Atletico Madrid

Real Madrid Dominan di 4 Musim Terakhir Liga Champions, Alessandro Del Piero: Itu Tak Terlalu Penting

BeritaBintangReal Madrid Dominan di 4 Musim Terakhir Liga Champions, Alessandro Del Piero: Itu Tak Terlalu Penting

Pesepakbola legenda Juventus, Alessandro Del Piero, meyakini mantan timnya mampu mengalahkan Real Madrid dan meraih trofi Liga Champions 2016-2017. Del Piero menilai, meski Madrid dominan di empat musim terakhir Liga Champions, hal itu tak terlalu berarti.

Ya, Los Blancos –julukan Madrid– tampil luar biasa , terhitung sejak musim 2013-2014. Dalam empat musim terakhir, Madrid menembus partai puncak sebanyak tiga kali. Pada 2013-2014, Madrid menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final.

Berselang semusim, Madrid memang gagal ke final, namun mereka mentas hingga semifinal sebelum akhirnya ditumbangkan Juventus. Pada 2015-2016 Madrid kembali ke partai puncak untuk kembali menghadapi Los Colchoneros –julukan Atletico.

{ Baca Juga : ” Punya Modal Baik, Andrea Dovizioso Optimis di MotoGP Italia}

Kali ini Madrid menang via adu penalti dengan skor 5-3, setelah sebelumnya bermain 1-1 di waktu normal. Sementara terbaru pada edisi musim ini, di mana mereka akan menghadapi Juventus. Namun, Del Piero meyakini catatan impresif Madrid itu akan menguap ketika kick off pertandingan dilangsungkan.

“Saya setuju bahwa Real Madrid lebih paham soal atmosfer Liga Champions ketimbang Juventus. Mereka lolos ke final tiga kali dalam empat musim terakhir. Namun sejak tendangan pertama atau kick off pertandingan, semuanya akan menguap,” kata Del Piero yang mengantarkan Juventus juara Liga Champions 1995-1996, mengutip dari AGEN BOLA TERBAIK, Kamis (1/6/2017).

Gameiro: Saya dan Griezmann Akan Jadi Duet Mematikan Atletico Madrid

BeritaBintang – Kevin Gameiro menyatakan dirinya sudah tidak sabar berduet bersama Antoine Griezmann di lini depan Atletico Madrid. Dia yakin bakal bisa mencetak banyak gol untuk Los Rojiblancos.

Gameiro adalah pemain terkini yang didatangkan Atletico pada bursa transfer musim panas ini. Penyerang berpaspor Prancis tersebut sejatinya menjadi incaran banyak klub setelah mencetak 30 di semua kompetisi bersama Sevilla.

Di Atletico, Gameiro akan berduet dengan kompatriotnya yakni Griezmann. Mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut meyakini bertandem dengan Griezmann bakal menghasilkan banyak gol untuk Los Colchoneros.

“Griezmann adalah pemain Prancis yang hebat seperti saya. Saya yakin kami akan membuat banyak gol. Dia belum menelepon saya karena sedang berlibur,” kata Gameiro, seperti dilansir Bintangbola.co, Senin (1/8/2016).

“Saya sangat senang berada di sini dan membela klub besar seperti Atletico. Saya sudah berbicara dengan Simeone dan dia memberi tahu bahwa dirinya mencintai saya,” jelasnya.

Carlos Tevez Tolak Sejumlah Klub Besar demi Corinthias

BeritaBintang – Mantan penyerang Manchester United dan Manchester City, Carlos Tevez, kabarnya memilih bergabung kembali menuju klub Brasil, Corinthias. Ia bahkan menolak mentah-mentah dua klub Inggris yang memberikan tawaran untuk kembali.

Pesepakbola berusia 32 tahun ini pindah menuju Boca Juniors pada musim panas lalu. Tevez sukses mencetak sembilan gol dalam 23 pertandingan bersama klub Argentina tersebut.

Agen Tevez, Kia Joorabchian menegaskan, kliennya tidak akan kembali menuju Eropa meski mendapat tawaran yang menggiurkan dari sejumlah klub-klub besar. Kabarnya Juventus dan Atletico Madrid berusaha mengamankan jasa Tevez pada musim 2016-2017.

“Kami hanya bisa mengatakan jika Tevez telah menjadi pemain resmi Corinthias setelah sukses melakukan tanda tangan kontrak,” ungkap Joorabchian, sebagaimana diwartakan Panduan Judi Online , Minggu (17/7/2016).

“Kami hanya membicarakan mengenai kesepakatan. Sebenarnya ada tawaran dari Juventus, Atletico Madrid, dan dua klub

Legenda Kagum dengan Level Permainan Barcelona

BeritaBintang –Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Barcelona memang menjelma menjadi salah satu klub dengan kesuksesan yang sangat luar biasa. Bahkan mereka hingga saat ini masih satu-satunya tim yang mampu menyabet treble winners sebanyak dua kali.

Prestasi itu terakhir Barca torehkan pada dua tahun lalu atau tepatnya pada musim 2014-2015. Namun, tim asuhan Luis Enrique tersebut gagal mengulangi prestasinya itu di musim 2015-2016, setelah tersingkir di babak perempatfinal Liga Champions dari Atletico Madrid.

Barca pun harus puas menyudahi musim depan raihan Copa del Rey dan La Liga. Melihat kondisi tersebut lantas dikomentari langsung oleh salah satu pemain legendaris Barca, Xavi Hernandez. Ia pun mengaku sangat kagum dengan level permainan yang ditunjukkan mantan klubnya itu.

“Hal pertama yang saya sadari ketika saya pergi adalah, betapa besarnya klub ini. Semua orang tahu mengenai klub kami. Akan tetapi di atas itu semua, saya menyadari bahwa betapa hebat kualitas sepakbola kami,” jelas Xavi, seperti dikutip TaruhanBolaOnline, Jumat (17/6/2016).

“Saya telah melihat banyak laga besar dan tidak diragukan lagi bahwa level permainan kami benar-benar berbeda. Saya kira hanya Pep dan Bayern yang bisa mendekatinya. Bukan hanya tentang pemain yang kami punya, namun bagaimana kami bermain secara kolektif,” sambungnya.

“Saya tahu, apa yang sudah kami latih, dan semua berjalan sempurna. Tahun ini, klub tidak juara Liga Champions, namun mereka adalah klub terbaik dunia, tidak diragukan lagi. Barcelona bisa saja kalah, namun mereka masih merupakan tim terbaik dunia. Kami punya pemain terbaik di tiap posisi,” tuntas pemain yang kini merumput di Liga Qatar bersama Al-Sadd tersebut.

Kisah di Balik Tetesan Air Mata Pepe

BeritaBintang –Pemain bertahan Real Madrid, Pepe, terlihat menitihkan air mata ketika timnya menjalani babak adu penalti di Final Liga Champions saat melawan Atletico Madrid. Ia mengaku sangat emosional ketika itu dan yakin akan memenangkan pertandingan.

“Itu adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dijelaskan. Saya mulai meneteskan air mata ketika Lucas Vazquez dengan santai mencetak gol dengan rasa percaya diri yang tinggi,” ujar Pepe seperti diberitakan Taruhan Bola Online, Sabtu (4/6/2016).

“Saya merasa sangat emosional dan kami akan memenangkan pertandingan. Saya sudah merasa yakin ketika Sergio Ramos mengatakan adu penalti akan berada di depan pendukung kami,” tambah pemain berkepala plontos itu.

“Saya tak mengerti mengapa bisa menangis, bahkan setelah saya berbicara dengan istri dan keluarga, itu adalah pertama kalinya saya menangis di lapangan,” tutup pemain berpaspor Portugal itu.

Madrid harus menjalani babak penalti pada Liga Champions 2015-2016, karena mereka harus bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Cristiano Ronaldo menjadi penentu kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid.

Lagi, Suporter Real Madrid Ditembaki di Irak

BeritaBintang – Duka kembali menyelimuti para suporter Real Madrid di Irak. Pada awal Mei 2016, kelompok suporter yang sama juga mendapat serangan.

Serangan kedua kali ini terjadi di Kota Baakouba dan menewaskan 12 orang. Penyerangan berlangsung saat para suporter menyaksikan pertandingan final Liga Champions 2015–2016 antara Real Madrid versus Atletico Madrid yang dihelat di Kota Milan, Italia.

Berdasarkan laporan Bintangbola.co, Senin (30/5/2016), serangan tersebut terjadi sesaat sebelum pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam serangan itu setidaknya 12 orang meninggal dan delapan orang mengalami luka berat.

Pada pertandingan final ini Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sempat mendedikasikan trofi Liga Champions yang diraih untuk ke-16 korban. Namun saat itu pihak Madrid belum tahu ada kejadian yang sama pada babak final.

Real Madrid berhasil menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kedua gelar tersebut berhasil mereka raih usai menyisihkan rival sekota mereka, Atletico Madrid. Pertandingan berjalan alot hingga diteruskan ke babak penalti. Madrid berhasil keluar menjadi juara setelah menang dengan skor 5-3.

Ucapan Selamat Barca ke Madrid Bikin Fans Emosi

BeritaBintang Barcelona menunjukkan jiwa besar mereka. Meski dikenal sebagai rival abadi, mereka tetap mengucapkan selamat kepada Real Madrid yang sukses menjuarai Liga Champions 2015/2016. Ironisnya, ucapan itu malah membuat fans Barca sakit hati.

Perseteruan yang terjadi antara Barca dan Madrid sudah berlangsung sejak kedua klub berdiri. Bahkan, rivalitas mereka tak hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. Dalam segala hal, mereka selalu menunjukkan persaingan ketat.

Musim ini, kedua tim sama-sama menorehkan prestasi memukau. Barca tampil sebagai juara La Liga setelah mengatasi persaingan dengan Atletico Madrid dan Madrid. Tak mau kalah, Los Blancos mengukir prestasi yang jauh lebih membanggakan.

Untuk ke-11 kalinya mereka tampil sebagai juara Liga Champions. Pada edisi kali ini, sukses Madrid didapat setelah mereka mempecundangi Atletico pada final di San Siro, Minggu (29/5/2016) dinihari. Setelah bermain 1-1 di waktu normal dan babak tambahan, Madrid memenangi laga lewat adu penalti seperti diberitakan Panduan Judi Online

Meski menyakitkan, Barca tetap mencoba untuk berjiwa besar. Lewat akun Twitter @FCBarcelona, mereka pun memberikan selamat kepada Madrid. Lucunya, reaksi fans Barca memperlihatkan betapa sakit hatinya mereka. Bahkan, tak sedikit followers akun @FCBarcelona yang meminta Barca menghapus ucapan tersebut.

Atletico Madrid Bakal Kalahkan Real Madrid di Final Liga Champions

BeritaBintang –Mantan pemain Atletico Madrid, Juninho Paulista, yakin Los Rojiblancos bakal mengalahkan Real Madrid di partai final Liga Champions 2015-2016. Pasukan Diego Simeone tersebut memiliki kolektivitas yang bakal sulit diredam Los Merengues.

Duo Madrid akan saling bentrok untuk memperebutkan trofi si Kuping Besar pada Minggu 29 Mei 2016 di San Siro, Milan. Ini merupakan ulangan final Liga Champions dua tahun lalu.

Atletico memiliki jalan yang lebih terjal dibandingkan Madrid sebelum lolos ke final, sebab mereka menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich. Sementara El Real mengalahkan VfL Wolfsburg dan Manchester City. Juninho tak sabar melihat Koke dan kolega menjuarai Liga Champions.

“Jika melihat dari segi individual, Real Madrid lebih baik ketimbang Atletico Madrid. Mereka memiliki Cristiano Ronaldo yang bisa membuat perbedaan kapan saja. Tapi, Atletico Madrid lebih kuat dari Real Madrid dari sisi tim,” kata Juninho, seperti dikabarkan Bintangbola.co, Jumat (27/5/2016).

“Atletico Madrid memiliki spirit bertanding besar dan telah mengalahkan dua tim raksasa. Menurut saya, dua tim yang telah mereka singkirkan adalah klub-klub terbesar dunia, Barcelona dan Bayern Munich. Atletico Madrid memiliki momentum bagus jelang final,” lanjutnya.

Pahlawan Real Madrid di Final Liga Champions Bukanlah Ronaldo

BeritaBintang –Real Madrid akan berhadapan dengan rival sekota mereka, Atletico Madrid dalam babak final Liga Champions, Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB. Laga tersebut tentu akan menjadi laga yang penting bagi Madrid.

Sebab, pasukan Zinedine Zidane tersebut bertekad membukukan gelar juara Liga Champions ke-11. Mantan bomber Madrid, Predrag Mijatovic menilai sosok Gareth Bale berpeluang menjadi pahlawan di laga tersebut.

Ia menilai Bale berpeluang mencetak angka di laga tersebut. Mijatovic berharap pesepakbola 26 tahun itu dapat tampil impresif di babak final Liga Champions 2015-2016.

“Ada beberapa pemain yang terlahir untuk menyumbangkan angka di babak final. Itu bukanlah sebuah kebetulan,” ujar Mijatovic, sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online, Kamis (26/5/2016).

“Dia adalah pemain yang luar biasa. Dia dapat mencetak angka, mari sama-sama berharap ia akan terus dapat tampil baik,” lanjutnya.

Musuh Terbesar Real Madrid di Final Liga Champions

BeritaBintangWinger muda Real Madrid, Lucas Vazquez, menyebut musuh terbesar yang bakal dialami timnya saat bersua Atletico Madrid di final Liga Champions pada Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB. Vazquez menilai, bukan Atletico yang notabene lawannya sebagai musuh terberat.

Pemain berusia 24 tahun justru menyebut performa Los Blancos –julukan Madrid– di partai final adalah musuh terberat yang dialami timnya. Klub asuhan Zinedine Zidane tampil konsisten di 12 laga terakhir La Liga.

Dalam periode tersebut, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan selalu berhasil meraih tiga poin. Namun ditakutkan, hasil positif di 12 laga tersebut membuat personel Madrid besar kepala.

Karena itu, Vazquez mengimbau rekan-rekannya untuk tampil optimal di laga nanti. Harapannya, Madrid dapat memenangi pertandingan dan meraih trofi Liga Champions ke-11 sepanjang sejarah klub.

“Kami tidak tahu bagaimana performa Atletico, namun kami hanya takut kepada pola permainan kami nantinya,” jelas Vazquez mengutip dari Kamusjudi.com, Rabu (25/5/2016).