Amnesty International

UU Baru Larang “Pembelian Seks”, Para PSK Prancis Protes

BeritaBintang –Sebuah undang-undang baru di Prancis kini coba membatasi aktivitas “bisnis lendir” alias prostitusi. Dalam UU yang baru saja disetujui Rabu (6/4/2016) lalu itu, disebutkan antara lain bahwa “pelanggan (prostitusi) akan dikenai hukuman denda dan diharuskan menghadiri kelas (kepedulian) mengenai dampak bisnis seks.”

Munculnya UU baru tersebut pun segera menuai protes, khususnya dari kalangan pekerja seks (PSK). Bahkan sebagaimana antara lain diberitakan Associated Press (AP), tepat di hari pemungutan suara untuk UU tersebut, Persatuan PSK Prancis yang dikenal dengan nama Strass, menggelar unjuk rasa di pusat kota Paris.

Pihak PSK menyebut UU tersebut sebagai sesuatu yang “berbahaya”. Selain menilai bahwa lahirnya UU tersebut akan membuat para PSK berada dalam posisi yang sangat berisiko, sebagaimana diungkapkan poster-poster demonya, mereka juga pada dasarnya menolak (kebutuhan) para pelanggan mereka dibatasi oleh peraturan.

Dalam UU baru tersebut, seperti dikutip AP, pelanggan PSK akan dikenai sanksi denda sebesar US$1.700 (sekitar Rp22,5 juta) untuk pelanggaran pertama kali. Besaran denda akan meningkat lebih besar ketika terjadi pelanggaran untuk kedua kalinya, bisa menjadi sebesar US$4.300 (sekitar Rp56,8 juta).

UU baru yang disebut-sebut sebagai pendekatan komprehensif demi mengurangi prostitusi itu pun mendapatkan tanggapan beragam dari kelompok-kelompok LSM. Amnesty International misalnya, mengeluarkan pernyataan senada dengan Strass, dengan menyebut bahwa UU tersebut “membahayakan” para PSK.

“(UU itu) Berarti bahwa para PSK harus berada dalam risiko lebih besar demi melindungi pelanggannya dari deteksi polisi,” ungkap pihak Amnesty International seperti dikutip BBC, sembari menjelaskan bahwa selama ini sudah banyak PSK yang harus meladeni “panggilan rumah” para pelangannya untuk menghindari polisi.

Sebaliknya, kelompok aktivis Le Mouvement du Nid justru mendukung penuh keluarnya UU baru tersebut. LSM yang memang berkampanye menentang prostitusi itu menyebut UU ini sebagai “kemenangan bersejarah”. Selain menilai bahwa secara hukum PSK akan bisa berbuat lebih banyak lewat UU ini, mereka juga menilainya dapat mengurangi kejahatan perdagangan manusia.

Sebagaimana catatan AP, UU ini sekaligus juga membatalkan legislasi tahun 2003 lalu yang melarang permintaan bayaran oleh PSK. Prostitusi (dalam arti penawaran jasa seksual) sendiri sejauh ini legal di Prancis, meski keberadaan rumah bordil, juga aktivitas mucikari dan prostitusi di bawah umur tergolong ilegal.

Sementara Reuters mencatat, langkah Prancis ini mengikuti jejak beberapa negara lainnya, seperti Irlandia Utara, Swedia, Norwegia, Islandia, juga Kanada. Pada intinya, UU ini disebut sebagai langkah “memindahkan hukuman ke pihak pelanggan” ketimbang di pihak PSK yang dinilai mungkin saja menjalani profesinya karena terpaksa.

Kantor Pusat Penanganan Penyelundupan Manusia mencatat saat ini terdapat sekitar 30.000 hingga 37.000 PSK di Prancis. Kepada Reuters, Le Mouvement du Nid menyebut, sebanyak hampir 85 persen dari mereka adalah korban perdagangan manusia, yang kebanyakan berasal dari Bulgaria, Rumania, juga Nigeria, Kamerun dan Cina

Tembaki Pengungsi Jadi “Makanan Sehari-hari” Tentara Turki

BeritaBintang –  Peneliti dan aktivis Amnesty International, Andrew Gardner mengungkapkan kejadian-kejadian tentara Turki di perbatasan, menembaki pengungsi Suriah yang terdampar di perbatasan.

Jumlah pengungsi yang ditembaki semakin bertambah setiap harinya, lantaran selalu ada laporan pengungsi yang tewas seolah menembaki pengungsi Suriah jadi “makanan sehari-hari” tentara perbatasan Turki.

“Terdapat sejumlah laporan insiden di perbatasan. Kami mengumpulkan informasi tersebut pada awal 2014, ketika kami menerima banyak laporan masyarakat yang ditembaki karena mencoba melewati daerah perbatasan,” ungkap Gardner, disitat BintangBoLa RAbu (9/3/2016).

Ditambah, muncul laporan sejumlah dokter di Suriah, di mana setiap hari ada dua atau tiga warga sipil Suriah yang ditembaki karena mencoba melewati daerah perbatasan. Menurut Gardner, alasan penembakan pengungsi Suriah yang dilakukan oleh pemerintah Turki adalah demi langkah keamanan.

“Apa yang otoritas Turki sampaikan kepada kami adalah, mereka tidak mengetahui siapa yang melewati daerah perbatasan. Orang tersebut mungkin saja sekelompok tentara yang menyamar atau boleh jadi sekelompok penyelundup,” tegas Gardner.

Hati-hati, Pria Hidung Belang Biasanya Berkarakter Kasar dan Bengis

BeritaBintang – Studi teranyar mengungkapkan bahwa lelaki yang sering “membeli” seks dari perempuan bayaran, memiliki sifat kasar terutama yang berkaitan dengan seksual.

Studi yang mempelajari sejumlah responden lelaki di Boston, Amerika Serikat, menyimpulkan sebuah fakta yang dipublikasikan dalam Journal of Interpersonal Violence. Fakta tersebut mengatakan lelaki yang membayar perempuan pekerja seks komersial ditemukan memiliki minim empati pada kaum hawa.

Selain itu, umumnya laki-laki ini cenderung kasar dan menyukai hubungan seksual yang menyimpang. Peneliti menyeleksi 1.200 pria yang kemudian dibagi pada dua kelompok.

“Dua kelompok pria mengaku memiliki gaya seksual spesifik, rasa khawatir akan penolakan dari wanita, menyukai seks agresif, dan sangat bangga terhadap maskulinitas,” ujar Neil Malamuth, seorang profesor dari UCLA, dan rekan penulis studi.

“Lelaki yang gemar ‘membeli’ seks ditemukan berkepribadian kasar, kurang empati pada perempuan terutama yang berprofesi sebagai PSK dan memandang mereka sebagai kelompok terendah dari perempuan lainnya,” imbuhnya.

Peneliti mendefinisikan para lelaki ini memiliki sifat narsis sebagai seorang pejantan yang lebih kuat daripada perempuan. Salah satu responden mengaku pada peneliti bahwa dia melihat perempuan PSK seperti secangkir kopi yang bisa mudah dibeli. “Setelah kamu selesai, kamu bisa melupakannya,” terang responden X.

Kemudian, peneliti juga menemukan, lelaki pembeli seks ini berpotensi melakukan perkosaan dan tindakan kekerasan seksual lainnya.

Studi ini dihelat dengan untuk memberikan sosialisasi dan pengayoman pada perempuan PSK. Tujuannya untuk merealisasikan visi dan misi jajak pendapat Amnesty International’s yang mengajukan perlindungan untuk perempuan PSK dari segala tindakan kriminal dan penyimpangan seksual.