Andrea Iannone

Iannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

BeritaBintangIannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

Kiprah salah satu pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, di kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang belum benar-benar menjanjikan. Pasalnya dari keempat seri yang sudah berlalu, Iannone masih belum pernah menyelesaikan balapan di posisi lima besar.

Bahkan pada balapan teranyar di MotoGP seri Jerez, Iannone gagal menyelesaikan balapan. Ia mengalami crash ketika baru melalui sembilan lap, padahal Iannone sempat tampil kompetitif di papan atas.

[ Baca Juga : ” Nasib Naruto Mulai Terungkap di Serial Boruto ” ]

Meski begitu tidak lantas membuat Iannone pesimis terkait peluangnya jelang balapan di Le Mans. Ia mengaku cukup optimis bisa meraih hasil lebih baik, lantaran sangat menyukai karakter yang ada di sirkuit itu.

“Saya sungguh sangat menyukai karakter lintasan di sini (Le Mans). Jadi saya berharap saya bisa menikmati balapan pada akhir pekan nanti dengan nyaman,” ucap Iannone, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Kamis (18/5/2017).

“Terlebih saya merasa bahwa meraih poin di sini sangatlah penting untuk kami, terutama kepercayaan diri saya usai balapan yang buruk di Jerez,” tuntas pembalap berjuluk Maniac Joe tersebut.

Kepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

BeritaBintangKepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

Kepala Kru Vinales, Ramon Forcada, mengakui kalau Top Gun –julukan Vinales– tidak membuat start yang bagus pada balapan perdana musim ini yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, Senin 27 Maret 2017 dini hari WIB.

Vinales yang memulai balapan dari tempat pertama, nyatanya gagal membuat start yang bagus sehingga mampu dilewati Johann Zarco dan beberapa pembalap lain. Kendati demikian, mantan rider Suzuki Ecstar itu tidak menyerah untuk memenangkan balapan perdananya bersama Movistar Yamaha.

[ Baca Juga : ” Sosok Wonder Woman yang Berbeda dari Superhero Lain ” ]

Perlahan namun pasti, posisi Vinales mulai memperbaiki posisinya. Pembalap 22 tahun tersebut akhirnya mampu menempati tiga besar di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez setelah Andrea Iannone mengalami kecelakaan di lap 15.

Tidak butuh waktu lama bagi Vinales menyalip Marquez untuk menempati posisi dua. Berada di tempat kedua, membuat mental Top Gun membumbung. Ia mampu memberikan tekanan kepada Dovizioso yang tengah memimpin balapan. Aksi saling susul pun tak terelakan sampai akhirnya Vinales sukses menyetuh garis finis pertama kali.

“Oke, ia (Vinales) tidak membuat start terbaiknya dan (Johann) Zarco sedikit lebih cepat. Lalu ia menunggu, tetap tenang saat (Andrea) Iannone terjatuh di depannya,” ungkap Forcada, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/4/2017).

Jelang Seri Pembuka MotoGP 2017, Iannone Siap Berjuang untuk Podium

BeritaBintangJelang Seri Pembuka MotoGP 2017, Iannone Siap Berjuang untuk Podium

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengaku akan berjuang sekuat tenaga agar bisa berhasil meraih podium di setiap balapan yang akan dilakoninya di MotoGP 2017. Meski begitu, hasil tes pramusim lalu, membuatnya sedikit harus berwaspada.

Pasalnya di tiga tes pramusim terakhir, bisa dibilang penampilan Iannone kurang konsisten. Apalagi hasil tes di Qatar beberapa pekan lalu yang kurang memuaskan. Padahal, di Phillip Island dan Sepang,  The Maniac Joe –julukan Iannone- menunjukkan performa yang sangat baik.

[ Baca Juga : ” Giliran sang Jenderal Zod Digosipkan Perankan Cable di Deadpool 2 ” ]

“Kecepatan di tes tidak buruk tapi saya juga tahu bahwa saya sangat dekat dengan bagian depan,” ungka Iannone, mengutip dari AGEN BOLA, Jumat (24/3/2017).

Walau sempat mengalami tes pramusim yang berat, Iannone tetap optimis menatap MotoGP 2017 yang akan dibuka di GP Qatar pekan ini. Ia berharap dirinya bisa naik podium dalam seri pembuka MotoGP musim ini.

“Harapannya adalah bahwa kami dapat meningkatkan itu (tes pramusim) dan berjuang untuk podium,” tutupnya.

Protes Gaya Balap, Lorenzo Dinilai sebagai Penjahat MotoGP

BeritaBintang –  Hubungan kedua pembalap Yamaha Movistar kembali menghangat usai Jorge Lorenzo menilai gaya membalap Valentino Rossi membahayakan. Lantas seorang pengamat MotoGP, Carlo Pernat menilai jawara MotoGP musim lalu itu tak lebih seperti residivis.

Manuver yang dilakukan Rossi saat di tikungan ke-14 di lap kedua membuat Lorenzo buka suara di konfrensi pers usai balapan. Pembalap asal Spanyol tersebut mengaku bisa saja terjatuh karena ulah yang dilakukan The Doctor di GP Misano.

Link Alternatif SBOBET Mencoba Melihat keadaan tersebut, Pernat mengatakan Lorenzo kerap melakukan kritik kepada pembalap lain. Sosok Marco Simoncelli dan Andrea Iannone sering menjadi korban kejahatan peraih tiga gelar juara MotoGP itu.

“Lorenzo tampak membosankan dengan kontroversi bebas ini, ia seperti seorang residivis. Faktanya ia sudah melakukan hal yang sama terhadap Marco Simoncelli, kemudian Andrea Iannone, dan sekarang Rossi,” ujar Pernat menukil dari Bandar Bola TerperCaya , Selasa (13/9/20176).

“Akan lebih baik ia (Lorenzo) menunjukkan karakternya sebagai pembalap sebenarnya, dalam hal kejahatan olahraga, kita semua tahu siapa dia,” pungkasnya.

Rossi: Balapan di Silverstone Jadi Cambuk Yamaha

BeritaBintangMISANO Balapan MotoGP mulai menapaki seri ke-13 yang akan berlangsung di Sirkuit Misano Italia. Kendati demikian, salah satu rider kawakan, yakni Valentino Rossi masih belum bisa meluapakan balapan pada seri sebelumnya di Silverstone.

Rossi merasa, balapan yang berlangsung di Silverstone tersebut bisa menjadi cambuk keras bagi Yamaha. Pasalnya, rider asal Italia itu merasa kemampuan motor YZR-M1 yang dimiliki masih jauh tertinggal dari Honda, Ducati, dan juga Suzuki.

Sejatinya, Rossi berhasil menapaki kakinya di podium tiga. Namun, hasil tersebut tidak lepas dari insiden yang dialami Marc Marquez dan Andrea Iannone.

“Balapan kali ini menjadi cambuk bagi kami. Di Silverstone kami mengalami banyak kesulitan,” ujar Rossi, seperti dilansir dari Link Alternatif SBOBET, Kamis (8/9/2016).

“Motor kami lebih buruk daripada Honda, Suzuki dengan Vinales dan juga dengan Ducati, karena Iannone berada di depan (sebelum terjatuh),” lanjut pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut.

Lorenzo Tak Masalah Bertandem dengan Dovizioso atau Iannone di Ducati

BeritaBintangLUGANOJawara MotoGP musim lalu, Jorge Lorenzo menilai rekan setimnya musim depan merupakan pembalap yang tangguh. Menurutnya, Andrea Doviziso merupakan sosok yang tepat untuknya mengarungi persaingan premier class musim 2017.

 “Saya dan Dovi memang bukan teman dekat, namun saya menghormatinya dan ia menghormati saya. Saya selalu melihatnya sebagai pembalap yang cerdas, logis dan ia merupakan rider andal dan akan menjadi bantuan besar bagi Ducati,” kata Lorenzo mengutip JudiOnlineTerpercaya, Minggu (31/7/2016).

Terpilihnya Dovizioso menjadi tandem Lorenzo, dikabarkan diambil Ducati agar menghindari ketegangan dengan Andrea Iannone. Sebab, keduanya kerap cekcok baik di luar maupun dalam lintasan. Kendati demikian, X-Fuera – julukan Lorenzo- mengaku tak keberatan bertandem dengan Iannone.

“Jika Ducati mengambil Andrea, saya juga akan menerimanya, karena ia sangat cepat. Soal gaya balap, saya dan Andrea sangat mirip. Dovi merupakan hard braker, sementara Andrea unggul di corner speed seperti saya. Namun segalanya adalah keputusan Ducati, dan Dovi tentu akan bekerja dengan baik dan sangat cepat,” pungkas pembalap berusia 29 tahun tersebut.

Iannone: Rossi Berjasa Besar bagi Masa Depan Rider Muda Italia

BeritaBintang – Rider Ducati Corse, Andrea Iannone, memuji pembalap gaek Movistar Yamaha yang merupakan sahabatnya, Valentino Rossi, yang belakangan ini mengorbitkan para talenta muda Italia ke kejuaraan balap dunia melalui VR46 Riders Academy. Pernyataan Maniac Joe ini dimuat Panduan Judi Online , Rabu (27/7/2016).

Saat ini memang cukup banyak rider Italia yang berkompetisi di kelas Moto3, yang lima di antaranya merupakan didikan Rossi. Sementara itu, di Moto2 juga ada tiga rider muda Italia yang merupakan murid The Doctor.

“Saat ini Italia punya banyak rider muda yang begitu kuat. Mereka makin baik setiap tahun. Ini langkah besar, banyak rider Italia yang mengalami peningkatan signifikan. Ini penting bagi Italia dan juga saya, karena saya menaruh percaya pada mereka. Saya sangat senang mereka bertarung di papan atas, padahal sekitar empat tahun lalu Italia begitu kesulitan oleh rider-rider Spanyol,” kata Iannone.

“Vale telah bekerja sangat keras, dan ia bekerja di jalan yang tepat demi mempromosikan para rider VR46 Riders Academy. Para rider tersebut bisa memperbaiki performa dengan bekerja sama dengannya, dan mereka semua bertarung dengan para pebalap terdepan. Vale sudah berjasa besar bagi masa depan para rider muda Italia. Ia legenda yang meninggalkan warisan begitu berharga,” urai Maniac Joe.

Tak Mudah bagi Suzuki Temukan Penerus Maverick Vinales

BeritaBintang – Setelah mendatangkan Andrea Iannone, Tim Suzuki Ecstar, memilih mendatangkan rising star Moto2, Alex Rins. Rins pun diharapkan bisa menjadi penerus Maverick Vinales yakni pembalap muda yang berkembang pesat bersama Suzuki.

Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, menyatakan tidak mudah baginya dan tim memilih Rins. Sebab, ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan, mengingat Suzuki memiliki misi untuk mengembangkan pembalap muda.

Brivio tak segan mengaku bahwa sebelum memilih Rins, ia dan tim sempat mempertimbangkan juara Moto2 2015 Johann Zarco. Namun, pada akhirnya tim sepakat menjatuhkan pilihan kepada Rins.

“Kami memiliki opsi untuk Zarco dan Alex Rins. Sekali lagi, itu adalah pilihan yang sulit untuk kami. Bahkan, saya harus pergi ke Jepang untuk mendiskusikannya dengan seluruh manajemen,” ungkap Brivio, seperti dimuat Panduan Judi Online , Selasa (26/7/2016).

“Pada akhirnya kami berpikir Rins memiliki potensi untuk menjadi pembalap yang sangat bagus di masa depan. Jadi, kami memilih untuk membuat investasi dengannya dan membantunya berkembang. Kami berpikir dia adalah seseorang yang bisa berada di posisi top dalam satu atau dua tahun,” tambahnya.

Andrea Iannone Belum Terbiasa dengan Warna Biru Milik Suzuki

BeritaBintangBOLOGNARider asal Italia, Andrea Iannone, mengakui dirinya belum terbiasa melihat warna biru milik Suzuki. Sebab, warna tersebut merupakan warna kebesaran tim pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, ini.

Iannone tak menunggu waktu lama untuk membela tim balap di MotoGP musim depan.  Ia akan mengisi kursi yang ditinggalkan oleh pembalap Suzuki yakni Maverick Vinales yang digaet Yamaha dan tak diperpanjangnya kontrak, Aleix Espargaro.

The Maniac Joe- julukan Iannone- yang selama ini terbiasa dengan warna, musim depan harus terbiasa dengan kuda besi berwarna biru yang merupakan khas dari Suzuki. Kendati demikian, Iannone mengaku tak sabar menggeber motornya untuk bisa bersaing dengan Yamaha, Honda dan Ducati. Sebab, motor bermesin GSX-RR musim ini banyak melakukan pengembangan dan inovasi.

“Saya masih belum bisa berasumsi banyak, namun saya harus membiasakan diri untuk membayangkan melihat warna biru. Sebab itu adalah warna kebesaran Suzuki,” ucap Iannone menukil TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (9/7/2016).

“Saya percaya kami bisa, meskipun sejauh ini masih memiliki pro dan kontra tentang performa motor. Namun apabila kami ingin menang maka kami harus menguasai situasi tertentu dan itu adalah modal yang harus kami lakukan,” tuntas sosok berusia 28 tahun tersebut.

Valentino Rossi dan Marc Marquez Akan Panas Lagi di Assen

BeritaBintang –  Pandit MotoGP ynag bekerja untuk Sky Italia, Mauro Sanchini, sangat yakin pertarungan antara jagoan gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan andalan Repsol Honda, Marc Marquez akan kembali panas di MotoGP Belanda yang akan dihelat di Sirkuit Assen pada 26 Juni 2016.

Seperti diketahui, Rossi dan Marquez bertarung sengit di Assen tahun lalu, di mana keduanya menjalani aksi saling salip sejak awal dan mengalami senggolan tepat di tikungan terakhir. Rossi yang sempat melebar dan melaju di atas gravel akhirnya berhasil meraih kemenangan, dan Marquez harus puas finis sebagai runner-up.

“Biasanya Vale menjadi favorit di Assen, tapi tahun ini sangat sulit membuat prediksi. MotoGP kini begitu tak terduga berkat ban dan elektronik anyar. Tapi saya yakin akan ada pertarungan sengit seperti tahun lalu. Pertarungan mereka akan penuh rasa hormat, bukannya ugal-ugalan. APalagi setelah peristiwa damai di Catalunya lalu,” kata Sanchini, seperti dimuat BintangBola.Co , Minggu (19/6/2016).

Meski begitu, Sanchini juga yakin Rossi tak hanya akan bertarung ketat dengan The Baby Alien, namun juga dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Por Fuera yang merupakan jawara MotoGP tahun lalu,  diprediksi memang akan tampil kuat di Assen setelah gagal finis di Catalunya akibat ditubruk rider Ducati Corse, Andrea Iannone.

“Menurut saya, Vale harus lebih kuat ketimbang tahun lalu. Level tiga rider ini, Vale, Jorge dan Marc sangatlah tinggi. Vale kini telah menemukan set-up yang mampu membantunya tampil maksimal. Ia menyukainya dan mampu memanfaatkan situasi. Inilah yang membuat perbedaan. Selain dengan Marc, Vale juga akan bertarung ketat dengan Jorge,” jelasnya.