Anwar Ibrahim

PM Malaysia: Warga Sudah Muak Dengan Aksi Anti-Pemerintah

BeritaBintang – Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan warga Malaysia sudah muak dengan aksi menentang pemerintah oleh kelompok Bersih, yang menuntut reformasi proses pemilu dan pemerintahan yang bebas dari korupsi. Najib merasa aksi demonstrasi memprotes pemerintah tidak membawa manfaat apapun bagi negara.

Hal ini diutarakan Najib menanggapi aksi unjuk rasa yang kembali dilakukan oleh ribuan pendukung gerakan Bersih di Kuala Lumpur pada Sabtu lalu. Demonstrasi ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam 15 bulan terakhir.

Najib,yang ketika demonstrasi terjadi sedang bertandang ke Peru untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pacific (APEC) berujar, upaya menggulingkan pemerintah melalu demonstrasi merupakan langkah yang salah secara konstitusional dan hukum Malaysia.

“Sebagai warga Malaysia harus dapat menjunjung tinggi supremasi hukum. Jika tidak, kekacauan akan terjadi di negara ini dan membuat warga menderita,” tutur Najib seperti dikutip kantor berita Pemerintah Malaysia, Bandar Bola Terbaik, Selasa (22/11).

Mantan PM Malaysia periode 1981-2003, Mahathir Mohamad juga terlihat hadir dan turun langsung ke jalan bersama ribuan demonstran lainnya mendukung pengunduran diri Najib.

Menyoal kehadiran Mahathir, Najib berujar, langkah mantan pemimpin Malaysia dengan periode terpanjang itu bertentangan dengan apa yang pernah mahathir lakukan saat dirinya masih menjabat sebagai pemimpin Malaysia.

Sebagian warga Malaysia juga mempertanyakan keterlibatan Mahathir dalam gerakan oposisi pemerintahan Malaysia saat ini. Pasalnya, ketika Mahathir menjabat sebagai pemimpin, pemerintahannya dikenal keras dalam menghadapi gerakan oposisi saat itu.

Di akhir masa pemerintahannya, Mahathir terjepit dengan adanya gerakan “reformasi” yang berujung pada pemenjaraan mantan wakilnya, Anwar Ibrahim.

Najib menyebutkan, pernyataan Mahathir mengenai kondisi Malaysia yang menurutnya sedang dalam “keadaan darurat” hanyalah retorika politik tanpa dukungan fakta dan data dari organisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Dalam sebuah pernyataan dari situs resminya, Najib mengatakan, “Status ekonomi Malaysia masih dalam kategori A (tinggi). Jika Malaysia sedang mengalami krisis maka lembaga pemeringkat internasional seperti IMF dan Bank Dunia akan memperingatkan pemerintah jauh sebelumnya.”

Tuntutan warga Malaysia agar Najib mundur menyusul adanya laporan dari berbagai media internasional yang menyebutkan dia diduga telah menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta Linkalternatif.info.

Tudingan itu juga menyebabkan digelarnya penyelidikan di berbagai negara terkait.

Selain Mahathir, berbagai tokoh politik Malaysia seperti Anwar Ibrahim juga turut menyuarakan desakan agar Najib mundur.

Menurut pengamat dari Institut Penang, Malaysia, Wong Chin Huat, demonstrasi ini tidak memiliki dampak langsung terhadap pemerintahan Malaysia. Namun dia mengatakan, gerakan protes ini menjadi bagian penting untuk memperkuat koalisi sosial anti-pemerintahan Najib.

Mahathir Mohamad Ikut Demo Tuntut PM Malaysia Lengser

BeritaBintang – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terlihat ikut turun ke jalanan di Kuala Lumpur bersama ribuan demonstran pendukung Gerakan Bersih lainnya pada Minggu (20/11) yang mendesak Perdana Menteri Malaysia saat ini, Najib razak, untuk mundur terkait skandal korupsi yang menimpanya pada 2015 lalu itu.

“Saya merasa bersemangat hari ini melihat banyak sekali warga yang ikut berpartisipasi dalam demonstrasi kali ini,” ungkap Mahathir seperti dikutip Agen Bola Online.

“Semua orang merasa khawatir dengan pemerintah yang kita miliki saat ini,” ujar pemimpin Malaysia dengan periode terlama itu.

Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, Mahathir datang ke lokasi tempat berkumpulnya massa pendemo di sekitar distrik Bangsar. Ini merupakan kedua kalinya Mahathir turut serta berdemonstrasi bersama Gerakan Bersih mendesak Najib untuk mundur.

Mahathir menyebut gerakan unjuk rasa ini bertujuan untuk “memperbaiki” Malaysia yang dia anggap sedang berada dalam keadaan “darurat”. Mantan PM Malaysia periode 1981-2003 itu juga bahkan menyebut pemerintahan Najib pengecut karena sempat berupaya mencegah unjuk rasa kedua dalam 15 bulan terakhir ini terjadi.

Pasalnya, tepat sehari sebelum digelarnya aksi demonstrasi ini, Kepolisian menggerebek kantor sekretarian Bersih dan menahan ketua Bersih, Maria Chin bersama satu anggot lain.

Maria ditahan di bawah aturan Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan huru-hara. Polisi juga menyita sejumlah laptop dan laporan bank serta gaji.

“Pemerintah Malaysia sangat pengecut menghadapi para pemrotes dengan berupaya mencoba menghentikan aksi Bersih hari ini,” kata Mahathir.

Melalui video berdurasi kurang dari dua menit, Mahathir mendesak warga Malaysia yang menentang pemerintahan untuk ikut turun ke jalan dan mendukung aksi Bersih kali ini.

“(Bersih) mencoba menemukan cara untuk menyembuhkan bangsa sehingga kami tidak lagi dipimpin oleh seorang yang telah dituduh seluruh dunia menghilangkan uang dengan jumlah yang begitu banyak,” kata Mahathir seperti dikutip Linkalternatif.info pada Kamis (17/11) lalu.

Tuntutan warga Malaysia agar Najib mundur menyusul adanya laporan dari berbagai media internasional yang menyebutkan Najib diduga telah menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta.

Tudingan itu juga menyebabkan digelarnya penyelidikan di berbagai negara terkait.

Selain Mahathir, berbagai tokoh politik Malaysia seperti Anwar Ibrahim juga turut menyuarakan desakan agar Najib mundur.

Sebagian warga Malaysia mempertanyakan keterlibatan Mahathir dalam gerakan oposisi pemerintahan Malaysia saat ini. Pasalnya, ketika Mahathir menjabat sebagai pemimpin, pemerintahannya dikenal keras terhadap gerakan oposisi saat itu.

Di akhir masa pemerintahannya, Mahathir terjepit dengan adanya gerakan “reformasi” yang berujung pada pemenjaraan mantan wakilnya, Anwar Ibrahim.