Aleix Espargaro

Rossi Datang, Pergerakan Terbesar dalam Sejarah Suzuki

BeritaBintang –  Suzuki Ecstar gencar diberitakan akan memboyong pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, pada musim 2017. Jika benar terwujud, maka itu diyakini akan menjadi pergerakan terbesar Suzuki dalam sejarah di ajang MotoGP.

Media Spanyol Motociclismo mengungkapkan, Suzuki saat ini sedang berusaha keras agar dapat bersaing dan tak kalah kompetitif dari tim-tim sekaliber Repsol Honda, Movistar Yamaha, dan Ducati. Karena itu, tak heran pabrikan asal Jepang tersebut ingin mendatangkan Rossi.

“Suzuki masih memiliki satu musim penuh untuk meningkatkan mesin mereka dan saat ini mereka sudah memiliki dua pembalap yang bagus,” bunyi pernyataan Bioskop168 , Rabu (30/12/2015).

“(Kepindahan Rossi) ini akan menjadi salah satu langkah terbesar dalam sejarah Suzuki dan akan menjadi hal besar yang mereka butuhkan untuk menjadi peserta top di MotoGP,” sambungnya.

Di MotoGP 2015, Suzuki diperkuat dua pembalap asal Spanyol yakni Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Espargaro finis di posisi 11 klasemen akhir, sedangkan Vinales bertengger satu peringkat di bawahnya.

Lorenzo Waspadai Kebangkitan Suzuki

BeritaBintang –   Perubahan regulasi pada MotoGP 2016 membuat pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mewaspadai Tim Suzuki Ecstar. Rasa waspada X-Fuera –julukan Lorenzo– muncul setelah Suzuki tampil impresif saat menjalani sesi tes pramusim pada 10 hingga 11 November 2015 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Saat itu dua rider Suzuki, Maverick Vinales dan Aleix Espargaro tampil impresif. Namun, Vinales yang patut menjadi perhatian Lorenzo. Rider muda berpaspor Spanyol sukses menduduki posisi empat pada sesi tes hari pertama dan naik dua tingkat keesokan harinya.

Di saat Vinales berhasil menduduki posisi empat dan dua, Lorenzo berturut-turut hanya menduduki posisi lima. Keberhasilan Suzuki merangsek ke papan atas dinilai Lorenzo karena dua perubahan yang terjadi jelang digulirkannya MotoGP 2016.

Perubahan itu meliputi beralihnya pemasok ban tunggal dari Bridgestone ke Michelin serta diwajibkannya menggunakan perangkat elektronik buatan Magneti Marelli dari Dorna. Perubahan itu belum dipahami betul oleh Yamaha, sementara Suzuki telah menemukan setting-an terbaik.

“Pembalap Suzuki mampu menyaingi kami di Valencia dengan ban Michelin dan perangkat elektronik baru. Mungkin kami harus berjuang lebih keras musim depan,” jelas Lorenzo seperti mengutip dari Bioskop168 , Kamis (17/12/2015).

Dengan bangkitnya Suzuki, besar kemungkinan MotoGP 2016 bakal berjalan lebih sengit. Tim-tim seperti Ducati, Yamaha dan Honda tak lagi bisa digdaya karena Suzuki siap menyerang ketiga tim itu di saat ada kesempatan.

Aleix Kecewa Hasil Balapan di Jerez

BeritaBintangJEREZ – Pembalap Suzuki, Aleix Espargaro kecewa dengan hasil akhir yang ia terima di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pembalap berusia 25 tahun itu merasa pantas mendapat hasil yang lebih baik daripada sekadar finis di urutan tujuh.

“Saya tidak terlalu puas dengan hasil balapan. Hal positif bahwa saya dapat berada di delapan besar lagi dan mendapatkan poin penting untuk mendekat ke posisi ketujuh di klasemen sementara di turnamen ini, tetapi kami semua merasa memiliki potensi untuk meraih hasil yang lebih baik,” tutur Aleix.

Terlepas dari hasil tersebut, Aleix yang mencatatkan waktu 45 menit 32.691 detik itu puas dengan motor GSX-RR yang mengalami peningkatan. Akan tetapi, ia menambahkan ada beberapa bagian yang harus diperbaiki.

“Kami mencapai langkah maju dalam hal getaran-getaran kecil dibandingkan dengan balapan sebelumnya dan sekarang kami harus mengatasi spin di ban belakang,” sambungnya.

Saudara kandung Pol Espargaro itu saat ini menempati urutan kedelapan papan klasemen dengan koleksi 31 angka. Sementara posisi puncak saat ini menjadi milik pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi dengan raihan 82 angka.

Target Espargaro Bersama Suzuki di Jerez

BeritaBintangJEREZ – Pilar Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, mengungkapkan timnya membidik posisi delapan besar di seri MotoGP Spanyol yang dihelat di Sirkuit Jerez pada Minggu 3 Mei 2015. Selain itu, pembalap Spanyol tersebut berniat terus mengembangkan potensi motor baru GSX-RR.

Meski sukses bercokol di peringkat dua dan lima di free practice yang digelar kemarin, kakak dari rider Monster Yamaha Tech 3, Pol Espargaro, ini memilih tetap realistis. Pembalap 25 tahun itu menyatakan sudah sangat senang jika dia ataupun sang tandem, Maverick Vinales, bisa ada di delapan besar.

“Saya gembira akhirnya kembali ke Eropa dan balapan di Jerez. Saya suka sirkuit ini. Meski Jerez bukan benar-benar ‘rumah’ saya, tetap saja saya membalap di Spanyol. Dukungan ekstra dari penonton akan terasa sangat spesial. Namun, bagus di free practice, saya bisa katakan kalau target kami hanya delapan besar,” ujar Aleix Espargaro.

Saat ini, Espargaro ada di peringkat delapan klasemen sementara pembalap dengan raihan 22 poin. Hasil ini dia raih setelah finis ke-11 di Qatar, kedelapan di Amerika, dan ketujuh di Argentina. Rider kelahiran Barcelona ini pun bertekad melanjutkan tren positif tersebut.

“Jerez harusnya cocok untuk Suzuki karena lintasan lurusnya tak terlalu panjang. Ini membuat kami bisa mengekplorasi area sasis. Saya yakin kami bisa meraih poin dan saya juga berharap bisa semakin nyetel dengan GSX-RR. Potensi GSX-RR semakin terlihat di setiap balapan dan saya ingin terus mengeksplornya,” pungkas dia.

Bradl Ingin Samai Prestasi Aleix Espargaro

BeritaBintangMILAN – Beban lebih berat disematkan di pundak Stefan Bradl setelah bergabung dengan Tim Forward Yamaha. Bayang-bayang kesuksesan Aleix Espargaro pada MotoGP 2014 menjadi tantangan yang harus ia taklukkan musim ini bersama tim anyarnya.

Bersama Alex de Angelis dan Colin Edwards, Aleix Espargaro berhasil mengharumkan nama Forward Racing dengan menempati urutan tujuh klasemen akhir MotoGP 2014. Rider asal Spanyol itu menyabet trofi Open Class MotoGP.

Namun, musim ini Aleix memutuskan bergabung dengan Suzuki yang kembali meramaikan MotoGP. Sedangkan Angelis bergabung dengan Aprilia dan Edwards memutuskan menjadi test rider Michelin serta Yamaha hingga dua tahun ke depan.

Kini tanggung jawab diberikan kepada Bradl dan rookie MotoGP musim ini, Loris Baz. Sebagai orang yang telah memiliki pengalaman di MotoGP, Bradl diberi porsi tanggung jawab lebih besar untuk mempertahankan mahkota musim lalu. Ia pun menyanggupinya.

“Saya sangat senang bergabung dengan Forward Yamaha dan tak sabar dengan petualangan baru ini. Target saya adalah menjadi juara Open Class MotoGP. Semuanya terasa baru bagi saya di sini, tetapi saya rasa dapat beradaptasi dengan baik,” kata Bradl.

“Tes terakhir di Malaysia telah menunjukkan bahwa kami memiliki kecepatan yang mumpuni. Sekarang kami harus bekerja meningkatkan lap time. Saya sudah tak sabar untuk segera mengebut di seri pertama nanti,” tambahnya.

Tampilan Motor Suzuki untuk MotoGP 2015

BeritaBintangSuzuki Motor Corporation secara resmi meluncurkan tim dan pebalap yang akan turun pada MotoGP 2015 di Jepang, Jumat (6/3/2015). Mereka akan turun dengan nama baru, Team Suzuki Ecstar.

Ecstar merupakan produk oli milik Suzuki yang akan menjadi sponsor utama tim. Tulisan “Ecstar” akan ada di badan motor di bawah tulisan “Suzuki”.

“Akhirnya, Suzuki akan kembali ke MotoGP, balap motor paling bergengsi di dunia. Untuk bersaing di level yang tinggi, kami meningkatkan teknologi dan mengembangkan model produksi kami untuk para konsumen Suzuki di seluruh dunia,” kata Director and Senior Managing Officer Eiji Mochizuki.

Suzuki kembali ke MotoGP setelah tiga musim absen terkait masalah keuangan. Untuk debutnya tahun ini, mereka akan diperkuat dua pebalap asal Spanyol, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Mereka akan turun dengan GSX-RR.

Meski masih menghadapi masalah pada horsepower dan ketahanan mesin, Espargaro dan Vinales tampil cukup baik pada sesi uji coba pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, Februari. Espargaro berada di urutan ke-10 sementara Vinales ke-14 dengan selisih 1,2 detik dan 1,5 detik dari catatan tercepat.