APM

Tips Memilih Mobil Sport Bekas

BeritaBintangTips Memilih Mobil Sport Bekas

Pengemar mobil sport bisa dikatakan sangat banyak di Indonesia. Sebagaimana diketahui, harga mobil sport baru sangat tinggi, namun sebagai alternatif, konsumen bisa membelinya melalui jalur penjual mobil sport bekas yang saat ini sudah banyak ditemukan, terutama di kota-kota besar.

Tentunya sebelum membeli, banyak hal yang harus diperhatikan oleh calon konsumen. Mobil sport premium memiliki banyak komponen tambahan sehingga punya tampilan yang berbeda-beda meski satu tipe.

“Yang pasti tidak bekas banjir atau kecelakaan, serta kilometer (km) mobilnya. Jangan lupa option-option (pilihan komponen) mobilnya, karena satu tipe berbeda-beda option, ada option standard dan ada juga full option,” ujar Anthony Himawan, Marketing Executive Prestige, kepada JUDI ONLINE, Jumat (19/5/2017).

{ Baca Juga, ” Alami Kecelakaan, Marquez Kenang saat Pertemuan Pertama dengan Hayden ” }

Ditambahkannya, pastikan juga mobil tersebut memiliki surat-surat lengkap dan sering dibawa ke bengkel untuk servis. Namun, ada juga beberapa penjual mobil bekas yang melakukan servis secara menyeluruh sebelum menjualanya kepada konsumen.

“Cek service record-nya kalau garansi APM, kalau garansi importir umum (IU) cek service record di mana tempat garansi itu dikeluarkan. Biasanya di Prestige kita selalu siap mobilnya untuk di-general check up ke APM atau Bengkel IU,” tambah Anthony.

Selain fisik mobil, Anthony menyarankan ada baiknya calon konsumen melakukan test drive guna memastikan mesin dan perangkat lainnya bekerja dengan baik.

Test drive juga boleh, biar tahu kondisi mesin, rem, suspensi, dan kaki. Sama lihat seluruh bodi ada bekas cat ulang atau tidak. Ban juga bisa cek kembangnya dan tahun pembuatannya,” terang Anthony.

Sementara itu soal harga, ada beberapa mobil sport bekas justru lebih mahal dari mobil baru walaupun satu tipe.

“Itu untuk yang limited, harga bisa bertahan bahkan bisa tambah mahal,” pungkas Anthony.

TOP AUTOS OF THE WEEK: Indonesia Berancang-ancang Menuju Euro4

BeritaBintangTOP AUTOS OF THE WEEK: Indonesia Berancang-ancang Menuju Euro4

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar telah menandatangani Peraturan Menteri LHK NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan standar emisi Euro4 pada 10 Maret 2017.

Aturan tersebut mengharuskan kendaraan yang dijual di Indonesia menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan spesifikasi standar Euro4 dan berlaku efektif pada September 2018 untuk kendaraan bermesin bensin dan 4 tahun lagi untuk kendaraan diesel.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, Karliansyah, mengatakan aturan ini baru ditandatangani karena menyesuaikan kemampaun Pertamina dalam menyediakan bahan bakar berstandar Euro4.

“Pada 10 Maret lalu Ibu Menteri berkenan menandatangani peraturan menteri (permen) ini tetapi karena fasilitas Pertamina untuk menghasilkan produk BBM dengan Euro4 ini terbatas, belum siap, maka berlakunya 18 bulan lagi sejak 10 Maret. Itu untuk BBM bensin, sementara untuk BBM solar itu 4 tahun lagi,” ujar Karliansyah, Selasa 3 April 2017.

Aturan ini dinilainya sangat penting karena berdampak positif bagi lingkungan dan industri automotif.

“Selama ini industri automotif harus menggunakan dua line produksi, line pertama untuk pasar dalam negeri dan satu line untuk pasar ekspor yang sudah Euro4 sehingga ini sangat tidak efisien,” terang pria yang akrab disapa Karli itu.

Lalu, bagaimana dengan kesiapa pelaku bisnis automotif di Indonesia. Para agen pemegang merek (APM) kendaraan menyatakan kesiapannya. Bahkan mereka sudah memiliki produk berstandar emisi Euro4.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah sejak lama meminta pemerintah agar segera menerapkan standar emisi Euro4. Pasalnya, imbas dari ketertinggalan Indonesia dalam memberlakukan Euro4 dirasakan industri, terutama perusahaan yang mengekspor mobil.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, pihaknya selalu mendapat pertanyaan yang sama dari agen pemegang merek (APM) di Tanah Air terkait kapan diterapkannya standar emisi Euro4. Dengan kepastian ini, para APM bisa menyusun langkah dan menyiapkan produk mereka agar pada September 2018 sudah bisa memenuhi aturan.

BMW Group Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) mobil BMW dan Mini menyatakan kesiapannya.

“BMW selalu mendukung peraturan pemerintah. Kenapa, karena pasti sebelum peraturan tersebut diluncurkan sudah ada riset sebelumnya. Pasti sudah melihat pasar, sudah ada analisis biaya, terkait dengan penggunaan Euro4. Dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah melakukan analisis, terlihat dampaknya positif baik untuk Indonesia. Jadi dari BMW sangat mendukung,” ujar Jodie O’tania, vice president corporate communications BMW Group Indonesia, Rabu 5 April 2017.

{ Baca Juga, ” Bergaya Formal dengan Pink? Padukan dengan Setelan Suit Jawabannya! ” }

Saat ini semua kendaraan BMW dan Mini sudah memenuhi standar Euro6. Namun perlu ada penyesuaian lagi dari sisi mesin sehingga bisa menggunakan bahan bakar standar Euro4.

Hal senada diungkapkan Managing Director Porsche Indonesia Christoph Choi. Aturan tersebut dinilainya menguntukan bagi konsumen karena akan mendapat mesin yang lebih berkualitas.

“Ya mesin lebih baik dan bahan bakar berkualitas, jadi semua baik,” kata Christoph, Kamis 6 April 2017.

Saat ini produk Porsche yang dihadirkan di Indonesia mengusung mesin Euro3. Hal itu dilakukan mengikuti standar yang berlaku, meski sudah satu level di atas. Di Jerman sendiri, sudah ada mobil Porsche berstandar Euro4, Euro5, dan Euro6.

“Kalau Indonesia upgrade ke Euro4 dan mesin kami pun akan di-upgrade mengikuti peraturan. Kami akan ikuti segera sesuai aturan. Kami akan telefon sana (Jerman) supaya menyediakan mesin Euro4,” ungkapnya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) agen pemegang merek mobil Suzuki menyatakan siap dengan rencana pemerintah menerapkan standar emisi Euro4.

Harold Donnel, 4W marketing head of brand development and marketing research PT SIS mengatakan, Suzuki telah memiliki komponen dengan standar Euro4 dan siap diaplikasikan.

“Mau tidak mau kami harus mengikuti. Secara spesifikasi dasar, kami sudah sediakan. Tinggal mau diinstal atau tidak,” kata Harold.

Sementara itu, untuk mesin diesel, Harold menegaskan SIS lebih siap. Bahkan, bila perlu tidak perlu menunggu sampai empat tahun.

“Diesel lebih aman. Kalau untuk diesel, jangankan 2021, di 2018 atau 2019 pun kami sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, Sudirman MR selaku Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menegaskan, pihaknya sudah harus bersiap mengarah ke Euro4. Daihatsu akan berusaha memenuhi persyaratan yang dikeluarkan pemerintah.

Executive Officer Research and Dvelopment Directorate ADM Pradipto Sugondo menambahkan, pihaknya siap menerapkan standar Euro4 pada. Namun jika bahan bakarnya belum tersedia, bisa merugikan konsumen.

“Kami tahu dalam waktu 1,5 tahun kendaraan baru harus sudah standar Euro4, kami sendiri sudah siap. Daihatsu sudah mengusung teknologi tinggi karena beberapa kendaraan kami itu sudah diekspor ke negara-negara maju yang sudah memakai kualifikasi standar bahan bakar Euro4, Jadi bila tiba waktunya kami bisa memenuhi prasyarat yang diberikan oleh pemerintah sejauh bahan bakar juga tersedia di lapangan,” ujar Pradipto, Jumat 7 April 2017.

PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan semua produknya siap memenuhi standar Euro4

“Intinya Toyota siap Euro4. Kita tunggu saja dari Pemerintah akan seperti apa. Basically kami siap mengikuti kebijakan pemerintah,” kata Vice President Director TAM Henry Tanoto..

Executive General Manager TAM Fransiskus Soerjopranoto, mengatakan secara teknologi dan perangkat, Toyota sudah bisa memenuhi standar Euro4 pada semua produk yang dipasarkan di Indonesia, tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Jadi Euro4 engine-nya sudah disiapkan semuanya, bergantung dari kami mau mesinnya yang mana, apakah Euro4 complience atau Euro2 complience. Karena nanti kan juga ada impact ke harga,” jelasnya.

10 Merek Mobil Bakal Luncurkan Produk Baru di GIIAS 2016

BeritaBintang –Ajang pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 akan menjadi tempat bagi para agen pemegang merek (APM) untuk meluncurkan mobil baru.

Meski tak menyebut secara detail, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, ada 10 merek kendaraan yang akan meluncurkan produk baru mereka di GIIAS 2016. Semuanya merupakan merek kendaraan penumpang.

“32 merek kendaraan akan ikut GIIAS 2016. Sebanyak 10 di antaranya akan meluncurkan model baru. Masing-masing bukan hanya satu (produk), ada yang dua dan bahkan tiga. Rata-rata kendaraan angkut penumpang,” ujar Yohannes, Rabu 8 Juni 2016, malam.

Di kesempatan yang sama, Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menambahkan, di Indonesia sedikit berbeda dengan pameran di luar negeri. Para APM di Tanah Air cenderung menutup rapat informasi peluncuran produk sampai hari “H”nya.

“Memang agak sulit menanyakan ke agen pemegang merek apa yang mau dipamerkan di GIIAS 2016. Bahkan sampai detik-detik terakhir. Ini berbeda dengan di luar negeri, kita sudah bisa tahu dari beberapa bulan sebelumnya. Jadi untuk mobil yang akan diluncurkan, kita tunggu saja,” paparnya.

GIIAS 2016 akan digelar di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, pada 11-21 Agustus 2016. Pameran akan diikuti oleh 32 merek mobil penumpang dan komersial, serta lima merek sepeda motor.

Land Rover Sumbang 80 Persen Penjualan GAD

BeritaBintang –Tak hanya merek Bentley, PT Grandauto Dinamika (GAD) juga menjadi agen pemegang merek (APM) mobil Jaguar dan Land Rover di Indonesia. Dari ketiganya, mobil merek Land Rover yang memiliki kontribusi cukup besar pada penjualan total GAD.

“GAD sih fokus jualan semua. Tapi memang dari volume, Land Rover paling besar. Dari total penjualan, merek mobil Land Rover menyubang 80 persen. Untuk jumlah unitnya saya enggak ingat,” ujar Director of Wholesales and Training PT Grandauto Dinamika Bambang Tjahyono, Sabtu(30/4/2016)

Bambang menambahkan, mobil-mobil merek Inggris yang dijualnya akan bisa diterima dengan baik. Ini dibuktikan dengan catatan angka penjualan yang mencapai ratusan unit dalam setahun.

“Total penjualan GAD per tahun sekira 300 unit. Untuk pertumbuhan penjualannya tahunannya, kami targetkan minimum bisa mencapai 5 persen. Dan so far masih bisa dicapai,” pungkas dia.

Mercedes Benz Indonesia Siapkan Kejutan di IIMS dan GIIAS

BeritaBintang –    Mercedes Benz Indonesia (MBI) bakal meramaikan dua pameran automotif di Tanah Air tahun ini. Agen pemegang merek (APM) mobil premium Jerman itu memastikan turut serta di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) yang diselenggarakan pada April dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Agustus 2016.

Kariyanto Hardjosoemarto, deputy director of sales operation MBC and network development MBI mengatakan, keikutsertaannya di dua pameran itu karena waktunya penyelenggaraannya berbeda, tidak seperti tahun lalu.

“Kami ikut. Dua-duanya itu APM (bukan diler) karena kami senangnya tahun ini waktunya berjauhan. Jadi bisa fokus mempersiapkan, baik untuk IIMS yang sebentar lagi maupun GIIAS,” ungkap Kariyanto kepada BintangBoLa.

Ia menambahkan, akan ada kejutan di dua pameran tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menarik perhatian konsumen.

“Kejutan berupa produk pasti ada, tunggu saja karena ini untuk menarik perhatian orang untuk datang. Yang jelas soal produk, kami acuannya ke prinsipal di Eropa (Jerman). Jadi di sana ada launching mobil apa, saat kami rasa bisa datangkan, pasti kami ikut luncurkan,” pungkas dia.

Seperti diketahui, IIMS akan digelar di JIExpo Kemayoran dan GIIAS di ICE, BSD, Tangerang Selatan. Tahun lalu kedua pameran digelar di waktu bersamaan, yakni Agustus.

Pemerintah RI Tak Punya Dana Kembangkan Mobil Listrik

BeritaBintang –Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri otomotif Tanah Air untuk mulai mengembangkan mobil listrik.

Pengembangan mobil listrik merupakan salah satu komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Meski secara terbuka telah membuka peluang untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada rencana yang ditunjukkan Agen Pemegang Merek (APM) terkait hal tersebut.

“APM belum ada yang menunjukkan rencana. Kita sampai saat ini masih terus mengembangkan model mobil seperti apa, apakah mobil listrik atau mobil hibrida. Semuanya masih dalam tahap kajian,” ungkapnya kepada VIVA.co.id, Jumat 11 Maret 2016.

Saat disinggung mengenai dana terkait pengembangan mobil listrik, I Gusti mengakui, bila pihak pemerintah memiliki ketebatasan terkait hal tersebut. Sehingga, peluang besar diberikan bagi pelaku industri otomotif yang ingin mengambil bagian dalam hal ini.

“Pemerintah enggak punya uang, kami punya keterbatasan juga. Enggak mungkin kita support hal itu. Hingga saat ini, semuanya masih dalam kajian, sehingga masih harus kita pelajari terus,” jelasnya.

Mengenai target kehadiran mobil listrik di Indonesia, I Gusti mengungkapkan, pemerintah belum bisa menentukan hal tersebut. “Belum bisa kita tentukan, karena semuanya masih dalam tahap kajian,” katanya.

Rahasia Motor Produksi Indonesia Bisa Tembus Pasar Eropa

BeritaBintang –   Ekspor merupakan salah satu cara yang dilakukan para agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia untuk meningkatkan penjualan di tengah melemahnya pasar lokal. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor sepeda motor sepanjang 2015 mengalami peningkatan 500 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata mengungkap rahasia kenaikan ekspor pada tahun lalu. Ia menyebut ada sedikit perubahan selera konsumen di luar negeri terhadap bentuk dan fungsi sepeda motor.

“Ada perubahan selera soal mobilitas. Negara tujuan ekspor kami yang dulunya senang motor gede (moge), bahkan sudah mampu beli mobil, kini mencari sepeda motor berukuran kecil. Tren baru pakai sepeda motor kecil untuk berbelanja atapun perjalanan jarak dekat,” jelas dia.

Penggunaan moge, lanjut Gunadi, hanya untuk keperluan hobi saja. Perubahan tren ini menjadi keuntungan bagi Indonesia yang banyak memproduksi motor. Bahkan motor produksi Indonesia bisa menembus pasar Eropa.

“Untuk ekspor sendiri kami akan fokus dalam jumlah besar ke Jerman, Belanda, Belgia, dan Inggris. Negara-negara maju ini yang pakai moge hanya untuk senang-senang,” lanjut dia.

Ekspor Indonesia pada 2015 memang menorehkan prestasi luar biasa karena mencapai angka 228.229 unit. Perinciannya, Honda 26.199 unit, Suzuki 25.558 unit, TVS 16.195 unit, Kawasaki 9.057 unit, tertinggi Yamaha yang mencapai 151.220 unit.

Honda Indonesia Luncurkan Mobil CR-Z Hybrid & HR-V JBL SE Pekan Depan

BeritaBintang –   PT Honda Prospecet Motor (HPM) akan kembali meramaikan pasar mobil hybrid di Indonesia dengan meluncurkan produk teranyar, New Honda CR-Z Hybrid dan HR-V JBL Special Edition.

Dari undangan yang diterima BintangBoLa, agen pemegang merek (APM) mobil Honda di Indonesia tersebut akan membuka selubung keduanya pada Selasa 8 Maret 2016 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Diketahui Honda CR-Z yang ada saat ini memulai debut global di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012. Honda CR-Z menggendong mesin i-VTEC 1,5 liter dipadu dengan teknologi baterai Integrated Motor Assist (IMA).

Performa mesinnya mampu menghasilkan daya maksimal 120 ps pada putaran mesin 6.600 rpm untuk tipe transmisi manual enam percepatan. Sementara untuk pilihan transmisi otomatis CVT memiliki tenaga 118 ps pada putaran mesin 6.600. Peranti IMA dilengkapi oleh baterai bertenaga 100 volt yang mampu menghasilkan 20 ps.

Saat mobil berakselerasi keduanya bekerja bersamaan namun pada saat melakukan manuver pengereman, IMA menghasilkan energi kinetik sehingga membuat konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih irit.

Sementara itu varian Honda HR-V JBL Special Edition sendiri pernah diperkenalkan pada pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015. HR-V dengan speaker baru dari JBL dirancang untuk menciptakan sensasi musik dengan kualitas yang merata, baik di bangku baris depan maupun belakang. Sistem ini juga didukung sebuah amplifier untuk menghasilkan kualitas yang berimbang untuk berbagai kategori suara.

Dari laman resmi Honda-Indonesia diketahui Honda HR-V JBL audio dipasarkan dengan harga Rp352 juta.

Otomotif Tanah Air Lesu, Ini Kata Ketum Gaikindo Baru

BeritaBintang –Lesunya pasar otomotif nasional masih terasa hingga memasuki awal tahun ini. Hal ini yang membuat sejumlah agen pemegang merek (APM) yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Gaikindo lewat pengurus lamanya telah menargetkan penjualan mobil akan menyentuh angka 1,1 juta unit. Samanya target yang dipasang ini, tentu menjadi sinyal bahwa otomotif Tanah Air sepertinya tak akan beranjak seperti tahun lalu. Nah, bagaimana tanggapan dari Ketua Umum Gaikindo yang baru?

Ketua Umum Gaikindo periode 2016-2019, Yohannes Nangoi mengatakan, pasar otomotif Indonesia tahun ini diprediksi memang masih stagnan, atau sama dengan tahun lalu. Hal tersebut, yang membuat Gaikindo menetapkan target penjualan sama dengan pencapaian tahun lalu.

“Tahun lalu penjualan mencapai 1.013.305 unit. Untuk tahun ini kurang lebih sekitar 1,1 juta unit,” ujar Nangoi, usai acara rapat umum anggota Gaikindo 2016, di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, Selasa 23 Februari 2016.

Meski kondisi pasar otomotif belum bergairah, pria yang juga menjabat sebagai President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia tersebut tetap berusaha agar Gaikindo mampu menaikan penjualan mobil untuk pasar domestik.

“Kita hanya bisa berharap, kondisi pasar dan perekonomian Indonesia bisa jauh lebih baik dari tahun lalu,” tambahnya.

Selain itu, Yohannes juga menyarankan pihak APM untuk dapat bekerja sama dengan para principal, sehingga penjualan ekspor untuk kendaraan bermotor akan semakin meningkat.

“Untuk ekspor itu para pabrikan di Indonesia harus bekerja sama dengan prinsipalnya di negara masing-masing. Mereka harus bekerja sama, karena pasar ekspor itu hanya bisa dibuka dengan prinsipalnya,” kata Yohannes. (asp)

Siap-Siap, Pemilik Motor YZF-R1 & R1 M Akan Dipanggil Yamaha Indonesia

BeritaBintang –    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat bicara soal recall atau penarikan produk sportbike YZF-R1 dan YZF-R1 M. Agen pemegang merek (APM) sepeda motor Yamaha di Indonesia itu juga akan melakukan penarikan sebagaimana dilakukan di negara lain.

“Yamaha R1 terkait recall, Indonesia juga kena. Tapi semua masih dalam proses persiapan karena kami masih menunggu spare part penggantinya datang,” jelas Mohammad Masykur, asisten GM marketing PT YIMM.

Soal waktu recall, lanjut Masykur, ia belum bisa memastikan. Pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada para pemilik Yamaha YZF-R1 dan YZF-R1 M di Indonesia.

“Mohon maaf untuk waktunya saya belum bisa kasih. Karena itu tadi, semua masih proses. Kami tunggu spare part datang, baru bisa kabari. Di Jepangnya memang sementara fokus untuk pasar Amerika dulu karena jumlahnya kan ribuan di sana,” jelas dia.

Sebelumnya diinformasikan pihak Yamaha Jepang akan melakukan perbaikan dari kerusakan yang terjadi pada sproket gigi 3 dan 4. Sedangkan gigi 2 yang lebih dulu disebut mengalami gangguan, sama sekali tak bermasalah.

Di Indonesia, YIMM meluncurkan Yamaha YZF-R1 dan YZF-R1 M secara resmi pada pameran automotif GIIAS, Agustus 2015. Sportbike ini mengadopsi teknologi MotoGP YZF-M1 dengan konsep pengembangan mesin balap yang ringan dan mampu bekerja pada putaran tinggi.