Alex Rins

Dinilai Kurang Memukau, Brivio: Kami Akan Analisis Kembali Mesin GSX-RR

BeritaBintangDinilai Kurang Memukau, Brivio: Kami Akan Analisis Kembali Mesin GSX-RR

Bos Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengaku ingin mengevolusi motor yanga kan digunakan pada MotoGP 2017. Brivio berharap timnya mampu bekerja keras jelang musim balap yang akan dimulai pada 26 Maret 2017.

Meski akan mengevolusi motornya, Brivio mengakui masih akan menggunakan data yang lama. Data tersebut bersumber dari performa GSX-RR –nama motor Suzuki– sepanjang musim 2016.

Baca Juga : ” Waduh, Chris Evans Bakal Pensiun dari Avengers

“Minggu ini, kami ingin menganalisis data dengan sangat tenag dan tepat. Kemudian memutuskan konfigurasi terakhir yang akan digunakan pada mesin,” ujar Brivio, mengutip dari Agen Bola, Sabtu (18/3/2017).

“Ini tidak akan merevolusi semuanya. Konsepnya masih akan tetap sama. Kami hanya kan memutuskan konfigurasi terakhir terkait mesin untuk tampil lebih baik,” pungkasnya.

Musim 2017, Suzuki akan menggandeng dua pembalap anyarnya yakni Andrea Iannone dan Alex Rins. Brivio berharap kedua pembalap akan segera beradaptasi untuk tampil memukau di MotoGP 2017.

Ingin Jaga Fokus, Zarco Enggan Terlena di Puncak Klasemen

BeritaBintangSACHSENRING – Puncak klasemen di paruh pertama musim Moto2 membuat Johann Zarco senang bukan kepalang. Meski demikian Zarco menyatakan dirinya enggan terlena dengan hasil tersebut dan siap menjaga fokus untuk paruh kedua musim.

Zarco menilai, timnya sudah melakukan tugas dengan sangat baik di paruh pertama musim. Akan tetapi, saat ini ia merasa belum mendapat hasil apa-apa. Karena itu, pembalap berusia 26 tahun itu menilai penting baginya untuk terus menjaga fokus hingga akhir musim nanti.

“Kami telah melakukan banyak hal, tapi kami baru setengah jalan. Kami harus sangat fokus untuk paruh kedua musim nanti,” ujar Zarco, sebagaimana dimuat laman resmi TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (28/7/2016).

“Saya pikir belum ada yang selesai. (Hasil paruh pertama musim) membuat saya senang dan termotivasi untuk menjadi lebih kuat hingga akhir,” sambung pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Zarco saat ini memimpin klasemen sementara pembalap Moto2 dengan raih 126 poin. Ia unggul jumlah kemenangan dari Alex Rins yang duduk di posisi kedua dan unggul lima poin dari Sam Lowes yang bertengger di posisi ketiga.

Tak Mudah bagi Suzuki Temukan Penerus Maverick Vinales

BeritaBintang – Setelah mendatangkan Andrea Iannone, Tim Suzuki Ecstar, memilih mendatangkan rising star Moto2, Alex Rins. Rins pun diharapkan bisa menjadi penerus Maverick Vinales yakni pembalap muda yang berkembang pesat bersama Suzuki.

Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, menyatakan tidak mudah baginya dan tim memilih Rins. Sebab, ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan, mengingat Suzuki memiliki misi untuk mengembangkan pembalap muda.

Brivio tak segan mengaku bahwa sebelum memilih Rins, ia dan tim sempat mempertimbangkan juara Moto2 2015 Johann Zarco. Namun, pada akhirnya tim sepakat menjatuhkan pilihan kepada Rins.

“Kami memiliki opsi untuk Zarco dan Alex Rins. Sekali lagi, itu adalah pilihan yang sulit untuk kami. Bahkan, saya harus pergi ke Jepang untuk mendiskusikannya dengan seluruh manajemen,” ungkap Brivio, seperti dimuat Panduan Judi Online , Selasa (26/7/2016).

“Pada akhirnya kami berpikir Rins memiliki potensi untuk menjadi pembalap yang sangat bagus di masa depan. Jadi, kami memilih untuk membuat investasi dengannya dan membantunya berkembang. Kami berpikir dia adalah seseorang yang bisa berada di posisi top dalam satu atau dua tahun,” tambahnya.

Yamaha Kontrak Jawara Moto2 Setahun untuk MotoGP 2017

BeritaBintangSACHSENRING Tim balap Tech3 Yamaha resmi mengontrak juara Moto2 Johann Zarco MotoGP musim 2017. Rider asal Prancis tersebut mengaku sangat antusias atas kerja sama yang terjalin dengan tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Seperti diketahui, Zarco sempat dikabarkan bakal bergabung bersama Tim Suzuki. Sayangnya, pabrikan asal Hamamatsu itu lebih memilih Alex Rins untuk berduet dengan Andrea Iannone.

Kendati demikian, mimpi untuk tampil di MotoGP hadir saat tawaran dari tim satelit Yamaha. Menurutnya, ia senang mendapatkan kesempatan untuk bisa mencapai targetnya pada musim bersama Yamaha.

“Tak perlu dikatakan bahwa saya sangat senang untuk bergabung di kelas MotoGP dengan Tech3 dan saya yakin bahwa kita dapat membentuk kemitraan yang solid,” kata Zarco mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (16/7/2016).

Mengacu pada fakta ini, maka skuad Tech3 Yamaha secara keseluruhan diisi para rookie atau pendatang baru (2017). Sebelumnya tim tersebut telah meminang pelaga asal Jerman, Jonas Folger dan ini sejarak pertama Tech3 sejak eksis 2001 di level MotoGP.

“Tim ini memiliki hubungan yang mendalam dan sejarah panjang dengan Yamaha dan mereka telah membuktikan bekerja dengan baik dari tahun ke tahun. Ini sangat menyenangkan dan memberikan saya motivasi ekstra untuk mencapai target di musim 2017,” pungkas pembalap berusia 25 tahun tersebut.

Rossi Sebut Rider Italia Tak Sebagus Pembalap Spanyol

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menilai para pembalap muda Spanyol masih lebih baik dari Italia. Rossi meyakini kalau para pembalap muda Negeri Pizza butuh waktu untuk naik kelas dan bersinar di kelas utama untuk menyaingi dominasi para joki Spanyol di masa depan.

Saat ini, tercatat ada sembilan rider Spanyol di kelas MotoGP, yakni Marc Marquez, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Pol Espargaro, Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Hector Barbera. Bergabungnya bintang Moto2, Alex Rins, ke Suzuki Ecstar tahun depan pun membuat Negeri Matador menurunkan 10 wakil.

Dari ke-10 wakil tersebut, tiga di antaranya merupakan pembalap muda Negeri Matador yakni Marquez, Vinales, dan Rins. Sementara untuk Italia, dari pembalap MotoGP yang ada musim ini yakni Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci, tidak ada satu pun yang masih tergolong muda.

Rossi pun mengakui bahwa saat ini Spanyol mendominasi kompetisi balap motor, tidak hanya di MotoGP, melainkan juga di Moto2 dan Moto3. The Doctor -julukan Rossi- takjub dengan keberadaan para rider Spanyol yang dinilainya sebagai tujuh pembalap terdepan Demikian Dikutip Bintangbola.co

Menurut VR46, raihan tersebut bagus untuk Spanyol, karena berarti kinerja mereka mempromosikan rider muda memang bagus. Juara dunia tujuh kali MotoGP itu menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Italia untuk meruntuhkan dominasi itu.

Valentino Rossi: Rider Italia Butuh Waktu untuk Menyaingi Pembalap Spanyol

BeritaBintang – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi meyakini kalau para pembalap muda Italia butuh waktu untuk naik kelas dan juga bersinar di premier class untuk menyaingi dominasi para joki Spanyol di masa depan.

Saat ini, tercatat ada sembilan rider Spanyol di MotoGP, yakni Marc Marquez, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Pol Espargaro, Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Hector Barbera. Bergabungnya bintang Moto2, Alex Rins ke Suzuki Ecstar tahun depan pun membuat Negeri Matador menurunkan 10 wakil.

“Saat ini Spanyol memang mendominasi ketiga kelas balap – MotoGP, Moto2, dan Moto3. Tahun ini begitu menakjubkan, terutama di MotoGP. Enam dari tujuh rider terdepan adalah rider Spanyol. Ini bagus untuk mereka, karena berarti kinerja mereka mempromosikan rider muda memang bagus,” kata Rossi kepada Panduan Judi Online, Minggu (3/7/2016).

“Menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Italia untuk meruntuhkan dominasi itu. Saya rasa para rider muda Italia akan butuh waktu untuk mencapai MotoGP dan tentunya bersinar di premier class. Tapi, tak ada yang tak mungkin. Saya yakin mereka bisa,” urai The Doctor.

Rossi Tak Menjabat Tangan Marquez saat di Konferensi Pers GP Belanda

BeritaBintangRider Yamaha, Valentino Rossi, terlihat tak menjabat tangan Marc Marquez saat mengikuti konferensi pers MotoGP di Sirkuit Assen, Belanda. Sinyal keretakan hubungan kedua pembalap andal ini kembali dipertanyakan.

Seperti diketahui, perseteruan antara Rossi dengan Marquez telah berakhir saat keduanya bersalaman di GP Catalunya, Barcelona. Lantas hubungan keduanya kembali dipertanyakan karena tak bersalaman di konferensi pers GP Belanda.

Di konferensi pers tersebut, Marquez menjabat tangan dua pembalap yang datang yakni Alex Rins dan Cal Cruthclow. Beberapa waktu kemudian, Rossi datang dengan hanya bersalaman dengan kedua pembalap tersebut alias tidak dengan The Baby Alien.

Marquez mengatakan, dirinya telah bersalaman dengan The Doctor sebelumnya. Alhasil, ia menilai tetap bersikap profesional terkait hubungannya dengan Rossi.

“Kami sudah bersalaman. Memang tak terlihat karena kami melakukannya ketika sedang menandatangani foto bersama fans. Ya, setidaknya kami memiliki hubungan yang profesional, itu yang bisa saya katakan,”ucap Marquez mengutip Panduan Judi Online, Jumat (24/6/2016).

“Pada akhirnya kami bersikap profesional dan itu sulit. Kami semua manusia dan setidaknya hubungan kami sekarang profesional dengan atmosfer yang lebih santai dan itu bagus,” imbuh pembalap berkebangsaan Spanyol ini.

Bintang Moto2 Bantah Telah Sepakat Gabung Suzuki

BeritaBintang –Rider Moto2 yang membela panji Paginas Amarillas HP 40, Alex Rins, membantah kabar yang menyebut kalau dirinya telah sepakat gabung tim Suzuki Ecstar di MotoGP musim depan. Meski begitu, Rins mengakui kalau ia memang telah menjalin negosiasi tahap awal dengan Suzuki.

Seperti diketahui, belakangan memang santer beredar kabar kalau Rins telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Suzuki – dengan opsi lanjutan untuk musim 2019 dan 2020.

Selain berpeluang membela Suzuki Ecstar untuk menggantikan Aleix Espargaro, Rins yang saat ini berada di puncak klasemen rider Moto2, juga disebut-sebut mendapat tawaran dari Monster Yamaha Tech 3 untuk menggantikan Pol Espargaro, yang telah dipastikan hengkang ke KTM musim depan.

“Masa depan saya belum menentu. Saya tengah melakukan pembicaraan dengan banyak tim. Memang benar, saya kini mencoba mendapat kesepakatan dengan Suzuki. Kami telah menggelar negosiasi tahap awal. Namun, tidak benar saya telah menandatangani kontrak dengan mereka. Banyak pilihan yang tersedia. Saya harus berpikir, lebih baik membela tim pabrikan atau satelit di MotoGP. Saya masih harus mempertimbangkan semuanya,” celoteh Rins kepada Taruhan Bola Online, Sabtu (11/6/2016).

Disisi lain, rider asal Spanyol berusia 20 tahun ini juga tak menutup kemungkinan untuk bertahan di Moto2 musim depan bersama Paginas Amarillas HP 40, yang dipimpin oleh mantan rider, Sito Pons.

“Mungkin saya bisa bertahan setahun lagi di Moto2 bersama tim Sito. Musim ini tidak terlalu buruk. Awalnya saya memang kesulitan, tapi saya mencoba untuk tetap tampil baik. Saya tahu musim ini takkan mudah, karena para rival sangat berambisi untuk menang,

Dua Bintang Muda Moto2 Masuk Radar Yamaha Tech 3

BeritaBintang –Setelah menyatakan ingin mempertahankan Pol Espargaro untuk MotoGP musim depan, Monster Yamaha Tech 3 kini dikabarkan tengah membidik salah satu dari dua rider muda yang kini berkompetisi di Moto2 untuk menggantikan Bradley Smith. Seperti diketahui, nama terakhir dipastikan hijrah ke KTM pada MotoGP 2017.

Dua joki muda intermediate class yang diincar Tech 3 adalah rider Paginas Amarillas HP 40, Alex Rins dan pembalap Dynavolt Intact GP, Jonas Folger. Bos Tech 3, Herve Poncaral, mengaku pihaknya memang tak punya banyak pilihan selain Rins dan Folger.

“Tak diragukan lagi Moto2 adalah kelas balap terbaik jika Anda ingin mencari rider bertalenta untuk MotoGP. Tapi, saat ini tak banyak rider Moto2 yang tersedia. Jadi, siapa yang tersedia? Alex Rins mendapat banyak tawaran, lalu ada Jonas Folger. Kurang lebih hanya mereka berdua. Meski begitu, keduanya rider hebat yang punya banyak potensi,” ucap Poncharal, seperti dimuat RACER, Selasa (19/4/2016).

“Kita semua tahu kualitas Alex. Sementara kita juga tahu kalau Jonas cepat, tapi ia akan lebih menarik jika konsisten masuk tiga besar di Moto2,” imbuhnya.

“Namun, sejauh ini saya belum melakukan negosiasi dengan siapapun. Masih terlalu dini. Pertama-tama saya harus berdiskusi dengan (tim pabrikan) Yamaha. Yamaha harus memastikan siapa rider kedua mereka di Movistar Yamaha (musim depan), setelahnya barulah kita lihat nanti untuk Tech 3,” tuntas Poncharal.

Yamaha Mulai Cari Suksesor Rossi-Lorenzo

BeritaBintang –  Tim Movistar Yamaha tampaknya mulai mencari langkah antisipasi mengenai masa depan kedua pembalapnya, yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Terlebih, kontrak X-Fuera dan The Doctor bakal berakhir pada 2017.

Tak ingin kecolongan dengan kepergian mendadak pembalap-pembalapnya tersebut, manajemen Movistar Yamaha coba mendekati dua rider muda penuh talenta di gelaran MotoGP. Kedua pembalap yang menjadi incaran tim pabrikan asal Jepan itu adalah Maverick Vinales dan Alex Rins.

Kebenaraan kabar tersebut bahkan diutarakan langsung oleh Bos tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis. Bahkan, ia secara khusus memberikan pujian terhadap potensi yang dimiliki dua kandidat suksesor duet Lorenzo-Rossi di timnya tersebut.

“Maverick Vinales sudah memiliki pengalaman di MotoGP, tetapi saya belum mengetahui kontraknya bersama Suzuki. Ia merupakan pembalap yang hebat di sini. Jadi, sangat biasa jika ia menarik minat kami dan tim besar lain,” jelas Jarvis, seperti dilaporkan Bioskopsemi , Jumat (15/1/2016).

“Selain Vinales, kami juga terkesan dengan bakat yang dimiliki oleh Alex Rins. Akan tetapi, ia sudah memiliki tekad untuk tetap berada di Moto2 untuk tiga musim ke depan. Jadi, saya tak tahu apakah ia tertarik berada di sini pada masa depan,” tutup pria asal Inggris itu.