Baby Alien

Lorenzo Selalu Ungguli Marquez di Paruh Kedua MotoGP

BeritaBintang – JORGE Lorenzo saat ini memang terpaut 48 angka dari pemuncak klasemen MotoGP 2016 yang diisi pembalap Tim Repsol Honda yakni Marc Marquez. Meski tertinggal jauh dari segi perolehan poin, bukan berarti membuat X-Fuera –julukan Lorenzo– lempar handuk untuk meraih gelar juara keempatnya di kelas MotoGP.

Sebab, dalam tiga musim terakhir mentas di ajang MotoGP, atau sejak pertama kali Marquez tampil di lomba balap motor paling prestisius tersebut, perolehan poin Lorenzo di paruh kedua MotoGP selalu lebih baik ketimbang Baby Alien –julukan Marquez.

Pada paruh kedua MotoGP 2013, Marquez meraih angka yang sangat tinggi yakni 171 poin, namun Lorenzo meraih 22 angka lebih tinggi. Semusim berselang, ketika Marquez mendulang 137 angka, Lorenzo mengemas 166 poin.

Sementara pada paruh kedua musim lalu atau ketika Lorenzo meraih gelar juara MotoGP ketiganya, pembalap berusia 28 tahun itu mengemas 164 angka, sementara Marquez hanya 128 poin. Seperti yang sudah diutarakan di atas, Lorenzo memang terpaut 48 poin dari Marquez hingga paruh pertama MotoGP 2016 Seperti Dikutip Bintangbola.co

Namun, masih ada sembilan seri tersisa di MotoGP 2016 sehingga segalanya masih dapat terjadi. Bukan hanya Marquez dan Lorenzo yang masih berpeluang juara, pembalap senior lain macam Valentino Rossi, Dani Pedrosa atau Andrea Dovizioso juga berkesempatan menjadi rider terbaik di MotoGP 2016.

Marquez: Lorenzo Lebih Kuat dari Rossi, Tapi…

BeritaBintang – Pembalap MotoGP dari tim Repsol Honda, Marc Marquez mengungkap perbedaan antara dua pesaingnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Marquez menganggap, dua pembalap Movistar Yamaha itu punya kelebihan masing-masing.

Marquez sedang bersaing sengit dengan Lorenzo dan Rossi dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2016. Baby Alien sejauh ini masih memimpin tabel klasemen pembalap dengan 125 poin, unggul 10 poin dari Lorenzo dan, 22 poin dari Rossi.

Mengutip Panduan Judi Online, Marquez mengungkapkan, Lorenzo dan Rossi punya kelihaian masing-masing. “Lorenzo sangat-sangat cepat di atas sirkuit, jika itu memang harinya dia. Dia lebih kuat dari Rossi. Tapi, Rossi punya banyak pengalaman. Dia tahu bagaimana membalikkan keadaan,” ujar Marquez.

“Rossi sangat kuat jika dia menjalani balapan yang cepat. Bahkan di saat dia bukanlah yang tercepat. Tapi dia bisa mencapai hal itu. Dia sangat konsisten,” kata Marquez melanjutkan.

Persaingan ketiga pembalap ini akan berlanjut di sirkuit Assen, Belanda akhir pekan ini. Di musim lalu, Rossi berhasil finis di podium pertama, sedangkan Marquez di posisi kedua, dan Lorenzo di tempat ketiga.

Keunggulan 10 Poin dari Lorenzo Tak Berarti Penting bagi Marc Marquez

BeritaBintang – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, menilai keunggulan 10 poin dari Jorge Lorenzo di klasemen sementara MotoGP 2016 tak berarti penting. Sebab, keunggulan 10 poin dapat berubah drastis jika Baby Alien –sapaan akrab Marquez– melakukan kesalahan di satu seri saja.

Hingga MotoGP 2016 memasuki tujuh seri, Marquez memimpin klasemen sementara dengan raihan 125 poin. Pembalap berpaspor Spanyol itu unggul 10 poin dari Lorenzo di posisi dua, serta 22 angka dari Valentino Rossi di posisi tiga.

Tak heran Marquez berpendapat demikain. Sebab, X-Fuera –julukan Lorenzo– pernah berada di kondisi yang sama. Sebelum mentas di seri ketujuh yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Lorenzo sempat memimpin klasemen dengan keunggulan 10 angka dari Marquez di posisi dua.

Namun, karena Lorenzo gagal finis dan di saat bersamaan Marquez berhasil menyelesaikan balapan di posisi dua, keadaan berbalik. Karena itulah, Marquez pantang jemawa sebelum musim 2016 benar-benar berakhir.

“Bagi saya keunggulan 10 poin tak berarti penting. Sebab jika selanjutnya saya finis di posisi tiga dan Lorenzo memenangi balapan, saya hanya tinggal satu poin. Karena itu, perbedaan 10 poin tak berarti penting, bahkan saya hanya unggul 22 poin dari Valentino Rossi,” jelas Marquez mengutip dari Panduan Judi Online, Sabtu (18/6/2016).

Bersalaman Usai GP Catalunya, Tanda Valentino Rossi dan Marc Marquez Mulai Berdamai

BeritaBintang – Ada pemandangan unik nan langka usai seri ketujuh MotoGP 2016 yang dilangsungkan di Sirkuit Catalunya rampung diselenggarakan. seperti diberitakan Panduan Judi Online Dua pembalap yang sempat terlibat perseteruan pada MotoGP 2015, Valentino Rossi dan Marquez bersalaman sekaligus memberi selamat satu lain.

Hal itu memunculkan isu mulai adanya perdamaian antara dua pembalap tersebut. Namun, terlepas dari isu perdamaian yang muncul, The Doctor dan The Baby Alien menyuguhkan balapan yang menarik di Sirkuit Catalunya.

Rossi memulai balapan dengan kurang optimal. Start dari posisi lima, pembalap berpaspor Italia itu sempat tercecer ke posisi tujuh. Namun, berkat skill serta ditunjang kemampuan apik dari YZR-M1, Rossi berhasil merebut posisi pertama milik Jorge Lorenzo pada lap keenam.

Selepas melewati X-Fuera –julukan Lorenzo, Rossi begitu tenang menduduki posisi teratas. Nasib nahas dialami Lorenzo. Pada lap 16, Lorenzo ditabrak pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone, sehingga membuatnya gagal finis untuk kedua kalinya musim ini.

Terlepas dari insiden yang dialami Lorenzo, Rossi mendapat perlawanan sengit dari Marquez yang menempati tangga kedua pada lap 21. Saling membalap sempat terjadi pada keduanya. Marquez sempat menduduki posisi terdepan di lap 22. Namun satu lap berselang, Rossi kembali merebut posisi puncak dan petaka dialami Baby Alien –julukan Marquez.

Marquez sempat melebar dan gagal memepet Rossi di lap 23. Alhasil, Rossi sanggup mengakhiri balapan di posisi pertama dengan keunggulan hampir tiga detik dari Marquez di posisi kedua.

Berkat kemenangan ini, Rossi masih tertahan di posisi tiga dengan koleksi 103 poin. Puncak klasemen diisi Marquez dengan raihan 125 poin, diikuti Lorenzo di tangga kedua dengan 115 angka.

Marquez Ungkap Penyebab Terjatuh di Le Mans

BeritaBintang – Marc Marquez terpaksa tidak bisa menyelesaikan balapan MotoGP di sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (8/5/2016) kemarin malam. Pembalap tim Repsol Honda itu terjatuh saat balapan memasuki lap ke 16.

Marquez menilai hal itu terjadi lantaran dia kehilangan akselerasi motor. “Mengecewakan, pasti. Tapi hal ini terjadi ketika Anda kehilangan banyak akselerasi. Anda harus memulihkannya di tempat Anda mengerem dan sangat mudah membuat kesalahan jika Anda terus membalap seperti itu selama 28 lap,” ujar Marquez di Beritabintang.com.

Akibat gagal meneruskan balapan, Marquez sendiri kehilangan kesempatan meraih poin. Padahal, sebelum terjatuh pembalap asal Spanyol ini berpotensi finis di tempat kedua atau bahkan menyalip pimpinan balapan, Jorge Lorenzo dari tim Movistar Yamaha.

“Sejujurnya saya membalap dengan baik, karena kami punya banyak masalah akhir pekan ini. Tapi saya hampir saja meraih podium. Itu target utamanya dan hasil yang terbaik musim ini. Tapi tiba-tiba, di tikungan kelima, saya kehilangna keseimbangan di bagian depan,” kata Marquez.

Lebih lanjut, Marquez juga menyangkal kalau insiden itu berkaitan dengan terjatuhnya pembalap Ducati, Andrea Dovizioso. Kebetulan, Dovizioso memang jatuh hampir bersamaan dengan Marquez di lap ke 16 di tikungan yang sama.

“Saya menyadari, Dovizioso telah jatuh ketika saya sudah di terjatuh duluan. Jadi itu tidak berhubungan. Tapi begitulah, itu menjadi menarik karena kami mengalami hal yang sama di waktu yang hampir bersamaan,” ujar Marquez mengakhiri.

Marquez saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara pembalap MotoGP. Pembalap berjuluk Baby Alien itu tertinggal 5 poin dari Lorenzo di posisi puncak dengan 90 poin.

Marquez: Juara Dunia? Saya Hanya Ingin Balapan

BeritaBintang –  Pembalap Tim Respol Honda, Marc Marquez coba memberikan tanggapan mengenai peluangnya di gelaran MotoGP musim 2016. Pria berusia 23 tahun tersebut berujar bahwa gelar juara dunia bukanlah target prioritas yang ingin dicapainya.

Seperti diketahui sejak diboyong Tim Repsol Honda pada awal musim 2013, Marquez memang menjelma jadi pembalap papan atas di MotoGP. Bahkan ia sukses melalui dua musim awal di tim pabrikan asal Jepan tersebut dengan status juara dunia.

Namun kesuksesan pembalap asal Spanyol itu gagal berlanjut di musim lalu. Sebab dari 18 seri yang berlangsung, Marquez hanya mampu mengoleksi 242 poin dengan menempati posisi ketiga di tabel klasemen akhir MotoGP 2015.

Kini jelang bergulirnya MotoGP musim baru, banyak yang menilai Marquez bakal kembali jadi juara dunia. Namun alih-alih bakal berusaha mewujudkan prediksi tersebut, pemilik julukan Baby Alien itu justru mengaku hanya ingin menikmati setiap momen yang terjadi di MotoGP musim ini.

“Gelar juara dunia? Saya hanya ingin berusaha untuk tetap menikmati balapan. Saya hanya ingin tampil dengan cara saya sendiri, dan tidak peduli dengan setiap perkataan orang-orang mengenai cara membalap saya,” kata Marquez, seperti dilansir BintangBoLa, Sabtu (12/3/2016).

Hubungan Panas Rossi dan Marquez Berlanjut di MotoGP 2016

BeritaBintang –   Perseteruan pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi dengan rider Repsol Honda, Marc Marquez kemungkinan bakal  berlanjut di MotoGP 2016. Pasalnya the Doctor mengungkapkan bahwa hubungannya sudah pecah secara permanen terkait insiden di Sirkuit Sepang di 2015 lalu.

Seperti diketahui, Rossi terbukti menendang motor Marquez hingga terjatuh saat terjadi persaingan di lintasan. Atas kejadian tersebut VR46 terkena hukuman hingga harus start dari posisi paling belakang di Sirkuit Valencia.

Juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut menyebut Marquez sebagai pengawal Lorenzo yang notabene sesama Spanyol. Lantas, kejadian itu selalu ada dalam benak Rossi dan  sangat sulit untuk memaafkan tingkah the Baby Alien.

“Setelah musim lalu, tidak ada yang akan sama. Namun perjuangan kita akan lebih asli. Semua orang dapat melihat apa yang sebenarnya ia pikirkan,” ucap  Rossi mengutip BintangBoLa, Jumat (11/3/2016).

“Saya tak akan melupakan apa yang telah ia lakukan. Akan menjadi munafik  untuk mengatakan bahwa itu berlebihan dan menjabat tangannya karena itu tidak benar. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi. Hubungan kami tidak akan pernah dapat dipulihkan. Saya suka melakukan hal-hal yang nyata dan tidak berpura-pura,” timpal pembalap berusia 37 tahun.

Marquez Raih Hasil Lebih Baik di Tes Pramusim Hari Kedua

BeritaBintang – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, cukup puas dengan hasil yang diraih pada tes pramusim hari kedua di Sirkuit Losail, Qatar, Kamis 3 Maret 2016 malam WIB. Tak heran Baby Alien –julukan Marquez– puas karena catatan waktunya lebih baik ketimbang tes pramusim hari pertama.

Pada tes yang dilangsungkan semalam, rider berusia 23 tahun berhasil melalui 42 lap dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 56.046 detik. Hasil itu membuat kampiun dua kali kelas MotoGP duduk di peringkat sembilan.

Sementara pada hari pertama yang berlangsung Rabu 2 Maret 2016 malam WIB, Marquez hanya menduduki posisi 10 dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 56.523 detik. Karena itu, Honda RC213V milik Marquez sudah lebih berkembang ketimbang hari sebelumnya.

“Kami melangkah lebih baik ketimbang hari sebelumnya. Kami melalui tikungan dengan lebih baik. Selain itu, saat ini kami berfokus pada sisi sasis, geometri dan segalanya,” jelas Marquez, mengutip dari Crash, Jumat (4/3/2016).

Marquez dapat mempertajam catatan waktunya saat menjalani tes pramusim hari ketiga pada Jumat (4/3/2016) malam WIB. Hasil lebih baik pada tes pramusim terakhir tersebut berpotensi menaikkan mental Marquez jelang tampil di race perdana MotoGP 2016 yang berlangsung pada 20 Maret 2016.

Marquez Duta Besar Terbaik MotoGP

BeritaBintang –   Juara dua kali MotoGP beruntun, Marc Marquez boleh jadi gagal mempertahankannya menjadi tiga kali beruntun pada MotoGP 2015. Tapi hal itu tak lantas membuatnya sepi pujian, rider Repsol Honda itu tetap dipandang tinggi.

Bahkan salah satunya dari Bos Tech3, Herve Poncharal. Ia mengakui bahwa Yamaha memang mendominasi ajang balap musim 2015 di kelas konstruktor dan juga pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Tapi Marquez tetap memiliki kelas tersendiri.

Baby Alien dinilai Poncharal sebagai duta besar terbaik MotoGO karena memiliki kecepatan saat beraksi dan tak ragu menggeber motornya hingga maksimal. Kecepatannya hanya bisa ditandingi oleh Lorenzo yang akhirnya jadi juara MotoGP 2015.

“Jorge sangat cepat tapi saya pikir Marquez juga secepat Jorge, dan mereka mengembangkan kemampuan itu di berbagai cara. Jika Anda tidak memiliki stopwatch kepada Jorge, satu hal yang mungkin ia panasi adalah bannya. Tapi jika Anda lihat Marc, mereka berkata ‘hebat!’ tiap belokan ia sepertinya bisa meloncat,” papar Poncharal diberitakan Bioskopsemi , Minggu (17/1/2016).

“Jorge menyaksikan di sisi trek karena ia membalap sangat bersih dan sempurna secara teknik, tapi ketika melihat Marc siapapun bisa menikmatinya, bahkan jika salah satunya berusia 75 tahun dan tak pernah menyetir motor. Kemudian dia jelas duta besar terbaik MotoGP,” pujinya.

Marquez Tunjuk Pembalap Cilik Ini Jadi Suksesornya

BeritaBintang –   Marc Marquez membeberkan alasannya merekrut seorang pembalap cilik, yakni Raul Sanchez. Pembalap tim Repsol Honda tersebut menilai bakat Raul sebagai seorang rider telah mengingatkan masa-masa kecilnya.

Pertemuan pertama kali antara Marquez dan Raul berawal dari ajang Alianz Junior Motor Camp 2015. Pada acara tahunan tersebut Baby Alien ditunjuk sebagai salah satu pembalap yang diundang untuk berbagi pengalamannya.

Dalam ajang Alianz Junior Motor Camp 2015, Raul memang sukses menunjukkan performa yang luar biasa. Kondisi tersebut yang membuat Marquez merekrut pembalap cilik berusia 13 tahun itu menjadi salah satu rider didikannya.

“Mimpi saya menjadi kenyataan berkat dukungan yang saya terima dari orang-orang tertentu. Sekarang giliran saya yang melakukan hal yang sama untuk Raul Sanchez,” ucap Marquez, seperti dilansir Bioskop168 , Kamis (31/12/2015).

“Dia seorang pembalap muda yang penuh dengan talenta dan sudah membuat saya terkesan dengan berbagai aksinya di ajang itu (Alianz Junior Motor Camp 2015). Saya berharap ia mampu memiliki karier hebat sebagai seorang pembalap profesional di masa mendatang,” tuntas pembalap berusia 22 tahun itu.