Austria

Terlibat Duel Sengit dengan Marquez, Dovizioso: Itu Balapan yang Gila

BeritaBintangTerlibat Duel Sengit dengan Marquez, Dovizioso: Itu Balapan yang Gila

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, menyebut race di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu 13 Agustus 2017 malam WIB sebagai balapan yang gila. Mengingat, rider berkebangsaan Italia itu sempat terlibat duel sengit dengan Marc Marquez (Repsol Honda) hingga lap terakhir.

Penampilan Dovizioso di Austria memang sangat luar biasa. Memulai balapan dari tempat kedua, ia selalu konsisten berada di posisi lima terdepan.

Memasuki beberapa lap terakhir, Dovizioso terlibat persaingan sengit dengan Marquez untuk menentukan sang juara. Puncaknya, persaingan keduanya terjadi di tikungan terakhir saat last lap.

{ Baca juga : ” Jadwal Piala Super Spanyol 2017 Leg II, Gantian Real Madrid Jamu Barcelona ” }

Marquez yang terlalu melebar di tikungan terakhir berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Dovizioso dengan masuk dari sudut dalam. Hanya tinggal menyisakan trek lurus, kecepatan The Iron Will –julukan Dovizioso– sukses memastikan dirinya finis posisi pertama mengalahkan Marquez.

“Itu adalah balapan yang gila, tapi sejujurnya akhir pekan ini luar biasa, dan khususnya tikungan terakhir lap terakhir, tapi saya berhasil tetap tegak dan menyadari bahwa Marquez akan mencoba dan melewati saya,” ujar Dovizioso, seperti disadur dari
Sakong Online
, Selasa (15/8/2017).

“Ini adalah situasi yang sangat sulit karena jika Marc menutup langkahnya di tikungan terakhir, dia akan memaksa saya keluar dan melewati saya. Sebagai gantinya saya bisa melawan serangannya dan saya terus menang!” tuntasnya.

Juara 1 di GP Austria, Dovizioso Nikmati Persaingan dengan Marquez

BeritaBintangJuara 1 di GP Austria, Dovizioso Nikmati Persaingan dengan Marquez

Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mengaku menikmati persaingannya dengan Marc Marquez. Itu terjadi pada race ke-11 MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu 13 Agustus 2017.

Ya, persaingan ketat terjadi antara Dovi dan Marquez. Pembalap Repsol Honda itu melakukan manuver berbahaya dengan menutup jalur Dovizioso. Untungnya rekan dari Jorge Lorenzo tersebut bisa terhindar dari tabrakan dan berhasil mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.

{ Baca juga : ” Miliki Masa Depan Suram dengan Man United, Barnet: Shaw Cinta Bermain di Old Trafford  ” }

Memang hingga lap berakhir, pembalap asal Italia itu harus menjaga kinerja bannya hingga akhir race. Menurutnya, sangat berbahaya apabila ia sedikit saja lengah hingga peluang juara di depan mata hilang.

“Pertempuran itu sangat bagus, kami mengendalikan balapan. Untuk ban sangat buruk terlebih Marquez berada di belakang Anda,”ujar Agen Poker Judi, Senin (14/8/2017).

Dovi menambahkan kalau dirinya tahu Marquez akan mencoba melewatinya. Namun, ia mengetahui juara dunia MotoGP musim lalu itu bakal melewatinya di tikungan terakhir. Untungnya, Marquez tidak melakukan manuver karena ia melakukan pengereman saat melewati tikungan.

“Saya mendengar di tikungan terakhir bahwa dia membuka [throttle] lebih awal dari saya, jadi saya tahu dia ingin mencoba di tikungan terakhir. Marquez melakukan langkah yang tepat dengan memberhentikan motornya, tapi yang jadi masalah saat itu saya berada terlalu dekat,”tuntasnya.

Valentino Rossi Catat Hasil Terburuk dalam Empat Musim Terakhir

BeritaBintang – VALENTINO Rossi gagal tampil optimal di MotoGP 2016. The Doctor –julukan Rossi– memang mampu memenangi dua dari sembilan race yang telah dilalui. Namun, pembalap berusia 37 tahun itu sudah tiga kali gagal menyelesaikan balapan dan dua kali tidak berhasil mencapai podium.

Hasil itu membuat Rossi tercecer di tangga ketiga klasemen sementara MotoGP 2016 dengan raihan 111 angka. Pembalap berpaspor Italia itu terpaut 59 angka dari rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang memimpin klasemen.

Dilansir Panduan Judi Online Hasil di paruh pertama MotoGP 2016 ini merupakan yang terburuk dalam empat musim terakhir. Pada 2013 di sembilan race awal, Rossi sanggup mendulang 117 poin.

Di gelaran 2014, Rossi mampu mengemas 141 poin dan 2015 (179). Namun, tampil buruk di paruh pertama bukan jaminan Rossi akan tampil melempem di paruh kedua.

Dapat dilihat di hasil paruh kedua MotoGP 2013 dan 2014. Saat itu Rossi berhasil meraih poin yang lebih tinggi ketimbang paruh pertama. Setelah hanya meraih 117 angka di paruh pertama MotoGP 2013, Rossi sanggup mendulang 120 poin di periode kedua.

Begitu juga di edisi 2014, setelah meraih 141 angka di periode pertama, Rossi mengemas 154 poin di paruh kedua. Karena itu, Rossi berpeluang besar meraih poin yang jauh lebih besar di paruh kedua MotoGP 2016.

Sekadar informasi, paruh kedua MotoGP 2016 bakal dilangsungkan di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Balapan tersebut akan berlangsung pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB. Sekadar informasi, untuk pertama kalinya sejak 1997, sirkuit yang berada di Kota Spielberg itu menggelar lomba balap motor paling prestisius tersebut.

Jeda Musim Panas, Suzuki Lakukan Uji Coba dan Pengembangan Motor

BeritaBintang – MotoGP 2016 telah memasuki jeda musim panas selama tiga pekan. Tim Suzuki Ecstar mencoba mengembangkan kinerja kuda besinya agar bisa kembali bersaing pada 14 Agustus 2016 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Ya, Suzuki melakukan uji coba mesin motor GSX-RR di di lintasan sepanjang 4,326 kilometer tersebut. Hal tersebut bertujuan agar Maverick Vinales dan Aleix Espargaro terbiasa dengan trek dan perangkat anyar kendaraannya.

Davide Brivio selaku Manajer Tim mengungkapkan uji coba yang dilakukan oleh kedua pembalapnya berjalan baik. Menurutnya, timnya selalu melakukan langkah perbaikan untuk bisa kompetitif di MotoGP.

“ Ada hal positif yang dapat kami ambil dari uji coba ini, yaitu mempelajari sirkuit baru. Kami juga menjalankan beberapa item baru seperti swing arm yang tentunya untuk mencoba beberapa perbedaan,” ucap Brivio mengutip Panduan Judi Online, Minggu (24/7/2016).

“ Kami akan terus mencoba meningkatkan kinerja kami. Sebab kami memiliki beberapa kelemahan dari race sebelumnya. Suzuki akan mencoba lebih baik lagi untuk ke depannya,” tuntas pria asal Italia tersebut.

Valentino Rossi: Atmosfer Sirkuit Red Bull Ring Akan Luar Biasa!

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tak sabar tampil di Sirkuit Red Bull Ring yang merupakan arena digelarnya race 10 MotoGP 2016 pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB. The Doctor –julukan Rossi– menilai, atmosfer balapan nanti bakal berjalan luar biasa dengan adanya suporter yang memadati tribun sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,326 km tersebut.

Rossi beserta pembalap MotoGP lainnya baru saja tampil di sesi pengujian Sirkuit Red Bull Ring yang berlangsung pada 19 dan 20 Juli 2016. Tidak heran Red Bull dijadikan lahan pengujian. Sebab untuk pertama kalinya sejak 1997, sirkuit yang berada di Austria itu kembali menggelar lomba balap motor paling prestisius tersebut.

Dalam dua hari tes yang dilakukan, terlihat ribuan penonton memadati sirkuit yang mulai dibuka pada 1969 tersebut. Dari banyaknya penonton yang hadir di sesi pengujian sirkuit tersebut, Rossi yakin di balapan sebenarnya akan lebih banyak dihadiri penggemar MotoGP yang datang langsung ke sana.

Karena itu, balapan diprediksi akan berlangsung seru berkat adanya atmosfer luar biasa yang diberikan penonton. Sekadar informasi, Rossi merupakan satu-satunya pembalap (yang kini aktif di kelas MotoGP) yang pernah tampil di Sirkuit Red Bull Ring pada ajang grand prix (125 cc, 250 cc dan MotoGP).

Ketika masih tampil di kelas 125 cc pada 1996 dan 1997, Rossi pernah mengaspal di sirkuit itu. Di gelaran 1996 atau musim debutnya di ajang grand prix, Rossi sanggup menempati posisi tiga. Sementara setahun berselang, pembalap yang kini berusia 37 tahun itu menduduki tangga kedua.

“Terdapat banyak fans yang hadir selama sesi tes. Jadi saya pikir balapan nanti bakal berlangsung luar biasa,” ujar Rossi penuh keyakinan, mengutip dari Panduan Judi Online , Kamis (21/7/2016).

Stoner Khawatir dengan Faktor Keamanan Venue GP Austria

BeritaBintang – Casey Stoner menjadi salah satu figur pembalap MotoGP yang mengkhawatirkan isu keamanan venue GP Austria, Red Bull Ring. Sirkuit yang memiliki panjang 4.362 kilometer tersebut akan menggelar tes jelang race yang digelar pada 14 Agustus 2016.

Sirkuit tersebut untuk pertama kali masuk ke kalender MotoGP setelah dibeli dan direnovasi oleh pemilik baru, Red Bull. Adapun Stoner akan menjajal motor RC213V dalam tes yang diselenggarakan oleh Ducati tersebut. Pabrikan asal Italia itu mengundang banyak tim untuk mengikuti tes bersama mereka.

Sayangnya, kesan pertama Stoner ketika berada di Red Bull Ring tidak menyenangkan. Dia menyoroti banyaknya genangan yang ada di trek tersebut.

“Saya khawatir soal genangan di Austria. Beberapa dari permukaan aspal bahkan tidak dicat. Bayangkan apa yang bakal terjadi jika hujan, seorang pembalap yang kecelakaan tak akan melambat, justru sebaliknya,” kata Stoner, seperti dimuat Panduan Judi Online , Selasa (19/7/2016).

“Mereka harus fokus pada keamanan karena nyawa manusia itu rapuh. Anda tidak boleh selalu menomorsatukan performa, sebab area-area genangan tidak akan membuat para pembalap melambat. Genangan di aspal berbahaya, kecelakaan Luis Salom menjadi buktinya,” jelasnya.

Insiden Tabrakan Duo Mercedes Buat Bos Mercedes Murka

BeritaBintang – Bos Mercedes AMG, Toto Wolff, menegaskan tak tertarik membahas insiden tabrakan kedua pembalapnya yakni Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Menurutnya, ia tak bisa menyalahkan kondisi yang terjadi karena persaingan panas saat itu.

Persaingan  duo Mercedes kembali memanas usai sempat terjadi bentrok pada seri GP Spanyol. Kini Hamilton dan Rosberg terlibat gesekan pada lap akhir balapan di Sirkuit Red Bull Ring. Lantas mengakibatkan kendaraan yang dikendarai pembalap Jerman tersebut finis di urutan kelima.

Atas kejadian tersebut Wolff menerangkan mereka secara internal akan membahas masalah yang terjadi. Bahkan dalam hitungan beberapa hari kedepan. Tentu saja, agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa.

“Saya tak ingin menyalahkan mereka masing-masing karena memang kondisi panas saat itu terjadi pada lap terakhir,” ucap Wolff mengutip Panduan Judi Online, Rabu (6/7/2016).

“Saya muak saat mencoba menganalisanya. Saya hanya ingin tidak ada kontak lagi. Kita perlu membahas secara internal dengan semua orang yang terlibat bagaimana kita mengelola situasi ke depan ketika mereka dekat satu sama lain. Sebab itu kita tunggu saja hasilnya,” tuntas pria asal Austria tersebut.

Bos Manor Nilai Pascal Wehrlein Tampil Sangat Nyaman di Austria

BeritaBintangSPIELBERG – Pembalap Manor Racing Team, Pascal Wehrlein, mampu meraih poin pertama dalam ajang Formula One (F1) 2016 di seri Austria pada Minggu 3 Juli. Wehrlein dinilai tampil dengan sangat nyaman hingga akhirnya bisa menyumbangkan poin pertama untuk Manor.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Direktur Balap Manor, Dave Ryan. Ia menyatakan senang dengan performa yang ditampilkan Wehrlein. Pembalap berusia 21 tahun itu dinilai bisa mengatasi berbagai situasi yang ada saat balapan.

“Pascal terlihat nyaman sepanjang waktu kami di sini di Austria, meskipun ada saat-saat lomba di mana situasi tidak tampak begitu bagus baginya,” ujar Ryan, seperti dalam keterangan pers yang diterima TaruhanBolaOnlineTerpercaya.

Meski mengakhiri balapan di posisi 10, balapan GP Austria memang tidak berjalan dengan mudah untuk Wehrlein. Driver berkebangsaan Jerman tersebut sempat tercecer ke posisi 20. Saat situasi tersebut, Ryan mengaku tidak panik karena yakin Wehrlein bisa mengatasinya.

“Kami merasa yakin dia akan mengatasinya. Itulah apa yang ia lakukan dan ia menempatkan dirinya dalam posisi yang tepat untuk mengambil keuntungan jika situasi berpihak padanya,” terang Ryan.

Sean Gelael Senang Kibarkan Merah Putih di Austria

BeritaBintang – Catatan mengagumkan dilakukan oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael. Di musim perdananya membalap bersama Pertamina Campos Racing, Sean sudah mampu mendapatkan poin pertama ketika membalap di Baku.

Kini, di balapan keempat musim ini, Sean Berhasil meraih podium pertamanya bersama Pertamina Campos Racing. Seperti diketahui, pada balapan GP2 seri Australia, Sabtu 2 Juli 2016, Sean berhasil finis di posisi dua setelah memulai balapan dari posisi 18.

Dengan finis di posisi kedua, maka Sean berhak mendapat 18 poin. Ini merupakan raihan angka kedua bagi Sean setelah finis ketujuh dan meraih enam poin di sirkuit Baku City dua pekan lalu. Pada balapan selanjutnya, Sean Gelael akan memulai balapan dari posisi tujuh. balapan Sprint Race akan diselenggarakan Minggu (3/7/2016).

Usai balapan, Sean mengaku sangat senang, Ia bahkan tak bisa melukiskan perkataanya dengan kata-kata. Sang ayah, Ricardo Gelael juga mengaku senang dengan hasil yang didapat sang anak.

“Hasil yang luar biasa. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tentu saya senang karena bisa mengibarkan bendera merah putih,” kata Sean seperti dalam pernyataan resmi yang diterima Panduan Judi Online, Minggu (3/7/2016)

“Tentu hasil yang membanggakan. Kita memulai balapan yang sulit. Tetapi akhirnya bisa finis dan meraih podium satu dan dua. Ini hasil kerja keras tim yang luar biasa. Bagi saya ini seperti mimpi,” kata Ricardo Gelael, ayah Sean Gelael.

Fernando Alonso Optimistis Tatap GP Austria

BeritaBintang – Pada akhir pekan ini, para pembalap Formula One (F1) akan kembali bertarung pada seri lanjutan musim 2016 di Austria. Pembalap McLaren-Honda, Fernando Alonso, optimistis menatap balapan yang akan berlangsung di Red Bull Ring tersebut.

Alonso bertekad memberikan kemampuan terbaiknya di GP Austria. Pembalap berusia 34 tahun itu memiliki keyakinan dirinya bisa tampil dan meraih poin sesuai dengan yang ditargetkan.

“Setelah balapan di tempat yang unik di Sirkuit Kota Baku, kami kembali ke lintasan balap yang umum di Austria. Ini masih akan menantang, jadi Anda tidak boleh membuat satu kesalahan pun,” kata Alonso, sebagaimana dimuat Panduan Judi Online, Rabu (29/6/2016).

“Saya harap kami bisa lebih kompetitif daripada yang kami tunjukkan di Baku dan saya harap saya bisa memiliki balapan yang lebih lama di sini ketimbang musim lalu. Di musim lalu, sesi balapan saya sudah berakhir di lap awal!” sambungnya.

Di Baku, Alonso gagal menyelesaikan balapan hingga akhir. Saat ini, juara dunia dua kali F1 itu bertengger di posisi 13 klasemen sementara pembalap dengan raihan 18 poin, unggul 13 poin dari rekan setimnya Jenson Button di posisi 16.