Atletico Madrid

Ketika Madrid Panik Ronaldo Cedera di Latihan untuk Laga Final

BeritaBintang – Kepanikan melanda skuat Real Madrid jelang bentrokan final Liga Champions melawan Atletico Madrid di San Siro, Milan, Sabtu (28/5/2016). Pemain kunci Madrid, Cristiano Ronaldo terpakar kesakitan ketika menjalani sesi latihan.

Insiden tersebut bermula ketika Ronaldo bertabrakan dengan kiper Kiko Casilla dalam simulasi pertandingan 10 melawan 10. Ronaldo kemudian mengerang kesakitan. Staff medis dan tim pelatih, termasuk Zinedine Zidane ramai-ramai menghampiri CR7

Dari pantuan BeritaBintang, tim dokter memberikan perawatan intensif di bagian paha kiri. Ronaldo tertatih-tatih keluar dari lapangan. Dia dibantu beberapa staff Madrid untuk berjalan. Sebelumnya, Ronaldo melewatkan sesi latihan Jumat pekan lalu.Langkah itu diambil agar kebugaran sang pemain optimal menatap pertandingan kontra Atletico Madrid.

Setelah kejadian dengan Kiko Casilla, Ronaldo menyatakan baik-baik saja. Dia siap tampil di final.

“Saya sedikit ketakutan. Tapi dalam beberapa hari mendatang, tidak ada masalah,” kata Ronaldo sebagaimana dikutip dari Panduan Judi Online.

Dia menjadi rentan cedera karena frekuensi pertandingan yang tinggi musim ini. Ronaldo tercatat tampil di 34 pertandingan La Liga musim 2015/16. Meski begitu, Ronaldo menegaskan bisa tetap menampilkan performa terbaik.

“Saya pikir, ini menjadi musim di mana saya paling banyak bermain. Mengalami masalah seperti ini ketika latihan tidak akan mengurangi performa untuk tetap memberikan yang terbaik.”

Ronaldo memang menjadi tumpuan Madrid di laga final nanti. Musim ini, di semua ajang kompetisi pemain 31 tahun itu telah mencetak 51 gol di semua ajang kompetisi.

Sementara itu, pelatih Madrid, Zinedine Zidane menyatakan fisik Ronaldo berada di puncak untuk melakoni pertandingan Sabtu nanti. “Dia telah mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Zidane. Satu-satunya pemain diragukan tampil adalah bek Raphael Varane. “Selebihnya semua pemain fit. Termasuk James Rodriguez.”

Jelang Final Liga Champions, Real Madrid Tak Pernah Menang di Milan

BeritaBintang – Milan akan menjadi saksi pertarungan dua klub terhebat Eropa musim ini yakni Real Madrid dan Atletico Madrid. Bermain di marksa Inter Milan dan AC Milan, Real Madrid tidak memiliki rekor bagus ketika mengunjungi kota mode tersebut.

Menurut laporan Kamusjudi.com, Selasa (24/5/2016), Los Blancos tak pernah meraih satu kemenangan pun dalam 14 pertandingan yang terjadi di Milan. Tentu hal tersebut bukan lah bekal yang bagus bagi Real Madrid jelang pertandingan kontra Atletico.

Madrid telah gagal mendapatkan kemenangan dalam pertandingan melawan Inter Milan atau AC Milan dalam semua kompetisi. Mereka bahkan pernah kalah telak di Milan dengan skor 5-0 pada 19 April 1989.

Milan memang telah menjadi kota yang paling sering menjadi taun rumah final Liga Champions dengan total 12 kali. Hal tersebut menyamai rekor Munich sebagai tuan rumah. Cristiano Ronaldo juga tak pernah mencetak gol selama bermain di Milan.

Jose Antonio Reyes, Sosok Peraih Lima Gelar Europa League

BeritaBintang  –  Pemain Sevilla, Jose Antonio Reyes, telah memasuki usia senja dalam kariernya di dunia sepakbola. Namun tak disangka, dirinya masih bisa membatu Sevilla untuk meraih gelar Europa League kelima sepanjang sejarah klub.

Uniknya, mantan pemain Arsenal tersebut menjadi sosok yang sudah menerima lima gelar Europa League sepanjang karier sepakbolanya. Gelar tersebut ia raih saat dirinya berada di Atletico Madrid dan Sevilla.

Reyes yang sempat tergabung dalam tim invincible Arsenal tersebut sebenarnya tak dimainkan pada pertandingan melawan Liverpool di partai pamungkas kontra Liverpool, Kamis 19 Mei 2016 dini hari WIB. Namun dirinya tetap berjasa dalam perjalanan Sevilla ke babak final.

Gelar pertamanya di Europa League terjadi saat 2009-2010 dan 2011-2012. Ketika itu dirinya berhasil memenangkan kompetisi kasta kedua bersama dengan Atletico Madrid. Sementara tiga gelar selanjutnya ia raih bersama Sevilla—klub yang membesarkannya—selama tiga musim berturut-turutsejak 2013-2014.

Saat ini Reyes tengah berkonsentrasi untuk mempersiapkan partai final Copa del Rey. Sevilla akan menghadapi Barcelona di Vicente Calderon.

Bantai Espanyol, Barca Ulangi Rekor

BeritaBintang – Kemenangan telak sukses diraih Barcelona ketika menjamu rival satu kotanya, Espanyol. Lionel Messi dan kawan-kawan sukses menggulung Espanyol dengan skor telak 5-0. Kemenangan telak tersebut mengulangi rekor mereka atas tim yang sama pada 1992.

Pada 1992 Barcelona juga sukses menumpaskan Espanyol dengan skor sama. Pada kesempatan kali ini, lima gol Barca dicetak oleh Messi pada menit delapan, Luis Suarez pada menit 52 dan 61, lalu Rafinha pada menit 74, dan Neymar pada menit 83.

Kemenangan atas Espanyol kali ini juga sangat berarti penting untuk pasukan Luis Enrique. Tiga poin membuat mereka tetap berada di posisi pertama klasemen sementara dengan raihan 88 poin di sisa satu pertandingan lagi.

Pesaing terdekat Barcelona kini adalah Real Madrid yang di saat bersamaan menang 3-2 atas Valencia. Rival Barca lain, Atletico Madrid, terhempas dari perburuan gelar juara setelah menelan kekalahan 1-2 dari Levante.

“5 – @FCBarcelona telah mengulangi kembali kekalahan terbsesar Espanyol di La Liga sejak terakhir pada musim 1992 (skornya sama 5-0),” tulis akun @OptaJose.

Madrid Samai Rekor United di Liga Champions

BeritaBintang  – Real Madrid meraih kemenangan 1-0 atas Manchester City di leg kedua babak semifinal Liga Champions 2015-2016, Kamis dini hari tadi WIB. Clean sheet yang diraih pada laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut membuat Madrid sukses menyamai rekor Manchester United di ajang Liga Champions.

Clean sheet di laga kontra City menjadi yang ke-84 kalinya diraih Madrid selama bermain di kompetisi kasta teratas Eropa. Menurut statistik Opta Johan, jumlah tersebut sama dengan pencapaian yang dimiliki United.

Sementara dengan bertambahnya satu clean sheet, Los Blancos sukses meninggalkan Barcelona. Statistik Opta Johan membeberkan, selama bertarung di Liga Champions, Barca “baru” meraih 83 clean sheet.

“84 – Clean sheet terbanyak dalam sejarah Liga Champions: Real Madrid (84), Manchester United (84), Barcelona (83). Benteng pertahanan,” tulis Bintangbola.co, Kamis (5/5/2016).

Kemenangan atas City sendiri membawa Madrid melaju ke babak final Liga Champions musim ini. Di partai puncak, El Real akan berhadapan dengan Atletico Madrid yang melaju usai menyingkirkan Bayern Munich melalui keunggulan gol tandang.

Bayern Kesulitan Cetak Gol ke Gawang Atleti

BeritaBintang  – Meski diunggulkan untuk meraih kemenangan dan lolos ke babak final, Bayern Munich nyatanya harus takluk di tangan wakil Spanyol, Atletico Madrid, dengan skor 1-2. Agregat keduanya sama kuat 2-2, namun Bayern kalah produktivitas gol tandang.

Pada pertandingan yang diadakan di Allianz Arena tersebut, Bayern sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Akan tetapi, hal itu ternyata tidak serta-merta membuat mereka bisa meraih kemenangan dengan skor besar.

Bintang Bayern, Arturo Vidal, heran mengapa sangat sulit untuk mencetak gol kala menghadapi wakil Spanyol tersebut. Menurutnya, di dua leg Bayern memiliki banyak peluang, tetapi mereka tidak bisa memaksimalkan menjadi gol.

“Saya tidak tahu kenapa bola tidak mau masuk ke dalam gawang,” ujar Vidal seperti dikutip dari Bintangbola.co, Rabu (4/5/2016).

“Padahal kami memiliki banyak peluang yang diciptakan pada dua pertandingan melawan mereka,” tegas mantan pemain Juventus tersebut.

Kegagalan melangkah dari semifinal musim ini adalah yang ketiga kalinya secara beruntun. Pada musim 2013-2014 Bayern juga gagal melaju dari babak semifinal usai tumbang dari Real Madrid. lalu musim lalu mereka takluk di tangan Barcelona.

Mantan Pelatih Bayern Kritik Keputusan Guardiola

BeritaBintang –Mantan pelatih Bayern Munich, Ottmar Hitzfeld, memberikan kritikannya kepada Josep Guardiola. Ia menilai keputusan Guardiola mencadangkan Thomas Muller di laga leg pertama babak semifinal Liga Champions 2015-2016 kontra Atletico Madrid, adalah hal yang tak masuk akal.

Seperti diketahui dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Vicente Calderon itu, nama Muller memang tidak ada dalam starting eleven Bayern yang dipilih oleh Guardiola. Ia baru masuk ke lapangan ketika pada babak kedua laga tersebut.

Kondisi tersebutlah yang membuat Hitzfeld merasa gusar. Bahkan pria berkebangsaan Jerman tersebut menilai bahwa taktik mencadangkan Muller adalah blunder atas kekalahan yang dialami oleh Die Roten dari Los Rojiblancos di pertandingan tersebut.

“Sangat aneh pemain seperti Muller tidak ia (Guardiola) pilih dalam 11 pemain di awal laga. Anda semua tahu bahwa Muller sedang bermain hebat di musim ini, dan itu (keputusan dicadangkan) bisa saja membuat mentalnya menurun,” jelas Hitzfeld, seperti disadur dari Indowins, Jumat (29/4/2016).

“Saya rasa keputusan itu juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka (Bayern) gagal menang di sana. Sebab dengan kehadiran pemain seperti Muller sejak awal, saya yakin jalannya pertandingan tadi tidak akan seperti itu,” tuntas pelatih Bayern periode 1998 hingga 2004 dan 2007-2008 itu.

Soal Hand Ball, Ini Tanggapan Gabi

BeritaBintang – Barcelona sesungguhnya layak mendapat penalti dalam kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid. Menyusul pengakuan kapten Atletico Gabi yang melakukan hand ball.

Kemenangan tersebut meloloskan Atletico ke semifinal dengan keunggulan aggregat 3-2 atas Barca. Ini merupakan semifinal kedua bagi Los Rojiblancos dalam tiga musim terakhir setelah mencapainya di 2013-14.

Dalam laga perempatfinal leg II di Vicente Calderon dinhari tadi, beberapa keputusan wasit pantas dipertanyakan. Salah satunya insiden hand ball yang dilakukan Gabi saat menahan tembakan Andres Iniesta di menit-menit akhir.

Insiden ini lantas menjadi perdebatan. Namun, dalam tayangan ulang terlihat memang hal itu terjadi di dalam kotak penalti.

“Ya, itu handball. Aku tepat di garis dan bola mengenai tanganku,” ungkap Gabi seusai pertandingan yang dilansir AS. “Wasit memberi tendangan bebas di luar kotak, aku tidak tahu apakah tanganku di dalam atau di luar kotak.”

“Terkadang keputusan-keputusan memihak Anda dan terkadang tidak. Kalau memang di dalam, ya di dalam tapi kami tidak bisa bergantung pada satu momen. Kami pantas menang.”

Di semifinal Atletico berpeluang berjumpa dengan rival sekotanya, Real Madrid, Bayern Munich, ataupun Manchester City. Gabi belum mau membicarakan soal titel juara.

“Masih terlalu dini dibicarakan, kami masih di semifinal bukan final,” lanjut Gabi. “Kami harus terus bekerja dan menunggu undiannya. Siapapun yang kami dapatkan, mestinya akan jadi lawan yang tricky.”

Top Score: 10 Pemain yang Akan Menggantikan Iniesta, Xavi dan Casillas

BeritaBintang –  

MASA kejayaan Spanyol di turnamen kelas dunia seperti Piala Dunia mulai perlahan memudar. Hal itu dibuktikan dengan gagalnya mereka lolos dari penyisihan grup pada Piala Dunia edisi 2014 di Brasil.

Salah satu penyebab kegagalan La Furia Roja bisa jadi karena para pemainnya yang sudah mulai menua, dan pola permainan yang tidak berubah sehingga para lawan sudah dapat mengantisipasi perlawanan Spanyol.

Seperti halnya Timnas lain di dunia, Spanyol juga membutuhkan regenerasi pemain agar dapat terus bersinar di kompetisi yang mereka ikuti, sekaligus menyegarkan skuad dari para pemain veteran. Berikut ini BintangBoLa merangkum 10 pemain yang berpotensi memperkuat Timnas Spanyol di masa depan, mengutip berbagai sumber, Rabu (9/3/2016).

10. Sergio Rico

Pemain berusia 22 tahun tersebut berposisi sebagai kiper di Sevilla. Meski usianya masih terbilang muda untuk seorang penjaga gawang, ia sudah menunjukkan kualitas yang layak untuk masuk ke dalam level timnas.

Rico merupakan produk asli akademi Sevilla. Ia sudah mengepak 69 penampilan untuk Sevilla, dan mencetak 26 kali clean sheets. Rico dipanggil ke Timnas Spanyol untuk pertama kali pada 26 Mei 2015, namun dia pada saat itu tidak diturunkan oleh Vicente del Bosque.

9. Sergi Samper

Reputasi La Masia sebagai penelur pemain hebat tidak perlu diragukan lagi. Salah satu produk akademi milik Barcelona tersebut yang digadang-gadang bakal menjadi bagian penting Timnas Spanyol adalah Sergi Samper.

Samper yang kini berusia 21 tahun diberkati oleh talenta yang luar biasa. Kontrol bola pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut banyak menuai pujian. Dirinya sudah tampil di 10 pertandingan bersama Barca dan menghasilkan dua assists.

8. Hector Bellerin

Usianya masih 20 tahun, namun keberadaannya di Arsenal begitu krusial. Dirinya dinobatkan sebagai salah satu fullback terbaik yang ada di musim ini. Bahkan konsistensi permainannya membuat Mathieu Debuchy terdepak dari skuad utama. Sejauh ini Bellerin sudah bermain 60 kali untuk Arsenal.

7. Gerrard Deulofeu

Salah satu jebolan akademi La Masia yang memiliki skill menjanjikan. Sayangnya, ia tidak pernah mendapatkan tempat di Barcelona. Hal itu lah yang membuat pemain yang berposisi sebagai winger tersebut memilih untuk hijrah ke Inggris dan berseragam Everton.

Bersama Everton dirinya sukses menunjukkan kualitasnya. Sejauh ini ia telah mencetak delapan gol untuk The Toffees. Selain itu, pemain berusia 21 tahun tersebut telah menciptakan 17 assists. Dirinya sudah tampil untuk Timnas Spanyol pada Mei 2014 di partai persahabatan.

6. Denis Suarez

Produk akademi Manchester City tersebut tidak pernah mencicipi rasanya bermain untuk tim senior City. Dirinya lantas memilih untuk hengkang menuju Villarreal pada 2015. Sembilan assists dari 31 penampilan musim ini menjadi bukti skill milik Suarez. Selain itu namanya juga menjadi incaran beberapa klub besar seperti Barcelona dan Napoli.

5. Oliver Torres

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut merupakan produk akademi Atletico Madrid. Kualitasnya sebagai pemain yang memiliki potensi sudah terlihat kala ia menjalani masa pinjaman di Villarreal. Saat ini ia telah menjadi bagian penting Atletico Madrid, terbukti dengan 28 capsnya dan satu gol untuk Los Colchoneros.

4. Munir

Pemain berusia 20 tahun tersebut belajar banyak dari tiga striker kelas dunia yang dimiliki oleh Barcelona yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Kualitasnya bahkan sudah dipercaya oleh Vicente del Bosque dengan memanggilnya ke Timnas Spanyol. Pemain dengan skill dribbling yang impresif tersebut telah membukukan tujuh gol dan sembilan assists untuk Barca.

3. Juan Bernat

Musim ini pemain berusia 22 tahun tersebut banyak belajar dari mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Didatangkan dari Valencia pada 2014, pemain berposisi sebagai bek kiri tersebut sudah tampil di 14 pertandingan musim ini untuk Bayern Munich. Kualitasnya sebagai bek jempolan membuat namanya masuk ke timnas Spanyol. Ia sejauh ini sudah tujuh kali membela La Furia Roja.

2. Paco Alcacer

Selain memiliki Diego Costa sebagai striker utama, Vicente del Bosque juga memiliki Alacer. Ketajamannya di level timnas memang belum terbukti meski sudah tampil 11 kali, namun di level klub ia sudah mencetak 11 gol dari 31 penampilannya di musim ini.

1. Saul Niguez

Pemain berusia 21 tahun tersebut diproyeksi akan menjadi sosok jenderal lini tengah Spanyol di masa depan. Pemain yang merupakan produk dari Atletico Madrid tersebut telah menjadi bagian penting untuk lini tengah Los Colchoneros. Sejauh musim ini ia sudah membukukan 30 penampilan dan membukukan enam gol serta dua assists.

Iniesta Tak Ingin Berkata seperti Ronaldo

BeritaBintang – Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, mengomentari apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo usai Real Madrid dikalahkan Atletico Madrid dengan skor 0-1, Sabtu 27 Februari 2016 malam WIB. Iniesta mengaku tak memiliki keinginan untuk berkata dan berbuat seperti Ronaldo.

Seusai Madrid dikalahkan Atletico, Ronaldo mengeluarkan kalimat yang terkesan arogan. Pemain berjuluk CR7 menyebut jika rekan-rekannya memiliki kualitas seperti dirinya, Los Blancos –julukan Madrid– akan memimpin klasemen sementara La Liga.

Dapat dibilang, Ronaldo secara khusus menyalahkan para pemain muda Madrid yang gagal menunjukkan kualitas. Beberapa di antaranya ialah Jese Rodriguez, Mateo Kovacic dan Lucas Vazquez.

Komentar tersebut sempat mendapat kritikan tajam dari beberapa personel Barca. Termasuk Iniesta yang tak pernah terbersit di benaknya untuk berkomentar seperti yang diutarakan Ronaldo.

“Saya tidak memiliki kekuatan untuk berkata seperti yang Ronaldo utarakan. Bagi saya, rekan setim saya adalah yang terbaik, baik bersama klub dan tim nasional,” jelas Iniesta, mengutip dari Football Espana, Selasa (1/3/2016).