Asia Pasifik

55 Ribu Motor Harley Terjual di Seluruh Dunia pada Januari-Maret 2017

BeritaBintang55 Ribu Motor Harley Terjual di Seluruh Dunia pada Januari-Maret 2017

Harley Davidson melaporkan penurunan penjualan retail sepeda motor secara global pada kuartal I-2017 sebesar 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari-Maret 2017, penjualan Harley Davidson mencapai 55.049 unit, sedangkan tahun lalu 57.458 unit.

Dalam keterangan resminya, Harley menyebutkan bahwa penurunan penjualan turut dipengaruhi oleh lesunya pasar di Amerika Serikat yang selama ini menjadi kontributor terbesar penjualan merek motor gede Milwaukee itu.

Pada kuartal I-2017 penjualan Harley di AS sebanyak 33.316 unit, turun 5,7 persen dibandingkan periode yang sama 2016 yang mencapai 35.326 unit.

CEO Harley Davidson Matt Levatich mengungkapkan, penurunan penjualan di AS sebenarnya sudah diprediksi. Meski begitu ia yakin akan terjadi pertumbuhan di tahun ini.

{ Baca Juga, ” Ini Lho Inspirasi Mix and Match Bantalan Kursi untuk Living Room ” }

“Penjualan kuartal pertama di AS sejalan dengan prediksi kami. Tapi kami masih percaya diri dengan rencana kami di sepanjang tahun ini meski penjualan internasional juga turun,” kata Levatich.

Penurunan penjualan juga terjadi di beberapa kawasan, Asia Pasifik mengalami penurunan sebesar 9,3 persen yakni dari 7.566 unit pada tahun lalu menjadi 6.863 unit. Lalu di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika juga turun 0,4 persen yakni dari 10.210 unit pada tahun lalu menjadi 10.167 unit di kuartal pertama 2017.

Pertumbuhan justru terjadi di Amerika Latin yakni sebesar 24,2 persen menjadi 2.342 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan di kawasan ini hanya 1.886 unit.

Pidato Kongres Trump: Anggota NATO Harus Berkontribusi

BeritaBintangPidato Kongres Trump: Anggota NATO Harus Berkontribusi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen pemerintahnya untuk terus mendukung Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) serta aliansi keamanan lainnya, dengan tetap menekankan para sekutunya agar memberikan kontribusi finansial sesuai dengan ketentuan.

“Kebijakan luar negeri AS adalah mendorong keterlibatan langsung, kuat, dan bermakna bagi dunia berdasarkan kepentingan keamanan vital bersama antara AS dan negara sekutu di seluruh penjuru dunia,” ungkap Trump dalam pidato perdananya di Kongres sejak resmi dilantik pada 20 Januari lalu

“Kami berharap mitra kami baik itu NATO, sekutu kami di Timur Tengah dan Pasifik untuk mengambil peran lebih besar dan bermakna dalam kedua operasi strategis militer. Kami juga tetap meminta mereka memenuhi dan membayarkan kewajiban keuangan mereka terhadap aliansi ini. Saya senang mereka mulai melakukan hal ini,” katanya

Pernyataan ini dilontarkan taipan real estate itu sebagai upaya meyakinkan negara mitra AS, tak hanya di Eropa, tapi juga di kawasan lainnya seperti Timur Tengah dan Asia Pasifik, yang selama ini gelisah akan masa depan hubungan mereka dengan AS di tangan pemerintahan Trump.

Baca Juga: ” Biar Tak Dicuri,Ferrari Langka Disembuyikan 30 Tahun di Apartemen

Sebab, semasa kampanye, politikus Partai Republik itu kerap mengkritik dan menilai negara-negara sekutu, termasuk NATO, telah banyak merugikan Amerika.

Trump bahkan sempat mengancam akan mengabaikan organisasi pertahanan berusia puluhan tahun itu ketika dirinya terpilih sebagai presiden. Trump menilai bahwa Washington akan membela anggota NATO lainnya, hanya jika mereka telah “memenuhi kewajiban mereka kepada kami.”

Tak lama usai memenangi pemilu Novemer lalu, Trump bahkan menyebut NATO sudah ketinggalan zaman lantaran tidak bisa melindungi anggotanya yang belakangan diterpa dengan aksi terorisme seperti Jerman dan Perancis.

Komitmen Trump ini juga ditunjukannya dengan mengirimkan sejumlah anggota kabinet senior Trump seperti Menteri Pertahanan James Mattis dan Wakil Presiden Mike Pence ke beberapa negara di Eropa dan Asia Pasifik seperti Brussels, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan.

Serangan siber meningkat di Asia Pasifik tahun ini

BeritaBintang – Director of APAC Research Team Kaspersky Lab, Vitaly Kamluk, mengungkapkan bahwa jumlah serangan siber yang terjadi di kawasan Asia Pacific tahun ini meningkat.

“Angka ini meningkat dalam lima tahun terakhir. Para penjahat siber beralih ke cara yang lebih andal untuk mencuri data demi mendapat keuntungan finasial,” kata dia, dalam Kaspersky Lab Cyber Security Weekend APAC, di Bali, Jumat.

“Sekarang modelnya berbeda, ada developer yang bekerja di ransomeware, kemudian ransomware didistribusikan oleh partner menggunakan email web exploit kit,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Agen Judi Online menjelaskan, jumlah insiden ransomware yang terdeteksi di APAC melonjak pada Juli dan Agustus dibandingkan dengan bulan Februari dan Maret, sebesar 114 persen.

Negara dengan jumlah infeksi ransomware terbesar adalah India, diikuti oleh Vietnam. Peningkatan jumlah insiden ransomware mencerminkan tren global. Hal tersebut juga menandakan bahwa wilayah APAC menjadi target untuk ransomware.

Pertumbuhan terbesar dalam jumlah total kejahatan siber yang telah dideteksi Kaspersky Lab adalah di India, sedangkan penurunan terbesar terjadi di Australia.

Kaspersky Security Network (KSN) statistik layanan cloud untuk Juli-September 2016 menunjukkan bahwa sejumlah negara Asia-Pasifik (Australia, China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam), rata-rata 49 persen pengguna mengalami kejahatan siber yang berhubungan dengan jaringan lokal dan media.

Tidak hanya itu, 17 persen dari Linkalternatif.info pengguna di negara-negara tersebut juga menghadapi ancaman yang erat kaitannya dengan web.

Vietnam, Filipina dan India memiliki jumlah tertinggi pengguna yang mengalami insiden ancaman lokal, masing-masing 64 persen, 58 persen dan 55 persen masing.

Sementara China memimpin dalam deteksi web (24 persen dari pengguna), diikuti oleh Vietnam, India dan Indonesia masing-masing 23 persen, 18,5 persen dan 18,5 persen.

Australia dan Singapura termasuk di antara negara-negara paling tidak terpengaruh. Meski demikian, sekitar 12 persen pengguna menghadapi insiden web dan sekitar 30 persen menghadapi ancaman lokal.

Menurut survei Global Perusahaan IT Security Risks 2015 yang dilakukan oleh B2B International dan Kaspersky Lab, ada top 5 jenis ancaman siber yang dihadapi oleh pengguna yaitu malware, spam, phishing, kerentanan perangkat lunak dan kebocoran disengaja oleh staf.

Indonesia Didaulat Negara Kelima Paling Bahagia di Asia Pasifik

BeritaBintang –  INDONESIA berada di urutan kelima negara Asia Pasifik paling bahagia, setelah Vanuatu (40,6), Vietnam (40,3), Bangladesh (38,4) dan Thailand (37,3). Menurut Happy Planet Index (HPI), Indonesia bahkan menduduki posisi sebagai negara paling bahagia ke-16 di dunia.

Dengan skor 35,7, prestasi kebahagiaan rakyat Indonesia diukur dari harapan hidupnya, kesejahteraannya, jejak ekologis dan kesenjangannya. Secara detil HPI menjabarkan, harapan hidup rakyat Indonesia rata-rata 68,5 tahun. Kesejahteraan rakyatnya mendapat poin 5,4 dari 10.

Sementara dari segi rekam jejak ekologi dan kesenjangan, Indonesia masih terbilang rendah. Dibandingkan Jepang yang berada di urutan ke-58, ekologi kita mendapat skor 1,6 hektar global per orang. Sementara Negeri Matahari Terbit skornya lima hektar global per orang.

Dari segi kesenjangan sosialnya, Indonesia hanya mendapat skor 21 persen. Lebih baik dari Filipina yang berada di urutan ke-20 di dunia, dengan skor 26 persen. Demikian menurut data HPI yang dirilis oleh New Economics Foundation (NEF).

Seperti dilansir dari LINKALTERNATIF.INFO, Selasa (30/8/2016), kebanyakan negara memang mengalami ketidakbahagiaan ketika dilihat dari segi jejak ekologi. Hal ini terutama dialami oleh Malaysia yang berada di urutan ke-46 (skornya 3,7), Jepang, Korea Selatan yang berada di urutan ke-80 (skornya 5,7), Australia yang berada di urutan ke-105 (skornya 9,3) dan Hong Kong yang berada di urutan ke-123 (skornya 8,8).

Menurut World Wildlife Foundation (WWF), jejak ekologi suatu negara adalah jumlah dari semua lahan pertanian, lahan penggembalaan, hutan dan lahan memancing yang diperlukan untuk memproduksi makanan, penyerapan dan pembuangan limbah ketika energi digunakan dan menyediakan ruang untuk infrastruktur.

Negara yang jejak ekologinya rendah adalah Bangladesh (0,7) sehingga ia bisa memperoleh HPI tinggi. Meski begitu, dari segi kesejahteraan, negara pecahan Pakistan ini terbilang buruk, dengan skor 4,7.

Secara keseluruhan NEF ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapitanya tinggi justru jauh dari kebahagiaan dan kesejahteraan.

“Pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) sendiri tidak berarti bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang, khususnya di negara yang sudah makmur. Itu (pendapatan nasional) juga tidak mencerminkan kesenjangan ekonomi rakyat di suatu negara. Data ini juga tidak sepenuhnya memperlihatkan nilai-nilai yang penting bagi orang-orang, seperti hubungan sosial, kesehatan atau bagaimana mereka menghabiskan waktu luang mereka,” terang NEF.

Negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, India, Kamboja, Myanmar dan Mongolia memiliki kesejahteraan terendah dalam hal kebebasan beragama. Semua negara tersebut memiliki skor kurang dari lima.

Sementara itu, Singapura yang tergolong negara maju justru tidak berada dalam daftar negara paling bahagia di dunia. Akan tetapi, kemungkinan hal itu terjadi karena kurangnya data yang diperoleh HPI. Sebab, data HPI juga dikumpulkan dari yang sudah tersedia di PBB, Gallup World Poll dan Global Footprint Network.

Vanuatu didaulat sebagai negara paling bahagia di Asia Pasifik serta menempati posisi keempat di dunia karena dipandang telah melestarikan demokrasi dan kedamaian di dalam negerinya secara konsisten. Padahal, seperti Indonesia, negara ini juga dibentuk dari kemajemukan budaya. Warga Vanuatu diketahui bicara dalam lebih dari 100 bahasa daerah.

7.664 Ferrari Terjual Selama 2015

BeritaBintang –    Ferrari mengumumkan telah berhasil menjual sebanyak 7.664 mobil secara global selama 2015. Angka tersebut diklaim meningkat sekira 6 persen dibanding penjualan 2014.

Seperti dilansir Autoindustriya, produsen mobil asal Italia itu membeberkan bahwa kinerja perusahaannya terdongkrak berkat naiknya penjualan mobil bermesin 8 silinder sebesar 17 persen. Mobil tersebut adalah California T, 458 Speciale A, dan 488 GTB. Di sisi lain, Ferrari mengakui adanya penurunan sekira 24 persen di penjulan mobil dengan mesin 12 silinder.

Ferrari juga melaporkan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) mengalami pertumbuhan penjualan yang positif tahun lalu sebesar 2 persen. Sementara Amerika 7 persen, dan Asia Pasifik naik 26 persen.

Dengan pencapaian penjualan yang sangat baik itu, Ferrari mengklaim laba bersih perusahaan 2015 adalah 290 juta Euro (sekira Rp4,35 triliun) atau naik 9 persen.

Tahun ini Ferrari menargetkan penjualan lebih dari 7.900 unit.