Amankan Perayaan Imlek

Kapolda Jabar: Kemungkinan Besar Habib Rizieq Akan Jadi Tersangka

BeritaBintangKapolda Jabar: Kemungkinan Besar Habib Rizieq Akan Jadi Tersangka

Kendati sudah melakukan gelar perkara kasus dugaan penodaan Pancasila dengan terlapor Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat belum menetapkan tersangkanya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan, Rizieq berpotensi besar ditetapkan sebagai tersangka.

“Kemungkinan besar akan menjadi tersangka. Sekarang ya sudah 99 persen lah, tinggal satu persen lagi. Hanya tinggal menunggu keterkaitan antara satu bukti dengan bukti yang lain yang lebih kuat,” kata Anton di Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mantan Kadiv Humas Polri itu menambahkan pihaknya masih mengumpulkan semua bukti-bukti. Di mana penyidik juga akan kembali melakukan gelar perkara kasus itu.

[Baca Juga -“Amankan Perayaan Imlek, 4.287 Polisi Diterjunkan di Sumut“]

“Karena kita tidak ingin menetapkan seseorang sebagai tersangka itu berdasarkan subjektivitas. Tapi harus berdasarkan bukti-bukti hukum yang autentik. Yang baik bukti materil dan inmateril,” ujar Anton.

Namun Anton enggan menyampaikan kapan Rizieq selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka. “Ya, secepat mungkin ya,” ujar Anton.

Sebagaimana diketahui kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila dan Bung Karno merupakan laporan Sukmawati Soekarnoputri. Pangkalnya video Rizieq ketika ceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung.

Usai diperiksa sebagai saksi terlapor, Rizieq membantah melakukan penghinaan terhadap Pancasila dan Bung Karno. Dia juga meragukan keaslian video yang dijadikan alat bukti.

Amankan Perayaan Imlek, 4.287 Polisi Diterjunkan di Sumut

BeritaBintangAmankan Perayaan Imlek, 4.287 Polisi Diterjunkan di Sumut

MEDAN – Guna menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang perayaan tahun baru Imlek 2.568 dan Cap Go Meh pada 2017, Polda Sumatera Utara  (Sumut) mengerahkan 4.287 personelnya.

Kapolda Sum‎ut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan operasi dengan sandi “Liong Toba-2017” akan dilaksanakan selama 5 lima hari dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dalam perayaan tahun baru Imlek.

“‎Operasi Liong Toba-2017 dilaksanakan terhitung mulai tanggal 26-30 Januari 2017 dan gelar pasukan operasi akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Januari 2017 pukul 15.00 WIB di Lapangan Merdeka Medan,” ujar Irjen Rycko.

Dijelaskannya, 4.287 personel untuk pengamanan perayaan tahun baru Imlek terdiri dari satuan tugas Polda Sumut 350 personel, satuan kewilayahan prioritas 3.575 personel dan satuan wilayah imbangan 362 personel.

Daerah operasi kepolisian kewilayahan Liong Toba-2017 di wilayah hukum Polda Sumut meliputi 19 satuan wilayah prioritas dan 8 satuan wilayah imbangan. Adapun sasarannya, melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wihara dan kelenteng.

[Baca Juga -“Kasus Penistaan Pancasila Naik Status ke Penyidikan“]

“Dan tempat lain yang digunakan untuk tempat ibadah Imlek. Serta kegiatan masyarakat untuk merayakan tahun baru Imlek, kegiatan rekreasi wisata, belanja dan kegiatan arus mudik liburan Imlek dan Cap Go Meh,” katanya.

Selain itu, ribuan personel ini nantinya disebar di permukiman atau rumah-rumah yang ditinggalkan oleh penghuninya pada saat melaksanakan ibadah, sembahyang atau pada saat berpergian.

Termasuk pengamanan perkantoran baik pemerintah maupun swasta pada masa liburan Imlek, tempat penjualan petasan dan rawan peredaran miras, narkoba dan tempat rawan kriminalitas, rusuh massal, ‎perkelahian kelompok dan teror bom.

“‎Operasi Liong Toba-2017 ini dilaksanakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam merayakan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh yang merupakan perayaan besar bagi warga tionghoa,” pungkas Irjen Rycko.

Sementara itu, khusus Polrestabes Medan akan mengerahkan 176 personel yang nantinya akan ditugaskan untuk penjaga wihara serta kawasan yang menuju Pancurbatu dan Berastagi.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Indra Warman mengatakan, rencananya akan m‎engerahkan 176 personel yang disebar mulai dari lokasi wihara di Medan, serta jalur Medan-Berastagi.

“Masyarakat diimbau agar memperhatikan kendaraannya sebelum berpergian ke berbagai tujuan wisata, saat Imlek,” ujar AKBP Indra.