Austria

Lupakan Insiden Kecelakaan, Sean Gelael Mencoba Move On

BeritaBintangBAKU – Insiden kecelakaan yang terjadi di Sirkuit Baku tak membuat semangat pembalap GP2 Campos Racing, Muhammad Sean Gelael menjadi patah arang. Mengingat Sirkuit Baku merupakan lintasan baru yang hadir dalam kalender Formula One (F1) dan GP2 musim 2016

Sean mengakui siap membalap di seri selanjutnya yakni Red Bull Ring, Austria. Pada balapan yang digelar 1-3 Juli 2016, ia mengaku ada persaingan yang berbeda dengan balapan di Baku.

Sean yang pernah melintas di Red Bull Ring mengaku hapal dengan lintasan tetapi ia juga mewaspadai pembalap lain yang sudah memahami trek. Hal Itu membuat persaingan di Red Bull Ring akan sangat ketat.

“Ya saya sudah hapal dengan sirkuit ini. Hanya saja, tantangan tetap sulit karena pembalap dan tim lain juga sama pahamnya dengan sirkuit ini,” ungkap pembalap berusia 19 tahun tersebut, sebagaimana dirangkum TaruhanBolaOnline, Rabu (22/6/2016).

Jadi mereka juga sudah tahu strategi dan setelan mobil yang akan dipakai. Situasinya berbeda dengan balapan di Baku City saat semua pembalap dan tim sama-sama baru pertama kali tampil,” imbuhnya.

‘Inggris Siap Hadapi Siapa Saja, Akan Bikin Gol-Gol di Laga Berikutnya’

BeritaBintang  –   Manajer Inggris Roy Hodgson menegaskan tidak gentar menghadapi siapa saja yang jadi lawan berikutnya, seraya menegaskan keyakinan Inggris akan menghujani lawan berikutnya dengan gol.

Inggris menyudahi fase grup dengan bermain 0-0 lawan Slovakia, Selasa (21/6/2016) dinihari WIB. The Three Lions lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup B di bawah Wales.

“Finis kedua adalah kekecewaan, tapi kami masih ada di babak 16 besar dan siapa yang dapat menilai tim yang akan kami hadapi lebih kuat? Dengan cara kami bermain saat ini, saya dengan gentar menghadapi siapa saja,” ucap Hodgson seperti dikutip Panduan Judi Online.

Di laga lawan Slovakia, Bintangbola.co mencatat Inggris punya 27 tembakan dengan rincian 5 on target, 8 off target, dan 14 kena blok. Slovakia sementara itu cuma memiliki 4 attempts dengan masing-masing dua on target dan off target.

Menurut Hodgson, kecenderungan serupa juga dibuat timnya di tiga pertandingan fase grup walaupun hal itu cuma membuahkan satu kemenangan; 1-1 lawan Rusia, 2-1 atas Wales, dan 0-0 dengan Slovakia.

“Kami tak bisa berbuat lebih banyak lagi, kami sudah mendominasi permainan dari awal sampai akhir, kami punya sedemikian banyak peluang dan suatu hari kami akan memaksimalkannya. Saya tak bisa menyalahkan usaha dan kerja keras para pemain,” katanya kepada ITV.

“Ini sedikit memalukan, di seluruh tiga laga kami sudah menjadi penyerangan versus pertahanan dan saya tidak pernah menduga Inggris mendominasi tiga laga seperti yang telah kami lakukan.

“Kami akan segera membuat tim lawan membayar, suatu hari nanti di turnamen ini kami akan bikin gol-gol,” tegas Hodgson.

Di babak 16 besar Inggris akan berhadapan dengan runner-up Grup F. Saat ini grup itu dipuncaki Hongaria (4 poin), diikuti Islandia dan Portugal (2 poin), dan Austria (1 poin).

Pendapat Marc Marquez Mengapa Fans Lebih Menyukai MotoGP daripada F1

BeritaBintang – Marc Marquez mengomentari penjualan tiket MotoGP yang bisa lebih laris dibanding balap F1. Menurut pembalap Repsol Honda itu, antusiasme fans lebih disebabkan ingin melihat kemampuan individu para pembalap.

“Saya pikir fans sudah paham kalau mobil akan sangat menentukan di balap F1. Sedangkan di MotoGP, kemampuan individu pembalap lebih dominan meski kualitas motornya biasa saja. Ini yang membuat MotoGP lebih menarik,” ujar Marquez, mengutip Panduan Judi Online, Kamis (16/6/2016).

Sementara itu panitia balapan MotoGP di Sirkuit Red Bull, Spielberg, Austria dikabarkan bahagia melihat penjualan tiket, meski masih pada tahap pre-sale. Sekira 200 ribu lembar tiket disediakan dan langsung diserbu peminat. Panitia pun mesti menyediakan tenda dan layar tambahan di luar sirkuit untuk mengantisipasi padatnya penonton.

Sirkuit Red Bull akan menggelar seri ke-10 MotoGP pada 14 Agustus 2016 sekaligus menjadi balapan perdana kompetisi motor premier class tersebut di trek sepanjang 4,3 kilometer itu.

‘Seperti Mimpi yang Jadi Nyata Bagi Hongaria’

BeritaBintang – Tim nasional Hongaria berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Austria dalam laga perdana Grup F Piala Eropa. Pelatih Hongaria, Bernd Storck, emnyebut hasil positif itu bak sebuah mimpi yang jadi nyata.

Dalam laga yang dihelat di Stadion Nouveau Stade de Bordeaux, Bordeaux, Selasa (14/6/2016) malam WIB, kedua tim tampil ofensif. Tapi, Hongaria yang berhasil membuat dua gol tanpa balas.

Dua gol Hongaria itu diciptakan pada babak kedua. Adam Szalai membuka keunggulan kemudian disempurnakan oleh Zoltan Stieber.

Statistik mencatat Hongaria tampil lebih efisien dalam laga itu. Hongaria membuat 12 attempts dengan tujuh di antaranya on goal. Sementara, Austria membuat delapan percobaan dengan cuma empat yang tepat sasaran.

“Kalian bisa melihat bagaimana reaksi fans yang sungguh brilian. Ini seperti mimpi yang jadi nyata,” kata Storck, pelatih seperti dikutip Panduan Judi Online.

“Kami mengharapkan ini semua, kami memimpikan ini semua. Ketika semua orang bekerja keras maka semuanya terbayarkan.

Ujian kedua akan dilakoni Hongaria dengan menghadapi Islandia di Stade Vélodrome, Marseille pada 18 Juni. Satu lawan lagi relatif bakal lebih berat, yakni menghadapi Portugal.

Kemenangan Perdana Polandia di Piala Eropa

BeritaBintang – Polandia akhirnya meraih kemenangan pertamanya di putaran final Piala Eropa, setelah pada dua edisi sebelum ini selalu jadi bulan-bulanan.

Kemenangan yang sudah dinantikan itu lahir ketika menghadapi Irlandia Utara di Allianz Riviera, Nice, Minggu (12/6/2016). Polandia menang 1-0 berkat gol tunggal Arkadiusz Milik di menit ke-51.

Dikutip Bintangbola.co gol Milik, yang kini dicatat BBC sebagai pencetak gol termuda Polandia di ajang Euro (pada usia 22 tahun dan 104 hari), menjadi momen bersejarah untuk Bialoczerwoni. Berkat gol itu Polandia meraih kemenangan pertamanya di Piala Eropa.

Kemenangan pertama Polandia di ajang Piala Eropa ini sendiri diraih setelah menundukkan Irlandia Utara yang merupakan salah satu tim debutan di Euro.

Sebelumnya, Polandia sudah dua kali ikut serta dalam perhelatan pesta sepakbola antarnegara se-Eropa tersebut, yakni pada 2008 dan 2012. Keduanya-duanya dilewati Robert Lewandowski cs tanpa satu pun kemenangan.

Di Euro 2008, Polandia secara berurutan kalah 0-2 dari Jerman, berimbang 1-1 dengan Austria, dan kalah 0-1 dari Kroasia. Polandia saat itu tersingkir sebagai juru kunci akibat kalah selisih gol dari Austria yang sama-sama cuma meraih 1 poin.

Di Euro 2012, Polandia secara berturut-turut bermain seri 1-1 dengan Yunani, juga berimbang 1-1 lawan Rusia, sebelum akhirnya tunduk 0-1 dari Republik Ceko. Polandia ketika itu juga tersingkir sebagai juru kunci.

Artinya, butuh tujuh pertandingan buat Polandia sebelum akhirnya berhasil juga meraih kemenangan pertamanya di putaran final sebuah Piala Eropa.

Bos Red Bull Minta Maaf kepada Daniel Ricciardo karena Gagal Juarai GP Monaco

BeritaBintang – Bos Red Bull, Helmut Marko, meminta maaf kepada pembalapnya yakni Daniel Ricciardo karena gagal menjuarai GP Monaco. Menurutnya, itu merupakan kesalahan timnya karena tak bisa berkoordinasi dengan baik.

Memang, selama balapan pembalap asal Australia tersebut tampil mengesankan dengan berada di urutan terdepan. Namun, keadaan berubah saat memasuki lap ke-33 di mana timnya menyuruh Ricciardo masuk pit-stop. Tak pelak, posisi satunya itu diambil oleh pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Akibat dari kejadian tersebut, Helmut mengaku ada kesalahan komunikasi yang terjadi pada kru. Lantas, ia akan melakukan evaluasi pada balapan selanjutnya.

“Kami memberikan kemenangan pada Mercedes. Sangat disayangkan karena ada beberapa kesalahpahaman dan bukan komunikasi yang tepat,” ucap Helmut mengutip Panduan Judi Online, Senin (30/5/2016).

“Kami akan menyelidiki (apa yang terjadi di pit lane) dan mencari tahu. Itu kesalahan manusia, saya merasa benar-benar meminta maaf kepada Daniel, dan semua yang bisa kita lakukan adalah meminta maaf padanya,” tuntas pria asal Austria tersebut.

Masjid Austria Dikirimi Kepala dan Darah Babi

BeritaBintang –Suatu masjid di selatan Kota Graz, Austria sedang dalam tahap pembangunan. Namun pada Jumat 6 Mei 2016, warga setempat dikejutkan dengan penampakan dua kepala babi dan olesan darahnya di puncak menara bangunan ibadah umat Islam tersebut.

Akibat insiden hate crime ini, seorang pria berusia 46 tahun dan tercatat sebagai warga negara asli Austria telah ditahan. Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Johanna Mikl-Leitner, selama 2015 ada kenaikan sebesar 54 persen pada pergerakan ekstrimis dan insiden rasis, mulai dari vandalisme dan serangan kebencian terhadap orang asing.

“Serangan ini tidak hanya sebuah serangan terhadap masjid kami. Akan tetapi lebih dari itu, tindakan ini telah menyerang seluruh komunitas keagamaan, para pengikutnya dan kebebasan beragama,” demikian tanggapan Pusat Islamis Graz di Facebook (FB), seperti dikabarkan Indowins, Sabtu (7/5/2016).

Austria termasuk salah satu negara di Eropa yang menerima kedatangan pengungsi terbanyak. Kebanyakan mereka datang dari negara-negara Islam seperti Turki dan Mesir. Kondisi inilah yang membuat jumlah pemeluk agama Islam di Austria semakin meningkat. Terutama sejak 1991, di mana terdapat sedikitnya 339 ribu Muslim menetap di negara tersebut.

Kelompok Arab Muslim terbanyak di Austria berasal dari Mesir, yakni 3500 orang dan Tunisia sekira 1000 orang. Meski penduduk Muslim semakin banyak, namun negara yang memiliki populasi 8,2 juta penduduk itu, tetap didominasi oleh penganut agama Katolik, yang mencapai 74 persen jumlahnya.

Red Bull Berencana Pasang Kaca Anti Peluru di Kokpit Halo

BeritaBintang – Tim Red Bull Racing (RBR) tampaknya sangat senang dengan teknologi pengamanan alternative yang dibuat Federasi Automotive Internasional (FIA), Halo teknologi untuk melindungi kokpit pada Formula One (F1) musim 2017.

Selain itu tim berlogo banteng merah tersebut memberikan gagasan untuk meletakan kaca anti peluru di depan pelindung Halo. Keputusan tim asal Austria tersebut nampaknya mendapat sambutan hangat dan lamu hijau dari FIA.

Kepala tim Red Bull, Christian Horner, mengatakan konsep tersebut akan diuji pada minggu depan. Untuk mengukur ketahanan statis mengenai perlindungan baru tersebut. Kabarnya setelah tes dilakukan, RBR akan mencoba penemuan tersebut di Sirkuit Sochi pada 1 Mei mendatang.

“Jika hasil dari tes tersebut positif, maka kita akan meletakan pada salah satu mobil dan akan melakukan uji coba singkat di Sochi,” tegas Horner, sebagaimana diberitakan BeritaBintang.com, Selasa (19/4/2016).

Longsoran Salju di Pegunungan Alpen, Enam Pemain Ski Tewas

BeritaBintang –   Pada Sabtu 12 Maret, sebuah longsoran salju besar terjadi di wilayah Pegunungan Alpen di Italia dan menewaskan enam pemain ski ketika para rekan korban melihat tumpukan salju yang memiliki lebar ratusan meter menyapu para korban.

Dibutuhkan helikopter untuk mengevakuasi korban selamat dan jenazah dari lokasi longsoran yang terjadi di dekat puncak Monte Nevoso. Dilaporkan, lokasi longsoran salju tersebut berada tidak jauh dengan perbatasan Austria-Italia.

Para korban tewas termasuk dari kelompok pemain ski yang berpengalaman dan sedang menuju wilayah puncak gunung untuk bermain ski. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab longsoran salju tersebut.

Polisi di Bolzano dan Brunico membenarkan mengenai informasi para korban tewas termasuk ke dalam kelompok pemain ski yang berpengalaman. Sebagaimana dilansir dari BintangBoLa, Minggu (13/3/2016) satu orang terluka akibat insiden tersebut sedangkan delapan orang lainnya selamat tanpa luka.

Sebagaimana diwartakan oleh ANSA, kelompok pemain ski berpengalaman tersebet terdiri dari warga negara Austria dan Italia.

Pihak Kepolisian memaparkan bahwa tidak lama setelah longsoran salju terjadi, para korban selamat langsung berusaha meminta tolong tim SAR dan tidak lama kemudian tim SAR datang dengan membawa tiga helikopter.

Selain helikopter, tim SAR juga membawa anjing pelacak demi mencari jenazah yang tertimbun di bawah salju.

Optimisme Toro Rosso di Musim 2016

BeritaBintang –   Kepala Tim Toro Rosso, Franz Tost, optimis timnya bisa berbicara banyak di ajang balap Formula One (F1) 2016. Bahkan tim yang bermarkas di Faenza, Italia, ini mengusung target besar di musim ini.

Melalui dua pembalapnya, yakni Max Verstappen dan Carlos Sainz, Tost berharap timnya dapat berdiri di podium. Selain itu, dengan kemampuan STR11, pria asal Austria ini menargetkan Toro Rosso dapat finis di urutan kelima klasemen akhir pembalap.

“Saya berharap kami dapat meraih podium di musim ini setelah hampir meraihnya musim lalu di Budapest dan Austin karena Max finis keempat,” ujar Tost, seperti dikutip dari BintangBoLa, Rabu (2/3/2016).

“Saya harap mobil baru dapat bekerja dengan baik selain itu tim dan pembalap juga melakukan pekerjaannya dengan baik. Target utama kami musim ini adalah untuk dapat finis di urutan lima klasemen konstruktor,” jelasnya.

Verstappen dan Sainz mampu membawa Toro Rosso finis di tempat ketujuh klasemen akhir pembalap untuk musim lalu. Kedua pembalap tersebut masing-masing ada di urutan 12 dan 13 klasemen akhir pembalap dengan raihan 49 dan 27 poin.