Autodromo Termas

Ini Kata Lorenzo tentang Posisi Start dan Situasi Terkait Ban

BeritaBintang – Jorge Lorenzo bicara mengenai posisi startnya di MotoGP Argentina, juga keputusan Michelin terkait ban yang ia sebut bakal bikin balapan jadi amat sulit.

Lorenzo akan memulai balapan di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (3/4/2016) waktu setempat atau Senin (4/4) dinihari WIB, dari posisi tiga.

Sesi kualifikasi Lorenzo sendiri diganggu oleh kecelakaan yang dialami rider Movistar Yamaha tersebut pada sesi free practice 4. Saat itu Lorenzo dan motor M1-nya mental ke gravel. “Saya sedikit tidak beruntung dengan insiden crash itu karena dengan dua motor kami sebenarnya masih bisa menggunakan ban depan baru dan bisa sedikit lebih cepat pada bagian akhir. Tapi ini tempat start bagus untuk memulai balapan,” kata Lorenzo di Crash.net.

Dalam dua kesempatan melaju di MotoGP Argentina, Lorenzo belum pernah naik podium teratas. Ia finis di posisi tiga pada 2014 dan finis kelima musim lalu.

“Kami tahu Argentina dan Austin bukanlah sirkuit terbaik buat kami, tapi kami harus bisa menemukan solusi terhadap situasi itu sebaik mungkin. Saya akan berusaha menang kalau memungkinkan dan kalau tidak bisa maka saya akan membidik podium,” tuturnya.

Sebuah insiden pecah ban dari Scott Redding pada free practice 4 membuat Michelin memutuskan untuk menarik kompon medium dan hard ban belakangnya. Ban medium dengan bahan berbeda, yang lebih keras, akan diperkenalkan jelan g balapan.

“Ini merupakan sebuah situasi yang amat aneh yang belum pernah saya alami sebelumnya. Sayangnya di masa lalu kami pernah punya masalah dengan ban dan sudah pasti bukan sebuah situasi yang nyaman untuk tim-tim dan para rider, tapi begitulah situasinya,” ucap Lorenzo.

“Saya punya rasa hormat besar kepada Michelin dan atas segala usaha yang mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan ban-ban 2016. Kendatipun ada ketidaknyamanan saat ini, saya yakin mereka akan terus bekerja karena keselamatan adalah prioritas dalam balapan. Balapan nanti akan berjalan dengan amat sulit. Kami harus memulai dari nol lagi, tapi setidaknya semua rider merasakannya,” bebernya.