Aleix Espargaro

Gagal Raih Poin di Brno, Manajer Teknik Suzuki: Iannone Sudah Lakukan Pekerjaannya dengan Baik

Berita Bintang Gagal Raih Poin di Brno, Manajer Teknik Suzuki: Iannone Sudah Lakukan Pekerjaannya dengan Baik 

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, harus puas dengan kegagalannya mengakhiri balapan MotoGP Republik Ceko setelah terjatuh di pit lane saat menjalani race. Sempat memiliki performa apik, raihannya harus terganjal karena bersenggolan dengan Aleix Espargaro di pit lane.

Sempat bangkit kembali, pembalap asal Italia itu tak mampu bersaing dengan pembalap-pembalap lainnya. Alhasil, Iannone harus puas finis di tempat ke-19 dan gagal meraih poin di race seri ke-10 itu.0

{ Baca juga : ” Bandingkan 2 Era Pelatih, Marcelo: Zidane Antarkan Banyak Trofi, Sementara Mourinho Bawa Kekuatan bagi Madrid ” }

Menanggapi hasil tersebut, manajer teknik Suzuki yakni Ken Kawauchi mengaku sangat kecewa. Pasalnya, ia merasa penampilan Iannone pada seri pembuka musim kedua itu sudah jauh lebih baik ketimbang sebelum-sebelumnya.

Tetapi memang nasib baik tak memihak kepada pembalap berjuluk The Maniac Joe itu. Meski begitu, Kawauchi mengaku tetap puas dengan performa pembalapnya itu, sebab setidaknya beberapa peningkatan sudah mampu mereka lakukan untuk mengarungi seri tersisa di MotoGP 2017.

“Andrea melakukan pekerjaan dengan baik pada akhir pekan ini. Dengan solusi baru yang kami bawa dari Jepang, kami dapat memperbaiki performa dan melangkah dengan baik,” ungkap Kawauchi, mengutip dari Poker Online, Selasa (8/8/2017).

“Namun, pada akhirnya insiden pit lane merusaknya dan menyingkirkan semua kemungkinannya. Tetapi sisi baiknya kami yakni telah meningkatkan potensi kami,” pungkasnya.

Gagal di Misano, Espargaro Janji Tampil Baik di Aragon

BeritaBintang – Pembalap Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, merasa timnya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Karena itu, jelang seri ke-14 di Sirkuit Aragon, Espargaro berusaha memberikan yang terbaik bagi timnya.

Espargaro mengalami hari yang buruk kala mengaspal di Sirkuit Misano. Ia gagal menuntaskan balapan dengan alasan salah memilih ban.

Kini mata Espargaro tertuju ke Aragon, karena ia memiliki catatan manis. Catatan terbaiknya yakni pada 2014, ia finis di posisi kedua. Alhasil, dengan semakin kompetitifnya Suzuki, Espargaro berharap mengulangi kesuksesannya tanpa menemui kendala.

“Sayangnya di Misano, saya membuat pilihan yang salah pada ban. Akibatnya mengalami balapan yang buruk. Kami banyak mengambil sisi positifnya di antaranya kinerja mesin yang lebih baik dan meningkat,” ujar Espargaro mengutip dari Judi Online, Jumat (23/9/2016).

“Saya merasa nyaman saat ini. Kami melakukan pekerjaan yang baik dan berhasil membuat langkah yang benar-benar kompetitif. Aragon akan menjadi race penting dan salah satu sirkuit yang baik.” pungkasnya.

Aleix Espargaro Enggan Salahkan Suzuki karena Terus Raih Hasil Buruk

BeritaBintangMISANO – Memasuki seri ke-13 MotoGP 2016, pembalap Tim Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro tidak kunjungb menunjukkan performa gemilang. Bahkan rekan setim Maverick Vinales itu kembali gagal menembus garis finis pada balapan akhir pekan lalu.

Alhasil, Espargaro masih duduk di posisi ke-12 dengan raihan 41 poin. Meski begitu, pembalap berpaspor Spanyol itu enggan untuk menyalahkan pihak-pihak lainnya.

Espargaro mengaku dirinya akan terus berusaha memperbaiki diri hingga musim 2016 berakhir. Ia menilai hingga saat ini, dirinya belum berhasil menunjukkan performa yang kompetitif di ajang balapan kenamaan dunia tersebut.

“Saya terus merasa kesulitan. Saya mengerti apa yang sedang dihadapi. Tentu saja ini adalah salah saya karena tidak tampil kompetitif,” ujar Espargaro, mengutip dari Link Alternatif SBOBET, Rabu (14/9/2016).

“Dalam beberapa sesi sebelumnya, saya merasa telah lebih baik. Namun saya seharusnya tidak lengah,” tuntasnya.

Pol Espargaro: Saya Seharusnya Bisa Naik Podium di Sachsenring!

BeritaBintang – Rider Monster Yamaha Tech 3, Pol Espargaro kecewa gagal menyabet podium perdananya selama kariernya di premier class di MotoGP Jerman akhir pekan lalu. Rider asal Spanyol itu gagal finis setelah jatuh dari motornya , padahal ia sempat berada di belakang Marc Marquez (Repsol Honda). Nama terakhir akhirnya sukses memenangi balapan yang berlangsung flag-to-flag ini.

Espargaro masuk pit untuk mengganti motor dan ban kering di lap 17, berbarengan dengan Marquez. Sayang, belum lama keluar pit, Espargaro tergelincir tepatnya di turn 2.

Marquez sendiri akhirnya melesat sendirian dan mengunci kemenangan. The Baby Alien mengambil keuntungan karena rider-rider di posisi depan masuk pit di lap-lap terakhir.

“Podium sebenarnya sudah di depan mata. Saya pikir itu adalah strategi (masuk pit) yang sangat baik dari tim, tapi ending-nya sangatlah buruk. Well, sepertinya bukan yang terbaik juga karena kami memilih (ban) intermediate ketimbang slick,” kata Espargaro seperti dilansir Bintangbola.co, Selasa (19/7/2016).

“Tapi, akhirnya saya lah yang patut disalahkan karena terjatuh di turn 2. Kami memilih memakai ban ekstra lunak diawal balapan. Saya tidak nyaman mengendarai motor saya. Saya tertahan di posisi 10 dan nothing to lose saja. Untuk itu saya masuk pit. Saya melihat Marquez juga berada di situasi yang serupa dengan saya. Ia tidak terlalu bagus di trek basah, tertinggal jauh, dan memilih masuk pit. Kami berdua memilih momen dan berada di situasi serupa,” celotehnya lagi.

“Saya pikir saya harusnya bisa naik podium. Saya yakin tak akan jauh dari Marquez yang akhirnya memenangi balapan, kerena di trek kering saya dan dia punya kecepatan. Sayang saya jatuh karena kehilangan kontrol ban depan. Ini sungguh membuat frustasi,” pungkas adik dari joki Suzuki, Aleix Espargaro tersebut.

Andrea Iannone Belum Terbiasa dengan Warna Biru Milik Suzuki

BeritaBintangBOLOGNARider asal Italia, Andrea Iannone, mengakui dirinya belum terbiasa melihat warna biru milik Suzuki. Sebab, warna tersebut merupakan warna kebesaran tim pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, ini.

Iannone tak menunggu waktu lama untuk membela tim balap di MotoGP musim depan.  Ia akan mengisi kursi yang ditinggalkan oleh pembalap Suzuki yakni Maverick Vinales yang digaet Yamaha dan tak diperpanjangnya kontrak, Aleix Espargaro.

The Maniac Joe- julukan Iannone- yang selama ini terbiasa dengan warna, musim depan harus terbiasa dengan kuda besi berwarna biru yang merupakan khas dari Suzuki. Kendati demikian, Iannone mengaku tak sabar menggeber motornya untuk bisa bersaing dengan Yamaha, Honda dan Ducati. Sebab, motor bermesin GSX-RR musim ini banyak melakukan pengembangan dan inovasi.

“Saya masih belum bisa berasumsi banyak, namun saya harus membiasakan diri untuk membayangkan melihat warna biru. Sebab itu adalah warna kebesaran Suzuki,” ucap Iannone menukil TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (9/7/2016).

“Saya percaya kami bisa, meskipun sejauh ini masih memiliki pro dan kontra tentang performa motor. Namun apabila kami ingin menang maka kami harus menguasai situasi tertentu dan itu adalah modal yang harus kami lakukan,” tuntas sosok berusia 28 tahun tersebut.

Lupakan Hasil di MotoGP Prancis, Suzuki Fokus ke Mugello

BeritaBintang –Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, memang gagal tampil apik ketika mentas di seri kelima gelaran MotoGP musim 2016. Dalam balapan tersebut, ia hanya mampu finis di peringkat keenam.

Padahal dalam MotoGP seri Amerika Serikat dan Jerez, Aleix mampu tampil luar biasa. Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Aleix jelang mentas di MotoGP seri Italia akhir pekan nanti.

Kakak kandung dari pembalap Tim Yamaha Monster Tech 3, Pol Espargaro tersebut pun mengaku sudah melupakan hasil di Sirkuit Le Mans, dan bakal lebih fokus lagi untuk tampil apik di MotoGP seri Italia.

“Ketika tampil di Perancis kami tidak mampu mendapatkan hasil yang baik, karena saya kekurangan dalam perasaan dengan ban depan, tetapi perbaikan yang kami lakukan sangat positif,” jelas Aleix, seperti dilaporkan situs resmi Agen Bola Judi Online, Jumat (20/5/2016).

“Saya rasa akan ada situasi yang berbeda di Mugello. Saya yakin bahwa kami akan meraih hasil yang luar biasa di sini, terlebih lintasan ini memang salah satu favorit saya,” tuntas pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut.

Yamaha Tidak Ingin Terburu-buru

BeritaBintang –  Tim satelit Yamaha, Monster Yamaha Tech 3, belum menentukan siapa pembalap yang akan menjadi tandem rider anyarnya Jonas Folger di MotoGP 2017. Sang bos, Herve Poncharal, menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.

Yamaha Tech 3 belum tahu apakah akan melepas pembalapnya musim ini yakni Pol Espargaro, menyusul jejak Bradley Smith yang hengkang ke Tim KTM musim depan. Menurut Poncharal, saat ini semua kemungkinan masih terbuka.

“Saya tidak akan terburu-buru. Saya ingin merekrut Jonas (Folger) karena dia memiliki beberapa kesempatan dan bagi saya, penting untuk mengamankan setidaknya satu slot,” kata Poncharal, seperti dimuat Bintangbola.Co , Senin (16/5/2016).

“Tempat kedua saat ini masih menjadi milik Pol (Espargaro). Tapi, saya tahu ini bukanlah prioritas,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) tersebut.

Poncharal tahu Espargaro sedang berusaha mencari tim lain, yang sekelas pabrikan, untuk MotoGP 2017. Tidak ingin memaksakan apa pun, ia pun secara terang-terangan mendukung apabila adik dari rider Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, itu ingin pergi.

Keberhasilan di Le Mans Sangat Spesial untuk Vinales

BeritaBintang   –  Pembalap muda Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, senang bukan kepalang saat berhasil menginjakkan kaki di podium untuk pertama kalinya sejak tampil di kelas MotoGP. Menurut rider asal Spanyol tersebut, keberhasilan di Sirkuit Le Mans sangat spesial.

Le Mans memang memiliki kenangan tersendiri bagi Vinales. Sebab di sirkuit inilah pertama kali pembalap 21 tahun memenangkan balapan untuk pertama kalinya saat berlaga di kelas 125 cc pada periode 2011.

Kali ini di kelas MotoGP, Vinales kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai rider muda yang dapat diperhitungkan. Memulai balapan dari posisi delapan, rekan setim Aleix Espargaro tersebut berhasil menyudahi balapan di tempat ketiga.

“Naik podium adalah target saya tahun ini, dan saya sudah mengejarnya sejak seri perdana. Lalu akhirnya saya mencapainya di Le Mans, sebuah sirkuit di mana saya memenangkan GP pertama di kelas 125 cc pada 2011,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Jumat (13/5/2016).

“Waktu itu kemenangan terasa sangat spesial karena saya baru tiba di GP dan tidak ada orang yang mengenal saya, tapi saya sangat senang,” tuntasnya.

Rider Bertalenta Spanyol Tak Fokus Incar Pole Position

BeritaBintang – Pada umumnya, pole position merupakan incaran setiap pembalap yang bertarung di MotoGP. Meski demikian, tidak halnya bagi pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales. Rider bertalenta Spanyol itu mengaku tak fokus mengincar pole position.

Vinales mengungkapkan, pole position memang membantu setiap pembalap untuk menyelesaikan balapan di posisi depan. Akan tetapi, pembalap berusia 21 tahun itu tidak ingin terlalu terpaku untuk mendapatkan posisi tersebut.

“Dalam situasi apa pun, saya tidak berpikir start dari posisi tengah akan memberikan masalah. Saya adalah pembalap,” kata Vinales, sebagaimana diberitakan Motorsport, Jumat (11/3/2016).

Menurut pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut, dengan tidak memulai di posisi depan, justru itu akan benar-benar menunjukkan seberapa hebat kemampuan yang dimiliki. Ia merasa lebih tertantang untuk menyalip ke posisi depan.

“Itulah saat saya harus bisa mengungguli (pembalap lain), seperti yang pernah terjadi saat saya masih di Moto2,” jelas juara dunia satu kali di kelas Moto3 tersebut.

Vinales sendiri diyakini akan tampil luar biasa dan mengancam dominasi Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo musim ini. Rekan setim Aleix Espargaro itu dinilai bisa melanjutkan performa mengejutkannya saat tes pramusim beberapa waktu lalu.

Suzuki Satria F150 Injeksi Meluncur Hari Ini

BeritaBintang –   Suzuki akan meluncurkan sepeda motor terbaru di Indonesia hari ini. Berdasarkan undangan yang diterima redaksi Beritakampus beberapa hari lalu, peluncuran akan dilakukan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Di undangan tidak disebutkan produk baru apa yang akan diluncurkan, Suzuki hanya menyebut akan ada produk baru dari R2 (divisi sepeda motor).

Namun dari informasi sudah santer beredar di dunia maya, kuda besi yang dimaksud adalah Satria F150 dengan teknologi injeksi. Produk tersebut merupakan pembaharuan dari generasi sebelumnya yang menggunakan karburator.

Hal ini diperkuat dengan dirilisnya gambar penggoda oleh Suzuki pada awal Februari yang menunjukkan siluet bodi sepeda motor bergaya ayam jago.

Berdasarkan keterangan resmi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), untuk menyambut kehadiran generasi terbaru Suzuki Satria di Indonesia dibuatlah website khusus. Website itu juga didedikasikan untuk para pencinta Suzuki Satria di Tanah Air.

Tidak banyak informasi yang dapat diperoleh dari teaser tersebut. Hanya terlihat di balik siluet pembalap Tim MotoGP Suzuki Ecstar yakni Aleix Espargaro.