Bambang Widjojanto

Tanggapan Wapres atas Deponering Dua Mantan Petinggi KPK

BeritaBintang –Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku menghormati keputusan Jaksa Agung, M Prasetyo yang mengeluarkan deponering atas kasus yang menimpa para mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

“Ya itu adalah kewenangan Jaksa Agung. Jaksa Agung yang akan melaksanakannya. Artinya kita itu harus hormati,” kata JK di Wisma Kalla, Jakarta, Jumat 4 Maret 2016.
Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo memutuskan untuk mendeponering kasus dua mantan pimpinan KPK Samad dan Bambang. Alasannya demi kepentingan umum.
Keputusan deponering ini memang menjadi hak prerogatif Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Ia berharap keputusannya bisa dipahami dan diterima semua pihak.
Perkara yang membelit Samad, terkait dengan dugaan pemalsuan identitas. Adapun kasus yang menjerat Bambang, yaitu dugaan mengarahkan saksi agar memberikan keterangan palsu.

Kapolri Sebut Deponering BW Rugikan Penyidik

BeritaBintang – Pemberian deponering terhadap dua mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samada dan Bambang Widjojanto, telah membuat rugi penyidik Polri yang mengusut kasus keduanya. Hal itu lantaran proses hukum tidak sampai ke pengadilan.

“Buat apa kita lakukan penyelidikan kalau tidak sampai ke pengadilan. Karena di situ lah hakekat hukum bisa diwujudkan,” ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jumat (4/3/2016).

Menurutnya, masyarakat mempertanyakan proses hukum terhadap kedua mantan pimpinan KPK tersebut. “‎Kalau sampai ke penyidik saja ini akan menjadi tanda tanya besar apakah orang ini bersalah atau tidak. Kalau dibawa ke pengadilan kan bisa diperdebatkan dia bersalah atau tidak, nah itu ya,” terangnya.

Terakhir, mantan Kapolda Jawa Timur ini menuturkan pemberian deponering ‎akan menjadi penilaian tersendiri oleh publik. Sebab, nantinya Abraham Samad dan Bamabang Widjojanto akan dianggap ‘kebal’ dari hukum Indonesia.”Itu biarkan saja masyarakat yang menilai nantinya,” simpulnya.