Aston Martin

Inikah Parade Supercar Termahal di Dunia?

BeritaBintangInikah Parade Supercar Termahal di Dunia?

Sebanyak 210 mobil mewah dikumpulkan di Bruntingthorpe Proving Ground di Leicestershire, Inggris, belum lama ini, dalam sebuah pertemuan ‘rahasia’. Disebut rahasia karena tak banyak orang yang tahun ada ratusan mobil dengan total nilai lebih dari 50 juta poundsterling atau sekira Rp831 miliar itu yang diparkir di bandara.

Acara tahunan ini digelar oleh komunitas supercar di Inggris, Supercar Driver. Ada berbagai merek kendaaan yang ikut serta, seperti Bugatti, Ferrari, Porsche, Lamborghini, McLaren, Aston Martin, dan lainnya.

Dalam foto tampak hypercar tercepat di dunia Bugatti Chiron parkir di posisi paling depan dan diapit oleh dua kakaknya, Bugatti Veyron.

Lalu di bagian kiri berjejer supercar Ferrari, yakni F40, F50, dan beberapa Enzo. Sementara di bagian kanan berjejer Porsche Carrera GT, 918 Spyder, McLaren P1, dan Jaguar XJR15. Nilai mobil-mobil di barisan pertama saja ditaksir mencapai 15 juta poundsterling.

{ Baca Juga, “ Tidak Boleh Direndam Air, Cara Tepat Membersihkan Perhiasan Bertabur Batu Permata ” }

Mobil-mobil Ferrari mendapat tempat tersendiri di acara ini karena merek Kuda Jingkrak itu sedang memperingati ulang tahun ke-70. Selain di barisan paling depan. Supercar Italia itu juga mengisi keseluruhan baris ketiga.

Secara keseluruhan supercar yang terlibat di antaranya 25 Lamborghini, 30 Ferrari, 24 McLaren, 34 Porsche, 20 Audi R8, dan 14 Aston Martin.

Dengan nilai total 50 juta poundsterling, foto acara ini disebut-sebut sebagai paling eksotis yang pernah diambil di tahun ini.

Sementara itu pada anggota Supercar Driver juga mengumpulkan donasi dengan total 11.400 poundsterling untuk disumbangkan ke rumah yatim piatu Bluebell Wood. Selama mengadakan event ini, Supercar Driver sudah menyumbang total 50 ribu poundsterling untuk Bluebell Wood.

 

Wow, Mobil Rongsok Ini Diperkirakan Laku Rp6,7 Miliar

BeritaBintang – Satu unit mobil rongsok Aston Martin yang telantar selama 46 tahun di sebuah kebun akan dilelang. Meski kondisinya rusak berat dan tidak bisa digunakan, namun Aston Martin DB4 itu diperkirakan akan terjual dengan harga lebih dari USD500 ribu atau Rp6,7 miliar ke atas.

Aston Martin membangun DB4 pertama kali pada 1958. Tujuannya untuk menyaingi mobil-mobil sport yang hadir pada masa itu seperti Ferrari dan Maserati.

Sementara itu mobil yang akan dijual tersebut diketahui diproduksi pada 1960 di Inggris dan setahun kemudian dikapalkan ke Amerika Serikat.

Terakhir, mobil malang itu diparkir begitu saja di luar ruangan oleh pemiliknya pada 1970-an di rumahnya di Massachusetts. Demikian dikutip dari Judi Bola.

Mobil itu kemudian ditemukan dalam kondisi rusak berat. Cat bodi sudah terkelupas, mesin berkarat, kulit jok sobek, serta sebagian roda terkubur daun-daun yang berguguran.

Baca Juga, “3 Alasan Pria Perlu Melakukan Seks di Pagi Hari”

Meski kondisinya rusak dan harus direstorasi menghabiskan biaya sangat besar, namun Aston Martin DB4 itu tetap diminati para kolektor.

Mobil berusia 55 tahun lebih itu itu akan dilelang pada 18 Januari 2017 di ajang Worldwide Auctioneers di Arizona. Pelaksana lelang membeli harga panduan mobil ini yakni antara USD500 ribu hingga USD585 ribu. Harga tersebut 100 kali lipat lebih tinggi dari nilai mobil saat dijual pada 1960.

Aston Martin DB4 diperkuat mesin 3,7 liter yang mampu memproduksi tenaga 240 bhp. Akselerasi dari 0-96 kilometer per jam dapat dicapai dalam 9 detik dengan kecepatan maksimum 224 km/jam.

Mobil ini diproduksi sebanyak 1.200 unit antara 1958 hingga 1963. Setelah itu Aston Martin menggantinya dengan DB5, kendaraan yang juga dikenal sebagai mobilnya James Bond.

Mobil Mewah Inggris Tak Berniat Kembali ke F1

BeritaBintang –   Aston Martin sempat dikabarkan akan kembali bertarung di ajang Formula One (F1). Mendengar rumor tersebut, pihak mobil mewah pabrikan Inggris itu langsung memberikan bantahan tegas.

CEO Aston Martin, Andy Palmer, mengakui keikutsertaan di F1 akan mampu menambah nilai jual mobilnya di mata para pelanggan. Meski demikian, hal itu sama sekali tidak membuat Aston Martin berniat kembali ke F1.

“Kami tidak memiliki niat untuk berinvestasi di F1. Satu-satunya ketertartikan brand seperti kami pada olahraga balap adalah untuk mempromosikan kualitas teknologi mobil kami,” tutur Palmer, sebagaimana diberitakan Bioskopsemi , Selasa (5/1/2016).

“Selain itu, saya tidak melihat adanya ketertarikan pada grand prix (GP) bisa memberikan nilai transfer apa pun,” sambung pria 52 tahun tersebut.

Aston Martin terakhir ikut F1 pada 1959 dan 1960, di era David Brown. Sebelumnya, mereka dirumorkan akan comeback sebagai penyuplai mobil Force India. Bahkan, kabar ini sempat dikonfirmasi langsung oleh Vijay Mallya selaku pemilik Force India.