Andrea Dovizioso

Juara 1 di GP Austria, Dovizioso Nikmati Persaingan dengan Marquez

BeritaBintangJuara 1 di GP Austria, Dovizioso Nikmati Persaingan dengan Marquez

Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mengaku menikmati persaingannya dengan Marc Marquez. Itu terjadi pada race ke-11 MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu 13 Agustus 2017.

Ya, persaingan ketat terjadi antara Dovi dan Marquez. Pembalap Repsol Honda itu melakukan manuver berbahaya dengan menutup jalur Dovizioso. Untungnya rekan dari Jorge Lorenzo tersebut bisa terhindar dari tabrakan dan berhasil mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.

{ Baca juga : ” Miliki Masa Depan Suram dengan Man United, Barnet: Shaw Cinta Bermain di Old Trafford  ” }

Memang hingga lap berakhir, pembalap asal Italia itu harus menjaga kinerja bannya hingga akhir race. Menurutnya, sangat berbahaya apabila ia sedikit saja lengah hingga peluang juara di depan mata hilang.

“Pertempuran itu sangat bagus, kami mengendalikan balapan. Untuk ban sangat buruk terlebih Marquez berada di belakang Anda,”ujar Agen Poker Judi, Senin (14/8/2017).

Dovi menambahkan kalau dirinya tahu Marquez akan mencoba melewatinya. Namun, ia mengetahui juara dunia MotoGP musim lalu itu bakal melewatinya di tikungan terakhir. Untungnya, Marquez tidak melakukan manuver karena ia melakukan pengereman saat melewati tikungan.

“Saya mendengar di tikungan terakhir bahwa dia membuka [throttle] lebih awal dari saya, jadi saya tahu dia ingin mencoba di tikungan terakhir. Marquez melakukan langkah yang tepat dengan memberhentikan motornya, tapi yang jadi masalah saat itu saya berada terlalu dekat,”tuntasnya.

Sengit di Lintasan Balap, Ini Strategi Dovizioso ketika Menyalip Rivalnya

BeritaBintangSengit di Lintasan Balap, Ini Strategi Dovizioso ketika Menyalip Rivalnya

Tampil sebagai pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso mengaku kompetisi di ajang balap kelas tertinggi itu sangat sengit. Dovizioso mengatakan ketika berusaha melakukan overtake, ia harus tahu karakter sang rival.

“Itu tergantung kepada siapa pembalap yang akan Anda salip karena setiap rider memiliki karakteristik yang berbeda-beda,” ungkap Dovizioso, seperti dilansir dari AGEN BOLA, Rabu (19/7/2017).

[ Baca Juga : ” Digosipkan Tak Hadir, Nama Song Hye Kyo Terdaftar di Tamu VIP Premiere Battleship Island ” ]

“Saya sih lebih memilih berganti motor, so saya bisa menganalisis segalanya ketika menjadi pembalap,” sambung pembalap berusia 31 tahun itu.

Pembalap asal Italia itu menegaskan lebih suka berganti-ganti motor agar tahu bagaimana kemampuan motor masing-masing tim yang berlaga di MotoGP. Juara dunia 125cc pada 2004 itu sendiri memang sering berganti tim.

Selama tampil di kejuaraan 125cc, ia menjadi rider Honda dan Aprilia. Tampil di kelas 250cc, pembalap berjuluk The Little Dragon itu kembali jajal kemampuan Honda. Kini, jadi salah satu rider andal MotoGP, Dovizioso, sudah tiga kali berganti tim. Sebelum bersama Ducati, ia pernah menjadi penggawa Yamaha dan Honda.

Beri Persaingan di MotoGP 2017, Marquez Puji Penampilan Dovizioso

BeritaBintangBeri Persaingan di MotoGP 2017, Marquez Puji Penampilan Dovizioso

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, memberikan kejutan di paruh musim MotoGP 2017. Rider berkebangsaan Italia itu sempat memimpin klasemen sementara setelah menjuarai Grand Prix (GP) Italia dan Catalunya secara berturut-turut.

Namun di dua seri berikutnya, Dovi -sapaan akrab Dovizioso- justru gagal meraih podium. Ia hanya finis kelima di GP Belanda dan menempati urutan delapan di GP Jerman.

[ Baca Juga : ” Sukses di Dunkirk, Harry Styles Kok Kapok Main Film? ” ]

Alhasil, Marc Marquez (Repsol Honda) saat ini mengambil alih puncak klasemen sementara dengan raihan 129 poin. Sedangkan Dovi berada di posisi ketiga dengan mengumpulkan 123 poin.

Marquez pun memuji penampilan Dovi di awal musim ini. Menurutnya, tidak ada yang memprediksi keberhasilan pembalap berusia 31 tahun itu menjuarai dua seri balapan secara beruntun.

“Pada awal tahun ini tidak ada yang memprediksi penampilan Dovi, bahkan hingga saat ini. Meski dia tidak meraih hasil bagus di Sachsenring, namun dia sempat memberikan perlawanan yang sengit kepada dua pembalap Movistar Yamaha (Rossi dan Vinales),” kata Marquez, seperti dilaporkan AGEN BOLA, Minggu (16/7/2017).

Belum Tampil Cemerlang, Jorge Lorenzo Tetap Dipercaya Bos Ducati

BeritaBintangBelum Tampil Cemerlang, Jorge Lorenzo Tetap Dipercaya Bos Ducati

Direktur Olahraga Ducati Corse, Pablo Ciabatti, tetap yakin dengan penampilan Jorge Lorenzo pada MotoGP musim 2017. Kendati pada musim perdananya, Lorenzo terlihat kesulitan menjinakkan Desmosedici GP 17.

Musim ini, Lorenzo terlihat begitu tertatih dalam perburuan gelar juara dunia. Tak biasanya ia tercecer di peringkat sembilan dengan 65 poin. Bahkan, ia memiliki selisih 58 poin dari rekan setimnya yakni Andrea Dovizioso yang berada di urutan ketiga.

[ Baca Juga : ” Sukses Bersama Spider-Man, Jorge Lendeborg Dilirik Bintangi Film Bumblebee ” ]

Kendati demikian, Ciabbati tetap percaya dengan pengalaman dan gaya Lorenzo. Peraih tiga gelar juara dunia MotoGP itu dipercaya memiliki motivasi yang tinggi.

“Ada sejumlah peningkatan dan sinyal positif dari Lorenzo. Kami hanya perlu untuk menyesuaikan beberapa hal pada motor agar cocok dengan gaya balapnya,” ujar Ciabatti, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Jumat (14/7/2017).

“Motivasi Lorenzo tetap pada level atas. Karena itu saya yakin kami akan sukses,” tuntasnya.

Komentari Persaingan Sengit MotoGP 2017, Valentino Rossi: Dapat Poin Itu Sangat Berharga

BERITABINTANG –  Komentari Persaingan Sengit MotoGP 2017, Valentino Rossi: Dapat Poin Itu Sangat Berharga

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku ada hal penting untuk bisa tetap bersaing di MotoGP 2017 yang tengah sengit. Pasalnya hingga paruh musim ini masih ada lima pembalap yang memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara MotoGP musim ini.

Kelima pembalap tersebut adalah Marc Marquez, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, Rossi dan Dani Pedrosa. Keduanya pun memiliki poin yang sangat tipis untuk bisa merengkuh gelar juara dunia musim ini.

Namun, bagi Rossi ada hal yang perlu diperhatikan di situasi saat ini. Menurutnya, mendapatkan poin di setiap race wajib untuk dimiliki. Pasalnya, jika tidak posisinya akan dengan cepat melorot pada klasemen pembalap.

{ Baca Juga : ” Tak Ingin Hengkang, Keylor Navas: Saya Ingin Pensiun di Real Madrid}

“Di kejuaraan dunia seperti tahun ini, poin sangat berharga, karena terkadang Anda bisa mendorongnya dan merasa baik tapi terkadang Anda memiliki lebih banyak masalah. Jadi penting untuk mengambil poin,” ungkap Rossi, mengutip dari AGEN BOLA, Selasa (4/7/2017).

Terakhir, The Doctor –julukan Rossi- yang menduduki posisi keempat klasemen sementara tak mampu naik podium kembali setelah finis di tempat kelima MotoGP Jerman. Rossi harus puas mendapat poin 11 dari raihannya tersebut.

Bertekad Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2017, Dovizioso Sesalkan Kegagalan di Argentina

BeritaBintangBertekad Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2017, Dovizioso Sesalkan Kegagalan di Argentina

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, bertekad untuk bisa meraih gelar juara dunia MotoGP 2017. Namun, harapannya besarnya tersebut harus terganjal kegagalan yang dibuat rider asal Italia itu saat balapan yang berlangsung di Argentina.

Dovizioso saat itu harus terjatuh setelah bersenggolan dengan rider Aprilia Gresini, Aleix Espargarodan tidak bisa melanjutkan balapan. Tak heran, jika pembalap 31 tahun tersebut sangat menyesali kesalahannya itu.

[ Baca Juga : ” Drama Korea Ini Wajib Ditonton Bagi Pecinta Kuliner ” ]

Pasalnya, kegagalan mendapat poin membuat Dovizioso semakin sulit untuk bisa meraih gelar juara dunia. Meski pada akhirnya, The Litle Dragon –julukan Dovizioso– kini menjadi salah satu penantang kuat gelar juara dunia.

Dovizioso saat ini berhasil menempati posisi pertama klasemen sementara pembalap dengan 115 poin. Ia unggul empat angka dari Maverick Vinales (Movistar Yamaha) yang menempati tempat kedua.

“Seperti kejuaraan dunia tahun lalu, sangat penting untuk tidak membuat DNF, nol poin. Sayangnya, kami sudah membuat nol poin, di mana itu adalah kesalahan saya, dan ini berdampak pada kejuaraan dunia,” jelas Dovizioso, seperti disadur dari AGEN BOLA, Rabu (28/6/2017).

Tergabung dalam Satu Tim, Lorenzo Sebut Dovizioso sebagai Pembalap Cerdas

BeritaBintangTergabung dalam Satu Tim, Lorenzo Sebut Dovizioso sebagai Pembalap Cerdas

Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, menyebut rekan setimnya, Andrea Dovizioso, sebagai pembalap yang cerdas di lintasan. Ia menilai, pembalap berpaspor Italia itu mampu memaksimalkan segala potensi motor Desmosedici GP17.

Lorenzo mengakui jika kompetisi MotoGP 2017 sebagai salah satu musim tersengit untuk bisa saling bersaing meraih gelar juara dunia. Ia juga menyampaikan, apa pun bisa terjadi sepanjang satu musim bergulir.

[ Baca Juga : ” Petualangan Olaf Cari Tradisi Keluarga di Trailer Olaf’s Frozen Adventure ” ]

“Saya katakan MotoGP 2017 sedang menjalani tahun yang gila dan apa pun bisa terjadi. Begitu banyak kesalahan, banyak kecelakaan, dan saya pikir Dovi adalah pembalap yang cerdas,” kata Lorenzo, mengutip dari AGEN BOLA, Kamis (15/6/2017).

“Dovi tidak terlalu sering jatuh dan berusaha meraih poin di setiap seri. Dia memanfaatkan seluruh pengalamannya demi mengeluarkan seluruh potensi motor,” jelasnya.

Saat ini, Dovizioso menempati posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2017 dengan mengoleksi 104 poin dan tertinggal tujuh angka dari Maverick Vinales (Movistar Yamaha) di tempat pertama. Sementara Lorenzo berada di urutan tujuh dengan raihan 59 poin.

Meski Hanya Satu Musim Bersama, Dovizioso Kehilangan Sosok Hayden

BeritaBintangMeski Hanya Satu Musim Bersama, Dovizioso Kehilangan Sosok Hayden

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mengungkapkan rasa belasungkawanya terhadap meninggalnya mantan rekan satu timnya, yakni Nicky Hayden. Ya, kedua pembalap itu pernah berada satu tim pada 2013 kala sama-sama membela Ducati.

Dovizioso menilai bahwa Hayden adalah seorang yang berpikiran terbuka dan menyenangkan. Ia pun merasa kagum dengan sosok pembalap kelahiran Kentucky, Amerika Serikat itu lantaran dapat bergaul dengan semua orang.

[ Baca Juga : ” Imbas Kematian Anak, Zack Snyder Mundur dari Justice League ” ]

“Saya mengenal Nicky saat ia masuk dalam kejuaraan dunia pada 2003 dari Amerika Serikat. Dia adalah orang yang berpikiran terbuka, menyenangkan, dan santai, selalu bersahabat dengan semua orang dan seorang penggemar motor yang sebenarnya, yang berhasil mendapatkan beberapa hasil bagus,” ujar Dovizioso, seperti diberitakan laman resmi AGEN BOLA, Rabu (24/5/2017).

Meski hanya satu musim berada satu tim dengan Hayden, tetapi Dovizioso menganggap bahwa pria yang dijuluki Kentucky Kid itu merupakan rekan yang hebat. Ia mengamati bahwa Hayden bisa menjalin hubungan yang baik dengan seluruh personil tim.

“Dalam bertahun-tahun dia bersama Ducati, dia menjalin hubungan baik dengan semua orang dan meskipun saya hanya satu tim dengannya pada 2013, dia merupakan rekan satu tim yang hebat bagi saya dan saya memiliki kenangan indah tentangnya,” pungkas Dovizioso.

Ducati Raih Hasil Baik di Jerez, Rossi Puji Penampilan Lorenzo

BeritaBintangDucati Raih Hasil Baik di Jerez, Rossi Puji Penampilan Lorenzo

Tim Ducati Corse meraih hasil baik saat dua pembalapnya, yakni Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, meraih hasil baik di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pada seri keempat MotoGP 2017 itu, Lorenzo berhasil meraih podium perdananya usai finis di urutan ketiga.

Sementara itu, Dovizioso menyelesaikan balapan di posisi kelima. Hasil tersebut menjadikan Ducati memperoleh hasil positif di Grand Prix (GP) Spanyol.

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memuji penampilan Lorenzo di Jerez. Ia menyebut, pembalap berjuluk X-Fuera itu sebagai salah satu pembalap terkuat di MotoGP 2017.

[ Baca Juga : ” Movie Review: Kembalinya Raja Arthur dan Pedang Legendaris ” ]

“Saya katakan Lorenzo sebagai salah satu pembalap terkuat di MotoGP. Tampil baik di sesi latihan bebas dan kualifikasi di Jerez, wajar saja jika dia meraih hasil bagus saat race berlangsung,” mengutip dari AGEN BOLA, Rabu (10/5/2017).

Rossi mengatakan, keberhasilan Ducati di Jerez tidak terlepas dari peran Lorenzo. Ia menilai, pembalap berusia 30 tahun itu memberikan berbagai masukan kepada timnya untuk melakukan sejumlah perbaikan signifikan.

“Saya pikir, Ducati telah melakukan perbaikan mendasar setelah mengalami kesulitan di awal musim. Tentu ini juga berkat sumbangsih dari pemikiran Lorenzo untuk diterapkan di lintasan,” pungkasnya.

Legenda Grand Prix Soroti Buruknya Performa Lorenzo di Tiga Seri Awal MotoGP 2017

BeritaBintangLegenda Grand Prix Soroti Buruknya Performa Lorenzo di Tiga Seri Awal MotoGP 2017

Performa serta hasil balap Tim Ducati Corse di tiga seri awal MotoGP 2017 memang belum juga menunjukkan tanda-tanda seperti musim lalu, di mana mereka sukses merengkuh 10 podium termasuk dua kemenangan. Juara dunia kelas 500cc musim 1990-1992, Wayne Rainey, pun menyatakan rasa cemasnya, terutama untuk Jorge Lorenzo.

Sejauh ini, Ducati baru meraih podium lewat Andrea Dovizioso di Qatar, sedangkan Lorenzo hanya finis ke-11. Usai keduanya sama-sama gagal finis di Argentina, Dovizioso finis keenam di seri Amerika Serikat, sementara Lorenzo di posisi kesembilan.

[ Baca Juga : ” Movie Trailer: Cars 3, Ketika Lightning McQueen Alami Krisis Kepercayaan Diri ” ]

Rainey pun mengkhawatirkan proses adaptasi Lorenzo yang ternyata butuh waktu lebih lama dari dugaan. Rainey juga agak ragu keputusan Lorenzo meninggalkan Yamaha demi memperkuat Ducati musim ini merupakan keputusan yang tepat.

“Mungkin Jorge berpikir, ‘saya yang terbaik, dan saya ingin membuktikannya’ dan lalu hijrah ke Ducati. Saya tak tahu apa ia benar-benar berpikir dirinya yang terbaik. Yang jelas ia tengah berpikir ia harus mengalami kemajuan,” ucap Rainey seperti dimuat AGEN BOLA.

“Saya pikir Jorge harus mengubah gaya balap, dan Ducati harus membantu. Keduanya harus saling memahami, bahwa Jorge sangat smooth sementara Ducati harus dikendarai secara agresif,” urainya.