.

Sementara itu, dikutip dari laman Mirror, aktivitas seksual dinyatakan legal di Inggris ketika pria dan wanita berusia 16 tahun. Hal itu pun berlaku di beberapa negara Eropa, seperti Finlandia, Latvia, Belanda, Norwegia, Swiss, Siprus, dan Georgia.

Ingrris sendiri telah mengurangi angka kelahiran di usia remaja selama dekade terakhir, tetapi tetap yang tertinggi di Eropa Barat dan ke-6 tertinggi di Uni Eropa, menurut statistik Bank Dunia. Negara lainnya adalah Rumania, Bulgaria, Slovakia, Hungaria dan Malta.

PM Malaysia: Warga Sudah Muak Dengan Aksi Anti-Pemerintah

BeritaBintang – Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan warga Malaysia sudah muak dengan aksi menentang pemerintah oleh kelompok Bersih, yang menuntut reformasi proses pemilu dan pemerintahan yang bebas dari korupsi. Najib merasa aksi demonstrasi memprotes pemerintah tidak membawa manfaat apapun bagi negara.

Hal ini diutarakan Najib menanggapi aksi unjuk rasa yang kembali dilakukan oleh ribuan pendukung gerakan Bersih di Kuala Lumpur pada Sabtu lalu. Demonstrasi ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam 15 bulan terakhir.

Najib,yang ketika demonstrasi terjadi sedang bertandang ke Peru untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pacific (APEC) berujar, upaya menggulingkan pemerintah melalu demonstrasi merupakan langkah yang salah secara konstitusional dan hukum Malaysia.

“Sebagai warga Malaysia harus dapat menjunjung tinggi supremasi hukum. Jika tidak, kekacauan akan terjadi di negara ini dan membuat warga menderita,” tutur Najib seperti dikutip kantor berita Pemerintah Malaysia, Bandar Bola Terbaik, Selasa (22/11).

Mantan PM Malaysia periode 1981-2003, Mahathir Mohamad juga terlihat hadir dan turun langsung ke jalan bersama ribuan demonstran lainnya mendukung pengunduran diri Najib.

Menyoal kehadiran Mahathir, Najib berujar, langkah mantan pemimpin Malaysia dengan periode terpanjang itu bertentangan dengan apa yang pernah mahathir lakukan saat dirinya masih menjabat sebagai pemimpin Malaysia.

Sebagian warga Malaysia juga mempertanyakan keterlibatan Mahathir dalam gerakan oposisi pemerintahan Malaysia saat ini. Pasalnya, ketika Mahathir menjabat sebagai pemimpin, pemerintahannya dikenal keras dalam menghadapi gerakan oposisi saat itu.

Di akhir masa pemerintahannya, Mahathir terjepit dengan adanya gerakan “reformasi” yang berujung pada pemenjaraan mantan wakilnya, Anwar Ibrahim.

Najib menyebutkan, pernyataan Mahathir mengenai kondisi Malaysia yang menurutnya sedang dalam “keadaan darurat” hanyalah retorika politik tanpa dukungan fakta dan data dari organisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Dalam sebuah pernyataan dari situs resminya, Najib mengatakan, “Status ekonomi Malaysia masih dalam kategori A (tinggi). Jika Malaysia sedang mengalami krisis maka lembaga pemeringkat internasional seperti IMF dan Bank Dunia akan memperingatkan pemerintah jauh sebelumnya.”

Tuntutan warga Malaysia agar Najib mundur menyusul adanya laporan dari berbagai media internasional yang menyebutkan dia diduga telah menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta Linkalternatif.info.

Tudingan itu juga menyebabkan digelarnya penyelidikan di berbagai negara terkait.

Selain Mahathir, berbagai tokoh politik Malaysia seperti Anwar Ibrahim juga turut menyuarakan desakan agar Najib mundur.

Menurut pengamat dari Institut Penang, Malaysia, Wong Chin Huat, demonstrasi ini tidak memiliki dampak langsung terhadap pemerintahan Malaysia. Namun dia mengatakan, gerakan protes ini menjadi bagian penting untuk memperkuat koalisi sosial anti-pemerintahan Najib.