Al Qaeda

Spanyol Sita 20 Ribu Seragam Teroris

BeritaBintang –   Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengumumkan telah menyita 20 ribu seragam militer yang akan dikirim ke para militan ISIS dan Jabhat al Nusra.

Pada Februari 2016, pihak Kepolisian Spanyol telah melakukan operasi kontra terorisme di Pelabuhan Kota Valencia dan Algeciras. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian membuka tiga truk kontainer dan menemukan seragam serta perlengkapan militer lainnya.  

Terkait kejadian tersebut, pihak polisi telah menahan tujuh tersangka yang diduga menyalurkan bantuan logistik dan finansial untuk ISIS dan Jabhat al Nusra yang masuk ke jaringan Al Qaeda.

Dilaporkan, operasi pihak keamanan Spanyol ini bertujuan untuk menekan dan memberantas jaringan bisnis yang diketahui selama ini memasok kelompok militan ISIS.

Barang-barang ini diselundupkan dalam kontainer tertutup yang berkedok bantuan kemanusiaan dan dilaporkan sebagai pakaian bekas. Trik ini digunakan supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas serta lolos dari jalur pemeriksaan Bea dan Cukai.

Salah satu tersangka yang ditangkap adalah orang yang selama ini diduga menyelundupkan berbagai perlengkapan militer, uang, bahan elektronik serta transmisi, senjata api, juga bahan pembuat peledak ke Suriah dan Irak. Demikian sebagaimana dikutip dari BintangBoLa, Sabtu (5/3/2016).

ISIS Ancam Bunuh Anggota Navy Seal Penembak Mati Osama

BeritaBintang – Seorang pendukung negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyebarkan nama dan alamat anggota Navy Seal yang membunuh Osama bin Laden dan menyerukan ekstermis Amerika untuk mengeksekusinya.

Mirror Online telah memantau percakapan jihadis di media sosial dan meneliti beberapa orang yang terkait dengan teks percakapan tentang cara menemukan Robert O’Neill, anggota Navy Seal yang mengaku telah membunuh pemimpin Al Qaeda itu.

Dalam percakapan itu, para jihadis berbagi informasi tentang keberadaan O’Neill.

Informasi tersebut kemudian disebarkan oleh seorang ekstermis Inggris yang tak bernama.

Dia menyebut O’Neill sebagai “sasaran nomor satu” dan harus segera dibunuh.

Alamat O’Neill saat ini masih disebarkan di media sosial dengan tanda pagar menyeramkan.

Alamat O’Neill kemudian disebarkan kembali oleh belasan ekstremis ISIS.

Bahkan mereka juga menyebarkan informasi pribadi anggota Navy Seal tersebut.

Upaya sensor dari perusahaan media sosial tak bisa membendung penyebaran informasi pribadi pria yang mengklaim membunuh Osama bin Laden itu.

“Saya tinggalkan info tentang Robert O’Neill ini untuk saudara-saudara di Amerika dan Al Qaeda di Amerika, sebagai sasaran nomor satu untuk diburu dan dibunuh,” tulis seorang pendukung ISIS.

Jihadis tanpa nama itu mengecam O’Neill karena berkeliling Amerika untuk menggembor-gemborkan kebohongan soal pembunuhan Osama.

Dalam tulisannya di media sosial, dia juga memberikan sebuah tautan berita di International Business Times yang di dalamnya terdapat kalimat bahwa ayah O’Neill mengatakan keluarganya “tidak takut ISIS”.

Sebelumnya diberitakan, Robert O’Neill, anggota Navy Seal, mengklaim dialah yang menembak mati pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Jaringan televisi AS, Fox News dan Daily Mail Online telah mengungkap identitas O’Neill.

Hamza bin Laden Umumkan Perang Melawan Barat

BeritaBintang – Setelah Osama Bin Laden tewas, putra mendiang pemimpin Al Qaeda itu, Hamza bin Laden merilis sebuah pesan video berisi seruan untuk menyerang sejumlah kota besar, termasuk London, Washington DC, Paris, dan Tel Aviv.

Hamza bin Laden, yang membantu hingga saat ayahnya tewas dalam penggerebekan pasukan Navy Seals di Pakistan pada 2011, menyerukan agar para pendukung Al Qaeda memindahkan perang dari Timur Tengah.

Kelompok intelijen SITE melaporkan, hal lain yang juga disampaikan dalam video itu adalah sejumlah instruksi untuk pimpinan Al Qaeda saat ini, Ayman al-Zawahiri.

Direktur SITE Rita Katz mengatakan, Al Qaeda, yang saat ini kalah pamor dari ISIS, mencoba untuk “menghidupkan” kembali kelompok ini dengan menggunakan nama Bin Laden.

“Para pemimpin Al Qaeda menginginkan Hamza sebagai pemimpin masa depan, seseorang yang dicintai dan memberi inspirasi, tanpa reputasi negatif atau terlibat dalam perselisihan internal,” ujar Rita lewat akun Twitter-nya.

“Hamza bin Laden menyerukan untuk memindahkan perang dari Kabul, Gaza dan Baghdad ke Washington, London, Paris, dan Tel Aviv,” kata Rita.

Menariknya, lanjut Rita, dalam pesan video itu, Hamza sama sekali tidak menyinggung soal ISIS yang kini mampu menarik banyak simpatisan dari seluruh dunia dan telah mendirikan kekalifahan di Suriah dan Irak.

“Meski Hamza bin Laden menyebut sejumlah front dan pemimpin jihad di seluruh dunia, dia tak menyebut ISIS dan pemimpinnya,” kata Rita.

Rita menambahkan, Hamza tampaknya lolos dari maut saat pasukan Navy Seals menggerebek kediaman Osama bin Laden di Abottabad, Pakistan, yang berujung pada kematian pemimpin Al Qaeda itu.

Menurut sejumlah sumber intelijen, Hamza adalah salah seorang kepercayaan Osama, dan sudah sejak remaja dijejali semua doktrin Al Qaeda.