Andrea Iannone

Adaptasi Lambat Iannone Buat Bos Suzuki Heran

BeritaBintangAdaptasi Lambat Iannone Buat Bos Suzuki Heran

Davide Brivio selaku Team Principal Suzuki Ecstar mengaku heran kalau proses adaptasi mereka dengan sang pembalap, Andrea Iannone, berjalan lambat. Performa The Maniac bersama Suzuki di awal musim ini usai diboyong dari Ducati Corse memang kurang meyakinkan.

Brivio mengaku heran, pasalnya penampilan Suzuki dengan motor GSX-RR terbilang cukup impresif musim lalu. Diperkuat Maverick Vinales dan Aleix Espargaro, pabrikan Jepang itu mengoleksi empat podium, di mana diantaranya adalah satu podium kemenangan lewat Vinales -yang musim ini hijrah ke Yamaha.

[ Baca Juga : ” Film Bumblebee Bakal Ambil Setting Tahun 80-an ” ]

Tujuh seri MotoGP 2017 telah berlalu, Iannone dan Suzuki justru tampil melempem, meski pada uji coba pascamusim di Valencia akhir tahun lalu dan di uji coba pramusim awal tahun ini, Iannone sebenarnya tampil cukup impresif.

“Jujur saja, kami tak menyangka proses adaptasi Andrea berjalan lambat. Apalagi kami memulai musim 2017 dengan sangat baik. Usai uji coba Valencia, Andrea sangat puas atas motor kami. Menurutnya, GSX-RR  fantastis. Ia hanya menyatakan bahwa elektronik adalah area yang harus diperbaiki. Namun, sisanya ia cukup puas,” ucap Brivio, seperti dilansir AGEN BOLA.

“Kami juga kaget masalah lain justru bermunculan justru saat musim balap telah dimulai. Andrea merasa masalahnya tetap elektronik. Soal ini, mungkin karena Andrea datang dari Ducati, yang memiliki elektronik yang lebih canggih. Well, memang benar bahwa kami belum mencapai level itu,” urainya.

Gagal di Hari Pertama MotoGP Catalunya, Iannone Gusar

BeritaBintangGagal di Hari Pertama MotoGP Catalunya, Iannone Gusar

Kiprah pembalap Tim Suzuki, Andrea Iannone, saat melakoni sejumlah sesi latihan bebas di hari pertama MotoGP seri Catalunya memang tidak berjalan mulus. Bagaimana tidak dari dua sesi latihan bebas, Iannone gagal menempatkan dirinya di urutan 10 besar.

Pada sesi latihan bebas pertama yang berlangsung di Sirkuit Barcelona tersebut, Iannone hanya mampu menempati urutan ke- 14 usai mencatatkan waktu 1 menit 48.114 detik. Sedangkan di latihan bebas kedua, ia hanya naik satu peringkat ke urutan 13 usai mencatatkan waktu 1 menit 45.465 detik.

[ Baca Juga : ” The Godfather Raih Predikat Film Terbaik Versi Empire ” ]

Mengetahui kondisi tersebut membuat Iannone pun memberikan komentarnya pasca-melakoni dua sesi latihan bebas di MotoGP Catalunya. Ia tidak terlalu merasa puas dengan hasil yang telah dicatatkannya tersebut.

“Dalam sesi di pagi hari, saya tidak merasa benar-benar baik. Terdapat perasaan yang aneh dengan mengaspal di atas lintasan yang basah. Sementara di sore hari, kami mampu sedikit tampil lebih baik,” ucap Iannone, seperti disadur dari AGEN BOLA, Sabtu (10/6/2017).

“Akan tetapi itu belum cukup untuk membawa kami berada di posisi yang diinginkan. Saya pun tidak terlalu yakin dengan apa yang salah. Saya merasa set-up pada motor cukup baik, namun harus diakui bahwa kami memang tidak cukup baik terhadap perangkat elektronik. Semoga kami bisa memperbaikinya sebelum balapan akhir pekan ini,” tutup pembalap berjuluk Maniac Joe itu.

Gagal Total di Le Mans, Iannone Masih Percaya dengan Suzuki

BeritaBintangGagal Total di Le Mans, Iannone Masih Percaya dengan Suzuki 

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, memang masih belum bisa membuktikan kemampuannya pada balapan MotoGP 2017. Pencapaian terbaik The Maniac Joe -julukan Iannone- hanya finis ketujuh pada MotoGP Austin.

Teranyar, Iannone kembali gagal bersaing untuk memperebutkan posisi terdepan pada MotoGP Prancis. Rider asal Italia itu hanya mampu finis posisi 10 pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans beberapa waktu lalu.

[ Baca Juga : ” Sutradara Zack Snyder Rahasiakan Proses Audisi Wonder Woman dari Gal Gadot ” ]

Meski begitu, Iannone tidak kehilangan arah. Ia masih percaya kalau timnya dapat memberikan yang terbaik pada balapan selanjutnya di Mugello, Italia.

“Tentu balapan di Le Mans merupakan pekan yang berat bagi kami,” ujar Iannnone, seperti disadur dari AGEN BOLA, Minggu (28/6/2017).

“Situasinya sangat sulit tapi tentu kami tidak akan menyerah, karena kami adalah tim yang hebat, tim yang kuat dan tentu kami akan mencoba untuk terus berkembang di setiap balapan, latihan demi latihan dan fokus untuk berikutnya,” pungkasnya.

Iannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

BeritaBintangIannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

Kiprah salah satu pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, di kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang belum benar-benar menjanjikan. Pasalnya dari keempat seri yang sudah berlalu, Iannone masih belum pernah menyelesaikan balapan di posisi lima besar.

Bahkan pada balapan teranyar di MotoGP seri Jerez, Iannone gagal menyelesaikan balapan. Ia mengalami crash ketika baru melalui sembilan lap, padahal Iannone sempat tampil kompetitif di papan atas.

[ Baca Juga : ” Nasib Naruto Mulai Terungkap di Serial Boruto ” ]

Meski begitu tidak lantas membuat Iannone pesimis terkait peluangnya jelang balapan di Le Mans. Ia mengaku cukup optimis bisa meraih hasil lebih baik, lantaran sangat menyukai karakter yang ada di sirkuit itu.

“Saya sungguh sangat menyukai karakter lintasan di sini (Le Mans). Jadi saya berharap saya bisa menikmati balapan pada akhir pekan nanti dengan nyaman,” ucap Iannone, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Kamis (18/5/2017).

“Terlebih saya merasa bahwa meraih poin di sini sangatlah penting untuk kami, terutama kepercayaan diri saya usai balapan yang buruk di Jerez,” tuntas pembalap berjuluk Maniac Joe tersebut.

Kepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

BeritaBintangKepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

Kepala Kru Vinales, Ramon Forcada, mengakui kalau Top Gun –julukan Vinales– tidak membuat start yang bagus pada balapan perdana musim ini yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, Senin 27 Maret 2017 dini hari WIB.

Vinales yang memulai balapan dari tempat pertama, nyatanya gagal membuat start yang bagus sehingga mampu dilewati Johann Zarco dan beberapa pembalap lain. Kendati demikian, mantan rider Suzuki Ecstar itu tidak menyerah untuk memenangkan balapan perdananya bersama Movistar Yamaha.

[ Baca Juga : ” Sosok Wonder Woman yang Berbeda dari Superhero Lain ” ]

Perlahan namun pasti, posisi Vinales mulai memperbaiki posisinya. Pembalap 22 tahun tersebut akhirnya mampu menempati tiga besar di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez setelah Andrea Iannone mengalami kecelakaan di lap 15.

Tidak butuh waktu lama bagi Vinales menyalip Marquez untuk menempati posisi dua. Berada di tempat kedua, membuat mental Top Gun membumbung. Ia mampu memberikan tekanan kepada Dovizioso yang tengah memimpin balapan. Aksi saling susul pun tak terelakan sampai akhirnya Vinales sukses menyetuh garis finis pertama kali.

“Oke, ia (Vinales) tidak membuat start terbaiknya dan (Johann) Zarco sedikit lebih cepat. Lalu ia menunggu, tetap tenang saat (Andrea) Iannone terjatuh di depannya,” ungkap Forcada, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/4/2017).

Jelang Seri Pembuka MotoGP 2017, Iannone Siap Berjuang untuk Podium

BeritaBintangJelang Seri Pembuka MotoGP 2017, Iannone Siap Berjuang untuk Podium

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengaku akan berjuang sekuat tenaga agar bisa berhasil meraih podium di setiap balapan yang akan dilakoninya di MotoGP 2017. Meski begitu, hasil tes pramusim lalu, membuatnya sedikit harus berwaspada.

Pasalnya di tiga tes pramusim terakhir, bisa dibilang penampilan Iannone kurang konsisten. Apalagi hasil tes di Qatar beberapa pekan lalu yang kurang memuaskan. Padahal, di Phillip Island dan Sepang,  The Maniac Joe –julukan Iannone- menunjukkan performa yang sangat baik.

[ Baca Juga : ” Giliran sang Jenderal Zod Digosipkan Perankan Cable di Deadpool 2 ” ]

“Kecepatan di tes tidak buruk tapi saya juga tahu bahwa saya sangat dekat dengan bagian depan,” ungka Iannone, mengutip dari AGEN BOLA, Jumat (24/3/2017).

Walau sempat mengalami tes pramusim yang berat, Iannone tetap optimis menatap MotoGP 2017 yang akan dibuka di GP Qatar pekan ini. Ia berharap dirinya bisa naik podium dalam seri pembuka MotoGP musim ini.

“Harapannya adalah bahwa kami dapat meningkatkan itu (tes pramusim) dan berjuang untuk podium,” tutupnya.

Protes Gaya Balap, Lorenzo Dinilai sebagai Penjahat MotoGP

BeritaBintang –  Hubungan kedua pembalap Yamaha Movistar kembali menghangat usai Jorge Lorenzo menilai gaya membalap Valentino Rossi membahayakan. Lantas seorang pengamat MotoGP, Carlo Pernat menilai jawara MotoGP musim lalu itu tak lebih seperti residivis.

Manuver yang dilakukan Rossi saat di tikungan ke-14 di lap kedua membuat Lorenzo buka suara di konfrensi pers usai balapan. Pembalap asal Spanyol tersebut mengaku bisa saja terjatuh karena ulah yang dilakukan The Doctor di GP Misano.

Link Alternatif SBOBET Mencoba Melihat keadaan tersebut, Pernat mengatakan Lorenzo kerap melakukan kritik kepada pembalap lain. Sosok Marco Simoncelli dan Andrea Iannone sering menjadi korban kejahatan peraih tiga gelar juara MotoGP itu.

“Lorenzo tampak membosankan dengan kontroversi bebas ini, ia seperti seorang residivis. Faktanya ia sudah melakukan hal yang sama terhadap Marco Simoncelli, kemudian Andrea Iannone, dan sekarang Rossi,” ujar Pernat menukil dari Bandar Bola TerperCaya , Selasa (13/9/20176).

“Akan lebih baik ia (Lorenzo) menunjukkan karakternya sebagai pembalap sebenarnya, dalam hal kejahatan olahraga, kita semua tahu siapa dia,” pungkasnya.

Rossi: Balapan di Silverstone Jadi Cambuk Yamaha

BeritaBintangMISANO Balapan MotoGP mulai menapaki seri ke-13 yang akan berlangsung di Sirkuit Misano Italia. Kendati demikian, salah satu rider kawakan, yakni Valentino Rossi masih belum bisa meluapakan balapan pada seri sebelumnya di Silverstone.

Rossi merasa, balapan yang berlangsung di Silverstone tersebut bisa menjadi cambuk keras bagi Yamaha. Pasalnya, rider asal Italia itu merasa kemampuan motor YZR-M1 yang dimiliki masih jauh tertinggal dari Honda, Ducati, dan juga Suzuki.

Sejatinya, Rossi berhasil menapaki kakinya di podium tiga. Namun, hasil tersebut tidak lepas dari insiden yang dialami Marc Marquez dan Andrea Iannone.

“Balapan kali ini menjadi cambuk bagi kami. Di Silverstone kami mengalami banyak kesulitan,” ujar Rossi, seperti dilansir dari Link Alternatif SBOBET, Kamis (8/9/2016).

“Motor kami lebih buruk daripada Honda, Suzuki dengan Vinales dan juga dengan Ducati, karena Iannone berada di depan (sebelum terjatuh),” lanjut pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut.

Lorenzo Tak Masalah Bertandem dengan Dovizioso atau Iannone di Ducati

BeritaBintangLUGANOJawara MotoGP musim lalu, Jorge Lorenzo menilai rekan setimnya musim depan merupakan pembalap yang tangguh. Menurutnya, Andrea Doviziso merupakan sosok yang tepat untuknya mengarungi persaingan premier class musim 2017.

 “Saya dan Dovi memang bukan teman dekat, namun saya menghormatinya dan ia menghormati saya. Saya selalu melihatnya sebagai pembalap yang cerdas, logis dan ia merupakan rider andal dan akan menjadi bantuan besar bagi Ducati,” kata Lorenzo mengutip JudiOnlineTerpercaya, Minggu (31/7/2016).

Terpilihnya Dovizioso menjadi tandem Lorenzo, dikabarkan diambil Ducati agar menghindari ketegangan dengan Andrea Iannone. Sebab, keduanya kerap cekcok baik di luar maupun dalam lintasan. Kendati demikian, X-Fuera – julukan Lorenzo- mengaku tak keberatan bertandem dengan Iannone.

“Jika Ducati mengambil Andrea, saya juga akan menerimanya, karena ia sangat cepat. Soal gaya balap, saya dan Andrea sangat mirip. Dovi merupakan hard braker, sementara Andrea unggul di corner speed seperti saya. Namun segalanya adalah keputusan Ducati, dan Dovi tentu akan bekerja dengan baik dan sangat cepat,” pungkas pembalap berusia 29 tahun tersebut.

Iannone: Rossi Berjasa Besar bagi Masa Depan Rider Muda Italia

BeritaBintang – Rider Ducati Corse, Andrea Iannone, memuji pembalap gaek Movistar Yamaha yang merupakan sahabatnya, Valentino Rossi, yang belakangan ini mengorbitkan para talenta muda Italia ke kejuaraan balap dunia melalui VR46 Riders Academy. Pernyataan Maniac Joe ini dimuat Panduan Judi Online , Rabu (27/7/2016).

Saat ini memang cukup banyak rider Italia yang berkompetisi di kelas Moto3, yang lima di antaranya merupakan didikan Rossi. Sementara itu, di Moto2 juga ada tiga rider muda Italia yang merupakan murid The Doctor.

“Saat ini Italia punya banyak rider muda yang begitu kuat. Mereka makin baik setiap tahun. Ini langkah besar, banyak rider Italia yang mengalami peningkatan signifikan. Ini penting bagi Italia dan juga saya, karena saya menaruh percaya pada mereka. Saya sangat senang mereka bertarung di papan atas, padahal sekitar empat tahun lalu Italia begitu kesulitan oleh rider-rider Spanyol,” kata Iannone.

“Vale telah bekerja sangat keras, dan ia bekerja di jalan yang tepat demi mempromosikan para rider VR46 Riders Academy. Para rider tersebut bisa memperbaiki performa dengan bekerja sama dengannya, dan mereka semua bertarung dengan para pebalap terdepan. Vale sudah berjasa besar bagi masa depan para rider muda Italia. Ia legenda yang meninggalkan warisan begitu berharga,” urai Maniac Joe.